<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>neslon pomalingo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/neslon-pomalingo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/neslon-pomalingo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2020 14:37:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>neslon pomalingo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/neslon-pomalingo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Launching Kegiatan Madinatul Ilmi, Nelson: Kegiatan Keilmuwan Jadi Indikator Daerah Serambi Madinah</title>
		<link>https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah</link>
					<comments>https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 14:37:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[madinatul ilmi]]></category>
		<category><![CDATA[neslon pomalingo]]></category>
		<category><![CDATA[serambi madinah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=3398</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABGOR-Seraya mewujudkan Gorontalo sebagai daerah bermotto Serambi Madinah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun berusaha membangun Kabgor menjadi daerah Madinatul Ilmi. Menurut Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, saat melaunching kegiatan Madinatul Ilmi di MTs Negeri 2 Tabongo, Kamis (19/3/2020), Madinatul Ilmi merupakan salah satu indikator Gorontalo disebut sebagai Serambi Madinah. &#8220;Motivasi membangun madinatul ilmi ini adalah sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/">Launching Kegiatan Madinatul Ilmi, Nelson: Kegiatan Keilmuwan Jadi Indikator Daerah Serambi Madinah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/">Launching Kegiatan Madinatul Ilmi, Nelson: Kegiatan Keilmuwan Jadi Indikator Daerah Serambi Madinah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR-Seraya mewujudkan Gorontalo sebagai daerah bermotto Serambi Madinah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun berusaha membangun Kabgor menjadi daerah Madinatul Ilmi. Menurut Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, saat melaunching kegiatan Madinatul Ilmi di MTs Negeri 2 Tabongo, Kamis (19/3/2020), Madinatul Ilmi merupakan salah satu indikator Gorontalo disebut sebagai Serambi Madinah. \"Motivasi membangun madinatul ilmi ini adalah sebagai perwujudan dari Serambi Madinah. Kita selalu katakan Gorontalo sebagai serambi madinah, tapi kita tidak tau apa indikator serambi madinah itu sendiri,\" kata Nelson saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Nelson menjelaskan, Serambi Madinah sangat memperhatikan sisi keilmuwan. Sehingga, dilaunchingnya kegiatan Madinatul Ilmi di MTs Negeri 2 adalah tanda dimulainya pembangunan Kabupaten Gorontalo sebagai Madinatul Ilmu atau pusat keilmuwan di Gorontalo. \"Oleh karena itu hal inilah yang menjadi tujuan dan perhatian Pemkab dalam berinovasi mewujudkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah,\" katanya. Nelson pun berharap, dengan di launching nya kegiatan Madinatul Ilmi itu, motto serambi madinah bagi Gorontalo akan semakin kuat karena di dukung dengan tindakan nyata. Ia juga berharap melalui launching madinatul ilmi, Kabupaten Gorontalo akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan simbol Serambi Madinah. \"Untuk itu, kepada seluruh tokoh-tokoh masyarakat, mari kita sama-sama merumuskan indikator dari madinatul ilmi,\" ungkap Nelson di akhir sambutannya. Kegiagan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, sejumlah pimpinan OPD, Camat Tabongo, dan Kepala Sekolah MTs N 2 Tabongo.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>KABGOR-Seraya mewujudkan Gorontalo sebagai daerah bermotto Serambi Madinah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun berusaha membangun Kabgor menjadi daerah Madinatul Ilmi. Menurut Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, saat melaunching kegiatan Madinatul Ilmi di MTs Negeri 2 Tabongo, Kamis (19/3/2020), Madinatul Ilmi merupakan salah satu indikator Gorontalo disebut sebagai Serambi Madinah.</p>
<p>&#8220;Motivasi membangun madinatul ilmi ini adalah sebagai perwujudan dari Serambi Madinah. Kita selalu katakan Gorontalo sebagai serambi madinah, tapi kita tidak tau apa indikator serambi madinah itu sendiri,&#8221; kata Nelson saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Nelson menjelaskan, Serambi Madinah sangat memperhatikan sisi keilmuwan. Sehingga, dilaunchingnya kegiatan Madinatul Ilmi di MTs Negeri 2 adalah tanda dimulainya pembangunan Kabupaten Gorontalo sebagai Madinatul Ilmu atau pusat keilmuwan di Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu hal inilah yang menjadi tujuan dan perhatian Pemkab dalam berinovasi mewujudkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah,&#8221; katanya.</p>
<p>Nelson pun berharap, dengan di launching nya kegiatan Madinatul Ilmi itu, motto serambi madinah bagi Gorontalo akan semakin kuat karena di dukung dengan tindakan nyata. Ia juga berharap melalui launching madinatul ilmi, Kabupaten Gorontalo akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan simbol Serambi Madinah.</p>
<p>&#8220;Untuk itu, kepada seluruh tokoh-tokoh masyarakat, mari kita sama-sama merumuskan indikator dari madinatul ilmi,&#8221; ungkap Nelson di akhir sambutannya.</p>
<p>Kegiagan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, sejumlah pimpinan OPD, Camat Tabongo, dan Kepala Sekolah MTs N 2 Tabongo.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/">Launching Kegiatan Madinatul Ilmi, Nelson: Kegiatan Keilmuwan Jadi Indikator Daerah Serambi Madinah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/">Launching Kegiatan Madinatul Ilmi, Nelson: Kegiatan Keilmuwan Jadi Indikator Daerah Serambi Madinah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/launching-kegiatan-madinatul-ilmi-nelson-kegiatan-keilmuwan-jadi-indikator-daerah-serambi-madinah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemangku Adat: Nelson Sudah Bekerja Sesuai Aturan</title>
		<link>https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan</link>
					<comments>https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2020 14:58:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[abdul wahab lihu]]></category>
		<category><![CDATA[neslon pomalingo]]></category>
		<category><![CDATA[pemangku adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=2603</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABGOR-Adanya berita yang menyatakan bahwa Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sudah tak lagi menghargai para pemangku adat terkait pengangkatan para camat, ditanggapi Bate lo Limuto Loloopo, Abdul Wahab Lihu. Menurutnya, tidak ada aturan yang mengikat terkait pengangkatan seorang camat yang harus melibatkan pemangku adat. Abdul Wahab mengatakan bahwa Dewan Adat berkedudukan di provinsi, sementara di Kabupaten [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/">Pemangku Adat: Nelson Sudah Bekerja Sesuai Aturan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/">Pemangku Adat: Nelson Sudah Bekerja Sesuai Aturan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR-Adanya berita yang menyatakan bahwa Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sudah tak lagi menghargai para pemangku adat terkait pengangkatan para camat, ditanggapi Bate lo Limuto Loloopo, Abdul Wahab Lihu. Menurutnya, tidak ada aturan yang mengikat terkait pengangkatan seorang camat yang harus melibatkan pemangku adat. Abdul Wahab mengatakan bahwa Dewan Adat berkedudukan di provinsi, sementara di Kabupaten adalah Pemangku Adat, dan di tingkat kecamatan dinamakan badan pekerja tiga serangkat. Oleh karena itu terang AW, tidak mengapa dalam pengangkatan camat tidak melibatkan pemangku adat. \"Bukan berarti tidak menghargai, bupati Nelson itu sudah bekerja sesuai aturan yang ada dan telah mengikuti apa yang menjadi tradisi dari bupati-bupati sebelumnya yakni mewarnai,\" tegas AW. Dia mengatakan, yang dikategorikan menghilangkan atau tidak menghargai adat adalah menghilangkan kegiatan-kegiatan adat. Seperti sadaka-sadaka, ataupun yang berhubungan dengan adat lainnya, yang tak lagi diperhatikan. Sementara itu, sebelumnya, salah satu warga asal Kayubulan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mestinya hal ini dipertimbangkan sebelum mendikte kinerja seorang bupati. Menurut dia, status camat adalah seorang pejabat Negara, sehingga penentuan pejabat pemerintahan telah diatur berdasarkan undang-undang ASN. Dirinya juga mengatakan, lembaga adat, sudah waktunya menilai kinerja para pulanga. Sebab menurut kacamatanya, ada sebagian di antara penerima pulanga (pemangku adat) yang memperhatikan nilai moralitas. \"Karena sekarang ini, tidak ada yang bisa memberikan penilaian bagi para oknum lembaga adat. Yang sudah punya moral yang sudah tidak baik lagi, karena bisa saja, saat ini ada juga para pemangku adat yang sudah tidak memiliki moral lagi,\" katanya. Ia juga menilai, tindakan oknum yang mengatakan bupati tak lagi menghargai adat, adalah bentuk sentimen pribadi terhadap pemerintah Kabgor. \"Saya tidak memvonis, tapi kemungkinan saja ada. Bisa juga ini hanya ulah media yang menolak bekerja sama dengan pihak pemerintah, hanya karena tidak puas dengan nilai kontrak, kemudian mencari-cari celah pemerintah,” tutup pria yang mengaku petugas kebersihan di salah satu instansi di Kabgor.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>KABGOR-Adanya berita yang menyatakan bahwa Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sudah tak lagi menghargai para pemangku adat terkait pengangkatan para camat, ditanggapi Bate lo Limuto Loloopo, Abdul Wahab Lihu.</p>
<p>Menurutnya, tidak ada aturan yang mengikat terkait pengangkatan seorang camat yang harus melibatkan pemangku adat. Abdul Wahab mengatakan bahwa Dewan Adat berkedudukan di provinsi, sementara di Kabupaten adalah Pemangku Adat, dan di tingkat kecamatan dinamakan badan pekerja tiga serangkat.</p>
<p>Oleh karena itu terang AW, tidak mengapa dalam pengangkatan camat tidak melibatkan pemangku adat.</p>
<p>&#8220;Bukan berarti tidak menghargai, bupati Nelson itu sudah bekerja sesuai aturan yang ada dan telah mengikuti apa yang menjadi tradisi dari bupati-bupati sebelumnya yakni mewarnai,&#8221; tegas AW.</p>
<p>Dia mengatakan, yang dikategorikan menghilangkan atau tidak menghargai adat adalah menghilangkan kegiatan-kegiatan adat. Seperti sadaka-sadaka, ataupun yang berhubungan dengan adat lainnya, yang tak lagi diperhatikan.</p>
<p><br />Sementara itu, sebelumnya, salah satu warga asal Kayubulan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mestinya hal ini dipertimbangkan sebelum mendikte kinerja seorang bupati. Menurut dia, status camat adalah seorang pejabat Negara, sehingga penentuan pejabat pemerintahan telah diatur berdasarkan undang-undang ASN.</p>
<p>Dirinya juga mengatakan, lembaga adat, sudah waktunya menilai kinerja para pulanga. Sebab menurut kacamatanya, ada sebagian di antara penerima pulanga (pemangku adat) yang memperhatikan nilai moralitas.</p>
<p>&#8220;Karena sekarang ini, tidak ada yang bisa memberikan penilaian bagi para oknum lembaga adat. Yang sudah punya moral yang sudah tidak baik lagi, karena bisa saja, saat ini ada juga para pemangku adat yang sudah tidak memiliki moral lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga menilai, tindakan oknum yang mengatakan bupati tak lagi menghargai adat, adalah bentuk sentimen pribadi terhadap pemerintah Kabgor.</p>
<p><br />&#8220;Saya tidak memvonis, tapi kemungkinan saja ada. Bisa juga ini hanya ulah media yang menolak bekerja sama dengan pihak pemerintah, hanya karena tidak puas dengan nilai kontrak, kemudian mencari-cari celah pemerintah,” tutup pria yang mengaku petugas kebersihan di salah satu instansi di Kabgor.</p>


<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/">Pemangku Adat: Nelson Sudah Bekerja Sesuai Aturan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/">Pemangku Adat: Nelson Sudah Bekerja Sesuai Aturan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemangku-adat-nelson-sudah-bekerja-sesuai-aturan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
