<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nilai kemanusiaan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/nilai-kemanusiaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/nilai-kemanusiaan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Feb 2026 13:10:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>nilai kemanusiaan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/nilai-kemanusiaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pesan Haru dari Rektor UNG: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Belajar</title>
		<link>https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar</link>
					<comments>https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 16:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[alumni ung]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[etika profesional]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[nilai kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan sumber daya manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[pesan inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[semangat belajar seumur hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda ke-59]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29318</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/">Pesan Haru dari Rektor UNG: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/">Pesan Haru dari Rektor UNG: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Belajar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar prosesi wisuda ke-59 yang menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi ratusan lulusan terbaik dan seluruh civitas akademika. Dalam suasana penuh kebanggaan itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan pesan inspiratif bagi para wisudawan yang siap memasuki babak baru kehidupan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan mendalam agar para lulusan tidak hanya berpuas diri dengan gelar akademik yang telah diraih, tetapi juga mampu memaknai ilmu yang diperoleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. “Sebagai lulusan UNG yang dikenal sebagai kampus kerakyatan, keberadaan Anda di tengah masyarakat harus memberi manfaat nyata. Dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki, Anda memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” ujar Prof. Eduart di hadapan para wisudawan. Ia menekankan, para alumni harus mengambil peran aktif sebagai aktor intelektual dalam menghadapi beragam tantangan zaman yang semakin kompleks — bukan sekadar sebagai penonton perubahan. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama studi, katanya, akan menjadi kunci untuk menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan masyarakat. Selain pesan sosial, Rektor juga mengingatkan tentang makna hakikat belajar yang sesungguhnya. Menurutnya, banyak orang menganggap wisuda sebagai akhir dari perjalanan akademik. Namun, ia menegaskan bahwa wisuda justru merupakan titik awal perjalanan aktualisasi diri yang lebih luas. “Meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Dunia terus berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan pengetahuan semakin tinggi. Hanya mereka yang tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuan yang akan mampu bertahan serta memberi dampak besar bagi lingkungannya,” tutur Prof. Eduart. Ia pun mendorong seluruh lulusan UNG untuk menjaga semangat keilmuan, memperkuat etika profesional, dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kariernya. Dengan semangat itu, UNG diharapkan terus melahirkan generasi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing global.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar prosesi wisuda ke-59 yang menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi ratusan lulusan terbaik dan seluruh civitas akademika. Dalam suasana penuh kebanggaan itu, Rektor UNG <strong>Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.</strong>, menyampaikan pesan inspiratif bagi para wisudawan yang siap memasuki babak baru kehidupan di tengah masyarakat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan mendalam agar para lulusan tidak hanya berpuas diri dengan gelar akademik yang telah diraih, tetapi juga mampu memaknai ilmu yang diperoleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Sebagai lulusan UNG yang dikenal sebagai <em>kampus kerakyatan</em>, keberadaan Anda di tengah masyarakat harus memberi manfaat nyata. Dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki, Anda memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” ujar Prof. Eduart di hadapan para wisudawan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menekankan, para alumni harus mengambil peran aktif sebagai aktor intelektual dalam menghadapi beragam tantangan zaman yang semakin kompleks — bukan sekadar sebagai penonton perubahan. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama studi, katanya, akan menjadi kunci untuk menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan masyarakat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain pesan sosial, Rektor juga mengingatkan tentang makna hakikat belajar yang sesungguhnya. Menurutnya, banyak orang menganggap wisuda sebagai akhir dari perjalanan akademik. Namun, ia menegaskan bahwa wisuda justru merupakan titik awal perjalanan aktualisasi diri yang lebih luas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Dunia terus berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan pengetahuan semakin tinggi. Hanya mereka yang tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuan yang akan mampu bertahan serta memberi dampak besar bagi lingkungannya,” tutur Prof. Eduart.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia pun mendorong seluruh lulusan UNG untuk menjaga semangat keilmuan, memperkuat etika profesional, dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kariernya. Dengan semangat itu, UNG diharapkan terus melahirkan generasi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing global.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/">Pesan Haru dari Rektor UNG: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/">Pesan Haru dari Rektor UNG: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Belajar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pesan-haru-dari-rektor-ung-wisuda-bukan-akhir-perjalanan-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan yang Dilamar oleh Langit</title>
		<link>https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perempuan-yang-dilamar-oleh-langit</link>
					<comments>https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 11:55:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[aurat wanita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Cindrawati Rahman]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[duka relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo berduka]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kematian malam Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[kematian mulia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah religi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[relawan muda]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27935</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/">Perempuan yang Dilamar oleh Langit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/">Perempuan yang Dilamar oleh Langit</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Malam itu, air di Danau Limboto meluap, orang-orang tak menyangka Danau yang sekian tahun tenang, kini menampakkan amarahnya. Air danau Limboto sangat cepat masuk ke rumah-rumah warga, bahkan menyentuh hingga seng pemukiman nelayan. Orang-orang saling bahu membahu menolong. Para Relawan disetiap lembaga kemanusiaan ikut merespon. Berita menyebar di mana-mana, banjir besar Danau Limboto menjadi pusat perhatian. Aku yang tergabung dalam barisan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat segera ikut merespon dengan kawan-kawan lainnya; meng-evakuasi, membagikan makanan siap saji, hingga keputusan membangun Dapur Umum untuk warga yang terdampak banjir Danau Limboto. Banjir itu berlangsung lama, kira-kira 3-4 bulan air tersebut barulah surut total. Dapur Umum menjadi bab baru bagi setiap orang yang terlibat sebagai relawan di sana; ada masyarakat umum yang ikut membantu, lalu meramaikan dapur umum, ada relawan baru yang bergabung, ada relawan lama yang bertugas. Dapur umum bukan sekadar dapur, ia adalah kumpulan kontribusi, perkenalkan, cerita, serta doa-doa kecil yang selalu didengar oleh langit. Itulah awal mula aku pribadi mengenal sosok adik Cindrawati Rahman; relawan baru di dapur umum, yang begitu mendedikasikan tenaganya untuk menopang makanan agar terbagikan dalam waktu dan jumlah yang telah ditetapkan. Keseharian adik Cindrawati Rahman, ia selalu bermain dengan kucing dan memakai headset khas miliknya berwarna pink. Keseharian teman-teman relawan saling mengajak dalam kebaikan, saat adzan berkumandang semua saling mengingatkan untuk salat, begitupun para akhwat, termasuk dik Cindrawati Rahman. Sampai kabar itu pun tiba. Tadi malam, satu provinsi Gorontalo digegerkan oleh berita lakalantas yang menewaskan satu wanita bercadar di tempat dengan kondisi kepala yang memprihatinkan karena terlindas konteiner. Setelah ditelusuri ternyata wanita bercadar itu punya history sebagai Relawan Rumah Zakat Gorontalo, ia terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan. Orang-orang akhirnya ramai memperdebatkan, kalaulah dia bercadar dan baik kenapa kematiannya begitu tragis. Padahal kematian itu rahasia Allah, Allah yang memiliki kendali dan kehendak atas umur dan bagaimana kita meninggal di akhir nanti. Orang-orang ramai membicarakan itu, sampai mereka lupa, bahwa adik Cindrawati Rahman meninggal dunia di malam Jum\'at, Rasulullah ﷺ bersabda: greater than \"Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah (azab) kubur.\" — HR. Ahmad (no. 6546), Tirmidzi (no. 1074) Imam At-Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan sahih.” Syaikh Al-Albani juga mensahihkannya dalam Ahkamul Jana’iz (hal. 49). Bukan hanya itu, Adik Cindrawati Rahman yang menggunakan cadar ini, saat pakaian di tubuh tersingkap, masyarakat berbondong-bondong dan bergegas memperbaiki pakaiannya tersebut. Beginilah cara Allah menjaga aurat wanita yang terbiasa menjaga auratnya. Dan, entah apa amalan langit yang dilakukan oleh Adik Cindrawati Rahman ini, sampai-sampai wajahnya tak diizinkan untuk terlihat sedikitpun oleh laki-laki yang berkerumun di tempat itu, bahkan oleh laki-laki yang ada di tempatnya. Wajahnya disembunyikan oleh Allah hingga ia meninggal dunia. Ingatlah, kematian itu rahasia Allah, ada orang yang meninggal dengan tubuh yang lengkap tetapi ia meninggal di tempat bermaksiat; club malam, tempat narkoba, dll. Jadi kejadian-kejadian menuju kematian itu sepenuhnya rahasia Allah. Dan kita doakan, semoga Adik Cindrawati Rahman dengan kebaikannya yang selalu membantu orang banyak, mendapat balasan yang indah di sisi Allah. Ketika langit telah melamar seorang wanita, wajahnya pun disembunyikan hingga akhir hidupnya. &#x1f4dd; Sandy Syafrudin Nina Penulis Lepas, Yang Melepaskan Tulisan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>Gorontalo</strong> &#8211; Malam itu, air di Danau Limboto meluap, orang-orang tak menyangka Danau yang sekian tahun tenang, kini menampakkan amarahnya. Air danau Limboto sangat cepat masuk ke rumah-rumah warga, bahkan menyentuh hingga seng pemukiman nelayan. Orang-orang saling bahu membahu menolong. Para Relawan disetiap lembaga kemanusiaan ikut merespon. Berita menyebar di mana-mana, banjir besar Danau Limboto menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Aku yang tergabung dalam barisan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat segera ikut merespon dengan kawan-kawan lainnya; meng-evakuasi, membagikan makanan siap saji, hingga keputusan membangun Dapur Umum untuk warga yang terdampak banjir Danau Limboto. Banjir itu berlangsung lama, kira-kira 3-4 bulan air tersebut barulah surut total.</p>
<p>Dapur Umum menjadi bab baru bagi setiap orang yang terlibat sebagai relawan di sana; ada masyarakat umum yang ikut membantu, lalu meramaikan dapur umum, ada relawan baru yang bergabung, ada relawan lama yang bertugas. Dapur umum bukan sekadar dapur, ia adalah kumpulan kontribusi, perkenalkan, cerita, serta doa-doa kecil yang selalu didengar oleh langit. Itulah awal mula aku pribadi mengenal sosok adik Cindrawati Rahman; relawan baru di dapur umum, yang begitu mendedikasikan tenaganya untuk menopang makanan agar terbagikan dalam waktu dan jumlah yang telah ditetapkan.</p>
<p>Keseharian adik Cindrawati Rahman, ia selalu bermain dengan kucing dan memakai headset khas miliknya berwarna pink. Keseharian teman-teman relawan saling mengajak dalam kebaikan, saat adzan berkumandang semua saling mengingatkan untuk salat, begitupun para akhwat, termasuk dik Cindrawati Rahman.</p>
<p>Sampai kabar itu pun tiba. Tadi malam, satu provinsi Gorontalo digegerkan oleh berita lakalantas yang menewaskan satu wanita bercadar di tempat dengan kondisi kepala yang memprihatinkan karena terlindas konteiner. Setelah ditelusuri ternyata wanita bercadar itu punya history sebagai Relawan Rumah Zakat Gorontalo, ia terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan.</p>
<p>Orang-orang akhirnya ramai memperdebatkan, kalaulah dia bercadar dan baik kenapa kematiannya begitu tragis. Padahal kematian itu rahasia Allah, Allah yang memiliki kendali dan kehendak atas umur dan bagaimana kita meninggal di akhir nanti. Orang-orang ramai membicarakan itu, sampai mereka lupa, bahwa adik Cindrawati Rahman meninggal dunia di malam Jum&#8217;at, Rasulullah ﷺ bersabda:</p>
<p>&gt; &#8220;Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah (azab) kubur.&#8221;</p>
<p>— HR. Ahmad (no. 6546), Tirmidzi (no. 1074)</p>
<p>Imam At-Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan sahih.”<br />
Syaikh Al-Albani juga mensahihkannya dalam Ahkamul Jana’iz (hal. 49).</p>
<p>Bukan hanya itu, Adik Cindrawati Rahman yang menggunakan cadar ini, saat pakaian di tubuh tersingkap, masyarakat berbondong-bondong dan bergegas memperbaiki pakaiannya tersebut. Beginilah cara Allah menjaga aurat wanita yang terbiasa menjaga auratnya.</p>
<p>Dan, entah apa amalan langit yang dilakukan oleh Adik Cindrawati Rahman ini, sampai-sampai wajahnya tak diizinkan untuk terlihat sedikitpun oleh laki-laki yang berkerumun di tempat itu, bahkan oleh laki-laki yang ada di tempatnya. Wajahnya disembunyikan oleh Allah hingga ia meninggal dunia.</p>
<p>Ingatlah, kematian itu rahasia Allah, ada orang yang meninggal dengan tubuh yang lengkap tetapi ia meninggal di tempat bermaksiat; club malam, tempat narkoba, dll. Jadi kejadian-kejadian menuju kematian itu sepenuhnya rahasia Allah. Dan kita doakan, semoga Adik Cindrawati Rahman dengan kebaikannya yang selalu membantu orang banyak, mendapat balasan yang indah di sisi Allah.</p>
<p>Ketika langit telah melamar seorang wanita, wajahnya pun disembunyikan hingga akhir hidupnya.</p>
<p><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4dd.png" alt="📝" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Sandy Syafrudin Nina<br />
Penulis Lepas, Yang Melepaskan Tulisan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/">Perempuan yang Dilamar oleh Langit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/">Perempuan yang Dilamar oleh Langit</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/perempuan-yang-dilamar-oleh-langit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
