<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menara limboto Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/menara-limboto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/menara-limboto/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2020 15:39:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>menara limboto Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/menara-limboto/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tower Pakaya Lengang Pengunjung, Pedagang Sate Berharap dari Langganan</title>
		<link>https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan</link>
					<comments>https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 15:39:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KABGOR]]></category>
		<category><![CDATA[menara limboto]]></category>
		<category><![CDATA[pakaya tower]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=3950</guid>

					<description><![CDATA[<p>    KABGOR-Menara Tower Pakaya kini tak lagi ramai dikunjungi setelah diberlakukan jam malam oleh Bupati Gorontalo. Kebijakan ini memang sangat efektif untuk mencegah penyebaran covid19. Namun dari sisi perputaran ekonomi sangat berdampak bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo. Seperti yang dialami pedagang sate ayam asal Madura, Ridho Alamsyah. Saat diwawancarai awak media Barakati.id, ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/">Tower Pakaya Lengang Pengunjung, Pedagang Sate Berharap dari Langganan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/">Tower Pakaya Lengang Pengunjung, Pedagang Sate Berharap dari Langganan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("    KABGOR-Menara Tower Pakaya kini tak lagi ramai dikunjungi setelah diberlakukan jam malam oleh Bupati Gorontalo. Kebijakan ini memang sangat efektif untuk mencegah penyebaran covid19. Namun dari sisi perputaran ekonomi sangat berdampak bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo. Seperti yang dialami pedagang sate ayam asal Madura, Ridho Alamsyah. Saat diwawancarai awak media Barakati.id, ia mengaku pendapatannya sangat menurun ketika jam malam itu berlaku. Selain pembeli yang berangsur-angsur kurang, waktu berjualannya pun terbatas. \"Di hari-hari sebelumnya, biasa laku 1000 tusuk sate/malam nya. Apalagi kalau malam kamis dan malam minggu, ramai pengunjung, lebih dari 2000 tusuk,\" kata Ridho. Beruntung, kata Ridho, masih ada sebagian pelangganannya yang datang membeli. Menurutnya, jika keadaan itu terus berlanjut, ia khawatir tak mampu membiayai kebutuhan sehari-hari terlebih membayar upah karyawan sebanyak 3 orang. \"Sekarang mah 500 tusuk sate/malam nya gak dapat kadang. Karena yang membeli cuma langganan biasa, itupun tidak banyak mereka beli,\" katanya. \"Saya punya 3 karyawan yang saya ajak dari Madura, tempat tingal dan gaji mereka saya tanggung, mereka tinggal bersama saya di Kelurahan Hunggaluwa,\" ujar Ridho lagi. Ia makin sedih saat muncul imbuan pemerintah untuk tidak mudik libur ramadan tahun ini. Karena jika begitu 3 karyawannya pun tidak bisa pulang ke kampung halaman. \"Mereka biasa saya suruh pulang setahun sekali, biasa itu sebelum ramdhan, tapi sekarang kan masih lockdown, jangankan pulang kampung, untuk kirim duit sama keluarga nya pun masih pas-pasan,\" kata Ridho.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p> </p>
<p> </p>
<p>KABGOR-Menara Tower Pakaya kini tak lagi ramai dikunjungi setelah diberlakukan jam malam oleh Bupati Gorontalo.</p>
<p>Kebijakan ini memang sangat efektif untuk mencegah penyebaran covid19. Namun dari sisi perputaran ekonomi sangat berdampak bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo.</p>
<p>Seperti yang dialami pedagang sate ayam asal Madura, Ridho Alamsyah. Saat diwawancarai awak media Barakati.id, ia mengaku pendapatannya sangat menurun ketika jam malam itu berlaku. Selain pembeli yang berangsur-angsur kurang, waktu berjualannya pun terbatas.</p>
<p>&#8220;Di hari-hari sebelumnya, biasa laku 1000 tusuk sate/malam nya. Apalagi kalau malam kamis dan malam minggu, ramai pengunjung, lebih dari 2000 tusuk,&#8221; kata Ridho.</p>
<p>Beruntung, kata Ridho, masih ada sebagian pelangganannya yang datang membeli. Menurutnya, jika keadaan itu terus berlanjut, ia khawatir tak mampu membiayai kebutuhan sehari-hari terlebih membayar upah karyawan sebanyak 3 orang.</p>
<p>&#8220;Sekarang mah 500 tusuk sate/malam nya gak dapat kadang. Karena yang membeli cuma langganan biasa, itupun tidak banyak mereka beli,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Saya punya 3 karyawan yang saya ajak dari Madura, tempat tingal dan gaji mereka saya tanggung, mereka tinggal bersama saya di Kelurahan Hunggaluwa,&#8221; ujar Ridho lagi.</p>
<p>Ia makin sedih saat muncul imbuan pemerintah untuk tidak mudik libur ramadan tahun ini. Karena jika begitu 3 karyawannya pun tidak bisa pulang ke kampung halaman.</p>
<p>&#8220;Mereka biasa saya suruh pulang setahun sekali, biasa itu sebelum ramdhan, tapi sekarang kan masih lockdown, jangankan pulang kampung, untuk kirim duit sama keluarga nya pun masih pas-pasan,&#8221; kata Ridho.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/">Tower Pakaya Lengang Pengunjung, Pedagang Sate Berharap dari Langganan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/">Tower Pakaya Lengang Pengunjung, Pedagang Sate Berharap dari Langganan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tower-pakaya-lengang-pengunjung-pedagang-sate-berharap-dari-langganan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
