<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pilkada gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pilkada-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pilkada-gorontalo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 23:17:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pilkada gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pilkada-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tidak Ada Penutupan! Pelataran Sentral Tetap Buka Pasca Insiden Penikaman</title>
		<link>https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman</link>
					<comments>https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 02:14:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[insiden penikaman]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan kota]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[konflik pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[kota gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Papip Celebes]]></category>
		<category><![CDATA[pelataran sentral]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wali kota gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28592</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/">Tidak Ada Penutupan! Pelataran Sentral Tetap Buka Pasca Insiden Penikaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/">Tidak Ada Penutupan! Pelataran Sentral Tetap Buka Pasca Insiden Penikaman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memastikan Pelataran Sentral tetap beroperasi seperti biasa pascainsiden penikaman yang terjadi pada Ahad (7/12/2025) dini hari. Dalam kunjungannya di lokasi kejadian, Adhan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan pelaku UMKM atas insiden tersebut. Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi bukan berasal dari masalah di Pelataran Sentral, melainkan murni konflik pribadi antara dua orang. “Masalah ini sudah berlangsung sejak Pilkada setahun lalu. Saat itu Rion menulis di media sosial bahwa Starki hanyalah nama hewan, bahkan dia menyinggung soal utang pribadi saya. Itu yang menjadi sumber persoalan,” jelas Adhan. Menurutnya, kejadian di Pelataran Sentral hanya kebetulan karena kedua pihak bertemu di tempat itu. “Kebetulan Starki dan Rion bertemu di Sentral. Saat Starki menegur Rion, terjadi adu kata yang berujung penyerangan,” ungkapnya. Adhan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Papip Celebes, pihak penyelenggara kegiatan, yang sigap membantu para pelaku UMKM terdampak akibat keributan tersebut. Ia meminta agar setiap pelaku usaha yang merasa mengalami kerugian dapat melapor dengan jujur dan disertai bukti transaksi. “Jangan ditambah-tambah. Kalau menambah itu menjadi dosa. Untuk pesanan yang belum dibayar, harus dilengkapi nota. Saya juga mengingatkan agar teman-teman yang ingin membantu kerugian UMKM memberikan bantuan dalam bentuk barang, bukan uang,” tegas Adhan. Wali Kota dua periode itu turut menyampaikan harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. “Insya Allah, peristiwa seperti tadi malam tidak terjadi lagi ke depan,” ucapnya yang diamini pengunjung Pelataran Sentral. Melalui penegasan ini, pemerintah kota ingin memastikan masyarakat bahwa Pelataran Sentral tetap aman untuk beraktivitas, baik bagi pengunjung maupun pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kota Gorontalo &#8211; Wali Kota Gorontalo <strong>Adhan Dambea</strong> memastikan <strong>Pelataran Sentral</strong> tetap beroperasi seperti biasa pascainsiden penikaman yang terjadi pada <strong>Ahad (7/12/2025) dini hari</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam kunjungannya di lokasi kejadian, Adhan menyampaikan <strong>permohonan maaf</strong> kepada seluruh masyarakat dan pelaku UMKM atas insiden tersebut. Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi bukan berasal dari masalah di Pelataran Sentral, melainkan <strong>murni konflik pribadi antara dua orang</strong>.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Masalah ini sudah berlangsung sejak Pilkada setahun lalu. Saat itu Rion menulis di media sosial bahwa Starki hanyalah nama hewan, bahkan dia menyinggung soal utang pribadi saya. Itu yang menjadi sumber persoalan,” jelas Adhan.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurutnya, kejadian di Pelataran Sentral hanya kebetulan karena kedua pihak bertemu di tempat itu.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kebetulan Starki dan Rion bertemu di Sentral. Saat Starki menegur Rion, terjadi adu kata yang berujung penyerangan,” ungkapnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Adhan juga menyampaikan <strong>ucapan terima kasih kepada Papip Celebes</strong>, pihak penyelenggara kegiatan, yang sigap membantu para pelaku <strong>UMKM</strong> terdampak akibat keributan tersebut. Ia meminta agar setiap pelaku usaha yang merasa mengalami kerugian dapat melapor dengan jujur dan disertai bukti transaksi.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jangan ditambah-tambah. Kalau menambah itu menjadi dosa. Untuk pesanan yang belum dibayar, harus dilengkapi nota. Saya juga mengingatkan agar teman-teman yang ingin membantu kerugian UMKM memberikan bantuan dalam bentuk barang, bukan uang,” tegas Adhan.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Wali Kota dua periode itu turut menyampaikan harapan agar peristiwa serupa <strong>tidak kembali terulang</strong> di masa mendatang.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Insya Allah, peristiwa seperti tadi malam tidak terjadi lagi ke depan,” ucapnya yang diamini pengunjung Pelataran Sentral.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Melalui penegasan ini, pemerintah kota ingin memastikan masyarakat bahwa <strong>Pelataran Sentral tetap aman untuk beraktivitas</strong>, baik bagi pengunjung maupun pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/">Tidak Ada Penutupan! Pelataran Sentral Tetap Buka Pasca Insiden Penikaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/">Tidak Ada Penutupan! Pelataran Sentral Tetap Buka Pasca Insiden Penikaman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tidak-ada-penutupan-pelataran-sentral-tetap-buka-pasca-insiden-penikaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budie Ary Mo Masuk GERINDRA, Kader di Gorontalo: Jangan Dia Lah&#8230;.</title>
		<link>https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah</link>
					<comments>https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD PROVINSI]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi kader]]></category>
		<category><![CDATA[Budie Arie]]></category>
		<category><![CDATA[dinamika partai]]></category>
		<category><![CDATA[elnino mohi]]></category>
		<category><![CDATA[gerindra gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kader gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[konflik internal partai]]></category>
		<category><![CDATA[mantan Menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[mantan Menkop]]></category>
		<category><![CDATA[Partai gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[penolakan anggota baru]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[politik nasional]]></category>
		<category><![CDATA[suara partai]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena viralnya kabar bahwa mantan Menkominfo dan mantan Menkop Budie Arie berancang-ancang masuk GERINDRA, maka info itu memicu para kader utama GERINDRA Gorontalo menyatakan penolakannya. &#8220;Kami kader GERINDRA se-Gorontalo menyatakan bahwa partai kami memang terbuka kepada semua rakyat. Tapi kalau ada person yang tidak dimaui rakyat, maka sebaiknya jangan masuk ke GERINDRA. Nanti malah akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/">Budie Ary Mo Masuk GERINDRA, Kader di Gorontalo: Jangan Dia Lah&#8230;.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/">Budie Ary Mo Masuk GERINDRA, Kader di Gorontalo: Jangan Dia Lah&#8230;.</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karena viralnya kabar bahwa mantan Menkominfo dan mantan Menkop Budie Arie berancang-ancang masuk GERINDRA, maka info itu memicu para kader utama GERINDRA Gorontalo menyatakan penolakannya. &#8220;Kami kader GERINDRA se-Gorontalo menyatakan bahwa partai kami memang terbuka kepada semua rakyat. Tapi kalau ada person yang tidak dimaui rakyat, maka sebaiknya jangan masuk ke GERINDRA. Nanti malah akan merusak partai yang kami bangun dan jaga selama ini,&#8221; ungkap Ikbal Aleydrus setelah berhasil mengumpulkan sejumlah pentolan kader GERINDRA dari semua kab/kota yang ada di provinsi Gorontalo.</p>
<p>⁠Menurut Iqbal Aleydrus yang juga anggota Dewan Provinsi Gorontalo itu, pernyataan ini dia sampaikan karena ingin GERINDRA menang mutlak di Gorontalo. &#8220;Bayangkan jika ada orang yang tidak disukai oleh rakyat, lalu dicalonkan oleh Partai GERINDRA&#8230;.Bukannya suara untuk partai bertambah, malah kita yang repot karena kehilangan ratusan ribu suara. Kan parah itu,&#8221; keluh Iqbal.</p>
<p>Bagaimana kalau Budie Arie masuk GERINDRA? &#8220;Waduh, jangan dia lah&#8230;Siapa kek&#8230;&#8221; tukas Iqbal.</p>
<p>Sementara Ketua GERINDRA Gorontalo, Elnino Mohi belum mengkonfirmasi aspirasi itu karena sedang sibuk dengan acara partai yang dilaksanakan di Hambalang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/">Budie Ary Mo Masuk GERINDRA, Kader di Gorontalo: Jangan Dia Lah&#8230;.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/">Budie Ary Mo Masuk GERINDRA, Kader di Gorontalo: Jangan Dia Lah&#8230;.</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/budie-ary-mo-masuk-gerindra-kader-di-gorontalo-jangan-dia-lah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilkada Gorontalo, Perang Data dan Efisiensi Pemenang</title>
		<link>https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang</link>
					<comments>https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 06:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[funco tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[perang data]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=23268</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/">Pilkada Gorontalo, Perang Data dan Efisiensi Pemenang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/">Pilkada Gorontalo, Perang Data dan Efisiensi Pemenang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh : Dr. Funco Tanipu, ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo) Pilkada tidak bisa dilepaskan dari istilah “perang”. Namun, perang yang penting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya, mengelolanya dan memformulasikannya menjadi bahan untuk kontestasi yang lebih bermartabat. Pada sebagian kalangan, khususnya tim sukses tertentu, memenangkan pilkada dalam artian menaikkan elektabilitas harus linier dengan \"isi tas\". Padahal, sumber daya tidak semata soal berapa banyak uang yang tersedia. Tetapi yang paling penting berapa banyak data yang kita pegang dan miliki serta olah. Era IoT (Internet of Think), Big Data, AI (Artificial Intelegence) menjadi semacam tantangan para jendral perang politik di lapangan. Saat ini, medan perang (field) harus ditafsirkan lebih kontemporer. Medan tidak bisa lagi disebut desa/kelurahan termasuk RT dan RW/Dusun, yang juga disebut sebagai primary sampling unit (PSU) dalam bahasa para surveyor. Medan (PSU) kini telah berkecambah menjadi room, viewers, channel, groups, page, followers, likers. Persepsi tidak bisa disederhanakan lagi sebagai voice warga yang diwawancarai oleh surveyor secara tatap muka (face to face) dan door to door (rumah ke rumah) pada setiap kali survey. Voice hari ini bisa diterjemahkan sebagai \"click activism\". Perang pilkada sudah berubah. Kekuatan data dan informasi mesti dikawinkan antara field yang “land” dan field yang “virtual”. Kedua field yang berbeda ini mesti dipahami dan dimaknai secara holistik, tidak bisa dipisah-pisah. Implikasinya ada pada perumusan strategi politik yang mix-methode. Field tidak bisa dipahami secara sempit pada sisi sosio-antropologi (kualitatif) semata, tidak bisa juga hanya dari sisi positivistik-kuantitatif juga, namun mesti menggabungkan keduanya dalam template digital. Mengapa harus begitu? Karena setiap orang memiliki perangkat digital yang ia pegang melampaui 8 jam per hari. Keuntungan big data adalah kita bisa mengolah dan merancang skema pemenangan berdasarkan pada rekaman perubahan perilaku voters secara real time. Berbeda dengan snapshot yang kita lakukan dengan metode sosio-antropologis (indepth interview) atau pengukuran kuantitatif (survey) yang hanya bisa merekam data dalam kurun waktu yang tidak lama dan tidak real time. Para marketers di perusahaan besar misalnya, mereka menggunakan basis data \"struck pembayaran\" di kasir untuk memotret perilaku konsumen, apa yang sering orang beli, pada waktu kapan, berapa uang yang dikeluarkan dan berapa lama seseorang bertransaksi. Dari data tersebut, bisa diolah dan disimpulkan seperti apa loyalitas dan perilaku konsumen termasuk kekuatan brand setiap produk yang dijual. Karena itu, perumusan isu, agenda serta strategi mesti didasarkan pada input data dan informasi yang holistik dan komprehensif. Sebab, jika kita lihat peta demografi penduduk, jumlah penduduk bermental urban lebih banyak dengan yang berperilaku rural. Secara geografis lebih besar yang berada di rural, tapi mentalitas cenderung urban. Sayangnya, era big data juga dihadapkan pada rendahnya literasi digital warga urban tadi, sehingga isu hoax dikonsumsi secara massif. Makanya, menjadi tantangan kedepan adalah pola manipulasi data dan informasi yang bisa mengoyak tenun kekerabatan dan persaudaraan. Tantangan era data ada pada konfirmasi, filter dan cross-checking data. Hanya saja, kemampuan analisis-kritis ini tidak dimiliki oleh sebagian besar warga kita. Kemenangan Trump di US pada beberapa waktu silam pun demikian, big data menjadi kata kunci kemenangan. Perekaman perilaku warga US di media sosial dalam kurun waktu tertentu telah menghasilkan serangkaian data mengenai perilaku pemilih Presiden. Justifikasi kampanye Trump mengenai sentimen ras, soal isu pembelahan agama, dan hal hal yang dianggap “negatif” dalam demokrasi, malah berhasil memenangkan Trump. Sebab, pilihan isu itu (walaupun negatif dalam konteks demokrasi) adalah hasil dari pengolahan data time series yang cukup panjang dan hasil simulasi data digital dan data real. Karenanya, momentum Pilkada yang sedang berjalan, kemungkinan besar akan berubah peta dan polanya. Siapa yang menguasai data yang berupa pola, perilaku dan model interaksi voters secara real time, dialah yang akan memiliki peluang untuk memenangkan perang. Pemenangan pilkada tentu harus diarahkan pada pola yang efisien dan efektif, bahwa uang yang selama ini menjadi \"dasar utama bergerak\", bukanlah faktor satu-satunya. Sebab, jika seorang kandidat dipaksa harus mengeluarkan budget Pilkada yang sangat besar, maka dipastikan pada proses memimpin nanti, pemimpin terpilih tidak akan fokus dalam pelayanan kepada publik, tetapi hanya fokus pada bagaimana mengembalikan anggaran yang besar diserap Pilkada. Hal tersebut diatas sebagaimana apa yang disebutkan oleh Sun Tzu, seorang jendral perang legendaris; “Jenderal yang paling hebat adalah ia yang dapat mencapai tujuan perangnya tanpa melakukan pertempuran. Itu artinya bahwa perang dalam konteks menundukkan musuh tanpa penggunaan kekerasan senjata (uang sebagai faktor utama) bisa berlaku jika pola dan strategi pemenangan diubah secara transformatif.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Oleh : Dr. Funco Tanipu, ST., M.A<br />
(Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)</p>
<p>Pilkada tidak bisa dilepaskan dari istilah “perang”. Namun, perang yang penting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya, mengelolanya dan memformulasikannya menjadi bahan untuk kontestasi yang lebih bermartabat.</p>
<p>Pada sebagian kalangan, khususnya tim sukses tertentu, memenangkan pilkada dalam artian menaikkan elektabilitas harus linier dengan &#8220;isi tas&#8221;.</p>
<p>Padahal, sumber daya tidak semata soal berapa banyak uang yang tersedia. Tetapi yang paling penting berapa banyak data yang kita pegang dan miliki serta olah.</p>
<p>Era IoT (Internet of Think), Big Data, AI (Artificial Intelegence) menjadi semacam tantangan para jendral perang politik di lapangan.</p>
<p>Saat ini, medan perang (field) harus ditafsirkan lebih kontemporer. Medan tidak bisa lagi disebut desa/kelurahan termasuk RT dan RW/Dusun, yang juga disebut sebagai primary sampling unit (PSU) dalam bahasa para surveyor.</p>
<p>Medan (PSU) kini telah berkecambah menjadi room, viewers, channel, groups, page, followers, likers. Persepsi tidak bisa disederhanakan lagi sebagai voice warga yang diwawancarai oleh surveyor secara tatap muka (face to face) dan door to door (rumah ke rumah) pada setiap kali survey. Voice hari ini bisa diterjemahkan sebagai &#8220;click activism&#8221;.</p>
<p>Perang pilkada sudah berubah. Kekuatan data dan informasi mesti dikawinkan antara field yang “land” dan field yang “virtual”. Kedua field yang berbeda ini mesti dipahami dan dimaknai secara holistik, tidak bisa dipisah-pisah.</p>
<p>Implikasinya ada pada perumusan strategi politik yang mix-methode. Field tidak bisa dipahami secara sempit pada sisi sosio-antropologi (kualitatif) semata, tidak bisa juga hanya dari sisi positivistik-kuantitatif juga, namun mesti menggabungkan keduanya dalam template digital.</p>
<p>Mengapa harus begitu? Karena setiap orang memiliki perangkat digital yang ia pegang melampaui 8 jam per hari.</p>
<p>Keuntungan big data adalah kita bisa mengolah dan merancang skema pemenangan berdasarkan pada rekaman perubahan perilaku voters secara real time. Berbeda dengan snapshot yang kita lakukan dengan metode sosio-antropologis (indepth interview) atau pengukuran kuantitatif (survey) yang hanya bisa merekam data dalam kurun waktu yang tidak lama dan tidak real time.</p>
<p>Para marketers di perusahaan besar misalnya, mereka menggunakan basis data &#8220;struck pembayaran&#8221; di kasir untuk memotret perilaku konsumen, apa yang sering orang beli, pada waktu kapan, berapa uang yang dikeluarkan dan berapa lama seseorang bertransaksi. Dari data tersebut, bisa diolah dan disimpulkan seperti apa loyalitas dan perilaku konsumen termasuk kekuatan brand setiap produk yang dijual.</p>
<p>Karena itu, perumusan isu, agenda serta strategi mesti didasarkan pada input data dan informasi yang holistik dan komprehensif. Sebab, jika kita lihat peta demografi penduduk, jumlah penduduk bermental urban lebih banyak dengan yang berperilaku rural. Secara geografis lebih besar yang berada di rural, tapi mentalitas cenderung urban.</p>
<p>Sayangnya, era big data juga dihadapkan pada rendahnya literasi digital warga urban tadi, sehingga isu hoax dikonsumsi secara massif.</p>
<p>Makanya, menjadi tantangan kedepan adalah pola manipulasi data dan informasi yang bisa mengoyak tenun kekerabatan dan persaudaraan. Tantangan era data ada pada konfirmasi, filter dan cross-checking data. Hanya saja, kemampuan analisis-kritis ini tidak dimiliki oleh sebagian besar warga kita.</p>
<p>Kemenangan Trump di US pada beberapa waktu silam pun demikian, big data menjadi kata kunci kemenangan. Perekaman perilaku warga US di media sosial dalam kurun waktu tertentu telah menghasilkan serangkaian data mengenai perilaku pemilih Presiden. Justifikasi kampanye Trump mengenai sentimen ras, soal isu pembelahan agama, dan hal hal yang dianggap “negatif” dalam demokrasi, malah berhasil memenangkan Trump. Sebab, pilihan isu itu (walaupun negatif dalam konteks demokrasi) adalah hasil dari pengolahan data time series yang cukup panjang dan hasil simulasi data digital dan data real.</p>
<p>Karenanya, momentum Pilkada yang sedang berjalan, kemungkinan besar akan berubah peta dan polanya. Siapa yang menguasai data yang berupa pola, perilaku dan model interaksi voters secara real time, dialah yang akan memiliki peluang untuk memenangkan perang.</p>
<p>Pemenangan pilkada tentu harus diarahkan pada pola yang efisien dan efektif, bahwa uang yang selama ini menjadi &#8220;dasar utama bergerak&#8221;, bukanlah faktor satu-satunya. Sebab, jika seorang kandidat dipaksa harus mengeluarkan budget Pilkada yang sangat besar, maka dipastikan pada proses memimpin nanti, pemimpin terpilih tidak akan fokus dalam pelayanan kepada publik, tetapi hanya fokus pada bagaimana mengembalikan anggaran yang besar diserap Pilkada.</p>
<p>Hal tersebut diatas sebagaimana apa yang disebutkan oleh Sun Tzu, seorang jendral perang legendaris; “Jenderal yang paling hebat adalah ia yang dapat mencapai tujuan perangnya tanpa melakukan pertempuran. Itu artinya bahwa perang dalam konteks menundukkan musuh tanpa penggunaan kekerasan senjata (uang sebagai faktor utama) bisa berlaku jika pola dan strategi pemenangan diubah secara transformatif.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/">Pilkada Gorontalo, Perang Data dan Efisiensi Pemenang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/">Pilkada Gorontalo, Perang Data dan Efisiensi Pemenang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pilkada-gorontalo-perang-data-dan-efisiensi-pemenang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Didukung Tiga Partai, Chamdi-Tomy Siap Maju Pilkada Kabgor</title>
		<link>https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor</link>
					<comments>https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2020 03:29:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[chamdi tomy]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tomy Ishak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6255</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABGOR-Kantongi rekomendasi tiga partai pengusung, pasangan Chamdi Mayang dan Tomy Ishak dipastikan maju di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Dukungan ini diperoleh dari Partai Demokrat (4 kursi), Partai Hanura (2 kursi) dan 1 kursi Gerindra. Harun Djaini, Ketua OKK Gerindra mengungkapkan, sudah tiga partai secara resmi mengusung pasangan Camhdi Mayang-Tomy Ishak di Pilbup Kabgor. Partai Demokrat dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/">Didukung Tiga Partai, Chamdi-Tomy Siap Maju Pilkada Kabgor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/">Didukung Tiga Partai, Chamdi-Tomy Siap Maju Pilkada Kabgor</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR-Kantongi rekomendasi tiga partai pengusung, pasangan Chamdi Mayang dan Tomy Ishak dipastikan maju di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Dukungan ini diperoleh dari Partai Demokrat (4 kursi), Partai Hanura (2 kursi) dan 1 kursi Gerindra. Harun Djaini, Ketua OKK Gerindra mengungkapkan, sudah tiga partai secara resmi mengusung pasangan Camhdi Mayang-Tomy Ishak di Pilbup Kabgor. Partai Demokrat dan Gerindra yang pertama memberikan rekomendasi. \"Terakhir kami baru menerima informasi dan sudah ada suratnya yakni rekomendasi Partai Hanura. Allhamdulillah,” ungkap Harun, Kamis (3/9/2020). Dengan demikian, sudah ada empat kandidat pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Kabuapten Gorontalo 2020.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>KABGOR-Kantongi rekomendasi tiga partai pengusung, pasangan Chamdi Mayang dan Tomy Ishak dipastikan maju di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Dukungan ini diperoleh dari Partai Demokrat (4 kursi), Partai Hanura (2 kursi) dan 1 kursi Gerindra.</p>
<p>Harun Djaini, Ketua OKK Gerindra mengungkapkan, sudah tiga partai secara resmi mengusung pasangan Camhdi Mayang-Tomy Ishak di Pilbup Kabgor.</p>
<p>Partai Demokrat dan Gerindra yang pertama memberikan rekomendasi.</p>
<p>&#8220;Terakhir kami baru menerima informasi dan sudah ada suratnya yakni rekomendasi Partai Hanura. Allhamdulillah,” ungkap Harun, Kamis (3/9/2020).</p>
<p>Dengan demikian, sudah ada empat kandidat pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Kabuapten Gorontalo 2020.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/">Didukung Tiga Partai, Chamdi-Tomy Siap Maju Pilkada Kabgor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/">Didukung Tiga Partai, Chamdi-Tomy Siap Maju Pilkada Kabgor</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/didukung-tiga-partai-chamdi-tomy-siap-maju-pilkada-kabgor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
