<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pedesaan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pedesaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pedesaan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Mar 2021 08:28:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pedesaan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pedesaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UNG Punya Cara Khusus Angkat KEK Berbasis Perdesaan</title>
		<link>https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2021 08:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[kek]]></category>
		<category><![CDATA[pedesaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=8495</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Pengembangan kawasan teluk tomini berupaya diwujudkan Universitas Negeri Gorontalo melalui program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sebagai kawasan yang unik dengan karateristik berbeda, Rektor UNG Eduart Wolok memilih cara khusus dengan mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis perdesaan. Menurut Rektor pengembangan kawasan berbasis perdesaan dipilih karena keunggulannya yang berbasis partisipatif, dengan melibatkan peran masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/">UNG Punya Cara Khusus Angkat KEK Berbasis Perdesaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/">UNG Punya Cara Khusus Angkat KEK Berbasis Perdesaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Pengembangan kawasan teluk tomini berupaya diwujudkan Universitas Negeri Gorontalo melalui program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sebagai kawasan yang unik dengan karateristik berbeda, Rektor UNG Eduart Wolok memilih cara khusus dengan mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis perdesaan. Menurut Rektor pengembangan kawasan berbasis perdesaan dipilih karena keunggulannya yang berbasis partisipatif, dengan melibatkan peran masyarakat untuk kemudian menetapkan apa saja komoditas unggulannya diberbagai bidang berdasarkanp Desa masing-masing. Industri berbasis perdesaan yang dikembangkan diwilayah teluk tomini berbasis potensi yang ada pada setiap Desa, bukan lagi membuat komoditas baru untuk dikembangkan. “Dengan cara ini lebih mengembangkan komoditas potensial yang sudah ada untuk lebih ditingkatkan, serta dioptimalkan agar bisa menjadi komuditas yang unggul dan memiliki daya saing ditingkat regional, Nasional bahkan internasional,” Rektor. Rektor menjelaskan pembinaan Desa untuk mewujudkan kawasan ekonomi khusus perdesaan telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, ketika melakukan pertemuan dengan 5 Rektor mewakili Perguruan Tinggi seluruh Indonesia pada akhir tahun 2020. Dalam pertemuan tersebut, Rektor menyampaikan dalam mengembangkan kawasan industri, maka akan ada perbedaan antara kawasan industr wilayah barat dan timur Indonesia. Ia mencontohkan kawasan industri wilayah timur untuk satu Provinsi atau bahkan dua Provinsi yang digabung, itu tidak akan sama dengan satu Kabupaten di Pulau Jawa. “Sehingga harus ada perbedaan intervensi dan kebijakan agar supaya penumbuhan ekonomi di kawasan Timur bisa terwujud. Salah satu pendekatan yang bisa dikedepankan dengan kawasan ekonomi khusus perdesaan,” tutup Eduart.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Pengembangan kawasan teluk tomini berupaya diwujudkan Universitas Negeri Gorontalo melalui program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sebagai kawasan yang unik dengan karateristik berbeda, Rektor UNG Eduart Wolok memilih cara khusus dengan mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis perdesaan.</p>
<p>Menurut Rektor pengembangan kawasan berbasis perdesaan dipilih karena keunggulannya yang berbasis partisipatif, dengan melibatkan peran masyarakat untuk kemudian menetapkan apa saja komoditas unggulannya diberbagai bidang berdasarkanp Desa masing-masing.</p>
<p>Industri berbasis perdesaan yang dikembangkan diwilayah teluk tomini berbasis potensi yang ada pada setiap Desa, bukan lagi membuat komoditas baru untuk dikembangkan.</p>
<p>“Dengan cara ini lebih mengembangkan komoditas potensial yang sudah ada untuk lebih ditingkatkan, serta dioptimalkan agar bisa menjadi komuditas yang unggul dan memiliki daya saing ditingkat regional, Nasional bahkan internasional,” Rektor.</p>
<p>Rektor menjelaskan pembinaan Desa untuk mewujudkan kawasan ekonomi khusus perdesaan telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, ketika melakukan pertemuan dengan 5 Rektor mewakili Perguruan Tinggi seluruh Indonesia pada akhir tahun 2020.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Rektor menyampaikan dalam mengembangkan kawasan industri, maka akan ada perbedaan antara kawasan industr wilayah barat dan timur Indonesia. Ia mencontohkan kawasan industri wilayah timur untuk satu Provinsi atau bahkan dua Provinsi yang digabung, itu tidak akan sama dengan satu Kabupaten di Pulau Jawa.</p>
<p>“Sehingga harus ada perbedaan intervensi dan kebijakan agar supaya penumbuhan ekonomi di kawasan Timur bisa terwujud. Salah satu pendekatan yang bisa dikedepankan dengan kawasan ekonomi khusus perdesaan,” tutup Eduart.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/">UNG Punya Cara Khusus Angkat KEK Berbasis Perdesaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/">UNG Punya Cara Khusus Angkat KEK Berbasis Perdesaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-punya-cara-khusus-angkat-kek-berbasis-perdesaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
