<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendidikan indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pendidikan-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pendidikan-indonesia/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 07:48:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pendidikan indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pendidikan-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</title>
		<link>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah</link>
					<comments>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 07:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[civitas akademika]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[kampus negeri]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas sdm]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara bendera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29107</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memperingati Dies Natalis ke-33 pada Januari 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang diikuti ribuan civitas akademika di halaman utama kampus. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi mendalam terhadap perjalanan UNG sebagai institusi pendidikan yang terus bertransformasi menuju kemajuan. Rektor mengibaratkan UNG sebagai “Rumah Besar” yang menaungi puluhan ribu harapan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Meski telah mencatat berbagai kemajuan dalam tiga dekade terakhir, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar UNG semakin unggul di masa depan. “Di usia ke-33 ini, UNG telah menjadi rumah besar yang menampung berbagai cita-cita dalam bingkai perguruan tinggi. Namun, kami sadar bahwa UNG belumlah sempurna. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala lini,” ujar Rektor Eduart Wolok. Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kekuatan utama UNG terletak pada sumber daya manusianya—yakni ribuan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berperan sentral dalam kemajuan institusi. Namun, besarnya jumlah SDM tidaklah cukup tanpa peningkatan kualitas yang berkelanjutan. “Jika dosen dan tendik berhenti menempa diri, maka UNG akan tertinggal dalam menghadapi dinamika zaman yang makin kompleks. Peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa harus menjadi fokus utama sebagai bentuk tanggung jawab moral Kampus Kerakyatan UNG,” tegasnya. Menutup pesannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen Dies Natalis ke-33 sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, meningkatkan produktivitas, dan bekerja bersama untuk membawa UNG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta bermanfaat bagi masyarakat luas. “Momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkokoh semangat kolaborasi. Mari kita melangkah bersama, bekerja keras, dan memastikan UNG menjadi institusi yang benar-benar diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memperingati Dies Natalis ke-33 pada Januari 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang diikuti ribuan civitas akademika di halaman utama kampus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, <strong>Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.</strong> Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi mendalam terhadap perjalanan UNG sebagai institusi pendidikan yang terus bertransformasi menuju kemajuan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rektor mengibaratkan UNG sebagai “<strong>Rumah Besar</strong>” yang menaungi puluhan ribu harapan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Meski telah mencatat berbagai kemajuan dalam tiga dekade terakhir, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar UNG semakin unggul di masa depan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Di usia ke-33 ini, UNG telah menjadi rumah besar yang menampung berbagai cita-cita dalam bingkai perguruan tinggi. Namun, kami sadar bahwa UNG belumlah sempurna. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala lini,” ujar Rektor Eduart Wolok.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kekuatan utama UNG terletak pada sumber daya manusianya—yakni ribuan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berperan sentral dalam kemajuan institusi. Namun, besarnya jumlah SDM tidaklah cukup tanpa peningkatan kualitas yang berkelanjutan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jika dosen dan tendik berhenti menempa diri, maka UNG akan tertinggal dalam menghadapi dinamika zaman yang makin kompleks. Peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa harus menjadi fokus utama sebagai bentuk tanggung jawab moral Kampus Kerakyatan UNG,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menutup pesannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen Dies Natalis ke-33 sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, meningkatkan produktivitas, dan bekerja bersama untuk membawa UNG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkokoh semangat kolaborasi. Mari kita melangkah bersama, bekerja keras, dan memastikan UNG menjadi institusi yang benar-benar diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fritz Alor Boy Sindir Anak Anies Baswedan Lulus Beasiswa LPDP ke Harvard</title>
		<link>https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard</link>
					<comments>https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 09:10:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anies baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Fritz Alor Boy]]></category>
		<category><![CDATA[Harvard University]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusivitas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Meritokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Publik]]></category>
		<category><![CDATA[LPDP]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara annisa baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25999</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/">Fritz Alor Boy Sindir Anak Anies Baswedan Lulus Beasiswa LPDP ke Harvard</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/">Fritz Alor Boy Sindir Anak Anies Baswedan Lulus Beasiswa LPDP ke Harvard</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("BARAKATI.ID - Di tengah euforia kelulusan beasiswa LPDP tahun ini, publik dikejutkan oleh sosok Fritz Alor Boy—alumnus program yang dikenal vokal—yang secara terbuka mengkritik kelulusan Mutiara Annisa Baswedan, putri dari Anies Baswedan, ke Harvard University. Melalui media sosialnya, Fritz menyindir tajam, mempertanyakan apakah anak dari keluarga yang dianggap berkecukupan layak mendapatkan beasiswa negara. Ia menyebut bahwa dana publik seharusnya lebih diprioritaskan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu, bukan anak seorang mantan pejabat yang kekayaannya pernah dilaporkan mencapai belasan miliar rupiah. Namun di balik sindiran itu, tersimpan fakta menarik yang tak bisa diabaikan. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan salah satu skema beasiswa paling ketat dan kompetitif di Indonesia. Pada tahun 2023 saja, lebih dari 33.000 orang bersaing memperebutkan sekitar 10.000 kursi yang tersedia. Seleksi dilakukan dengan serangkaian uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian motivasi dan kontribusi masa depan. Dalam proses itu, latar belakang ekonomi keluarga bukan menjadi kriteria penentu. Justru, meritokrasi adalah ruh utama dari sistem LPDP. Kritik terhadap Mutiara tak urung memantik reaksi publik. Banyak yang membela dengan menyebut bahwa prestasi putri Anies itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum UI, aktif dalam program pertukaran AFS ke Denmark, dan pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam forum anak muda ASEAN. “Dia lolos karena memang layak, bukan karena siapa ayahnya,” ujar salah satu warganet dalam cuitannya. Beberapa akademisi bahkan menyebut bahwa membatasi akses beasiswa hanya untuk kelompok ekonomi tertentu justru bertentangan dengan prinsip inklusivitas pendidikan. Di sisi lain, pihak LPDP tetap teguh pada kebijakan mereka. Mereka menegaskan bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat dan lolos seleksi berhak mendapatkan dukungan pembiayaan, tanpa diskriminasi ekonomi. “Kami menilai dari potensi, bukan isi dompet orang tuanya,” tegas salah satu pejabat LPDP dalam wawancara sebelumnya. Dengan target kuota lebih dari 8.500 penerima beasiswa tahun ini, pemerintah terus menunjukkan komitmen mereka untuk mengembangkan SDM unggul Indonesia, baik dari desa maupun kota, dari rakyat biasa hingga anak pejabat.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>BARAKATI.ID &#8211; Di tengah euforia kelulusan beasiswa LPDP tahun ini, publik dikejutkan oleh sosok Fritz Alor Boy—alumnus program yang dikenal vokal—yang secara terbuka mengkritik kelulusan Mutiara Annisa Baswedan, putri dari Anies Baswedan, ke Harvard University. Melalui media sosialnya, Fritz menyindir tajam, mempertanyakan apakah anak dari keluarga yang dianggap berkecukupan layak mendapatkan beasiswa negara. Ia menyebut bahwa dana publik seharusnya lebih diprioritaskan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu, bukan anak seorang mantan pejabat yang kekayaannya pernah dilaporkan mencapai belasan miliar rupiah.</p>
<p>Namun di balik sindiran itu, tersimpan fakta menarik yang tak bisa diabaikan. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan salah satu skema beasiswa paling ketat dan kompetitif di Indonesia. Pada tahun 2023 saja, lebih dari 33.000 orang bersaing memperebutkan sekitar 10.000 kursi yang tersedia. Seleksi dilakukan dengan serangkaian uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian motivasi dan kontribusi masa depan. Dalam proses itu, latar belakang ekonomi keluarga bukan menjadi kriteria penentu. Justru, meritokrasi adalah ruh utama dari sistem LPDP.</p>
<p>Kritik terhadap Mutiara tak urung memantik reaksi publik. Banyak yang membela dengan menyebut bahwa prestasi putri Anies itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum UI, aktif dalam program pertukaran AFS ke Denmark, dan pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam forum anak muda ASEAN. “Dia lolos karena memang layak, bukan karena siapa ayahnya,” ujar salah satu warganet dalam cuitannya. Beberapa akademisi bahkan menyebut bahwa membatasi akses beasiswa hanya untuk kelompok ekonomi tertentu justru bertentangan dengan prinsip inklusivitas pendidikan.</p>
<p>Di sisi lain, pihak LPDP tetap teguh pada kebijakan mereka. Mereka menegaskan bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat dan lolos seleksi berhak mendapatkan dukungan pembiayaan, tanpa diskriminasi ekonomi. “Kami menilai dari potensi, bukan isi dompet orang tuanya,” tegas salah satu pejabat LPDP dalam wawancara sebelumnya. Dengan target kuota lebih dari 8.500 penerima beasiswa tahun ini, pemerintah terus menunjukkan komitmen mereka untuk mengembangkan SDM unggul Indonesia, baik dari desa maupun kota, dari rakyat biasa hingga anak pejabat.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/">Fritz Alor Boy Sindir Anak Anies Baswedan Lulus Beasiswa LPDP ke Harvard</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/">Fritz Alor Boy Sindir Anak Anies Baswedan Lulus Beasiswa LPDP ke Harvard</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/fritz-alor-boy-sindir-anak-anies-baswedan-lulus-beasiswa-lpdp-ke-harvard/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari UI ke Harvard: Kisah Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP</title>
		<link>https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp</link>
					<comments>https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 12:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[anies baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa lpdp]]></category>
		<category><![CDATA[harvard]]></category>
		<category><![CDATA[harvard gse]]></category>
		<category><![CDATA[model united nations]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara annisa baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PK‑257 LPDP]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[youth ambassador]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gak banyak yang tahu, putri sulung Anies Baswedan, Mutiara Annisa Baswedan (28), alias Tia, barusan melesat meraih beasiswa LPDP buat lanjut S2 di Harvard University. Dia bakal ambil program Master of Education in Education Policy and Analysis di Harvard Graduate School of Education Lewat akun LinkedIn-nya Tia nulis apa adanya: “Perkenalkan, saya Mutiara Baswedan, akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/">Dari UI ke Harvard: Kisah Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/">Dari UI ke Harvard: Kisah Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1">Gak banyak yang tahu, putri sulung Anies Baswedan, <b>Mutiara Annisa Baswedan</b> (28), alias <i>Tia</i>, barusan melesat meraih beasiswa LPDP buat lanjut S2 di Harvard University. Dia bakal ambil program <b>Master of Education in Education Policy and Analysis</b> di Harvard Graduate School of Education</p>
<p class="p1">Lewat akun LinkedIn-nya Tia nulis apa adanya:</p>
<p class="p1">“Perkenalkan, saya Mutiara Baswedan, akan melanjutkan studi Magister… Bersama @lpdp.ri dan @pk257.lpdp saya siap melanjutkan perjalanan akademik dan mengabdi bagi bangsa.”</p>
<p class="p1">Dia juga bilang:</p>
<p class="p1">“Saya berkomitmen untuk membawa semangat nasionalisme serta menjunjung tinggi nilai‑nilai budaya Indonesia dalam setiap langkah perjalanan saya.”</p>
<p class="p1">Perjalanan Tia selama ini bukan basa-basi. Dia sudah lulus dari Fakultas Hukum UI pada 2020, lalu aktif jadi Manager of External Affairs di <b>Asian Law Students’ Association</b> UI.</p>
<p class="p1">Beberapa pencapaiannya:</p>
<ul class="ul1">
<li class="li1">Exchange student Denmark (2014) lewat AFS &amp; Bina Antarbudaya</li>
<li class="li1">Juara 3 ALSA National English Competition (2017)</li>
<li class="li1">Best Delegate &amp; Best Position Paper di beberapa Model UN, dan jadi delegasi UI di Harvard National MUN 2017–2018</li>
<li class="li1">Finalis Duta Muda ASEAN‑Indonesia (2019), Youth Ambassador Indonesia-AS</li>
<li class="li1">Trio lulus hukum, organisasi aktif, hingga pernah kerja di firma hukum Assegaf Hamzah &amp; Partners sebelum hijrah ke tim riset Anies untuk Pilpres 2024</li>
</ul>
<p class="p1">Namanya publik, pasti aja ada komentar miring. Ada yang bilang:</p>
<p class="p1">“Anak pejabat kok pakai beasiswa?” Tapi, sejarah LPDP menunjukkan kalau beasiswa ini memang didesain buat “talenta terbaik bangsa”, bukan hanya orang dari kalangan tidak mampu. Jadi guyuran kritik publik tak bikin lo’s. Yang penting, kualitas dan kontribusi nyata di depan mata.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/">Dari UI ke Harvard: Kisah Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/">Dari UI ke Harvard: Kisah Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dari-ui-ke-harvard-kisah-mutiara-baswedan-raih-beasiswa-lpdp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
