<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengelolaan limbah Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pengelolaan-limbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pengelolaan-limbah/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 14:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Pengelolaan limbah Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pengelolaan-limbah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudah Tiga Tahun Dibangun, IPALD Kini Jadi Sumber Masalah Baru</title>
		<link>https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru</link>
					<comments>https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD PROVINSI]]></category>
		<category><![CDATA[Air limbah domestik]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Wilayah Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Bau tak sedap]]></category>
		<category><![CDATA[dprd provinsi gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi IPALD]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur sanitasi]]></category>
		<category><![CDATA[IPALD]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Permukiman warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sidomukti]]></category>
		<category><![CDATA[Talumopatu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29025</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/">Sudah Tiga Tahun Dibangun, IPALD Kini Jadi Sumber Masalah Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/">Sudah Tiga Tahun Dibangun, IPALD Kini Jadi Sumber Masalah Baru</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("DEPROV - Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti secara serius keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) yang dibangun sejak tahun 2020 di sejumlah desa, setelah muncul keluhan dari masyarakat terkait bau tak sedap yang berasal dari fasilitas tersebut. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, mengungkapkan bahwa beberapa IPALD yang telah beroperasi sekitar tiga tahun justru menimbulkan dampak lingkungan yang mengganggu kenyamanan warga. “Ada beberapa desa yang IPALD-nya menimbulkan keresahan masyarakat. Setelah kurang lebih tiga tahun selesai dibangun, justru muncul bau yang tidak sedap di sekitar permukiman,” ujar Syarifudin kepada wartawan, Senin (12/1/2026).", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">DEPROV &#8211; Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti secara serius keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) yang dibangun sejak tahun 2020 di sejumlah desa, setelah muncul keluhan dari masyarakat terkait bau tak sedap yang berasal dari fasilitas tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, <strong>Syarifudin Bano</strong>, mengungkapkan bahwa beberapa IPALD yang telah beroperasi sekitar tiga tahun justru menimbulkan dampak lingkungan yang mengganggu kenyamanan warga.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Ada beberapa desa yang IPALD-nya menimbulkan keresahan masyarakat. Setelah kurang lebih tiga tahun selesai dibangun, justru muncul bau yang tidak sedap di sekitar permukiman,” ujar Syarifudin kepada wartawan, Senin (12/1/2026).</em></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-29027" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-12-at-20.40.46-copy-300x169.jpeg" alt="" width="738" height="416" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-12-at-20.40.46-copy-300x169.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-12-at-20.40.46-copy-768x432.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-12-at-20.40.46-copy.jpeg 1000w" sizes="(max-width: 738px) 100vw, 738px" /></p>
<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Syarifudin mencontohkan kondisi serupa terjadi di Desa Sidomukti dan Desa Talumopatu, Kabupaten Gorontalo. Ia menyebutkan, lokasi IPALD di Desa Sidomukti bahkan berada sangat dekat dengan permukiman warga, sehingga menimbulkan gangguan kenyamanan bagi masyarakat sekitar. “Di Desa Sidomukti itu posisinya tepat di tengah permukiman. Jangankan warga yang tinggal di situ, kami yang hanya lewat saja sudah mencium bau tidak sedap,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan peninjauan lapangan terhadap seluruh IPALD yang telah dibangun. Langkah ini penting untuk memastikan apakah instalasi tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya atau justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. “Kami mendesak agar dilakukan evaluasi dan pemulihan secara berkala. Harus ada pengecekan langsung di lapangan, apakah IPALD benar-benar berjalan sesuai fungsi atau tidak,” jelasnya. Namun, lanjut Syarifudin, berdasarkan penjelasan dari pihak BWS, pengelolaan IPALD yang telah dibangun memang telah diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. “Mengingat pengelolaannya sudah diserahkan ke Pemda, maka pemerintah daerah — baik Kabupaten Gorontalo maupun pemerintah kota yang menerima program — wajib melakukan pemeliharaan secara rutin,” katanya menegaskan. Ia mengingatkan bahwa jika persoalan ini tidak ditangani secara serius dan cepat, fasilitas IPALD justru bisa menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat sekitar. “Kalau tidak ditangani dengan baik, IPALD bisa menimbulkan dampak negatif, bukan hanya bau tak sedap, tetapi juga potensi gangguan kesehatan bagi warga sekitar,” pungkas Syarifudin.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Syarifudin mencontohkan kondisi serupa terjadi di <strong>Desa Sidomukti</strong> dan <strong>Desa Talumopatu</strong>, Kabupaten Gorontalo. Ia menyebutkan, lokasi IPALD di Desa Sidomukti bahkan berada sangat dekat dengan permukiman warga, sehingga menimbulkan gangguan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Di Desa Sidomukti itu posisinya tepat di tengah permukiman. Jangankan warga yang tinggal di situ, kami yang hanya lewat saja sudah mencium bau tidak sedap,” tegasnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong <strong>Balai Wilayah Sungai (BWS)</strong> untuk melakukan <strong>evaluasi menyeluruh dan peninjauan lapangan</strong> terhadap seluruh IPALD yang telah dibangun. Langkah ini penting untuk memastikan apakah instalasi tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya atau justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kami mendesak agar dilakukan evaluasi dan pemulihan secara berkala. Harus ada pengecekan langsung di lapangan, apakah IPALD benar-benar berjalan sesuai fungsi atau tidak,” jelasnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, lanjut Syarifudin, berdasarkan penjelasan dari pihak BWS, pengelolaan IPALD yang telah dibangun memang telah diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Mengingat pengelolaannya sudah diserahkan ke Pemda, maka pemerintah daerah — baik Kabupaten Gorontalo maupun pemerintah kota yang menerima program — wajib melakukan pemeliharaan secara rutin,” katanya menegaskan.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia mengingatkan bahwa jika persoalan ini tidak ditangani secara serius dan cepat, fasilitas IPALD justru bisa menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat sekitar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kalau tidak ditangani dengan baik, IPALD bisa menimbulkan dampak negatif, bukan hanya bau tak sedap, tetapi juga potensi gangguan kesehatan bagi warga sekitar,” pungkas Syarifudin.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/">Sudah Tiga Tahun Dibangun, IPALD Kini Jadi Sumber Masalah Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/">Sudah Tiga Tahun Dibangun, IPALD Kini Jadi Sumber Masalah Baru</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sudah-tiga-tahun-dibangun-ipald-kini-jadi-sumber-masalah-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
