<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pandemi covid19 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pandemi-covid19/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pandemi-covid19/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jul 2021 05:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pandemi covid19 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pandemi-covid19/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berdayakan Ibu-ibu PKK Di Masa Pandemi Covid 19 Agar Tetap Produktif</title>
		<link>https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif</link>
					<comments>https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2021 05:15:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi covid19]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[pkk]]></category>
		<category><![CDATA[Tp pkk pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=10244</guid>

					<description><![CDATA[<p>POHUWATO &#8211; Usai ditandatanganinya MoU antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato bersama Tim Penggerak PKK Pohuwato menggelar kegiatan literasi, di Desa Banuroja Kecamatan Randangan. Menurut Kasie Pembudayaan Kegemaran Membaca, Perpustakaan Kabupaten Pohuwato, Yusri Ismail, M.Pd bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu-ibu PKK di masa pandemi covid 19 agar tetap di rumah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/">Berdayakan Ibu-ibu PKK Di Masa Pandemi Covid 19 Agar Tetap Produktif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/">Berdayakan Ibu-ibu PKK Di Masa Pandemi Covid 19 Agar Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("POHUWATO - Usai ditandatanganinya MoU antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato bersama Tim Penggerak PKK Pohuwato menggelar kegiatan literasi, di Desa Banuroja Kecamatan Randangan. Menurut Kasie Pembudayaan Kegemaran Membaca, Perpustakaan Kabupaten Pohuwato, Yusri Ismail, M.Pd bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu-ibu PKK di masa pandemi covid 19 agar tetap di rumah, menjauhi kerumunan namun produktif. \"Pandemi covid-19 bukan berarti kita tidak bisa bekerja, melainkan bagaimana tetap produktif dengan berbagai usaha dalam membantu kebutuhan rumah tangga,\" Ungkapnya. Lanjut Yusri Ismail, tindaklanjut dari kerja sama dengan TP PKK Pohuwato, maka mulai saat ini bersama-sama turun ke desa-desa melakukan pertemuan dengan PKK yang ada di desa dengan menggelar kegiatan literasi. Kedepan kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan dengan berpindah-pindah tempat, sehingga tujuan utama dalam memberdayakan ibu-ibu PKK di desa bisa terwujud sebagaimana yang tertera di MoU tersebut. “Insyaallah apa yang dilakukan ini bisa bermanfaat besar bagi ibu-ibu PKK desa dan mereka bisa menjadi produktif dengan usaha yang dimiliki,\" Kata Yusri Ismail.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>POHUWATO &#8211; Usai ditandatanganinya MoU antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato bersama Tim Penggerak PKK Pohuwato menggelar kegiatan literasi, di Desa Banuroja Kecamatan Randangan.</p>
<p>Menurut Kasie Pembudayaan Kegemaran Membaca, Perpustakaan Kabupaten Pohuwato, Yusri Ismail, M.Pd bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu-ibu PKK di masa pandemi covid 19 agar tetap di rumah, menjauhi kerumunan namun produktif.</p>
<p>&#8220;Pandemi covid-19 bukan berarti kita tidak bisa bekerja, melainkan bagaimana tetap produktif dengan berbagai usaha dalam membantu kebutuhan rumah tangga,&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Lanjut Yusri Ismail, tindaklanjut dari kerja sama dengan TP PKK Pohuwato, maka mulai saat ini bersama-sama turun ke desa-desa melakukan pertemuan dengan PKK yang ada di desa dengan menggelar kegiatan literasi.</p>
<p>Kedepan kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan dengan berpindah-pindah tempat, sehingga tujuan utama dalam memberdayakan ibu-ibu PKK di desa bisa terwujud sebagaimana yang tertera di MoU tersebut.</p>
<p>“Insyaallah apa yang dilakukan ini bisa bermanfaat besar bagi ibu-ibu PKK desa dan mereka bisa menjadi produktif dengan usaha yang dimiliki,&#8221; Kata Yusri Ismail.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/">Berdayakan Ibu-ibu PKK Di Masa Pandemi Covid 19 Agar Tetap Produktif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/">Berdayakan Ibu-ibu PKK Di Masa Pandemi Covid 19 Agar Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/berdayakan-ibu-ibu-pkk-di-masa-pandemi-covid-19-agar-tetap-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gorut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Situasi Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19</link>
					<comments>https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2020 16:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Apel kesiapsiagaan]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi covid19]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=7112</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT-Lapangan apel polres Gorontalo Utara (Gorut) menjadi lokasi apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi bencana alam situasi pandemi Covid-19, Selasa (10/11/2020) siang tadi. Peringatan cuaca ekstrem atau Lanina yang sudah dirilis secara nasional menurut Bupati Gorut Indra Yasin selaku inspektur upacara (Irup) harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Sehingga untuk kesiapsiagaan bencana alam ini pemerintah daerah telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Situasi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Situasi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT-Lapangan apel polres Gorontalo Utara (Gorut) menjadi lokasi apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi bencana alam situasi pandemi Covid-19, Selasa (10/11/2020) siang tadi. Peringatan cuaca ekstrem atau Lanina yang sudah dirilis secara nasional menurut Bupati Gorut Indra Yasin selaku inspektur upacara (Irup) harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Sehingga untuk kesiapsiagaan bencana alam ini pemerintah daerah telah bekerja sama dengan forkopimda Gorut. \"Hari ini Pemerintah Daerah, kita kerjasama dengan forkopimda yang tentunya disini ada Kapolres, ada Dandim, ada Kejari, untuk melakukan apel kesiapsiagaan itu lebih awal. Jangan sampai nanti sudah ada bencana baru kita bergerak\" Ungkap Indra Yasin. Dirinya menambahkan, termasuk juga seluruh komponen penanggulangan bencana, diantaranya, Tim Tagana dari dinas sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Gorontalo Utara, Basarnas Gorut, dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) Gorut juga ikut dalam kerjasama ini. \"Seluruh komponen ini kita ikutkan untuk sama-sama menghadapi cuaca ekstrem kedepan\" Ujarnya. \"Mudah-mudahan kita tidak hanya bersiap siaga tetapi kita juga berdoa kepada Allah SWT mudah-mudahan tidak akan terjadi di Gorontalo Utara, aamiin\" harapnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT-Lapangan apel polres Gorontalo Utara (Gorut) menjadi lokasi apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi bencana alam situasi pandemi Covid-19, Selasa (10/11/2020) siang tadi.</p>
<p>Peringatan cuaca ekstrem atau Lanina yang sudah dirilis secara nasional menurut Bupati Gorut Indra Yasin selaku inspektur upacara (Irup) harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Sehingga untuk kesiapsiagaan bencana alam ini pemerintah daerah telah bekerja sama dengan forkopimda Gorut.</p>
<p>&#8220;Hari ini Pemerintah Daerah, kita kerjasama dengan forkopimda yang tentunya disini ada Kapolres, ada Dandim, ada Kejari, untuk melakukan apel kesiapsiagaan itu lebih awal. Jangan sampai nanti sudah ada bencana baru kita bergerak&#8221; Ungkap Indra Yasin.</p>
<p>Dirinya menambahkan, termasuk juga seluruh komponen penanggulangan bencana, diantaranya, Tim Tagana dari dinas sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Gorontalo Utara, Basarnas Gorut, dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) Gorut juga ikut dalam kerjasama ini.</p>
<p>&#8220;Seluruh komponen ini kita ikutkan untuk sama-sama menghadapi cuaca ekstrem kedepan&#8221; Ujarnya.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan kita tidak hanya bersiap siaga tetapi kita juga berdoa kepada Allah SWT mudah-mudahan tidak akan terjadi di Gorontalo Utara, aamiin&#8221; harapnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Situasi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Situasi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemkab-gorut-gelar-apel-kesiapsiagaan-bencana-situasi-pandemi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gorut Jalin Kerja Sama UNG Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19</link>
					<comments>https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2020 14:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[indra yasin]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi covid19]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<category><![CDATA[survei indeks]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6135</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Gorut menggelar Focus Group Discussion (FGD), Pemaparan Proposal Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020. Kegiatan di Gelar di Mawar Saron, Rabu (26/08/2020). Bupati Gorut Indra Yasin yang turut menghadiri kegiatan mengatakan, tujuan dilaksanakannya penelitian kepuasaan masyarakat guna mencari apakah ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Jalin Kerja Sama UNG Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Jalin Kerja Sama UNG Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton3" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Gorut menggelar Focus Group Discussion (FGD), Pemaparan Proposal Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020. Kegiatan di Gelar di Mawar Saron, Rabu (26/08/2020). Bupati Gorut Indra Yasin yang turut menghadiri kegiatan mengatakan, tujuan dilaksanakannya penelitian kepuasaan masyarakat guna mencari apakah ada ketidakpuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan di masa pandemi khusus di Gorontalo Utara. Menurutnya, selama ini, dilihat di berbagai daerah bahkan secara keseluruhan, begitu banyak masyarakat yang menyampaikan ketidakpuasannya, dalam pelaksanaan pendidikan di masa pandemi, dengan berbagai permasalahan-permasalahan. Misalnya saja, keharusan untuk memiliki android. \"Apalagi di daerah-daerah terpencil tentu mengalami kesulitan. kita lihat di media-media bahkan ada yang mau cari signal itu di gunung-gunung. Oleh sebab itu pemerintah daerah ingin memecahkan persoalan ini, sehingga kita ada panduan dari hasil penelitian apa saja kita harus dilaksanakan, harus kita lakukan untuk memperkecil andai kata ada ketidakpuasan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi,\" jelas Indra Yasin. Sebelumnya, kata Indra, Pemkab Gorut pernah berencana untuk membuka kembali sekolah tatap muka, namun karena ada beberapa halangan sehingga rencana tersebut tidak terlaksanakan. \"Nah kita ingin cari solusinya apa kira-kira, bagaimana caranya, karena tatap muka sulit, di rumah juga ada kesulitan Sementara untuk pelaku penelitian, Pemda Gorut lanjut Indra Yasin akan bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Gorontalo (UNG). \"Ini nanti kita serahkan, kita kerjasama dengan universitas negeri gorontalo (UNG), untuk memberikan masukan melalui penelitian mereka yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dalam bentuk rekomendasi-rekomendasi, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di masa pandemi\" tukas Indra Yasin", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Gorut menggelar Focus Group Discussion (FGD), Pemaparan Proposal Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020. Kegiatan di Gelar di Mawar Saron, Rabu (26/08/2020).</p>
<p>Bupati Gorut Indra Yasin yang turut menghadiri kegiatan mengatakan, tujuan dilaksanakannya penelitian kepuasaan masyarakat guna mencari apakah ada ketidakpuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan di masa pandemi khusus di Gorontalo Utara.</p>
<p>Menurutnya, selama ini, dilihat di berbagai daerah bahkan secara keseluruhan, begitu banyak masyarakat yang menyampaikan ketidakpuasannya, dalam pelaksanaan pendidikan di masa pandemi, dengan berbagai permasalahan-permasalahan. Misalnya saja, keharusan untuk memiliki android.</p>
<p>&#8220;Apalagi di daerah-daerah terpencil tentu mengalami kesulitan. kita lihat di media-media bahkan ada yang mau cari signal itu di gunung-gunung. Oleh sebab itu pemerintah daerah ingin memecahkan persoalan ini, sehingga kita ada panduan dari hasil penelitian apa saja kita harus dilaksanakan, harus kita lakukan untuk memperkecil andai kata ada ketidakpuasan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi,&#8221; jelas Indra Yasin.</p>
<p>Sebelumnya, kata Indra, Pemkab Gorut pernah berencana untuk membuka kembali sekolah tatap muka, namun karena ada beberapa halangan sehingga rencana tersebut tidak terlaksanakan.</p>
<p>&#8220;Nah kita ingin cari solusinya apa kira-kira, bagaimana caranya, karena tatap muka sulit, di rumah juga ada kesulitan</p>
<p>Sementara untuk pelaku penelitian, Pemda Gorut lanjut Indra Yasin akan bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Gorontalo (UNG).</p>
<p>&#8220;Ini nanti kita serahkan, kita kerjasama dengan universitas negeri gorontalo (UNG), untuk memberikan masukan melalui penelitian mereka yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dalam bentuk rekomendasi-rekomendasi, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di masa pandemi&#8221; tukas Indra Yasin</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Jalin Kerja Sama UNG Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/">Pemkab Gorut Jalin Kerja Sama UNG Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemkab-gorut-jalin-kerja-sama-ung-lakukan-survei-indeks-kepuasan-masyarakat-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapan Pandemi ini Berakhir?</title>
		<link>https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kapan-pandemi-ini-berakhir</link>
					<comments>https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 19:11:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi covid19]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Rivaldy Ibura (Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo) Meski pertanyaan itu menarik untuk dijawab, namun tak satu pun dari kita yang berani unjuk gigi menjawab dengan pasti. Yang ada hanyalah prediksi-prediksi. Mengenai kapan berakhirnya pandemi virus mematikan ini memang masih misteri. Dan di situasi &#8216;entah&#8217;, angka dan peningkatan kasus terpapar virus ini pun makin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/">Kapan Pandemi ini Berakhir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/">Kapan Pandemi ini Berakhir?</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton4" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh : Rivaldy Ibura (Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo) Meski pertanyaan itu menarik untuk dijawab, namun tak satu pun dari kita yang berani unjuk gigi menjawab dengan pasti. Yang ada hanyalah prediksi-prediksi. Mengenai kapan berakhirnya pandemi virus mematikan ini memang masih misteri. Dan di situasi \'entah\', angka dan peningkatan kasus terpapar virus ini pun makin merangkak naik. Sementara segala sumber daya untuk melawannya sangat minim jumlahnya. Sebut saja dokter ahli, perawat, hingga ketersediaan alat-alat seperti APD dan lain-lain di rumah sakit-rumah sakit rujukan juga sangat langka. Namun selain dari hanya sekedar menjawab pertanyaan kapan virus ini akan musnah, --yang akhirnya hanya bermuara pada prediksi-prediksi kurang produktif, ada hal yang lebih faedah yang mestinya harus didiskusikan. Ikhwal tersebut menyangkut sikap apa yang mestinya diambil pemerintah dalam menangkal wabah virus ini. Sebab jika pertanyaan ini disahuti benar, maka meski kesimpulannya belum pasti, namun paling tidak ada harapan baru bahwa kita semakin dekat dengan zona bebas bencana. Dengan begitu, saya pikir perlu kiranya kita memflashback kembali kebelakang. Gunanya untuk menilik kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, sang empunya keputusan. Mulai dari social distancing, physical distancing, stay at home, sampai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini telah diberlakukan di Gorontalo. Walaupun keputusan ini sudah diambil dan tujuannya bersandar pada dalil memutus penyebaran, namun tak lantas mengabaikan aspek yang justru jadi masalah baru yang juga tak ada obatnya. Sederhananya, ketika kebijakan-kebijakan ini diterapkan, maka pemerintah seyogianya terlebih dulu mengkaji matang beberapa aspek penting lain seperti kesehatan dan ekonomi masyarakat itu sendiri. Dari sisi analisa keberhasilan memutus rantai penyebaran corona dengan kebijakan PSBB, Pemerintah Provinsi Gorontalo sebenarnya adalah daerah yang diuntungkan jika mau berkaca dengan daerah lain yang telah mengambil langkah itu. Sebut saja DKI Jakarta, Makassar dan 14 daerah lain yang hingga saat ini belum juga berhasil dengan PSBBnya. Bahkan di Kota Makassar, dari informasi yang diperoleh, pemda setempat berencana memperpanjang kebijakan PSBB. Gagalnya pelaksanaan PSBB di kota-kota tersebut bukan dipengaruhi tingkat kesadaran masyarakat yang minim. Berbenturnya antara perintah berdiam diri dan keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang membuat keputusan itu menemui jalan buntu. Warga yang merasa terancam untuk bisa melanjutkan hidup karena perut kosong tak pelak akan melawan. Istilahnya, berdiam mati, keluarpun bisa saja mati karena terjangkit. Sedangkan dari aspek ekonomi masyarakat dalam jangka panjang pun akan sulit diperbaiki jika dengan kebijakan PSBB menimbulkan luka menganga. Ini dapat lihat dari grafik ekonomi provinsi Gorontalo yang terus menunjukan trend keparahan per Mei 2020.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>Oleh : Rivaldy Ibura (Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo)</p>
<p>Meski pertanyaan itu menarik untuk dijawab, namun tak satu pun dari kita yang berani unjuk gigi menjawab dengan pasti. Yang ada hanyalah prediksi-prediksi. Mengenai kapan berakhirnya pandemi virus mematikan ini memang masih misteri. Dan di situasi &#8216;entah&#8217;, angka dan peningkatan kasus terpapar virus ini pun makin merangkak naik. Sementara segala sumber daya untuk melawannya sangat minim jumlahnya. Sebut saja dokter ahli, perawat, hingga ketersediaan alat-alat seperti APD dan lain-lain di rumah sakit-rumah sakit rujukan juga sangat langka.</p>
<p>Namun selain dari hanya sekedar menjawab pertanyaan kapan virus ini akan musnah, &#8211;yang akhirnya hanya bermuara pada prediksi-prediksi kurang produktif, ada hal yang lebih faedah yang mestinya harus didiskusikan. Ikhwal tersebut menyangkut sikap apa yang mestinya diambil pemerintah dalam menangkal wabah virus ini. Sebab jika pertanyaan ini disahuti benar, maka meski kesimpulannya belum pasti, namun paling tidak ada harapan baru bahwa kita semakin dekat dengan zona bebas bencana.</p>
<p>Dengan begitu, saya pikir perlu kiranya kita memflashback kembali kebelakang. Gunanya untuk menilik kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, sang empunya keputusan. Mulai dari social distancing, physical distancing, stay at home, sampai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini telah diberlakukan di Gorontalo. Walaupun keputusan ini sudah diambil dan tujuannya bersandar pada dalil memutus penyebaran, namun tak lantas mengabaikan aspek yang justru jadi masalah baru yang juga tak ada obatnya.</p>
<p>Sederhananya, ketika kebijakan-kebijakan ini diterapkan, maka pemerintah seyogianya terlebih dulu mengkaji matang beberapa aspek penting lain seperti kesehatan dan ekonomi masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Dari sisi analisa keberhasilan memutus rantai penyebaran corona dengan kebijakan PSBB, Pemerintah Provinsi Gorontalo sebenarnya adalah daerah yang diuntungkan jika mau berkaca dengan daerah lain yang telah mengambil langkah itu. Sebut saja DKI Jakarta, Makassar dan 14 daerah lain yang hingga saat ini belum juga berhasil dengan PSBBnya. Bahkan di Kota Makassar, dari informasi yang diperoleh, pemda setempat berencana memperpanjang kebijakan PSBB.</p>
<p>Gagalnya pelaksanaan PSBB di kota-kota tersebut bukan dipengaruhi tingkat kesadaran masyarakat yang minim. Berbenturnya antara perintah berdiam diri dan keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang membuat keputusan itu menemui jalan buntu. Warga yang merasa terancam untuk bisa melanjutkan hidup karena perut kosong tak pelak akan melawan. Istilahnya, berdiam mati, keluarpun bisa saja mati karena terjangkit.</p>
<p>Sedangkan dari aspek ekonomi masyarakat dalam jangka panjang pun akan sulit diperbaiki jika dengan kebijakan PSBB menimbulkan luka menganga. Ini dapat lihat dari grafik ekonomi provinsi Gorontalo yang terus menunjukan trend keparahan per Mei 2020.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/">Kapan Pandemi ini Berakhir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/">Kapan Pandemi ini Berakhir?</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kapan-pandemi-ini-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tengah Pandemi Covid19, Petani Jagung di Gorontalo Panen Raya</title>
		<link>https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya</link>
					<comments>https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2020 11:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi covid19]]></category>
		<category><![CDATA[petani jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=3687</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Di tengah pandemi virus corona yang merisaukan warga, para petani jagung di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo justru mendulang rejeki. Mereka berhasil panen raya berturut-berturut sejak bulan Januari 2020 hingga Maret ini. Berdasarkan data yang diperoleh barakati.id, hingga Senin (30/3/2020), realisasi lahan jagung yang dipanen petani sudah seluas 76.337 hektar dari total lahan yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/">Di Tengah Pandemi Covid19, Petani Jagung di Gorontalo Panen Raya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/">Di Tengah Pandemi Covid19, Petani Jagung di Gorontalo Panen Raya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton5" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Di tengah pandemi virus corona yang merisaukan warga, para petani jagung di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo justru mendulang rejeki. Mereka berhasil panen raya berturut-berturut sejak bulan Januari 2020 hingga Maret ini. Berdasarkan data yang diperoleh barakati.id, hingga Senin (30/3/2020), realisasi lahan jagung yang dipanen petani sudah seluas 76.337 hektar dari total lahan yang akan dipanen sebanyak 114.897 hektar di seluruh Provinsi Gorontalo. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario menyebut, panen raya ini diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2020 mendatang. Saat ini petani di masing-masing kabupaten tengah melakukan panen seluas 58.183 hektar jagung. Dari jumlah itu Kabupaten Boalemo sebanyak 20.814 hektar, Kabupaten Gorontalo 13.954 hektar, Pohuwato 14.587 hektar, Bone Bolango 2.016 hektar dan Gorontalo Utara 6.812 hektar. \"Sebelumnya pada bulan Januari sampai februari, total realisasi panen jagung di Provinsi Gorontalo seluas 46.549 hektar. Dan pada maret, para petani sudah memanen seluas 29.788 hektar. Itu belum selesai karena akan disusul pada bulan April seluas 28.395 dan Mei sebanyak 10.165 hektar,\" kata Mulyadi D Mario dilansir dari laman distan.gorontaloprov.go.id. \"Jadi kalau di jumlahkan ada 114.897 hektar yang dipanen,\" sambung Mulyadi. Mulyadi mengatakan, data tersebut ia peroleh dari pengelola data masing-masing dinas pertanian di tiap-tiap kabupaten/kota serta BPS kabupaten/kota. Dengan produksi jagung yang berlimpah ini Mulyadi meyakini akan menambah daya tahan masyarakat khususnya para petani Gorontalo untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di tengah upaya melawan pandemi covid-19. Di samping itu, nilai jual jagung di Gorontalo juga terus membaik. \"Hasil panen ini akan memberi daya tahan petani pada masa pembatasan yang diterapkan masyarakat dan pemerintah akibat wabah virus corona,\" kata Mulyadi.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Di tengah pandemi virus corona yang merisaukan warga, para petani jagung di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo justru mendulang rejeki. Mereka berhasil panen raya berturut-berturut sejak bulan Januari 2020 hingga Maret ini.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh barakati.id, hingga Senin (30/3/2020), realisasi lahan jagung yang dipanen petani sudah seluas 76.337 hektar dari total lahan yang akan dipanen sebanyak 114.897 hektar di seluruh Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario menyebut, panen raya ini diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2020 mendatang. Saat ini petani di masing-masing kabupaten tengah melakukan panen seluas 58.183 hektar jagung. Dari jumlah itu Kabupaten Boalemo sebanyak 20.814 hektar, Kabupaten Gorontalo 13.954 hektar, Pohuwato 14.587 hektar, Bone Bolango 2.016 hektar dan Gorontalo Utara 6.812 hektar.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya pada bulan Januari sampai februari, total realisasi panen jagung di Provinsi Gorontalo seluas 46.549 hektar. Dan pada maret, para petani sudah memanen seluas 29.788 hektar. Itu belum selesai karena akan disusul pada bulan April seluas 28.395 dan Mei sebanyak 10.165 hektar,&#8221; kata Mulyadi D Mario dilansir dari laman distan.gorontaloprov.go.id.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau di jumlahkan ada 114.897 hektar yang dipanen,&#8221; sambung Mulyadi.</p>
<p>Mulyadi mengatakan, data tersebut ia peroleh dari pengelola data masing-masing dinas pertanian di tiap-tiap kabupaten/kota serta BPS kabupaten/kota.</p>
<p>Dengan produksi jagung yang berlimpah ini Mulyadi meyakini akan menambah daya tahan masyarakat khususnya para petani Gorontalo untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di tengah upaya melawan pandemi covid-19. Di samping itu, nilai jual jagung di Gorontalo juga terus membaik.</p>
<p>&#8220;Hasil panen ini akan memberi daya tahan petani pada masa pembatasan yang diterapkan masyarakat dan pemerintah akibat wabah virus corona,&#8221; kata Mulyadi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/">Di Tengah Pandemi Covid19, Petani Jagung di Gorontalo Panen Raya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/">Di Tengah Pandemi Covid19, Petani Jagung di Gorontalo Panen Raya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/di-tengah-pandemi-covid19-petani-jagung-di-gorontalo-panen-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
