<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendidikan karakter Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pendidikan-karakter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pendidikan-karakter/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 06:58:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pendidikan karakter Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pendidikan-karakter/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral Dilecehkan Murid, Ibu Guru Syamsiah Maafkan Pelaku</title>
		<link>https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku</link>
					<comments>https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 11:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[adab dan akhlak siswa]]></category>
		<category><![CDATA[aturan hp di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[bu atun purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[guru maafkan murid]]></category>
		<category><![CDATA[guru sman 1 purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu syamsiah]]></category>
		<category><![CDATA[Kenakalan Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[mediasi siswa dan guru]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan tanpa tanda jasa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan pancasila dan kewarganegaraan]]></category>
		<category><![CDATA[siswa lecehkan guru]]></category>
		<category><![CDATA[sman 1 purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[video viral purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[viral murid ejek guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30218</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/">Viral Dilecehkan Murid, Ibu Guru Syamsiah Maafkan Pelaku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/">Viral Dilecehkan Murid, Ibu Guru Syamsiah Maafkan Pelaku</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Purwakarta - Sebuah insiden memilukan di dunia pendidikan kembali terjadi, namun kali ini berakhir dengan keteladanan yang luar biasa. Dunia maya belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya video tidak pantas yang memperlihatkan sekelompok pelajar SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok hingga mengacungkan jari tengah kepada pendidik mereka sendiri. Di balik riuhnya kecaman warganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mwarganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang akrab disapa Bu Atun. Merujuk pada penelusuran Detikcomn Barakati, peristiwa tersebut secara spesifik melibatkan sembilan pelajar yang sengaja merekam aksi provokatif mereka seusai jam pelajaran berakhir. Ironisnya, sang pahlawan tanpa tanda jasa ini sama sekali tidak menyadari niat terselubung murid-muridnya kala itu. \"Saya tidak tahu kalau direkam. Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain,\" ungkap Syamsiah, menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Meski hatinya dirobek oleh rasa sedih, Syamsiah menolak keras desakan publik untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Keputusan ini bertumpu pada prinsip bahwa tujuan sejati seorang guru adalah merekonstruksi moral, bukan sekadar menghukum dan mematikan masa depan siswa. Saat dipertemukan dalam forum mediasi, kesembilan pelaku tersebut menangis tersedu-sedu mengakui kekhilafan mereka. Melihat tangis penyesalan anak didiknya, hati Syamsiah luluh dan langsung memberikan ampunan. \"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,\" tuturnya dengan penuh ketegaran. Terkait potensi pelaporan ke pihak berwajib atas kasus yang sudah terlanjur viral, guru senior ini memberikan sikap yang final. \"Saya tidak akan pernah melapor,\" tegas Syamsiah. Baginya, kenakalan remaja di usia sekolah menengah adalah fase transisi yang bisa diobati dengan kasih sayang. \"Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,\" ucapnya penuh optimisme. Buntut dari insiden pelecehan verbal ini, pihak manajemen SMAN 1 Purwakarta langsung mengambil langkah evaluasi. Sekolah kini memberlakukan regulasi pembatasan gadget dengan cara mengumpulkan telepon seluler milik siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung demi meminimalisasi penyalahgunaan teknologi. Lebih jauh, bagi Syamsiah, memperketat aturan fisik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan asupan moral. Insiden ini menjadi tamparan sekaligus refleksi betapa krusialnya etika di atas ilmu akademik. \"Adab itu hal utama. Saya selalu tanamkan pendidikan karakter, tapi mungkin belum sepenuhnya sampai. Tugas guru adalah terus sabar dan membimbing,\" jelasnya. Sebagai penutup, ia merangkum seluruh perasaannya dalam sebuah kalimat pamungkas yang membuktikan bahwa dedikasinya tidak akan pernah luntur oleh ejekan apa pun. \"Saya sayang kepada siswa. Semakin mereka salah, semakin saya ingin membimbingnya. Saya ingin mereka menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,\" pungkas Syamsiah.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Purwakarta &#8211; Sebuah insiden memilukan di dunia pendidikan kembali terjadi, namun kali ini berakhir dengan keteladanan yang luar biasa. Dunia maya belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya video tidak pantas yang memperlihatkan sekelompok pelajar SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok hingga mengacungkan jari tengah kepada pendidik mereka sendiri.</p>
<p>Di balik riuhnya kecaman warganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mwarganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang akrab disapa Bu Atun. Merujuk pada penelusuran Detikcomn Barakati, peristiwa tersebut secara spesifik melibatkan sembilan pelajar yang sengaja merekam aksi provokatif mereka seusai jam pelajaran berakhir. Ironisnya, sang pahlawan tanpa tanda jasa ini sama sekali tidak menyadari niat terselubung murid-muridnya kala itu.</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu kalau direkam. Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain,&#8221; ungkap Syamsiah, menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.</p>
<p>Meski hatinya dirobek oleh rasa sedih, Syamsiah menolak keras desakan publik untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Keputusan ini bertumpu pada prinsip bahwa tujuan sejati seorang guru adalah merekonstruksi moral, bukan sekadar menghukum dan mematikan masa depan siswa. Saat dipertemukan dalam forum mediasi, kesembilan pelaku tersebut menangis tersedu-sedu mengakui kekhilafan mereka.</p>
<p>Melihat tangis penyesalan anak didiknya, hati Syamsiah luluh dan langsung memberikan ampunan. &#8220;Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,&#8221; tuturnya dengan penuh ketegaran.</p>
<p>Terkait potensi pelaporan ke pihak berwajib atas kasus yang sudah terlanjur viral, guru senior ini memberikan sikap yang final. &#8220;Saya tidak akan pernah melapor,&#8221; tegas Syamsiah.</p>
<p>Baginya, kenakalan remaja di usia sekolah menengah adalah fase transisi yang bisa diobati dengan kasih sayang. &#8220;Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,&#8221; ucapnya penuh optimisme.</p>
<p>Buntut dari insiden pelecehan verbal ini, pihak manajemen SMAN 1 Purwakarta langsung mengambil langkah evaluasi. Sekolah kini memberlakukan regulasi pembatasan gadget dengan cara mengumpulkan telepon seluler milik siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung demi meminimalisasi penyalahgunaan teknologi.</p>
<p>Lebih jauh, bagi Syamsiah, memperketat aturan fisik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan asupan moral. Insiden ini menjadi tamparan sekaligus refleksi betapa krusialnya etika di atas ilmu akademik. &#8220;Adab itu hal utama. Saya selalu tanamkan pendidikan karakter, tapi mungkin belum sepenuhnya sampai. Tugas guru adalah terus sabar dan membimbing,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai penutup, ia merangkum seluruh perasaannya dalam sebuah kalimat pamungkas yang membuktikan bahwa dedikasinya tidak akan pernah luntur oleh ejekan apa pun.</p>
<p>&#8220;Saya sayang kepada siswa. Semakin mereka salah, semakin saya ingin membimbingnya. Saya ingin mereka menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,&#8221; pungkas Syamsiah.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/">Viral Dilecehkan Murid, Ibu Guru Syamsiah Maafkan Pelaku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/">Viral Dilecehkan Murid, Ibu Guru Syamsiah Maafkan Pelaku</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/viral-dilecehkan-murid-ibu-guru-syamsiah-maafkan-pelaku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</title>
		<link>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih</link>
					<comments>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 04:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[adab dan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Fauzi]]></category>
		<category><![CDATA[dosen dan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[etika akademik]]></category>
		<category><![CDATA[FKIP Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keteladanan pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[nilai moral]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[relasi dosen mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ulan Bidi]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29213</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato Gorontalo - Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam. Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu? Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada penelitian Ahmad Fauzi (2023) berjudul “Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.” Hasil penelitian itu menyoroti aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar. Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, mendebat nilai dengan nada tinggi — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus. Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah: “Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).” Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan kesabaran dan kelembutan, tanpa membeda-bedakan siapa pun. Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,” yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif. Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka keputusan harus berlandaskan kebenaran, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya. Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, adab harus selalu didahulukan daripada ilmu. Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya. Pada akhirnya, segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan. Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu <strong>mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya</strong>. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu?</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada <strong>penelitian Ahmad Fauzi (2023)</strong> berjudul <em>“Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.”</em> Hasil penelitian itu menyoroti <strong>aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa</strong>, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang <strong>meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan</strong> menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, <strong>mendebat nilai dengan nada tinggi</strong> — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, <strong>restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu</strong>. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).”</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, <strong>diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin</strong>. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan <strong>kesabaran dan kelembutan</strong>, tanpa membeda-bedakan siapa pun.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, <em>“Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,”</em> yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka <strong>keputusan harus berlandaskan kebenaran</strong>, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, <strong>adab harus selalu didahulukan daripada ilmu.</strong> Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada akhirnya, <strong>segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan.</strong> Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).</p>
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjawab Tantangan Zaman! Guru BK se-Gorontalo Asah Kapabilitas di UNG</title>
		<link>https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung</link>
					<comments>https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 22:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas ilmu pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[fip ung]]></category>
		<category><![CDATA[generasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Guru BK]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[konseling individual]]></category>
		<category><![CDATA[latihan profesional guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan kompetensi guru]]></category>
		<category><![CDATA[prof arwildayanto]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Wenny Hulukati]]></category>
		<category><![CDATA[UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[workshop pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29003</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/">Menjawab Tantangan Zaman! Guru BK se-Gorontalo Asah Kapabilitas di UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/">Menjawab Tantangan Zaman! Guru BK se-Gorontalo Asah Kapabilitas di UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Menjawab tantangan kesehatan mental peserta didik di era digital, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar Workshop Penguatan Kapabilitas Praktik Layanan Bimbingan dan Konseling. Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam merespons dinamika psikologis remaja dan anak di tengah derasnya pengaruh dunia digital. Workshop menghadirkan ratusan guru BK dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/MAN se-Provinsi Gorontalo. Berbeda dari kegiatan akademik biasa, workshop ini dirancang sebagai wadah kolaboratif antara mahasiswa dan praktisi lapangan. Serangkaian sesi tematik disajikan untuk memperkuat kompetensi guru BK, mencakup strategi layanan di pendidikan usia dini, dasar, menengah, hingga pelatihan intensif tentang praktik konseling individual. Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar program fakultas semata, melainkan inisiatif mahasiswa melalui proyek mata kuliah Survey Dinamika Perkembangan Bimbingan dan Konseling di bawah bimbingan Prof. Dr. Wenny Hulukati, M.Pd. Workshop ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan pendidikan. Dalam sambutannya, Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menegaskan pentingnya peran guru BK dalam menghadapi era digital yang sarat tantangan mental dan sosial. “Peran guru BK kini semakin strategis. Di tengah tantangan kecanduan gawai, isolasi sosial, dan rendahnya resiliensi generasi muda, guru BK harus hadir sebagai fasilitator utama perkembangan peserta didik. BK bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan jantung dari proses pendampingan siswa secara menyeluruh,” ujar Prof. Arwildayanto. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap guru BK di seluruh Gorontalo semakin terampil dan adaptif dalam memberikan layanan yang profesional dan berlandaskan empati. Diharapkan pula, hasil workshop mampu membentuk ekosistem sekolah yang sehat secara mental, sekaligus melahirkan generasi pelajar yang tangguh dan resilien menghadapi perubahan zaman. Adapun materi-materi strategis yang disampaikan antara lain mengenai Urgensi Layanan BK di Pendidikan Usia Dini, Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Pelatihan Konseling Individual yang menekankan aspek praktik langsung dalam penerapan layanan konseling di sekolah.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Menjawab tantangan kesehatan mental peserta didik di era digital, mahasiswa <strong>Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK)</strong>, <strong>Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG)</strong>, menggelar <strong>Workshop Penguatan Kapabilitas Praktik Layanan Bimbingan dan Konseling</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam merespons dinamika psikologis remaja dan anak di tengah derasnya pengaruh dunia digital. Workshop menghadirkan ratusan <strong>guru BK dari berbagai jenjang pendidikan</strong>, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/MAN se-Provinsi Gorontalo.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Berbeda dari kegiatan akademik biasa, workshop ini dirancang sebagai wadah kolaboratif antara mahasiswa dan praktisi lapangan. Serangkaian sesi tematik disajikan untuk memperkuat kompetensi guru BK, mencakup strategi layanan di pendidikan usia dini, dasar, menengah, hingga pelatihan intensif tentang praktik <strong>konseling individual</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar program fakultas semata, melainkan <strong>inisiatif mahasiswa</strong> melalui proyek mata kuliah <em>Survey Dinamika Perkembangan Bimbingan dan Konseling</em> di bawah bimbingan <strong>Prof. Dr. Wenny Hulukati, M.Pd.</strong> Workshop ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan pendidikan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam sambutannya, <strong>Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd.,</strong> menegaskan pentingnya peran guru BK dalam menghadapi era digital yang sarat tantangan mental dan sosial.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Peran guru BK kini semakin strategis. Di tengah tantangan kecanduan gawai, isolasi sosial, dan rendahnya resiliensi generasi muda, guru BK harus hadir sebagai fasilitator utama perkembangan peserta didik. BK bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan jantung dari proses pendampingan siswa secara menyeluruh,” ujar Prof. Arwildayanto.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap <strong>guru BK di seluruh Gorontalo semakin terampil dan adaptif</strong> dalam memberikan layanan yang profesional dan berlandaskan empati. Diharapkan pula, hasil workshop mampu membentuk <strong>ekosistem sekolah yang sehat secara mental</strong>, sekaligus melahirkan <strong>generasi pelajar yang tangguh dan resilien</strong> menghadapi perubahan zaman.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Adapun materi-materi strategis yang disampaikan antara lain mengenai <strong>Urgensi Layanan BK di Pendidikan Usia Dini</strong>, <strong>Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Dasar dan Menengah</strong>, serta <strong>Pelatihan Konseling Individual</strong> yang menekankan aspek praktik langsung dalam penerapan layanan konseling di sekolah.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/">Menjawab Tantangan Zaman! Guru BK se-Gorontalo Asah Kapabilitas di UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/">Menjawab Tantangan Zaman! Guru BK se-Gorontalo Asah Kapabilitas di UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/menjawab-tantangan-zaman-guru-bk-se-gorontalo-asah-kapabilitas-di-ung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Generasi Berintegritas: Lolly Yunus Gagas Saka Adhyaksa Pemilu</title>
		<link>https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu</link>
					<comments>https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 01:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD PROVINSI]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi sehat]]></category>
		<category><![CDATA[dprd provinsi gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[integritas pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lolly Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[MoU Pramuka Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Saka Adhyaksa Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[SDM pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Djama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28984</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/">Membangun Generasi Berintegritas: Lolly Yunus Gagas Saka Adhyaksa Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/">Membangun Generasi Berintegritas: Lolly Yunus Gagas Saka Adhyaksa Pemilu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("DEPROV - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan Bone Bolango, Lolly Yunus, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemuda di daerah. Melalui kapasitasnya sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bone Bolango, ia menggagas dan memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga, salah satunya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango. Komitmen itu diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kwarcab Gerakan Pramuka Bone Bolango dan Bawaslu Bone Bolango pada Rabu, 8 Januari 2025. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pembentukan dan pengembangan Saka Adhyaksa Pemilu, wadah pendidikan politik dan pengawasan partisipatif bagi generasi muda. Dalam sambutannya, Lolly Yunus menegaskan bahwa penguatan SDM pemuda harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter, disiplin, dan pemahaman demokrasi yang sehat. Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda berintegritas dan berwawasan kebangsaan. “Alhamdulillah, hari ini kami dapat menandatangani MoU bersama Bawaslu. Saya berharap netralitas Gerakan Pramuka tetap dijunjung tinggi, serta nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa terus diperkuat,” ujar Lolly Yunus. Sebagai wakil rakyat dan pembina Pramuka, Lolly juga menegaskan kesiapan dirinya mendukung program-program Bawaslu yang selaras dengan semangat kepramukaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Kami siap bersinergi untuk edukasi demokrasi dan partisipasi publik, khususnya bagi kaum muda,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bawaslu RI yang mendorong sinergi kelembagaan dengan Gerakan Pramuka di tingkat daerah. “Sejak tahun lalu, Bawaslu RI telah mengeluarkan surat edaran terkait penguatan koordinasi dengan kwartir cabang di seluruh Indonesia. Alhamdulillah komunikasi berjalan baik, dan hari ini MoU resmi ditandatangani,” kata Sofyan. Melalui kerja sama ini, Lolly Yunus berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi, membangun kesadaran hukum, serta mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas. “Kami ingin agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sadar hukum dan bertanggung jawab terhadap masa depan demokrasi bangsa,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">DEPROV &#8211; Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan Bone Bolango, <strong>Lolly Yunus</strong>, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan <strong>sumber daya manusia (SDM) pemuda</strong> di daerah. Melalui kapasitasnya sebagai <strong>Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bone Bolango</strong>, ia menggagas dan memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga, salah satunya <strong>Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Komitmen itu diwujudkan dalam <strong>penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU)</strong> antara Kwarcab Gerakan Pramuka Bone Bolango dan Bawaslu Bone Bolango pada <strong>Rabu, 8 Januari 2025</strong>. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pembentukan dan pengembangan <strong>Saka Adhyaksa Pemilu</strong>, wadah pendidikan politik dan pengawasan partisipatif bagi generasi muda.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam sambutannya, Lolly Yunus menegaskan bahwa penguatan SDM pemuda harus dimulai sejak dini melalui <strong>pendidikan karakter, disiplin, dan pemahaman demokrasi yang sehat</strong>. Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda berintegritas dan berwawasan kebangsaan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menandatangani MoU bersama Bawaslu. Saya berharap netralitas Gerakan Pramuka tetap dijunjung tinggi, serta nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa terus diperkuat,” ujar Lolly Yunus.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sebagai wakil rakyat dan pembina Pramuka, Lolly juga menegaskan <strong>kesiapan dirinya mendukung program-program Bawaslu</strong> yang selaras dengan semangat kepramukaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kami siap bersinergi untuk edukasi demokrasi dan partisipasi publik, khususnya bagi kaum muda,” tambahnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama</strong>, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari <strong>instruksi Bawaslu RI</strong> yang mendorong sinergi kelembagaan dengan Gerakan Pramuka di tingkat daerah.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Sejak tahun lalu, Bawaslu RI telah mengeluarkan surat edaran terkait penguatan koordinasi dengan kwartir cabang di seluruh Indonesia. Alhamdulillah komunikasi berjalan baik, dan hari ini MoU resmi ditandatangani,” kata Sofyan.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Melalui kerja sama ini, Lolly Yunus berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi <strong>mitra strategis Bawaslu</strong> dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi, membangun kesadaran hukum, serta mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kami ingin agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sadar hukum dan bertanggung jawab terhadap masa depan demokrasi bangsa,” pungkasnya.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/">Membangun Generasi Berintegritas: Lolly Yunus Gagas Saka Adhyaksa Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/">Membangun Generasi Berintegritas: Lolly Yunus Gagas Saka Adhyaksa Pemilu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/membangun-generasi-berintegritas-lolly-yunus-gagas-saka-adhyaksa-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
