<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perubahan Iklim Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/perubahan-iklim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/perubahan-iklim/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2026 06:56:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Perubahan Iklim Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/perubahan-iklim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan</title>
		<link>https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan</link>
					<comments>https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 06:56:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Dedikasi Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo Rescue]]></category>
		<category><![CDATA[Heriyanto SAdm]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-54 Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Kapasitas SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kesiapsiagaan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[operasi sar]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian dan Pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi Instansi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi SAR]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29577</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/">Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/">Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menggelar upacara peringatan di halaman kantor Basarnas Gorontalo, Senin (2/3/2026). Seluruh personel mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Upacara tersebut menjadi momentum refleksi atas pengabdian dan dedikasi Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, S.Adm, dalam sambutannya menegaskan komitmen Basarnas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks di masa mendatang. “Basarnas akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun dengan semangat profesionalisme dan soliditas, kami siap menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya,” ujar Heriyanto. Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan agar seluruh jajaran Basarnas di daerah senantiasa memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kesiapsiagaan, serta pemanfaatan teknologi modern dalam setiap operasi SAR. Menurut Heriyanto, fenomena perubahan iklim yang berimbas pada meningkatnya potensi bencana, tingginya mobilitas masyarakat, serta perkembangan pesat sektor transportasi dan teknologi menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi secara optimal. “Perubahan iklim memicu bertambahnya risiko bencana hidrometeorologi. Di sisi lain, peningkatan mobilitas masyarakat dan transportasi juga menuntut kesiapsiagaan yang maksimal. Karena itu, peningkatan kompetensi personel serta dukungan peralatan modern menjadi prioritas utama,” tambahnya. Peringatan HUT ke-54 Basarnas ini juga menjadi ajang untuk mempererat solidaritas antarpersonel, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan SAR di wilayah Gorontalo. Dengan mengusung semangat pengabdian dan kemanusiaan, Basarnas Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menggelar upacara peringatan di halaman kantor Basarnas Gorontalo, Senin (2/3/2026). Seluruh personel mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Upacara tersebut menjadi momentum refleksi atas pengabdian dan dedikasi Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Kepala Kantor SAR Gorontalo, <strong>Heriyanto, S.Adm</strong>, dalam sambutannya menegaskan komitmen Basarnas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks di masa mendatang.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Basarnas akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun dengan semangat profesionalisme dan soliditas, kami siap menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya,” ujar Heriyanto.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan agar seluruh jajaran Basarnas di daerah senantiasa memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kesiapsiagaan, serta pemanfaatan teknologi modern dalam setiap operasi SAR.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut Heriyanto, fenomena perubahan iklim yang berimbas pada meningkatnya potensi bencana, tingginya mobilitas masyarakat, serta perkembangan pesat sektor transportasi dan teknologi menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi secara optimal.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Perubahan iklim memicu bertambahnya risiko bencana hidrometeorologi. Di sisi lain, peningkatan mobilitas masyarakat dan transportasi juga menuntut kesiapsiagaan yang maksimal. Karena itu, peningkatan kompetensi personel serta dukungan peralatan modern menjadi prioritas utama,” tambahnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Peringatan HUT ke-54 Basarnas ini juga menjadi ajang untuk mempererat solidaritas antarpersonel, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan SAR di wilayah Gorontalo.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dengan mengusung semangat pengabdian dan kemanusiaan, Basarnas Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/">Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/">Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tak-hanya-upacara-basarnas-gorontalo-jadikan-hut-ke-54-momentum-perkuat-kesiapsiagaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia</title>
		<link>https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia</link>
					<comments>https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 13:55:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[biomarker jantung]]></category>
		<category><![CDATA[BNP dan troponin]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas kedokteran ung]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[heat stroke]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[krisis iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Nayla Prima Dyta]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian UNG]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kardiovaskular]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[sistem kesehatan adaptif]]></category>
		<category><![CDATA[stress panas]]></category>
		<category><![CDATA[suhu panas ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29335</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/">Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/">Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Kenaikan suhu global yang memicu gelombang panas ekstrem kini bukan lagi ancaman yang jauh di horizon. Fenomena cuaca ekstrem yang turut melanda Provinsi Gorontalo telah menunjukkan dampak langsung terhadap kesehatan manusia, khususnya pada organ vital seperti jantung dan pembuluh darah. Kajian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dipimpin oleh Nayla Prima Dyta dan tim penelitinya mengungkap fakta mengejutkan: perubahan iklim kini bukan hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga sedang “mengincar” denyut jantung kita. Menurut hasil penelitian tersebut, heat stroke akibat paparan panas ekstrem bukan sekadar “kepanasan biasa”, melainkan krisis kardiovaskular akut yang dapat menyebabkan kegagalan organ hanya dalam hitungan beberapa jam. Data epidemiologis menunjukkan fakta yang mencemaskan — setiap kenaikan suhu lingkungan sebesar 1°C di atas ambang batas lokal, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat hingga 2,1 persen. Namun bahaya utama justru terletak pada apa yang disebut peneliti sebagai “efek jeda”. Kematian tidak selalu terjadi pada puncak suhu, melainkan beberapa hari setelah paparan panas berlangsung. Kondisi ini menjelaskan lonjakan kasus serangan jantung mendadak dan gangguan irama jantung di berbagai negara, termasuk wilayah tropis seperti Indonesia. Kelompok paling rentan mencakup lansia, penderita penyakit jantung, pekerja luar ruangan, serta warga perkotaan yang tinggal di area padat dan minim ruang hijau. Badai Biologis di Dalam Tubuh Secara fisiologis, tubuh manusia berupaya mendinginkan diri melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah. Namun dalam kondisi suhu ekstrem, jantung bekerja seperti mesin yang dipaksa beroperasi di luar batasnya. Penelitian UNG menemukan fenomena medis yang disebut “myocardial stunning” — fase di mana jantung awalnya bekerja sangat keras untuk menstabilkan tubuh, tetapi dalam waktu 24–48 jam, pompa jantung dapat drop drastis akibat stres panas dan peradangan sistemik. Akibatnya, tekanan darah menurun, aliran darah ke organ vital terganggu, dan tubuh mulai mengalami gagal organ multipel. Kondisi ini bahkan dapat terjadi pada individu sehat tanpa riwayat penyakit kardiovaskular. Bahaya Tersembunyi dari Darah Kita Tim peneliti juga mendeteksi biomarker jantung dan peradangan sebagai indikator bahaya dini. Sekitar 70 persen pasien heat stroke menunjukkan peningkatan troponin, penanda kerusakan otot jantung, sementara lebih dari separuh mengalami kenaikan kadar BNP, penanda awal gagal jantung. Temuan lainnya memperlihatkan tingginya kadar IL-6 dan D-dimer, yang menunjukkan peradangan tinggi serta gangguan pembekuan darah — kombinasi yang dapat menjadi awal dari badai biologis penyebab gagal multi-organ. “Dengan kata lain,” tulis tim peneliti, “heat stroke bukan sekadar suhu tubuh tinggi, tetapi reaksi biologis ekstrem yang bisa melumpuhkan sistem jantung dan sirkulasi manusia.” Tantangan Diagnosis: Saat “Panas” Tak Terlihat Penelitian ini juga menyoroti lemahnya deteksi dini di fasilitas kesehatan. Beberapa pasien heat stroke berat ditemukan memiliki suhu kulit atau ketiak yang normal, padahal suhu inti tubuh sudah menembus greater than40°C. Perbedaan ini terjadi karena kegagalan sirkulasi membuat permukaan kulit terasa lebih dingin, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis. Akibatnya, pasien kehilangan waktu emas untuk menerima perawatan pendinginan agresif — satu-satunya langkah penyelamat nyawa. Krisis Kesehatan di Tengah Krisis Iklim Peneliti UNG menegaskan bahwa perubahan iklim telah “masuk” ke ruang gawat darurat. Heat stroke harus dipandang sebagai penyakit jantung akut yang dipicu iklim, bukan lagi semata gangguan cuaca. Karena itu, diperlukan langkah terpadu — mulai dari sistem peringatan dini gelombang panas, perlindungan bagi pekerja luar ruangan, hingga perencanaan kota yang ramah iklim dan bervegetasi cukup. Fasilitas kesehatan juga didorong untuk memperkuat protokol penanganan darurat suhu tinggi dengan pemantauan jantung intensif. Tanpa adaptasi kebijakan di sektor kesehatan, beban penyakit kardiovaskular akibat panas ekstrem diperkirakan melonjak tajam dalam satu dekade ke depan, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Menjaga Denyut Jantung di Dunia yang Memanas Pada bagian akhir, penelitian ini menyiratkan pesan penting: iklim yang memanas adalah ujian baru bagi ketahanan biologis manusia. Melindungi masyarakat dari heat stroke tidak boleh sebatas imbauan untuk minum air atau berteduh. Diperlukan sistem kesehatan tangguh yang siap menghadapi dampak perubahan iklim — sistem yang tak hanya menjaga bumi, tetapi juga menyelamatkan jantung manusia. (Artikel penelitian ini telah dipublikasikan melalui laman jurnal: Jurnal Kesehatan Saintek, UNISMUH Palu – 2025)", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Kenaikan suhu global yang memicu <strong>gelombang panas ekstrem</strong> kini bukan lagi ancaman yang jauh di horizon. Fenomena cuaca ekstrem yang turut melanda <strong>Provinsi Gorontalo</strong> telah menunjukkan dampak langsung terhadap <strong>kesehatan manusia</strong>, khususnya pada organ vital seperti <strong>jantung dan pembuluh darah</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kajian terbaru dari <strong>Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG)</strong> yang dipimpin oleh <strong>Nayla Prima Dyta</strong> dan tim penelitinya mengungkap fakta mengejutkan: <strong>perubahan iklim kini bukan hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga sedang “mengincar” denyut jantung kita.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut hasil penelitian tersebut, <strong>heat stroke</strong> akibat paparan panas ekstrem bukan sekadar “kepanasan biasa”, melainkan <strong>krisis kardiovaskular akut</strong> yang dapat menyebabkan kegagalan organ hanya dalam hitungan beberapa jam.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Data epidemiologis menunjukkan fakta yang mencemaskan — setiap <strong>kenaikan suhu lingkungan sebesar 1°C di atas ambang batas lokal</strong>, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat hingga <strong>2,1 persen</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun bahaya utama justru terletak pada apa yang disebut peneliti sebagai <strong>“efek jeda”</strong>. Kematian tidak selalu terjadi pada puncak suhu, melainkan beberapa hari setelah paparan panas berlangsung. Kondisi ini menjelaskan lonjakan kasus <strong>serangan jantung mendadak dan gangguan irama jantung</strong> di berbagai negara, termasuk wilayah tropis seperti Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kelompok <strong>paling rentan</strong> mencakup lansia, penderita penyakit jantung, pekerja luar ruangan, serta warga perkotaan yang tinggal di area padat dan minim ruang hijau.</p>
<hr class="bg-subtle h-px border-0" />
<h2 class="mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end font-sans visRefresh2026AnswerSerif:font-editorial font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Badai Biologis di Dalam Tubuh</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Secara fisiologis, tubuh manusia berupaya mendinginkan diri melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah. Namun dalam kondisi suhu ekstrem, jantung bekerja seperti mesin yang dipaksa beroperasi di luar batasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Penelitian UNG menemukan fenomena medis yang disebut <strong>“myocardial stunning”</strong> — fase di mana jantung awalnya bekerja sangat keras untuk menstabilkan tubuh, tetapi dalam waktu 24–48 jam, pompa jantung dapat <strong>drop drastis</strong> akibat stres panas dan peradangan sistemik.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Akibatnya, tekanan darah menurun, aliran darah ke organ vital terganggu, dan tubuh mulai mengalami <strong>gagal organ multipel</strong>. Kondisi ini bahkan dapat terjadi pada individu sehat tanpa riwayat penyakit kardiovaskular.</p>
<hr class="bg-subtle h-px border-0" />
<h2 class="mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end font-sans visRefresh2026AnswerSerif:font-editorial font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Bahaya Tersembunyi dari Darah Kita</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tim peneliti juga mendeteksi <strong>biomarker jantung dan peradangan</strong> sebagai indikator bahaya dini. Sekitar <strong>70 persen pasien heat stroke</strong> menunjukkan peningkatan <strong>troponin</strong>, penanda kerusakan otot jantung, sementara lebih dari separuh mengalami kenaikan kadar <strong>BNP</strong>, penanda awal gagal jantung.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Temuan lainnya memperlihatkan tingginya kadar <strong>IL-6 dan D-dimer</strong>, yang menunjukkan peradangan tinggi serta gangguan pembekuan darah — kombinasi yang dapat menjadi awal dari <strong>badai biologis</strong> penyebab gagal multi-organ.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Dengan kata lain,” tulis tim peneliti, “<strong>heat stroke bukan sekadar suhu tubuh tinggi, tetapi reaksi biologis ekstrem yang bisa melumpuhkan sistem jantung dan sirkulasi manusia.</strong>”</p>
<hr class="bg-subtle h-px border-0" />
<h2 class="mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end font-sans visRefresh2026AnswerSerif:font-editorial font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Tantangan Diagnosis: Saat “Panas” Tak Terlihat</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Penelitian ini juga menyoroti lemahnya deteksi dini di fasilitas kesehatan. Beberapa pasien <strong>heat stroke berat</strong> ditemukan memiliki suhu kulit atau ketiak yang normal, padahal suhu inti tubuh sudah menembus <strong>&gt;40°C</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Perbedaan ini terjadi karena kegagalan sirkulasi membuat permukaan kulit terasa lebih dingin, sehingga sering terjadi <strong>kesalahan diagnosis</strong>. Akibatnya, pasien kehilangan waktu emas untuk menerima perawatan pendinginan agresif — satu-satunya langkah penyelamat nyawa.</p>
<hr class="bg-subtle h-px border-0" />
<h2 class="mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end font-sans visRefresh2026AnswerSerif:font-editorial font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Krisis Kesehatan di Tengah Krisis Iklim</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Peneliti UNG menegaskan bahwa perubahan iklim telah “masuk” ke ruang gawat darurat. <strong>Heat stroke harus dipandang sebagai penyakit jantung akut yang dipicu iklim</strong>, bukan lagi semata gangguan cuaca.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Karena itu, diperlukan langkah terpadu — mulai dari <strong>sistem peringatan dini gelombang panas</strong>, perlindungan bagi <strong>pekerja luar ruangan</strong>, hingga <strong>perencanaan kota yang ramah iklim dan bervegetasi cukup.</strong> Fasilitas kesehatan juga didorong untuk memperkuat <strong>protokol penanganan darurat suhu tinggi</strong> dengan pemantauan jantung intensif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tanpa adaptasi kebijakan di sektor kesehatan, <strong>beban penyakit kardiovaskular akibat panas ekstrem</strong> diperkirakan melonjak tajam dalam satu dekade ke depan, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia.</p>
<hr class="bg-subtle h-px border-0" />
<h2 class="mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end font-sans visRefresh2026AnswerSerif:font-editorial font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Menjaga Denyut Jantung di Dunia yang Memanas</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada bagian akhir, penelitian ini menyiratkan pesan penting: <strong>iklim yang memanas adalah ujian baru bagi ketahanan biologis manusia</strong>. Melindungi masyarakat dari heat stroke tidak boleh sebatas imbauan untuk minum air atau berteduh.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Diperlukan <strong>sistem kesehatan tangguh</strong> yang siap menghadapi dampak perubahan iklim — sistem yang tak hanya menjaga bumi, tetapi juga <strong>menyelamatkan jantung manusia</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">(<strong>Artikel penelitian ini telah dipublikasikan melalui laman jurnal:</strong> <a class="reset interactable cursor-pointer decoration-1 underline-offset-1 text-super hover:underline font-semibold" href="https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9514/6476" target="_blank" rel="nofollow noopener"><span class="text-box-trim-both">Jurnal Kesehatan Saintek, UNISMUH Palu – 2025</span></a>)
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/">Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/">Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/alarm-panas-ekstrem-ketika-perubahan-iklim-mulai-membajak-jantung-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mangrove Terancam! Aktivitas Tambang di Touna Tuai Kecaman</title>
		<link>https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman</link>
					<comments>https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 15:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Touna]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Nasional Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[hersal febrian]]></category>
		<category><![CDATA[klhk]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[PP Nomor 27 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PT Indo Tambang Pasir Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[tambang pasir]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Una-Una]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29148</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/">Mangrove Terancam! Aktivitas Tambang di Touna Tuai Kecaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/">Mangrove Terancam! Aktivitas Tambang di Touna Tuai Kecaman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Tojo Una-Una - Aktivitas pertambangan pasir milik PT Indo Tambang Pasir Utama di Desa Balanggala, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, menuai sorotan tajam dari kalangan pemerhati lingkungan. Sejumlah pihak menilai kegiatan tambang tersebut berpotensi merusak ekosistem mangrove yang menjadi benteng alami kawasan pesisir. Pemerhati lingkungan asal Touna, Hersal Febrian, secara terbuka mempertanyakan dampak serius aktivitas pertambangan terhadap kelestarian mangrove. Ia menyebut bahwa beberapa kawasan mangrove di sekitar pesisir yang masih masuk dalam wilayah konsesi perusahaan diduga ikut diratakan akibat kegiatan pertambangan. Berdasarkan dokumen resmi, PT Indo Tambang Pasir Utama mengantongi Izin Usaha Produksi (IUP) bernomor 27072200825840001 dengan luas lahan konsesi mencapai 24 hektar. Namun, hasil temuan lapangan yang diungkapkan sejumlah warga menunjukkan adanya aktivitas yang berpotensi mengancam kelestarian vegetasi mangrove di sekitar lokasi tersebut. “Apakah Dinas Lingkungan Hidup mengetahui bahwa saat ini pemerintah sedang gencar melaksanakan Gerakan Nasional Perlindungan Ekosistem Mangrove sebagai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2025? Lalu bagaimana bentuk pengawasan terhadap aktivitas tambang ini?” ujar Hersal, Senin (20/01/2026). Ia menegaskan bahwa mangrove bukan sekadar vegetasi pantai, melainkan ekosistem penting yang berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penahan badai, hingga penyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim. “Apakah perusahaan sadar bahwa mangrove adalah benteng utama menghadapi perubahan iklim dan abrasi? Jika area ini rusak, siapa yang bertanggung jawab atas dampak ekologisnya?” tegas Hersal. Lebih lanjut, ia juga menyoroti lemahnya transparansi perusahaan dan instansi terkait dalam menjawab kekhawatiran publik. Menurutnya, praktik eksploitasi di kawasan pesisir tanpa mitigasi jelas berpotensi memperburuk krisis ekologi yang kini menjadi perhatian global. Sorotan publik terhadap kasus ini muncul beriringan dengan komitmen kuat pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan hutan mangrove. Belum lama ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menggelar kegiatan penanaman mangrove yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai simbol penguatan gerakan nasional perlindungan ekosistem pesisir. Menurut Hersal, kondisi di Desa Balanggala justru kontradiktif dengan semangat program nasional tersebut. Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan kegiatan PT Indo Tambang Pasir Utama serta meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tojo Una-Una bersikap terbuka terkait langkah pengawasan dan penegakan aturan lingkungan. “Jangan sampai komitmen nasional perlindungan mangrove hanya menjadi slogan, sementara di lapangan, habitat penting pesisir dirusak tanpa pengawasan yang jelas,” pungkas Hersal.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tojo Una-Una &#8211; Aktivitas pertambangan pasir milik <strong>PT Indo Tambang Pasir Utama</strong> di Desa Balanggala, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, menuai sorotan tajam dari kalangan pemerhati lingkungan. Sejumlah pihak menilai kegiatan tambang tersebut berpotensi merusak ekosistem mangrove yang menjadi benteng alami kawasan pesisir.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pemerhati lingkungan asal Touna, <strong>Hersal Febrian</strong>, secara terbuka mempertanyakan dampak serius aktivitas pertambangan terhadap kelestarian mangrove. Ia menyebut bahwa beberapa kawasan mangrove di sekitar pesisir yang masih masuk dalam wilayah konsesi perusahaan diduga ikut diratakan akibat kegiatan pertambangan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Berdasarkan dokumen resmi, PT Indo Tambang Pasir Utama mengantongi <strong>Izin Usaha Produksi (IUP)</strong> bernomor <strong>27072200825840001</strong> dengan luas lahan konsesi mencapai <strong>24 hektar</strong>. Namun, hasil temuan lapangan yang diungkapkan sejumlah warga menunjukkan adanya aktivitas yang berpotensi mengancam kelestarian vegetasi mangrove di sekitar lokasi tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Apakah Dinas Lingkungan Hidup mengetahui bahwa saat ini pemerintah sedang gencar melaksanakan <em>Gerakan Nasional Perlindungan Ekosistem Mangrove</em> sebagai implementasi <strong>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2025</strong>? Lalu bagaimana bentuk pengawasan terhadap aktivitas tambang ini?” ujar Hersal, Senin (20/01/2026).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menegaskan bahwa mangrove bukan sekadar vegetasi pantai, melainkan ekosistem penting yang berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penahan badai, hingga penyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Apakah perusahaan sadar bahwa mangrove adalah benteng utama menghadapi perubahan iklim dan abrasi? Jika area ini rusak, siapa yang bertanggung jawab atas dampak ekologisnya?” tegas Hersal.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, ia juga menyoroti lemahnya transparansi perusahaan dan instansi terkait dalam menjawab kekhawatiran publik. Menurutnya, praktik eksploitasi di kawasan pesisir tanpa mitigasi jelas berpotensi memperburuk krisis ekologi yang kini menjadi perhatian global.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sorotan publik terhadap kasus ini muncul beriringan dengan komitmen kuat <strong>pemerintah pusat</strong> dalam memperkuat perlindungan hutan mangrove. Belum lama ini, <strong>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)</strong> bersama <strong>Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH)</strong> menggelar kegiatan penanaman mangrove yang dihadiri langsung oleh <strong>Wakil Presiden Republik Indonesia</strong> sebagai simbol penguatan gerakan nasional perlindungan ekosistem pesisir.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut Hersal, kondisi di Desa Balanggala justru kontradiktif dengan semangat program nasional tersebut. Ia mendesak <strong>evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan kegiatan PT Indo Tambang Pasir Utama</strong> serta meminta <strong>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tojo Una-Una</strong> bersikap terbuka terkait langkah pengawasan dan penegakan aturan lingkungan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jangan sampai komitmen nasional perlindungan mangrove hanya menjadi slogan, sementara di lapangan, habitat penting pesisir dirusak tanpa pengawasan yang jelas,” pungkas Hersal.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/">Mangrove Terancam! Aktivitas Tambang di Touna Tuai Kecaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/">Mangrove Terancam! Aktivitas Tambang di Touna Tuai Kecaman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/mangrove-terancam-aktivitas-tambang-di-touna-tuai-kecaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan</title>
		<link>https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan</link>
					<comments>https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 11:47:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BMN Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[BPDAS Bone Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Hijaukan Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Pemda]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Saka Wanabakti]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28659</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/">BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/">BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR - Kegiatan Bulan Menanam Nasional (BMN) Desember 2025 resmi dilaksanakan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Mengusung tema “Hijaukan Bumi, Pulihkan Negeri”, acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat terlibat secara aktif dalam pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan sekitar. Kegiatan diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Limboto, dengan turut melibatkan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo yang dikenal aktif dalam program-program penanaman, pemeliharaan pohon, dan konservasi hutan. Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo, Kak Bakri Nongko, menyatakan bahwa BMN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan nyata untuk menguatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan fungsinya. “Bulan Menanam Nasional adalah kesempatan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kepedulian dan tanggung jawab lingkungan sejak dini,” ujar Kak Bakri Nongko. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi antara BPDAS Bone Limboto, pemerintah daerah, dan Saka Wanabakti merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan lingkungan, terutama hutan dan lahan, serta meningkatkan tutupan vegetasi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Kegiatan penanaman di Limboto menjadi simbol bahwa kerja pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri; dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, terutama kalangan generasi muda. Dengan terselenggaranya BMN 2025, diharapkan kesadaran masyarakat Gorontalo terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat, sejalan dengan semangat menghijaukan bumi dan memulihkan negeri. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo (selaku Ketua Mabida Gerakan Pramuka), Kadis LHK Provinsi Gorontalo (selaku Ketua Mabisa Wanabakti), Kepala BPDAS Bone Limboto (selaku Ketua Mabisaka Wanabakti Cabang Gorontalo), Sekda Kabupaten Gorontalo, serta berbagai pihak terkait lainnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">KABGOR &#8211; Kegiatan Bulan Menanam Nasional (BMN) Desember 2025 resmi dilaksanakan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Mengusung tema “Hijaukan Bumi, Pulihkan Negeri”, acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat terlibat secara aktif dalam pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan sekitar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Limboto, dengan turut melibatkan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo yang dikenal aktif dalam program-program penanaman, pemeliharaan pohon, dan konservasi hutan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo, Kak Bakri Nongko, menyatakan bahwa BMN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan nyata untuk menguatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan fungsinya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Bulan Menanam Nasional adalah kesempatan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kepedulian dan tanggung jawab lingkungan sejak dini,” ujar Kak Bakri Nongko.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi antara BPDAS Bone Limboto, pemerintah daerah, dan Saka Wanabakti merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan lingkungan, terutama hutan dan lahan, serta meningkatkan tutupan vegetasi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan penanaman di Limboto menjadi simbol bahwa kerja pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri; dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, terutama kalangan generasi muda.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dengan terselenggaranya BMN 2025, diharapkan kesadaran masyarakat Gorontalo terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat, sejalan dengan semangat menghijaukan bumi dan memulihkan negeri.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo (selaku Ketua Mabida Gerakan Pramuka), Kadis LHK Provinsi Gorontalo (selaku Ketua Mabisa Wanabakti), Kepala BPDAS Bone Limboto (selaku Ketua Mabisaka Wanabakti Cabang Gorontalo), Sekda Kabupaten Gorontalo, serta berbagai pihak terkait lainnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/">BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/">BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bmn-2025-ketika-generasi-muda-jadi-mesin-pemulihan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Superkomputer NASA dan Jepang Prediksi Kapan Kiamat Datang</title>
		<link>https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang</link>
					<comments>https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 06:13:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[biosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[Kazumi Ozaki]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan di bumi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan bumi]]></category>
		<category><![CDATA[NASA]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi akhir dunia]]></category>
		<category><![CDATA[radiasi matahari]]></category>
		<category><![CDATA[sains ruang angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[simulasi NASA]]></category>
		<category><![CDATA[superkomputer]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Toho University]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kolaborasi antara ilmuwan Jepang dan Amerika Serikat melahirkan sebuah penelitian luar biasa yang mengguncang dunia sains. Para peneliti dari Toho University di Jepang bersama tim NASA berhasil memprediksi kapan kehidupan di Bumi akan berakhir. Berdasarkan simulasi menggunakan superkomputer berdaya tinggi, manusia dan seluruh makhluk hidup diperkirakan akan lenyap ketika planet ini tidak lagi mampu menopang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/">Superkomputer NASA dan Jepang Prediksi Kapan Kiamat Datang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/">Superkomputer NASA dan Jepang Prediksi Kapan Kiamat Datang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kolaborasi antara ilmuwan Jepang dan Amerika Serikat melahirkan sebuah penelitian luar biasa yang mengguncang dunia sains. Para peneliti dari Toho University di Jepang bersama tim NASA berhasil memprediksi kapan kehidupan di Bumi akan berakhir. Berdasarkan simulasi menggunakan superkomputer berdaya tinggi, manusia dan seluruh makhluk hidup diperkirakan akan lenyap ketika planet ini tidak lagi mampu menopang kehidupan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Penelitian ini berjudul <em>The Future Lifespan of Earth’s Oxygenated Atmosphere</em>, yang menyoroti keterkaitan antara umur Bumi dan evolusi Matahari. Dalam miliaran tahun ke depan, Matahari diprediksi terus memanas dan melebar, menjadikan lingkungan Bumi semakin panas dan tidak bersahabat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut hasil dari 400.000 simulasi, para ilmuwan memperkirakan Bumi akan benar-benar tidak bisa dihuni pada tahun 1.000.002.021. Pada waktu itu, suhu permukaan bumi akan mencapai titik ekstrem, samudra-samudra akan menguap, dan atmosfer secara bertahap menipis hingga tidak ada satu pun mikroorganisme yang bisa bertahan hidup.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, kehidupan manusia tampaknya tidak akan mencapai sejauh itu. Simulasi menunjukkan peningkatan intensitas radiasi dari Matahari dapat mempercepat perubahan iklim dan atmosfer, menyebabkan suhu global naik drastis dan kadar oksigen menurun jauh sebelum waktu tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pemimpin penelitian, Kazumi Ozaki, mengungkapkan:<br />
“Selama bertahun-tahun, masa hidup biosfer di Bumi telah didiskusikan berdasarkan peningkatan kecerahan Matahari yang stabil.”<br />
Ia menambahkan bahwa sebelumnya ilmuwan memperkirakan kehidupan di Bumi masih punya waktu dua miliar tahun lagi, tetapi model terbaru justru menunjukkan masa itu bisa terpotong setengahnya. Dalam tulisannya, Ozaki menegaskan:<br />
“Jika benar, seseorang bisa memperkirakan bahwa tingkat O₂ atmosfer juga pada akhirnya akan menurun di masa depan yang jauh.”</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Para ilmuwan NASA menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian alami dari evolusi bintang. Namun, aktivitas manusia mempercepat sejumlah efek yang semestinya terjadi jutaan tahun lagi. Data NASA Goddard Institute (2024) menunjukkan intensitas aktivitas Matahari meningkat sekitar 10% setiap satu miliar tahun, menyebabkan peningkatan suhu jangka panjang dan tekanan terhadap sistem biosfer planet.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Media besar seperti <em>The Guardian</em> dan <em>National Geographic</em> juga menyoroti fakta bahwa pemanasan global buatan manusia memperburuk proses alami ini. <em>NOAA</em> melaporkan bahwa tahun 2024 mencatat suhu global tertinggi sejak pengamatan dimulai, mempercepat pelelehan es di kutub dan menurunkan kestabilan atmosfer — tanda bahwa perubahan iklim kini bukan sekadar proyeksi masa depan, melainkan realitas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Meskipun akhir Bumi diperkirakan baru akan terjadi sekitar satu miliar tahun lagi, para ilmuwan menegaskan bahwa dampaknya sudah terasa. “Selama kita sempat memainkan GTA 6, belum perlu panik,” tulis artikel tersebut dengan nada humor, namun di baliknya tersimpan peringatan serius: planet ini sedang kehilangan keseimbangan, dan waktu untuk bertindak semakin sempit.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/">Superkomputer NASA dan Jepang Prediksi Kapan Kiamat Datang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/">Superkomputer NASA dan Jepang Prediksi Kapan Kiamat Datang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/superkomputer-nasa-dan-jepang-prediksi-kapan-kiamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Jenis Penyu Masih Hidup di Gorontalo, tapi Populasinya Terus Menyusut</title>
		<link>https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut</link>
					<comments>https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 14:42:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ancaman Sampah Laut]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sulawesi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Laut Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Mapala Belantara UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Oluhuta Paradise]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Satwa Dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Populasi Penyu Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26607</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/">Empat Jenis Penyu Masih Hidup di Gorontalo, tapi Populasinya Terus Menyusut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/">Empat Jenis Penyu Masih Hidup di Gorontalo, tapi Populasinya Terus Menyusut</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb5" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo, mengingatkan bahwa keberlangsungan penyu di wilayah Gorontalo kian terancam. Berbagai faktor menjadi penyebab, mulai dari aktivitas manusia, pencemaran sampah laut, hingga dampak perubahan iklim. Perwakilan BKSDA, Fransisko Tambunan, mengungkapkan bahwa penyu hijau menjadi salah satu spesies paling rentan terhadap kepunahan. Meski praktik perburuan sudah menurun, tantangan lain justru semakin kompleks. “Di Gorontalo pernah ditemukan sekitar 75 sampai 85 butir telur penyu. Telur itu kami relokasi ke lokasi penetasan agar terhindar dari predator, seperti biawak, burung, maupun manusia. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 50 yang berhasil menetas,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam diskusi Mapala Belantara FIP UNG di Oluhuta Paradise, Bone Bolango, Sabtu (16/08/2025).", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="281" data-end="611">Gorontalo &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo, mengingatkan bahwa keberlangsungan penyu di wilayah Gorontalo kian terancam. Berbagai faktor menjadi penyebab, mulai dari aktivitas manusia, pencemaran sampah laut, hingga dampak perubahan iklim.</p>
<p data-start="613" data-end="832">Perwakilan BKSDA, <strong data-start="631" data-end="653">Fransisko Tambunan</strong>, mengungkapkan bahwa <strong data-start="675" data-end="750">penyu hijau menjadi salah satu spesies paling rentan terhadap kepunahan</strong>. Meski praktik perburuan sudah menurun, tantangan lain justru semakin kompleks.</p>
<p data-start="834" data-end="1214">“Di Gorontalo pernah ditemukan sekitar 75 sampai 85 butir telur penyu. Telur itu kami relokasi ke lokasi penetasan agar terhindar dari predator, seperti biawak, burung, maupun manusia. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 50 yang berhasil menetas,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam diskusi Mapala Belantara FIP UNG di Oluhuta Paradise, Bone Bolango, Sabtu (16/08/2025).
<p data-start="834" data-end="1214"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-26609" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-17-at-05.58.04-copy-300x177.jpeg" alt="" width="746" height="440" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-17-at-05.58.04-copy-300x177.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-17-at-05.58.04-copy-768x454.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-17-at-05.58.04-copy.jpeg 800w" sizes="(max-width: 746px) 100vw, 746px" /></p>
<p data-start="1216" data-end="1478"><button id="bb6" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb6.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Menurut Fransisko, persoalan sampah laut menjadi ancaman nyata. Limbah yang terbawa arus sungai membuat penyu enggan kembali ke lokasi bertelur. Sementara itu, perubahan iklim juga turut memengaruhi jenis kelamin tukik, karena suhu pasir yang tidak stabil. “Kalau habitatnya sudah tercemar, penyu akan meninggalkan tempat itu. Situasi ini berbahaya bagi masa depan populasi mereka,” tegasnya. Berdasarkan data BKSDA, terdapat empat jenis penyu yang masih ditemukan di Gorontalo, yakni penyu sisik, tempayan, belimbing, dan penyu hijau. Karena itu, Fransisko menegaskan bahwa upaya konservasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. “Penyu adalah indikator kesehatan laut. Jika mereka punah, maka itu pertanda ekosistem laut kita sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="1216" data-end="1478">Menurut Fransisko, persoalan <strong data-start="1245" data-end="1282">sampah laut menjadi ancaman nyata</strong>. Limbah yang terbawa arus sungai membuat penyu enggan kembali ke lokasi bertelur. Sementara itu, perubahan iklim juga turut memengaruhi jenis kelamin tukik, karena suhu pasir yang tidak stabil.</p>
<p data-start="1480" data-end="1617"><em>“Kalau habitatnya sudah tercemar, penyu akan meninggalkan tempat itu. Situasi ini berbahaya bagi masa depan populasi mereka,” tegasnya.</em></p>
<p data-start="1619" data-end="1866">Berdasarkan data BKSDA, terdapat empat jenis penyu yang masih ditemukan di Gorontalo, yakni penyu sisik, tempayan, belimbing, dan penyu hijau. Karena itu, Fransisko menegaskan bahwa upaya konservasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.</p>
<p data-start="1868" data-end="2008"><em>“Penyu adalah indikator kesehatan laut. Jika mereka punah, maka itu pertanda ekosistem laut kita sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.</em></p>
<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/">Empat Jenis Penyu Masih Hidup di Gorontalo, tapi Populasinya Terus Menyusut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/">Empat Jenis Penyu Masih Hidup di Gorontalo, tapi Populasinya Terus Menyusut</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/empat-jenis-penyu-masih-hidup-di-gorontalo-tapi-populasinya-terus-menyusut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
