<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertanian Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pertanian/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 12:07:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Pertanian Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pertanian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi</title>
		<link>https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi</link>
					<comments>https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 12:07:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[H Askary]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[indra gobel]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Nelayan Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi lintas daerah]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[KSPP]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Mamuju Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[program nasional]]></category>
		<category><![CDATA[swasembada pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29386</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/">Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/">Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Askary, pada Jumat (06/02/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antardaerah. Dalam kunjungan itu, keduanya membahas peluang kerja sama strategis untuk mendukung berbagai Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, serta Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Wabup H. Askary menyampaikan bahwa Kabupaten Mamuju Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pangan karena karakteristik wilayahnya yang agropolitan dengan ketersediaan lahan luas. “Kami di Mamuju Tengah memiliki banyak lahan yang siap dikembangkan untuk sektor pangan. Selain itu, latar belakang Pak Indra sebagai pengusaha tentu menjadi nilai tambah untuk memperluas jejaring antara pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujarnya. Askary menambahkan, selain membahas kerja sama konkret, kunjungan ini juga dilakukan sebagai ajang silaturahmi antar sesama pelayan masyarakat. “Alhamdulillah, beliau menyambut dengan baik. Semoga kolaborasi yang kita rintis hari ini bisa segera terealisasi,” tandasnya. Terkait ketersediaan lahan dalam pelaksanaan program KSPP, H. Askary menegaskan bahwa Mamuju Tengah tidak mengalami hambatan berarti. “Kalau soal lahan, kami punya sangat banyak. Untuk ukuran 20 hektare saja, di sana itu kecil,” katanya. Sementara itu, Wawali Gorontalo Indra Gobel mengapresiasi kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah untuk menyukseskan agenda nasional, terutama setelah hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dipimpin langsung oleh Presiden. “Program KSPP merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memperkuat sektor pangan menuju swasembada. Indonesia ini kaya, hanya perlu dikelola secara optimal melalui kerja sama yang solid,” jelas Indra Gobel. Ia menegaskan, kolaborasi antara daerah perkotaan dan wilayah dengan ketersediaan lahan luas seperti Mamuju Tengah dapat menjadi kunci percepatan realisasi swasembada pangan nasional. “Kalau di kota lahannya terbatas, sementara di daerah lain tersedia luas, maka kolaborasi adalah jalan terbaik. Presiden sudah menegaskan, swasembada pangan menjadi target strategis menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kota Gorontalo &#8211; Wakil Wali Kota Gorontalo, <strong>Indra Gobel</strong>, menerima kunjungan silaturahmi <strong>Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Askary</strong>, pada Jumat (06/02/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antardaerah.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam kunjungan itu, keduanya membahas peluang kerja sama strategis untuk mendukung berbagai <strong>Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto</strong>, di antaranya <strong>Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis</strong>, serta <strong>Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Wabup H. Askary menyampaikan bahwa <strong>Kabupaten Mamuju Tengah</strong> memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pangan karena karakteristik wilayahnya yang <strong>agropolitan</strong> dengan ketersediaan lahan luas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kami di Mamuju Tengah memiliki banyak lahan yang siap dikembangkan untuk sektor pangan. Selain itu, latar belakang Pak Indra sebagai pengusaha tentu menjadi nilai tambah untuk memperluas jejaring antara pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujarnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Askary menambahkan, selain membahas kerja sama konkret, kunjungan ini juga dilakukan sebagai ajang <strong>silaturahmi antar sesama pelayan masyarakat</strong>.<br />
<em>“Alhamdulillah, beliau menyambut dengan baik. Semoga kolaborasi yang kita rintis hari ini bisa segera terealisasi,” tandasnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Terkait ketersediaan lahan dalam pelaksanaan program KSPP, H. Askary menegaskan bahwa <strong>Mamuju Tengah tidak mengalami hambatan berarti</strong>.<br />
<em>“Kalau soal lahan, kami punya sangat banyak. Untuk ukuran 20 hektare saja, di sana itu kecil,” katanya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>Wawali Gorontalo Indra Gobel</strong> mengapresiasi kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah untuk menyukseskan agenda nasional, terutama setelah hasil <strong>Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)</strong> yang dipimpin langsung oleh Presiden.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Program KSPP merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memperkuat sektor pangan menuju swasembada. Indonesia ini kaya, hanya perlu dikelola secara optimal melalui kerja sama yang solid,” jelas Indra Gobel.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menegaskan, kolaborasi antara daerah perkotaan dan wilayah dengan ketersediaan lahan luas seperti Mamuju Tengah dapat menjadi <strong>kunci percepatan realisasi swasembada pangan nasional</strong>.<br />
<em>“Kalau di kota lahannya terbatas, sementara di daerah lain tersedia luas, maka kolaborasi adalah jalan terbaik. Presiden sudah menegaskan, swasembada pangan menjadi target strategis menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.</em>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/">Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/">Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/demi-swasembada-pangan-wawali-kota-gorontalo-dan-wabup-mamuju-tengah-sepakat-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Balik Tepuk Tangan Gubernur, Sawah Gorontalo Merana</title>
		<link>https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana</link>
					<comments>https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 12:21:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Buntulia]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah baru]]></category>
		<category><![CDATA[Duhiadaa]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi desa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gusnar ismail]]></category>
		<category><![CDATA[hilangnya lahan subur]]></category>
		<category><![CDATA[irigasi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[petani Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28672</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/">Di Balik Tepuk Tangan Gubernur, Sawah Gorontalo Merana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/">Di Balik Tepuk Tangan Gubernur, Sawah Gorontalo Merana</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Tepuk tangan memecah udara segar Desa Manunggal Karya, Kabupaten Pohuwato. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, berdiri di atas panggung sederhana untuk menandai dimulainya pembangunan cetak sawah baru. Prosesi peresmian berlangsung meriah: spanduk besar berkibar, kamera wartawan menyorot setiap langkah, dan anggaran senilai Rp207 miliar dari APBN dipamerkan sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Ini bentuk perhatian Presiden Prabowo. Kita bekerja cepat, masyarakat mendukung,” ujar Gusnar dengan nada optimistis, seakan mengirim gelombang harapan ke seluruh petani di Kecamatan Randangan dan sekitarnya. Ia menjelaskan, saat ini Gorontalo memiliki sekitar 25.000 hektare sawah produktif. Dengan tambahan lahan baru, pemerintah menargetkan produksi padi meningkat dan musim tanam bisa dilakukan hingga tiga kali setahun. Dalam suasana yang penuh antusiasme, harapan itu seolah mengalir lembut di antara ribuan hektare lahan yang akan segera dicetak. Namun, optimisme dari tenda seremonial itu tak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Beberapa kilometer dari lokasi acara, kenyataan berbicara lain. Di Kabupaten Pohuwato, khususnya di Kecamatan Duhiadaa dan Buntulia, sawah-sawah bukan sedang menunggu masa tanam, melainkan perlahan mati. Tanahnya retak, kering, dan kehilangan daya hidup. Di tengah hamparan lahan gersang, seorang petani bernama Abdurahman Lukum berdiri termenung. Separuh hidupnya ia habiskan di sawah, namun kini hanya bisa menatap tanah yang dulu menjadi sumber harapannya. “Sekitar 80 persen petani di Duhiadaa sudah menyerah. Takut gagal lagi,” tuturnya pelan. Masalah utama datang dari air irigasi yang kini keruh dan pekat membawa sedimen lumpur. Endapan tebal membuat akar padi tak bisa tumbuh. Beberapa petani yang masih berusaha turun ke sawah justru mengalami gatal-gatal akibat buruknya kualitas air. Dulu, karung-karung gabah menumpuk di rumah-rumah mereka. Anak-anak makan dari hasil panen sendiri. Kini, kenyataan berbalik. “Banyak yang harus membeli beras untuk makan sehari-hari,” ujar Abdurahman dengan suara bergetar, menyimpan getir yang sudah terlalu lama ia tahan. Kondisi ini turut menekan perekonomian desa. Biaya pengolahan sawah kini mencapai Rp6 juta per hektare, angka yang sulit dijangkau petani kecil. Pengusaha penggilingan padi yang selama ini menjadi penopang modal petani pun mulai tumbang. Beberapa bahkan berencana menjual mesin gilingan karena terjerat utang dan tak mampu lagi beroperasi.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Gorontalo</strong> &#8211; Tepuk tangan memecah udara segar Desa Manunggal Karya, Kabupaten Pohuwato. Gubernur Gorontalo, <strong>Gusnar Ismail</strong>, berdiri di atas panggung sederhana untuk menandai dimulainya pembangunan <strong>cetak sawah baru</strong>. Prosesi peresmian berlangsung meriah: spanduk besar berkibar, kamera wartawan menyorot setiap langkah, dan <strong>anggaran senilai Rp207 miliar dari APBN</strong> dipamerkan sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat <strong>ketahanan pangan nasional</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Ini bentuk perhatian Presiden Prabowo. Kita bekerja cepat, masyarakat mendukung,” ujar Gusnar dengan nada optimistis, seakan mengirim gelombang harapan ke seluruh petani di Kecamatan Randangan dan sekitarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menjelaskan, saat ini Gorontalo memiliki sekitar <strong>25.000 hektare sawah produktif</strong>. Dengan tambahan lahan baru, pemerintah menargetkan produksi padi meningkat dan <strong>musim tanam bisa dilakukan hingga tiga kali setahun</strong>. Dalam suasana yang penuh antusiasme, harapan itu seolah mengalir lembut di antara ribuan hektare lahan yang akan segera dicetak.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, optimisme dari tenda seremonial itu tak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Beberapa kilometer dari lokasi acara, <strong>kenyataan berbicara lain</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di Kabupaten Pohuwato, khususnya di Kecamatan <strong>Duhiadaa</strong> dan <strong>Buntulia</strong>, sawah-sawah bukan sedang menunggu masa tanam, melainkan <strong>perlahan mati</strong>. Tanahnya retak, kering, dan kehilangan daya hidup.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di tengah hamparan lahan gersang, seorang petani bernama <strong>Abdurahman Lukum</strong> berdiri termenung. Separuh hidupnya ia habiskan di sawah, namun kini hanya bisa menatap tanah yang dulu menjadi sumber harapannya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Sekitar 80 persen petani di Duhiadaa sudah menyerah. Takut gagal lagi,” tuturnya pelan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Masalah utama datang dari <strong>air irigasi yang kini keruh dan pekat membawa sedimen lumpur</strong>. Endapan tebal membuat akar padi tak bisa tumbuh. Beberapa petani yang masih berusaha turun ke sawah justru mengalami <strong>gatal-gatal</strong> akibat buruknya kualitas air.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dulu, karung-karung gabah menumpuk di rumah-rumah mereka. Anak-anak makan dari hasil panen sendiri. Kini, kenyataan berbalik.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Banyak yang harus membeli beras untuk makan sehari-hari,” ujar Abdurahman dengan suara bergetar, menyimpan getir yang sudah terlalu lama ia tahan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kondisi ini turut menekan perekonomian desa. Biaya pengolahan sawah kini mencapai <strong>Rp6 juta per hektare</strong>, angka yang sulit dijangkau petani kecil. <strong>Pengusaha penggilingan padi yang selama ini menjadi penopang modal petani pun mulai tumbang.</strong> Beberapa bahkan berencana menjual mesin gilingan karena <strong>terjerat utang</strong> dan tak mampu lagi beroperasi.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/">Di Balik Tepuk Tangan Gubernur, Sawah Gorontalo Merana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/">Di Balik Tepuk Tangan Gubernur, Sawah Gorontalo Merana</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/di-balik-tepuk-tangan-gubernur-sawah-gorontalo-merana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Netizen Heboh! Bangunan mirip toilet di Boyolali telan anggaran 112 juta</title>
		<link>https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta</link>
					<comments>https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 14:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan viral]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[dinas pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[galvalum.]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok tani]]></category>
		<category><![CDATA[kontraktor]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pompa]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[pipa irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[rabat beton]]></category>
		<category><![CDATA[rumah pompa]]></category>
		<category><![CDATA[sumur bor]]></category>
		<category><![CDATA[swakelola]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah bangunan kecil di pinggir area persawahan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah diketahui dibangun dengan anggaran Rp 112,8 juta. Bangunan berukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter ini memiliki dinding bata yang telah diplester dan diaci rapi, namun belum dicat. Ventilasi menggunakan roster, atap dari galvalum, dan pintu terbuat dari triplek [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/">Netizen Heboh! Bangunan mirip toilet di Boyolali telan anggaran 112 juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/">Netizen Heboh! Bangunan mirip toilet di Boyolali telan anggaran 112 juta</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="104" data-end="587">Sebuah bangunan kecil di pinggir area persawahan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah diketahui dibangun dengan anggaran Rp 112,8 juta. Bangunan berukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter ini memiliki dinding bata yang telah diplester dan diaci rapi, namun belum dicat. Ventilasi menggunakan roster, atap dari galvalum, dan pintu terbuat dari triplek lapis seng. Halaman depan dilapisi rabat beton agar terlihat lebih rapi.</p>
<p data-start="589" data-end="928">Wildan, kontraktor dari Rebwild Construction, menilai bahwa biaya sebesar Rp 25 juta sudah cukup untuk membangun bangunan serupa, termasuk fondasi bawah dan pemasangan bor sumur. &#8220;Rp 25 juta juga cukup, mahal malah. Fondasi bawahnya pun sudah, kalau sama bor sumurnya masih masuk kayaknya, Rp 25 juta sudah sampai terbangun,&#8221; jelas Wildan.</p>
<p data-start="930" data-end="1342">Namun, anggaran Rp 112,8 juta tersebut mencakup keseluruhan paket kegiatan irigasi perpompaan yang memiliki manfaat langsung bagi petani. Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retno Nawangtari, menjelaskan bahwa anggaran tersebut termasuk pembuatan sumur bor, pembelian mesin pompa, pemasangan pipa, instalasi listrik, dan pembangunan rumah pompa. &#8220;Paling banyak anggaran untuk pembuatan sumur dalam,&#8221; kata Retno.</p>
<p data-start="1344" data-end="1759">Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta, menambahkan bahwa kegiatan pembangunan irigasi perpompaan ini dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat. &#8220;Perlu ditegaskan bahwa kegiatan Irpom Tahun 2024 ini bukan dilaksanakan langsung oleh Dinas (Pertanian), melainkan melalui mekanisme swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="1761" data-end="2101">Lokasi bangunan kecil ini berada di pinggir areal persawahan wilayah Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Tepatnya di sebelah utara landasan pacu Bandara Adi Soemarmo. Bangunan ini cukup mudah ditemukan karena berada persis di pinggir jalan raya ruas Mangu-Donohudan yang menghubungkan Bandara dan Asrama Haji Donohudan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/">Netizen Heboh! Bangunan mirip toilet di Boyolali telan anggaran 112 juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/">Netizen Heboh! Bangunan mirip toilet di Boyolali telan anggaran 112 juta</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/netizen-heboh-bangunan-mirip-toilet-di-boyolali-telan-anggaran-112-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sektor Pertanian jadi Harapan Warga Bendungan untuk Marten Taha</title>
		<link>https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha</link>
					<comments>https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2022 13:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[MARTEN TAHA]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Warga bendungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=14880</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/">Sektor Pertanian jadi Harapan Warga Bendungan untuk Marten Taha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/">Sektor Pertanian jadi Harapan Warga Bendungan untuk Marten Taha</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KOTA GORONTALO - Sektor pertanian menjadi harapan besar masyarakat Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, untuk Marten Taha, ketika dirinya akan menjadi Gubernur Provinsi Gorontalo akan datang. Karena dari sekitar 12.854 jiwa jumlah penduduk Kecamatan Mananggu termasuk Desa Bendungan, rata-rata menggantungkan diri pada sektor pertanian. \"Pertanian bukan hanya sebatas profesi bagi kami, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan. Pertanian bukan hanya berbicara soal kapan kami harus menanam dan panen ..,\" \"Tetapi, melalui pertanian ini kami bisa bertahan hidup, menyekolahkan anak-anak kami agar masa depan mereka bisa terjaga, tidak akan seperti kami ..,\" \"Sehingga, jika kemudian satu diantara kebutuhan pertanian ini hilang, maka punah juga harapan dan masa depan kami dan anak-anak kami ..,\" \"Maka dari itu, kami sangat berharap, ketika Pak Marten Insyallah menjadi pemimpin atau Gubernur Provinsi Gorontalo akan datang, kami sangat berharap agar pertanian khususnya di Desa Bendung dapat lebih ditingkatkan,\" ujar Megawati seorang warga Desa Bendungan. Ia juga sempat menceritakan kondisi masyarakat Desa Bendungan, yang masih ada juga belum tersentuh oleh perhatian Pemerintah baik pusat dan daerah. \"Pupuk, benih dan lahan adalah satu kesatuan pada sektor pertanian. Jika satu diantara ketiga ini tidak terpenuhi, maka kami tidak bisa memastikan kebutuhan kami ..,\" \"Maka sekali lagi, kami berharap dan doakan semoga Pak Marten menjadi Gubernur Provinsi Gorontalo, yang bukan hanya dirindukan tetapi bisa mewujudkan masa depan cerah untuk masyarakat dan generasi Desa Bendungan,\" terangnya. Berbicara soal kemampuan Marten Taha untuk mewujudkan harpan dan aspirasi masyarakat, memang sudah tidak diragukan lagi. Hal ini diakui Kepala Desa Bendungan Ulul Azmi Kadji, yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo. \"Pak Marten Taha, adalah senior saya. Bukan tanpa alasan silaturahmi Pak Marten Taha dilaksanakan di kediaman kami, karena orang tua kami adalah bagian dari keluarga besar Partai Golkar ..,\" \"Dan bukan hanya kali ini Pak Marten Taha berkunjung serta menyerap aspirasi masyarakat, akan tetapi sudah sejak dulu saat beliau masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ..,\" \"Pak Marten sangat paham betul kondisi masyarakat di Kabupaten Boalemo, termasuk kondisi pertanian di Desa Bendungan ..,\" \"Sehingga, kami tidak ragu jika kemudian Pak Marten menjabat Gubernur Gorontalo akan datang, mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat ..,\" \"Maka mari kida doakan bersama, agar apa yang dicita-citakan kita semua untuk Pak Marten, dan cita-cita Pak Marten bisa terwujud,\" ungkapnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>KOTA GORONTALO &#8211; Sektor pertanian menjadi harapan besar masyarakat Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, untuk Marten Taha, ketika dirinya akan menjadi Gubernur Provinsi Gorontalo akan datang.</p>
<p>Karena dari sekitar 12.854 jiwa jumlah penduduk Kecamatan Mananggu termasuk Desa Bendungan, rata-rata menggantungkan diri pada sektor pertanian.</p>
<p>&#8220;Pertanian bukan hanya sebatas profesi bagi kami, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan. Pertanian bukan hanya berbicara soal kapan kami harus menanam dan panen ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Tetapi, melalui pertanian ini kami bisa bertahan hidup, menyekolahkan anak-anak kami agar masa depan mereka bisa terjaga, tidak akan seperti kami ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Sehingga, jika kemudian satu diantara kebutuhan pertanian ini hilang, maka punah juga harapan dan masa depan kami dan anak-anak kami ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka dari itu, kami sangat berharap, ketika Pak Marten Insyallah menjadi pemimpin atau Gubernur Provinsi Gorontalo akan datang, kami sangat berharap agar pertanian khususnya di Desa Bendung dapat lebih ditingkatkan,&#8221; ujar Megawati seorang warga Desa Bendungan.</p>
<p>Ia juga sempat menceritakan kondisi masyarakat Desa Bendungan, yang masih ada juga belum tersentuh oleh perhatian Pemerintah baik pusat dan daerah.</p>
<p>&#8220;Pupuk, benih dan lahan adalah satu kesatuan pada sektor pertanian. Jika satu diantara ketiga ini tidak terpenuhi, maka kami tidak bisa memastikan kebutuhan kami ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka sekali lagi, kami berharap dan doakan semoga Pak Marten menjadi Gubernur Provinsi Gorontalo, yang bukan hanya dirindukan tetapi bisa mewujudkan masa depan cerah untuk masyarakat dan generasi Desa Bendungan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Berbicara soal kemampuan Marten Taha untuk mewujudkan harpan dan aspirasi masyarakat, memang sudah tidak diragukan lagi.</p>
<p>Hal ini diakui Kepala Desa Bendungan Ulul Azmi Kadji, yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Pak Marten Taha, adalah senior saya. Bukan tanpa alasan silaturahmi Pak Marten Taha dilaksanakan di kediaman kami, karena orang tua kami adalah bagian dari keluarga besar Partai Golkar ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan bukan hanya kali ini Pak Marten Taha berkunjung serta menyerap aspirasi masyarakat, akan tetapi sudah sejak dulu saat beliau masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Pak Marten sangat paham betul kondisi masyarakat di Kabupaten Boalemo, termasuk kondisi pertanian di Desa Bendungan ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Sehingga, kami tidak ragu jika kemudian Pak Marten menjabat Gubernur Gorontalo akan datang, mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat ..,&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka mari kida doakan bersama, agar apa yang dicita-citakan kita semua untuk Pak Marten, dan cita-cita Pak Marten bisa terwujud,&#8221; ungkapnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/">Sektor Pertanian jadi Harapan Warga Bendungan untuk Marten Taha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/">Sektor Pertanian jadi Harapan Warga Bendungan untuk Marten Taha</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sektor-pertanian-jadi-harapan-warga-bendungan-untuk-marten-taha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
