<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mikroplastik Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/mikroplastik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/mikroplastik/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 12:41:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>mikroplastik Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/mikroplastik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje</title>
		<link>https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje</link>
					<comments>https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 12:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi berita]]></category>
		<category><![CDATA[mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi sampah]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[publikasi internasional]]></category>
		<category><![CDATA[riset ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[riset perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[sampah pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[teluk tomini]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Torosiaje Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29189</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/">Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/">Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan kembali bahwa penelitian awal mengenai keberadaan mikroplastik pada ikan di wilayah Torosiaje Jaya dan perairan Teluk Tomini bertujuan untuk mengantisipasi dampak sampah pesisir, bukan untuk merugikan masyarakat nelayan. Penjelasan ini disampaikan menyusul munculnya kesalahpahaman akibat pemberitaan sebagian media yang tidak mengutip secara utuh hasil penelitian. Studi tersebut telah dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries edisi Januari 2026 oleh tim yang terdiri atas Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami. Syam S. Kumaji selaku peneliti utama menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Torosiaje Jaya atas ketidaknyamanan yang timbul. Ia menegaskan bahwa penelitian ini merupakan langkah ilmiah awal untuk menarik perhatian pemerintah pusat dan daerah agar pengelolaan sampah di kawasan pesisir, khususnya Torosiaje, dapat ditangani secara serius dan berkelanjutan. “Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi ikan yang kemungkinan terpapar mikroplastik, bukan untuk menyimpulkan kondisi keseluruhan ikan di Teluk Tomini,” jelas Syam. Syam menambahkan, penelitian tersebut hanya melibatkan 12 spesies ikan dengan total 15 individu yang diambil dari tiga titik pengambilan sampel: wilayah pulau, perairan pemukiman, serta area tambatan perahu. Pengambilan sampel dalam jumlah terbatas tersebut merupakan bagian dari pendekatan studi pendahuluan. Lebih lanjut dijelaskan, bagian ikan yang diuji di laboratorium hanyalah saluran pencernaan, bukan daging ikan. “Saluran cerna merupakan bagian yang biasanya dibuang saat ikan dibersihkan sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. Syam menegaskan, penelitian ini tidak berhubungan dengan kualitas daging ikan yang dikonsumsi masyarakat, sehingga tidak berdampak pada mata pencaharian nelayan Torosiaje. Penelitian lanjutan dengan cakupan lebih besar akan segera dilakukan untuk memperdalam hasil awal tersebut. Selain riset ilmiah, tim UNG juga mulai merancang langkah mitigasi pengelolaan sampah pesisir. “Kami berharap model pengelolaan yang dikembangkan bisa menjadi contoh efektif, bukan hanya untuk Torosiaje, tapi juga bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia, bahkan dunia,” pungkas Syam. Dengan adanya klarifikasi ini, tim peneliti UNG berharap masyarakat dapat memahami tujuan sebenarnya dari penelitian dan terus mendukung upaya akademik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>Pohuwato</strong> &#8211; Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan kembali bahwa penelitian awal mengenai keberadaan mikroplastik pada ikan di wilayah Torosiaje Jaya dan perairan Teluk Tomini bertujuan untuk mengantisipasi dampak sampah pesisir, bukan untuk merugikan masyarakat nelayan.</p>
<p>Penjelasan ini disampaikan menyusul munculnya kesalahpahaman akibat pemberitaan sebagian media yang tidak mengutip secara utuh hasil penelitian. Studi tersebut telah dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology &amp; Fisheries edisi Januari 2026 oleh tim yang terdiri atas Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami.</p>
<p>Syam S. Kumaji selaku peneliti utama menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Torosiaje Jaya atas ketidaknyamanan yang timbul. Ia menegaskan bahwa penelitian ini merupakan langkah ilmiah awal untuk menarik perhatian pemerintah pusat dan daerah agar pengelolaan sampah di kawasan pesisir, khususnya Torosiaje, dapat ditangani secara serius dan berkelanjutan.</p>
<p>“Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi ikan yang kemungkinan terpapar mikroplastik, bukan untuk menyimpulkan kondisi keseluruhan ikan di Teluk Tomini,” jelas Syam.</p>
<p>Syam menambahkan, penelitian tersebut hanya melibatkan 12 spesies ikan dengan total 15 individu yang diambil dari tiga titik pengambilan sampel: wilayah pulau, perairan pemukiman, serta area tambatan perahu. Pengambilan sampel dalam jumlah terbatas tersebut merupakan bagian dari pendekatan studi pendahuluan.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan, bagian ikan yang diuji di laboratorium hanyalah saluran pencernaan, bukan daging ikan. “Saluran cerna merupakan bagian yang biasanya dibuang saat ikan dibersihkan sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Syam menegaskan, penelitian ini tidak berhubungan dengan kualitas daging ikan yang dikonsumsi masyarakat, sehingga tidak berdampak pada mata pencaharian nelayan Torosiaje. Penelitian lanjutan dengan cakupan lebih besar akan segera dilakukan untuk memperdalam hasil awal tersebut.</p>
<p>Selain riset ilmiah, tim UNG juga mulai merancang langkah mitigasi pengelolaan sampah pesisir. “Kami berharap model pengelolaan yang dikembangkan bisa menjadi contoh efektif, bukan hanya untuk Torosiaje, tapi juga bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia, bahkan dunia,” pungkas Syam.</p>
<p>Dengan adanya klarifikasi ini, tim peneliti UNG berharap masyarakat dapat memahami tujuan sebenarnya dari penelitian dan terus mendukung upaya akademik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/">Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/">Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/klarifikasi-penting-ung-tegaskan-penelitian-mikroplastik-tak-ganggu-nelayan-torosiaje/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
