<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Medsos Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/medsos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/medsos/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 May 2020 18:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Medsos Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/medsos/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hujat Almarhum Ahmad Husa Pakaya di Medsos, Warga Isimu ini Datang Minta Maaf ke Pihak Keluarga</title>
		<link>https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga</link>
					<comments>https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 18:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4793</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Berselancar di media sosial (Medsos) memang harus hati-hati dan bijak. Karena jika tidak, ruang maya yang esensinya menambah kerabat atau teman, justru dapat menebas diri kita sendiri. Seperti yang dialami Umar Abdul (53), Warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Pria paruh baya ini nyaris berurusan dengan polisi karena komentarnya di media sosial yang menyinggung [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/">Hujat Almarhum Ahmad Husa Pakaya di Medsos, Warga Isimu ini Datang Minta Maaf ke Pihak Keluarga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/">Hujat Almarhum Ahmad Husa Pakaya di Medsos, Warga Isimu ini Datang Minta Maaf ke Pihak Keluarga</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Berselancar di media sosial (Medsos) memang harus hati-hati dan bijak. Karena jika tidak, ruang maya yang esensinya menambah kerabat atau teman, justru dapat menebas diri kita sendiri. Seperti yang dialami Umar Abdul (53), Warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Pria paruh baya ini nyaris berurusan dengan polisi karena komentarnya di media sosial yang menyinggung pribadi seorang mantan tokoh Gorontalo, Ahmad Husa Pakaya. Statemen Umar yang diduga mengandung kebencian kepada mantan bupati Gorontalo era 2000-2005 itu pun menyulut kemarahan pihak besar keluarga almarhum Ahmad Pakaya. Internal keluarga bahkan mengancam akan melapor tindakan fitnah yang bersangkutan ke pihak berwajib. Menyadari kesalahannya yang telah sinis, Umar Abdul pada Kamis (28/5) malam memutuskan mendatangi rumah salah satu keluarga Ahmad Pakaya yang terletak di jalan Husni Thamrin, Kelurahan Limba U 1, Kota Gorontalo, untuk meminta maaf bersama istrinya Netti Karim. Ia mengaku saat itu telah khilaf dan membuat cuitan yang menyinggung perasaan seluruh keluarga Pakaya di Gorontalo. Umar mengatakan akun bernama Netti Karim yang ia gunakan untuk mengomentari postingan berita salah satu media online adalah milik istrinya sendiri. \"Awalnya, saya membaca postingan dari fb tentang pak bupati boalemo lalu saya terinspirasi, teringat perilaku pak bupati bersama almarhum Ahmad Pakaya. Tetapi di dalam implementasi penulisan komentar itu saya mengalami kekhilafan yang mengakibatkan keluarga besar Ahmad Pakaya merasa tersinggung,\" ucap Umar Abdul kepada wartawan. Olehnya itu, atas kekhilafan tersebut, Umar Karim berharap pihak keluarga besar dapat memaafkannya. Sementara itu, salah satu anak dari Ahmad Pakaya, Yulianti Pakaya dan keluarga lainnya Zubaeda Podungge mengaku meski hati mereka teriris atas kata-kata yang bersangutan, namun sebagai manusia biasa mereka telah memaafkan. Akan tetapi, mereka meminta agar Umar mengklarifikasi cuitannya di media sosial karena telah mencoreng nama baik ayah mereka. \"Yah.. sebagai manusia kita sudah maafkan, yang bersangkutan juga sudah datang meminta maaf secara langsung. Kami hanya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, yang mana orang-orang hanya asal berkomentar tentang ayah kami namun mereka tidak mengetahui pasti bagaimana sosok Ahmad Pakaya yang sesungguhnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Berselancar di media sosial (Medsos) memang harus hati-hati dan bijak. Karena jika tidak, ruang maya yang esensinya menambah kerabat atau teman, justru dapat menebas diri kita sendiri.</p>
<p>Seperti yang dialami Umar Abdul (53), Warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Pria paruh baya ini nyaris berurusan dengan polisi karena komentarnya di media sosial yang menyinggung pribadi seorang mantan tokoh Gorontalo, Ahmad Husa Pakaya. Statemen Umar yang diduga mengandung kebencian kepada mantan bupati Gorontalo era 2000-2005 itu pun menyulut kemarahan pihak besar keluarga almarhum Ahmad Pakaya. Internal keluarga bahkan mengancam akan melapor tindakan fitnah yang bersangkutan ke pihak berwajib.</p>
<p>Menyadari kesalahannya yang telah sinis, Umar Abdul pada Kamis (28/5) malam memutuskan mendatangi rumah salah satu keluarga Ahmad Pakaya yang terletak di jalan Husni Thamrin, Kelurahan Limba U 1, Kota Gorontalo, untuk meminta maaf bersama istrinya Netti Karim. Ia mengaku saat itu telah khilaf dan membuat cuitan yang menyinggung perasaan seluruh keluarga Pakaya di Gorontalo. Umar mengatakan akun bernama Netti Karim yang ia gunakan untuk mengomentari postingan berita salah satu media online adalah milik istrinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Awalnya, saya membaca postingan dari fb tentang pak bupati boalemo lalu saya terinspirasi, teringat perilaku pak bupati bersama almarhum Ahmad Pakaya. Tetapi di dalam implementasi penulisan komentar itu saya mengalami kekhilafan yang mengakibatkan keluarga besar Ahmad Pakaya merasa tersinggung,&#8221; ucap Umar Abdul kepada wartawan.</p>
<p>Olehnya itu, atas kekhilafan tersebut, Umar Karim berharap pihak keluarga besar dapat memaafkannya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu anak dari Ahmad Pakaya, Yulianti Pakaya dan keluarga lainnya Zubaeda Podungge mengaku meski hati mereka teriris atas kata-kata yang bersangutan, namun sebagai manusia biasa mereka telah memaafkan. Akan tetapi, mereka meminta agar Umar mengklarifikasi cuitannya di media sosial karena telah mencoreng nama baik ayah mereka.</p>
<p>&#8220;Yah.. sebagai manusia kita sudah maafkan, yang bersangkutan juga sudah datang meminta maaf secara langsung. Kami hanya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, yang mana orang-orang hanya asal berkomentar tentang ayah kami namun mereka tidak mengetahui pasti bagaimana sosok Ahmad Pakaya yang sesungguhnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/">Hujat Almarhum Ahmad Husa Pakaya di Medsos, Warga Isimu ini Datang Minta Maaf ke Pihak Keluarga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/">Hujat Almarhum Ahmad Husa Pakaya di Medsos, Warga Isimu ini Datang Minta Maaf ke Pihak Keluarga</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/hujat-almarhum-ahmad-husa-pakaya-di-medsos-warga-isimu-ini-datang-minta-maaf-ke-pihak-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
