<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pdp Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pdp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pdp/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Oct 2025 09:29:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pdp Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pdp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fotografer Wajib Izin: Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Regulasi Fotografi</title>
		<link>https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi</link>
					<comments>https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 09:19:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[etika fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[foto warga]]></category>
		<category><![CDATA[fotografer]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi publik]]></category>
		<category><![CDATA[gugatan foto]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak privasi]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran privasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran foto]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan data pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[platform fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27869</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/">Fotografer Wajib Izin: Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Regulasi Fotografi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/">Fotografer Wajib Izin: Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Regulasi Fotografi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada fenomena pemotretan warga di ruang publik yang kian marak tanpa izin. Seorang fotografer bisa menghadapi gugatan jika fotonya disebarluaskan tanpa persetujuan pemilik gambar, menurut sumber berita terkini dan berbagai analisis hukum terkait. Regulator dan pihak berwenang menegaskan bahwa perlindungan data pribadi serta hak atas privasi tetap menjadi prioritas di era digital, meskipun foto tersebut diambil di tempat umum. Dalam konteks ini, Komisi Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya etika dan kepatuhan hukum dalam fotografi publik. Selama beberapa hari terakhir, pandangan ahli hukum dan publikasi media besar menyoroti bahwa penyebaran foto warga tanpa izin bisa melanggar hak asasi manusia serta UU PDP, tergantung pada konteks penggunaan fotonya. Sejumlah pakar hukum menekankan bahwa foto seorang individu tetap termasuk data pribadi, sehingga penyebaran atau komersialisasian tanpa persetujuan bisa menimbulkan konsekuensi hukum. Salah satu pandangan yang banyak dirujuk adalah bahwa tindakan tersebut bisa dikenai berbagai pasal terkait hak cipta, perlindungan data pribadi, hingga undang-undang ITE jika ada unsur penjualan atau penyebaran untuk kepentingan komersial. Analisis ini sejalan dengan interpretasi para pakar di berbagai media arus utama yang juga menyoroti pemisahan antara penggunaan foto untuk pemberitaan dan penggunaan komersial. Salah satu narasumber kunci menegaskan bahwa perlindungan identitas dan wajah individu tetap menjadi hak pribadi, meskipun berada di ruang publik. Narasumber lain menekankan bahwa konteks penggunaan foto—terutama jika untuk kepentingan komersial—memiliki bobot hukum yang berbeda dibandingkan penggunaan untuk pemberitaan atau dokumentasi umum. Di sisi regulator, arah kebijakan menunjukkan fokus pada peningkatan literasi digital dan etika penggunaan teknologi fotografi, termasuk dalam konteks AI. Upaya kolaborasi antara fotografer, asosiasi profesi, serta platform digital digalakkan untuk memperkuat pemahaman mengenai hak cipta, privasi, dan tanggung jawab sosial di era digital. Para profesional media juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan foto warga tanpa persetujuan, karena dampaknya bisa meluas, mulai dari kerugian reputasi hingga potensi tindakan hukum. Seiring dengan itu, sejumlah kanal berita nasional dan internasional memperkuat pemahaman publik melalui liputan analitis mengenai bagaimana hukum Indonesia mengatur perlindungan data pribadi dan hak atas gambar. Keseimbangan antara kebebasan berekspresi, kepentingan publik, serta hak individu menjadi inti diskusi. Para ahli hukum menilai perlunya regulasi yang lebih jelas untuk menghadapi dinamika teknologi pemotretan dan AI generatif, tanpa mengabaikan hak privasi warga.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">NEWS &#8211; Masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada fenomena pemotretan warga di ruang publik yang kian marak tanpa izin. Seorang fotografer bisa menghadapi gugatan jika fotonya disebarluaskan tanpa persetujuan pemilik gambar, menurut sumber berita terkini dan berbagai analisis hukum terkait. Regulator dan pihak berwenang menegaskan bahwa perlindungan data pribadi serta hak atas privasi tetap menjadi prioritas di era digital, meskipun foto tersebut diambil di tempat umum.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam konteks ini, Komisi Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya etika dan kepatuhan hukum dalam fotografi publik. Selama beberapa hari terakhir, pandangan ahli hukum dan publikasi media besar menyoroti bahwa penyebaran foto warga tanpa izin bisa melanggar hak asasi manusia serta UU PDP, tergantung pada konteks penggunaan fotonya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sejumlah pakar hukum menekankan bahwa foto seorang individu tetap termasuk data pribadi, sehingga penyebaran atau komersialisasian tanpa persetujuan bisa menimbulkan konsekuensi hukum. Salah satu pandangan yang banyak dirujuk adalah bahwa tindakan tersebut bisa dikenai berbagai pasal terkait hak cipta, perlindungan data pribadi, hingga undang-undang ITE jika ada unsur penjualan atau penyebaran untuk kepentingan komersial. Analisis ini sejalan dengan interpretasi para pakar di berbagai media arus utama yang juga menyoroti pemisahan antara penggunaan foto untuk pemberitaan dan penggunaan komersial.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Salah satu narasumber kunci menegaskan bahwa perlindungan identitas dan wajah individu tetap menjadi hak pribadi, meskipun berada di ruang publik. Narasumber lain menekankan bahwa konteks penggunaan foto—terutama jika untuk kepentingan komersial—memiliki bobot hukum yang berbeda dibandingkan penggunaan untuk pemberitaan atau dokumentasi umum.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di sisi regulator, arah kebijakan menunjukkan fokus pada peningkatan literasi digital dan etika penggunaan teknologi fotografi, termasuk dalam konteks AI. Upaya kolaborasi antara fotografer, asosiasi profesi, serta platform digital digalakkan untuk memperkuat pemahaman mengenai hak cipta, privasi, dan tanggung jawab sosial di era digital.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Para profesional media juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan foto warga tanpa persetujuan, karena dampaknya bisa meluas, mulai dari kerugian reputasi hingga potensi tindakan hukum. Seiring dengan itu, sejumlah kanal berita nasional dan internasional memperkuat pemahaman publik melalui liputan analitis mengenai bagaimana hukum Indonesia mengatur perlindungan data pribadi dan hak atas gambar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Keseimbangan antara kebebasan berekspresi, kepentingan publik, serta hak individu menjadi inti diskusi. Para ahli hukum menilai perlunya regulasi yang lebih jelas untuk menghadapi dinamika teknologi pemotretan dan AI generatif, tanpa mengabaikan hak privasi warga.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/">Fotografer Wajib Izin: Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Regulasi Fotografi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/">Fotografer Wajib Izin: Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Regulasi Fotografi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/fotografer-wajib-izin-perlindungan-data-pribadi-jadi-sorotan-regulasi-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Rapid Test 10 PDP di Kabgor Reaktif. Tiga di Antaranya Kades</title>
		<link>https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades</link>
					<comments>https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 15:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KABGOR]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<category><![CDATA[reaktif]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4484</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABGOR-Usai memulangkan 55 pasien dalam pengawasan yang dikarantina pada Rabu (29/04) lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo kembali mengkarantina 10 orang PDP. Tindakan ini dilakukan setelah merapid test para PDP selama 2 kali dan hasilnya reaktif covid-19. &#8220;Setelah memulangkan 55 PDP kemarin, kami melakukan rapid test kembali dan ditemui 10 orang dengan hasil reaktif, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/">Hasil Rapid Test 10 PDP di Kabgor Reaktif. Tiga di Antaranya Kades</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/">Hasil Rapid Test 10 PDP di Kabgor Reaktif. Tiga di Antaranya Kades</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR-Usai memulangkan 55 pasien dalam pengawasan yang dikarantina pada Rabu (29/04) lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo kembali mengkarantina 10 orang PDP. Tindakan ini dilakukan setelah merapid test para PDP selama 2 kali dan hasilnya reaktif covid-19. \"Setelah memulangkan 55 PDP kemarin, kami melakukan rapid test kembali dan ditemui 10 orang dengan hasil reaktif, 2 kali kami rapid tetap positif. Jadi mesti segera kami karantinakan” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo Roni Sampir, Rabu. Ke sepuluh PDP tersebut, lanjut Roni, sudah dikarantina sejak Senin (4/6) di Wisma Atlet Sport Center. Dan dari 10 orang itu 3 di antaranya diketahui adalah kepala desa. Roni menjelaskan bahwa para PDP baru ini berasal dari beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Telaga Biru, Batudaa Pantai, Limboto, Limboto Barat dan Kecamatan Tabongo. Mereka juga telah diambil sampel untuk pemeriksaan swab test dan telah dikirim ke Laboratorium Makassar karena reagen di Lab BPOM Gorontalo telah habis. \"Dari 10 orang itu ada 3 orang Kepala Desa. Masing-masing sudah di jemput oleh petugas puskesmasnya dan sudah dikarantikan di Wisma Atlet. Telah kami lakukan swab test kesepuluh PDP ini, tapi masih menunggu hasil test dari Makassar, kita baru kirim di hari Selasa (05/05) kemarin. Karena LAB BPOM Gorontalo kehabisan reagennya, masih menunggu pengiriman,\" ujar Roni. Ia berharap, hasil swab para PDP dinyatakan Negatif Covid-19, sehingga tidak ada lagi penambahan kasus positif corona di Gorontalo. \"Mudah-mudahan hasil swab testnya negatif,” tutup dia.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>KABGOR-Usai memulangkan 55 pasien dalam pengawasan yang dikarantina pada Rabu (29/04) lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo kembali mengkarantina 10 orang PDP. Tindakan ini dilakukan setelah merapid test para PDP selama 2 kali dan hasilnya reaktif covid-19.</p>
<p>&#8220;Setelah memulangkan 55 PDP kemarin, kami melakukan rapid test kembali dan ditemui 10 orang dengan hasil reaktif, 2 kali kami rapid tetap positif. Jadi mesti segera kami karantinakan” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo Roni Sampir, Rabu.</p>
<p>Ke sepuluh PDP tersebut, lanjut Roni, sudah dikarantina sejak Senin (4/6) di Wisma Atlet Sport Center. Dan dari 10 orang itu 3 di antaranya diketahui adalah kepala desa.</p>
<p>Roni menjelaskan bahwa para PDP baru ini berasal dari beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Telaga Biru, Batudaa Pantai, Limboto, Limboto Barat dan Kecamatan Tabongo. Mereka juga telah diambil sampel untuk pemeriksaan swab test dan telah dikirim ke Laboratorium Makassar karena reagen di Lab BPOM Gorontalo telah habis.</p>
<p>&#8220;Dari 10 orang itu ada 3 orang Kepala Desa. Masing-masing sudah di jemput oleh petugas puskesmasnya dan sudah dikarantikan di Wisma Atlet. Telah kami lakukan swab test kesepuluh PDP ini, tapi masih menunggu hasil test dari Makassar, kita baru kirim di hari Selasa (05/05) kemarin. Karena LAB BPOM Gorontalo kehabisan reagennya, masih menunggu pengiriman,&#8221; ujar Roni.</p>
<p>Ia berharap, hasil swab para PDP dinyatakan Negatif Covid-19, sehingga tidak ada lagi penambahan kasus positif corona di Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan hasil swab testnya negatif,” tutup dia.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/">Hasil Rapid Test 10 PDP di Kabgor Reaktif. Tiga di Antaranya Kades</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/">Hasil Rapid Test 10 PDP di Kabgor Reaktif. Tiga di Antaranya Kades</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/hasil-rapid-test-10-pdp-di-kabgor-reaktif-tiga-di-antaranya-kades/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BEM UNG Buka Donasi Buku Bacaan untuk Disalur ke PDP dan ODP</title>
		<link>https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp</link>
					<comments>https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2020 15:38:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[bem ung]]></category>
		<category><![CDATA[donasi buku]]></category>
		<category><![CDATA[odp]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4395</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Membagikan buku-buku bacaan bermanfaat dan positif kepada para PDP dan ODP covid-19 merupakan satu bentuk kepedulian Badan Eksekutif Mahasiswa UNG dalam memerangi pandemi virus corona di Gorontalo. Program donasi buku bacaan ini sebagai alternatif untuk meminimalisir tekanan psikologi warga PDP dan ODP selama menjalani masa-masa karantina. Presiden BEM UNG Rivaldi Ibura saat diwawancarai awak media [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/">BEM UNG Buka Donasi Buku Bacaan untuk Disalur ke PDP dan ODP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/">BEM UNG Buka Donasi Buku Bacaan untuk Disalur ke PDP dan ODP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Membagikan buku-buku bacaan bermanfaat dan positif kepada para PDP dan ODP covid-19 merupakan satu bentuk kepedulian Badan Eksekutif Mahasiswa UNG dalam memerangi pandemi virus corona di Gorontalo. Program donasi buku bacaan ini sebagai alternatif untuk meminimalisir tekanan psikologi warga PDP dan ODP selama menjalani masa-masa karantina. Presiden BEM UNG Rivaldi Ibura saat diwawancarai awak media menyebutkan, dengan membaca buku-buku positif, para warga yang dikarantina akan merasa terhibur. Maka dengan begitu, imun mereka pun bisa tetap terjaga dan kuat untuk melawan predator bernama covid-19. \"Dengan membaca buku, kami berharap upaya ini dapat mengisi kekosongan masyarakat Provinsi Gorontalo, serta mengajak semua pihak untuk melakukan hal-hal positive untuk kepentingan kita bersama selaku masyarakat provinsi gorontalo,\" kata Rivaldi Ibura, Sabtu (2/5). Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah membuka lowongan donasi kepada warga yang ingin bekerja sama untuk mendonasikan buku-buku bacaanya. Dan mengenai teknis penyalurannya, para mahasiswa BEM UNG akan menjemput langsung buku yang disumbangkan tersebut dan disalurkan ke tempat-tempat karantina. Menurut Aldi, pihaknya tak membatasi jenis buku-buku bacaan yang ingin disumbang warga. Sepanjang isinya bernilai baik, apalagi buku tentang ajaran-ajaran agama (religion) maka dengan senang hati pihaknya menerima. \"Sehingga upaya ini dapat meningkatkan wawasan dan nilai-nilai spiritual masyarakat di provinsi Gorontalo,\" katanya. Ia berharap program pembagian buku ini bisa berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat. Bagi warga yang ingin menyumbangkan bukunya, Aldi juga menyerahkan nomor ponsel sekaligus WhatsApp salah satu anggotanya yang bisa dihubungi: 0821 4245 6355.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Membagikan buku-buku bacaan bermanfaat dan positif kepada para PDP dan ODP covid-19 merupakan satu bentuk kepedulian Badan Eksekutif Mahasiswa UNG dalam memerangi pandemi virus corona di Gorontalo. Program donasi buku bacaan ini sebagai alternatif untuk meminimalisir tekanan psikologi warga PDP dan ODP selama menjalani masa-masa karantina.</p>
<p>Presiden BEM UNG Rivaldi Ibura saat diwawancarai awak media menyebutkan, dengan membaca buku-buku positif, para warga yang dikarantina akan merasa terhibur. Maka dengan begitu, imun mereka pun bisa tetap terjaga dan kuat untuk melawan predator bernama covid-19.</p>
<p>&#8220;Dengan membaca buku, kami berharap upaya ini dapat mengisi kekosongan masyarakat Provinsi Gorontalo, serta mengajak semua pihak untuk melakukan hal-hal positive untuk kepentingan kita bersama selaku masyarakat provinsi gorontalo,&#8221; kata Rivaldi Ibura, Sabtu (2/5).</p>
<p>Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah membuka lowongan donasi kepada warga yang ingin bekerja sama untuk mendonasikan buku-buku bacaanya. Dan mengenai teknis penyalurannya, para mahasiswa BEM UNG akan menjemput langsung buku yang disumbangkan tersebut dan disalurkan ke tempat-tempat karantina.</p>
<p>Menurut Aldi, pihaknya tak membatasi jenis buku-buku bacaan yang ingin disumbang warga. Sepanjang isinya bernilai baik, apalagi buku tentang ajaran-ajaran agama (religion) maka dengan senang hati pihaknya menerima.</p>
<p>&#8220;Sehingga upaya ini dapat meningkatkan wawasan dan nilai-nilai spiritual masyarakat di provinsi Gorontalo,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap program pembagian buku ini bisa berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat. Bagi warga yang ingin menyumbangkan bukunya, Aldi juga menyerahkan nomor ponsel sekaligus WhatsApp salah satu anggotanya yang bisa dihubungi: 0821 4245 6355.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/">BEM UNG Buka Donasi Buku Bacaan untuk Disalur ke PDP dan ODP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/">BEM UNG Buka Donasi Buku Bacaan untuk Disalur ke PDP dan ODP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bem-ung-buka-donasi-buku-bacaan-untuk-disalur-ke-pdp-dan-odp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia</title>
		<link>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia</link>
					<comments>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2020 17:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[pasien menigal]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4232</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Satu lagi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 di Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (25/04). Pasien yang diketahui merupakan warga Desa Himalaya, Kecamata Tolangohula, Kabupaten Gorontalo berinisial HH (67) itu meninggal di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Kota Gorontalo pada pukul 03.30 Wita. Sebelumnya, pasien dirawat di Rumah Dakit Dunda Limboto dan dinyatakan positif hasil tes cepat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton3" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Satu lagi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 di Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (25/04). Pasien yang diketahui merupakan warga Desa Himalaya, Kecamata Tolangohula, Kabupaten Gorontalo berinisial HH (67) itu meninggal di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Kota Gorontalo pada pukul 03.30 Wita. Sebelumnya, pasien dirawat di Rumah Dakit Dunda Limboto dan dinyatakan positif hasil tes cepat atau rapid test. Namun, karena pasien menunjukan gejala Covid-19 maka yang bersangkutan dirujuk ke RSAS guna mendapat perawatan lanjutan. Saat di RSAS, pasien sudah diambil sampel untuk swab test beberapa hari yang lalu. Namum, hasil swab tersebut belum keluar pasien telah meninggal dunia. Oleh petugas, jenazah pasien kemudian dimakamkan di desanya, Desa Himalaya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Satu lagi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 di Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (25/04).</p>
<p>Pasien yang diketahui merupakan warga Desa Himalaya, Kecamata Tolangohula, Kabupaten Gorontalo berinisial HH (67) itu meninggal di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Kota Gorontalo pada pukul 03.30 Wita.</p>
<p>Sebelumnya, pasien dirawat di Rumah Dakit Dunda Limboto dan dinyatakan positif hasil tes cepat atau rapid test. Namun, karena pasien menunjukan gejala Covid-19 maka yang bersangkutan dirujuk ke RSAS guna mendapat perawatan lanjutan.</p>
<p>Saat di RSAS, pasien sudah diambil sampel untuk swab test beberapa hari yang lalu. Namum, hasil swab tersebut belum keluar pasien telah meninggal dunia.</p>
<p>Oleh petugas, jenazah pasien kemudian dimakamkan di desanya, Desa Himalaya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemda Gorut Sediakan Tempat Isolasi Bagi ODP dan PDP Covid-19</title>
		<link>https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19</link>
					<comments>https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2020 14:39:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[odp]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<category><![CDATA[tempat isolasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4169</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tengah menyediakan beberapa tempat untuk dijadikan sebagai lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Beberapa tempat tersebut ialah Gedung lama Puskesmas Anggrek, Gedung SMA 5 Gorut dan Gedung SMP 5 Gorut. &#8220;Kita sudah menyiapkan tempat untuk isolasi. Ada beberapa tempat yang kita siapkan, diantaranya SMA 5, SMP [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/">Pemda Gorut Sediakan Tempat Isolasi Bagi ODP dan PDP Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/">Pemda Gorut Sediakan Tempat Isolasi Bagi ODP dan PDP Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton4" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tengah menyediakan beberapa tempat untuk dijadikan sebagai lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Beberapa tempat tersebut ialah Gedung lama Puskesmas Anggrek, Gedung SMA 5 Gorut dan Gedung SMP 5 Gorut. \"Kita sudah menyiapkan tempat untuk isolasi. Ada beberapa tempat yang kita siapkan, diantaranya SMA 5, SMP 5 dan gedung lama Puskesmas Anggrek,\" ungkap Bupati Gorut Indra Yasin dihadapan awak media, usai rapat bersama tim teknis di Kantor Dinas Kominfo Gorut, Rabu (22/04/2020). Tentu kata Indra, tempat isolasi yang disiapkan adalah tempat-tempat yang memiliki fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19. Sehingga, ia melalui instansi teknis telah melakukan peninjauan ke tempat-tempat yang bakal disiapkan sebagai lokasi karantina tersebut. Tempat isolasi yang disediakan kata dia harus memenuhi kebutuhan yang di isolasi, termasuk kesiapan petugas medis dan petugas keamanan di lokasi, agar tempat karantina benar-benar steril dari jangkauan orang luar. \"Jadi, kita mempertimbangkan fasilitas, seperti ketersediaan listrik, air, sanitasi dan lain sebagainya. Artinya, jangan sampai tempat yang kita siapkan terkesan seperti tempat pembuangan, kan tidak seperti itu,\" jelasnya. \"Kita tentu akan menempatkan tim medis, keamanan dari TNI-Polri dan pihak lainnya sebagai bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19,\" tandasnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tengah menyediakan beberapa tempat untuk dijadikan sebagai lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Beberapa tempat tersebut ialah Gedung lama Puskesmas Anggrek, Gedung SMA 5 Gorut dan Gedung SMP 5 Gorut.</p>
<p>&#8220;Kita sudah menyiapkan tempat untuk isolasi. Ada beberapa tempat yang kita siapkan, diantaranya SMA 5, SMP 5 dan gedung lama Puskesmas Anggrek,&#8221; ungkap Bupati Gorut Indra Yasin dihadapan awak media, usai rapat bersama tim teknis di Kantor Dinas Kominfo Gorut, Rabu (22/04/2020).</p>
<p>Tentu kata Indra, tempat isolasi yang disiapkan adalah tempat-tempat yang memiliki fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19.</p>
<p>Sehingga, ia melalui instansi teknis telah melakukan peninjauan ke tempat-tempat yang bakal disiapkan sebagai lokasi karantina tersebut. Tempat isolasi yang disediakan kata dia harus memenuhi kebutuhan yang di isolasi, termasuk kesiapan petugas medis dan petugas keamanan di lokasi, agar tempat karantina benar-benar steril dari jangkauan orang luar.</p>
<p>&#8220;Jadi, kita mempertimbangkan fasilitas, seperti ketersediaan listrik, air, sanitasi dan lain sebagainya. Artinya, jangan sampai tempat yang kita siapkan terkesan seperti tempat pembuangan, kan tidak seperti itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Kita tentu akan menempatkan tim medis, keamanan dari TNI-Polri dan pihak lainnya sebagai bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19,&#8221; tandasnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/">Pemda Gorut Sediakan Tempat Isolasi Bagi ODP dan PDP Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/">Pemda Gorut Sediakan Tempat Isolasi Bagi ODP dan PDP Covid-19</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemda-gorut-sediakan-tempat-isolasi-bagi-odp-dan-pdp-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia, Sekretaris Gugas: Pasien Menderita Diabetes</title>
		<link>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes</link>
					<comments>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 17:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[korona]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<category><![CDATA[pdp meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4093</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (18/4/2020). Demi keamanan, meski sebelumnya pasien telah dinyatakan megatif covid-19 sesuai pemeriksaan, proses pemakaman tetap dilakukan petugas sesuai protokol kesehatan. Informasi meninggalnya pasien berinisial PH yang merupakan warga Tamalate ini dibenarkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Sumarwoto. Pasien [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia, Sekretaris Gugas: Pasien Menderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia, Sekretaris Gugas: Pasien Menderita Diabetes</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton5" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (18/4/2020). Demi keamanan, meski sebelumnya pasien telah dinyatakan megatif covid-19 sesuai pemeriksaan, proses pemakaman tetap dilakukan petugas sesuai protokol kesehatan. Informasi meninggalnya pasien berinisial PH yang merupakan warga Tamalate ini dibenarkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Sumarwoto. Pasien sebelumnya memang dirawat di RSAS namun pihaknya belum mengetahui pasti sudah berlangsung berapa lama. Hanya menurut pengetahuannya sang PDP menderita diabetes akut. Pasien dimakamkan di Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo meninggal dunia, Sabtu (18/4/2020). Demi keamanan, meski sebelumnya pasien telah dinyatakan megatif covid-19 sesuai pemeriksaan, proses pemakaman tetap dilakukan petugas sesuai protokol kesehatan.</p>
<p>Informasi meninggalnya pasien berinisial PH yang merupakan warga Tamalate ini dibenarkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Sumarwoto. Pasien sebelumnya memang dirawat di RSAS namun pihaknya belum mengetahui pasti sudah berlangsung berapa lama. Hanya menurut pengetahuannya sang PDP menderita diabetes akut.</p>
<p>Pasien dimakamkan di Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia, Sekretaris Gugas: Pasien Menderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/">Satu PDP di Gorontalo Meninggal Dunia, Sekretaris Gugas: Pasien Menderita Diabetes</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/satu-pdp-di-gorontalo-meninggal-dunia-sekretaris-gugas-pasien-menderita-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah ODP &#038; PDP di Gorontalo Terus Menurun</title>
		<link>https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun</link>
					<comments>https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2020 11:04:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[civid19]]></category>
		<category><![CDATA[gugus tugas]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah odp]]></category>
		<category><![CDATA[korona]]></category>
		<category><![CDATA[pdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4087</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Koordinator Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Provinsi Gorontalo dr. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. menyebut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Gorontalo hingga Sabtu (18/4) Sore tadi berkurang sisa 607 orang. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers tentang situasi terkini kondisi Covid-19 di Gorontalo. &#8220;Semntara pasien dalam pengawasan (PDP) 77 orang, selesai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/">Jumlah ODP &#038; PDP di Gorontalo Terus Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/">Jumlah ODP &#038; PDP di Gorontalo Terus Menurun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton6" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton6.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Koordinator Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Provinsi Gorontalo dr. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. menyebut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Gorontalo hingga Sabtu (18/4) Sore tadi berkurang sisa 607 orang. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers tentang situasi terkini kondisi Covid-19 di Gorontalo. \"Semntara pasien dalam pengawasan (PDP) 77 orang, selesai pengawasan 50 orang dan dalam proses pengawasan 27 orang,\" kata Triyanto. Triyanto menyebutkan, sebelumnya jumlah ODP sebanyak 3337 orang. Namun yang telah selesai pemantauan berjumlah 2730 orang. Pengurangan itu merujuk pada sampel swab test yang dikirim ke Litbangkes Makassar beberapa hari lalu dengan total spesimen 141. Dari jumlah tersenut 105 dinyatakan negatif, positif 4 dan yang masih dalam proses pemeriksaan 32 spesimen. \"Seperti yang kita ketahui bersama yang di karantina dalam mess haji 178 namun sudah di pulangkan 161 orang dengan hasil rapit test yang kedua negatif,\" terang Triyanto. Sementara itu, dokter spesialis paru yang menangani pasien covid 19 dr. Sukri Antuke mengungkapkan, ada perbedaan penanganan kepada pasien orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini berada di mess haji dengan pasien yang terkonfirmasi covid 19 sesuai swab test. Sehingga, yang mereka lakukan antara lain melihat perkembangan klinis dan lab. \"Apa bila ada pasien yang dirujuk baik ODP dan PDP kami rawat sampai perbaikan klinis,\'\' terangnya. Disambungnya lagi, ketika kondisi pasien tidak lagi menunjukkan gejala seperti sesak, demam, batuk dan hasil lab PCR negatif maka pasien akan di pulangkan. \"Sebab RS tidak akan merawat pasien dalam kondisi baik. Kalau kami merawat pasien dalam kondisi baik maka RS akan penuh, dengan catatan pasien tersebut tetap karantina diruma jadi beda dengan perlakuan di mess haji walaupun hasilnya negatif,\" tutup Sukri.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Koordinator Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Provinsi Gorontalo dr. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. menyebut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Gorontalo hingga Sabtu (18/4) Sore tadi berkurang sisa 607 orang. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers tentang situasi terkini kondisi Covid-19 di Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Semntara pasien dalam pengawasan (PDP) 77 orang, selesai pengawasan 50 orang dan dalam proses pengawasan 27 orang,&#8221; kata Triyanto.</p>
<p>Triyanto menyebutkan, sebelumnya jumlah ODP sebanyak 3337 orang. Namun yang telah selesai pemantauan berjumlah 2730 orang.</p>
<p>Pengurangan itu merujuk pada sampel swab test yang dikirim ke Litbangkes Makassar beberapa hari lalu dengan total spesimen 141. Dari jumlah tersenut 105 dinyatakan negatif, positif 4 dan yang masih dalam proses pemeriksaan 32 spesimen.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kita ketahui bersama yang di karantina dalam mess haji 178 namun sudah di pulangkan 161 orang dengan hasil rapit test yang kedua negatif,&#8221; terang Triyanto.</p>
<p>Sementara itu, dokter spesialis paru yang menangani pasien covid 19 dr. Sukri Antuke mengungkapkan, ada perbedaan penanganan kepada pasien orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini berada di mess haji dengan pasien yang terkonfirmasi covid 19 sesuai swab test. Sehingga, yang mereka lakukan antara lain melihat perkembangan klinis dan lab.</p>
<p>&#8220;Apa bila ada pasien yang dirujuk baik ODP dan PDP kami rawat sampai perbaikan klinis,&#8221; terangnya.</p>
<p>Disambungnya lagi, ketika kondisi pasien tidak lagi menunjukkan gejala seperti sesak, demam, batuk dan hasil lab PCR negatif maka pasien akan di pulangkan.</p>
<p>&#8220;Sebab RS tidak akan merawat pasien dalam kondisi baik. Kalau kami merawat pasien dalam kondisi baik maka RS akan penuh, dengan catatan pasien tersebut tetap karantina diruma jadi beda dengan perlakuan di mess haji walaupun hasilnya negatif,&#8221; tutup Sukri.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/">Jumlah ODP &#038; PDP di Gorontalo Terus Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/">Jumlah ODP &#038; PDP di Gorontalo Terus Menurun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/jumlah-odp-pdp-di-gorontalo-terus-menurun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
