<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pilpres Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pilpres/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pilpres/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jan 2024 14:46:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Pilpres Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pilpres/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Pasca Pilpres</title>
		<link>https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indonesia-pasca-pilpres</link>
					<comments>https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2024 14:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[funco tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia pasca pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=19939</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/">Indonesia Pasca Pilpres</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/">Indonesia Pasca Pilpres</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh : Dr. Funco Tanipu, ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo) Politik di Indonesia selalu menampilkan wajah yang unik. Ia tak selalu linier dengan perasaan dan logika warganya. Bagi pendukung si A, langkah dan rekam jejak si B selalu salah di mata si A. Demikian pula sebaliknya. Hingga jika kontestasi itupun berakhir, lalu ada konsolidasi elit untuk saling berbagi \"resources\" dan termasuk posisi. Sebagai contoh kontestasi Pilpres 2019 yang sangat panas lalu diakhir oleh perjumpaan politik hingga berbagi kekuasaan. Demikianlah, fakta politik Indonesia yang bisa disebut sebagai political gymnastic. Hal ini memperlihatkan bahwa politik adalah sesuatu yang cair. Politik itu tidak selalu linier dengan cara pandang yang minimal. Fakta bahwa dalam Pilpres 2024 yang mulai hangat, lalu jika nanti ada konsolidasi elit yang mengagetkan pasca ini, warga yang begitu sengit pada saat ini tentu mau tidak mau harus mengelus dada, bahwa semangat mereka yang berapi-api dalam mendukung kandidatnya, yang harus anti A dan pro B, mau tidak mau dan suka tidak suka harus menerima kenyataan, bahwa pembicaraan Jakarta telah \"delapan enam\". Sebab, pada saat pasca Pilpres nanti, dengan formasi partai politik yang bisa kita lihat sementara dari berbagai hasil survey, tidak ada satupun kandidat yang meraih mayoritas dukungan di legislatif. Kandidat yang menang nanti, siapapun itu, akan berada pada situasi yang lemah dari sisi politis. Bahwa ada suara rakyat yang memilihnya dan membawa ia secara elektoral menjadi Presiden, bukan lagi alasan untuk dia dianggap terus \"kuat\". Sandaran politisnya hanya berada dalam \"keputusan\" masing-masing ketua umum partai yang jumlahnya hanya hitungan jari. Merekalah yang \"menentukan\" arah politik bangsa kedepan. Para ketua umum ini akan menggaransi dukungan politik pada Presiden terpilih jika ada kompensasi kursi mentri di kabinet, lembaga negara, jabatan strategis di BUMN serta tentu saja \"resources\" yang tak terbatas. Tanpa itu, dukungan politik pada Presiden terpilih tak akan bulat seperti pada periode sebelumnya. Jauh sebelum fakta ini berlangsung, di zaman kerajaan silam, kondisi seperti ini sudah berulang-ulang terjadi. Termasuk juga apa yang telah dialami Soekarno saat berpindah kekuasaan pada Soeharto. Juga perpindahan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Dari Gus Dur ke Megawati hingga ke SBY. Kita disodori oleh sejarah tikung-menikung politik. Kita juga banyak membaca soal ketangkasan elit kita di banyak tikungan sejarah. Banyak yang tak terkira dan tak terpikirkan. Tetapi, hal-hal yang tak terpikirkan itu, telah terjadi secara berulang-ulang. Banyak korban yang mengenaskan, ada yang terlempar. Ada pula yang bertahan dengan segala kedigdayaannya. Karena itu, politik Indonesia tidak bisa dibaca lagi dengan modal perasaan yang berhadap-hadapan dengan logika serta fakta politik yang ada di depan mata. Imajinasi politik harus lebih kuat dalam menghadapi segala macam \"political gymnastic\" yang akan terjadi. Politik Indonesia bukan sekedar angka numerik dan elektabilitas pada pemilu, juga bukan soal angka pertumbuhan dan kemiskinan semata. Politik Indonesia adalah puzzle peradaban yang sedang mencari pola untuk kemudian menyejarah. Banyak hal yang luar biasa di negeri ini, namun kita memiliki kekurangan pada soal kesabaran. Hal yang jarang kita temui di negeri ini. Menghadapi kondisi politik terkini tidak bisa dihadapi dengan model asal tumbuh, maju dan cepat berkembang. Harus disertai dengan kondisi siap dengan segala perubahan cuaca politik. Pada suatu titik nanti, ada kalanya kita harus menahan diri, belajar mengelola kesabaran untuk hal-hal yang mengecewakan, sambil terus merawat benih-benih harapan untuk bangsa ini.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Oleh : Dr. Funco Tanipu, ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)</p>
<p>Politik di Indonesia selalu menampilkan wajah yang unik. Ia tak selalu linier dengan perasaan dan logika warganya.</p>
<p>Bagi pendukung si A, langkah dan rekam jejak si B selalu salah di mata si A. Demikian pula sebaliknya. Hingga jika kontestasi itupun berakhir, lalu ada konsolidasi elit untuk saling berbagi &#8220;resources&#8221; dan termasuk posisi. Sebagai contoh kontestasi Pilpres 2019 yang sangat panas lalu diakhir oleh perjumpaan politik hingga berbagi kekuasaan.</p>
<p>Demikianlah, fakta politik Indonesia yang bisa disebut sebagai political gymnastic. Hal ini memperlihatkan bahwa politik adalah sesuatu yang cair. Politik itu tidak selalu linier dengan cara pandang yang minimal.</p>
<p>Fakta bahwa dalam Pilpres 2024 yang mulai hangat, lalu jika nanti ada konsolidasi elit yang mengagetkan pasca ini, warga yang begitu sengit pada saat ini tentu mau tidak mau harus mengelus dada, bahwa semangat mereka yang berapi-api dalam mendukung kandidatnya, yang harus anti A dan pro B, mau tidak mau dan suka tidak suka harus menerima kenyataan, bahwa pembicaraan Jakarta telah &#8220;delapan enam&#8221;.</p>
<p>Sebab, pada saat pasca Pilpres nanti, dengan formasi partai politik yang bisa kita lihat sementara dari berbagai hasil survey, tidak ada satupun kandidat yang meraih mayoritas dukungan di legislatif. Kandidat yang menang nanti, siapapun itu, akan berada pada situasi yang lemah dari sisi politis. Bahwa ada suara rakyat yang memilihnya dan membawa ia secara elektoral menjadi Presiden, bukan lagi alasan untuk dia dianggap terus &#8220;kuat&#8221;. Sandaran politisnya hanya berada dalam &#8220;keputusan&#8221; masing-masing ketua umum partai yang jumlahnya hanya hitungan jari. Merekalah yang &#8220;menentukan&#8221; arah politik bangsa kedepan.</p>
<p>Para ketua umum ini akan menggaransi dukungan politik pada Presiden terpilih jika ada kompensasi kursi mentri di kabinet, lembaga negara, jabatan strategis di BUMN serta tentu saja &#8220;resources&#8221; yang tak terbatas. Tanpa itu, dukungan politik pada Presiden terpilih tak akan bulat seperti pada periode sebelumnya.</p>
<p>Jauh sebelum fakta ini berlangsung, di zaman kerajaan silam, kondisi seperti ini sudah berulang-ulang terjadi. Termasuk juga apa yang telah dialami Soekarno saat berpindah kekuasaan pada Soeharto. Juga perpindahan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Dari Gus Dur ke Megawati hingga ke SBY.</p>
<p>Kita disodori oleh sejarah tikung-menikung politik. Kita juga banyak membaca soal ketangkasan elit kita di banyak tikungan sejarah. Banyak yang tak terkira dan tak terpikirkan. Tetapi, hal-hal yang tak terpikirkan itu, telah terjadi secara berulang-ulang. Banyak korban yang mengenaskan, ada yang terlempar. Ada pula yang bertahan dengan segala kedigdayaannya.</p>
<p>Karena itu, politik Indonesia tidak bisa dibaca lagi dengan modal perasaan yang berhadap-hadapan dengan logika serta fakta politik yang ada di depan mata. Imajinasi politik harus lebih kuat dalam menghadapi segala macam &#8220;political gymnastic&#8221; yang akan terjadi.</p>
<p>Politik Indonesia bukan sekedar angka numerik dan elektabilitas pada pemilu, juga bukan soal angka pertumbuhan dan kemiskinan semata. Politik Indonesia adalah puzzle peradaban yang sedang mencari pola untuk kemudian menyejarah.</p>
<p>Banyak hal yang luar biasa di negeri ini, namun kita memiliki kekurangan pada soal kesabaran. Hal yang jarang kita temui di negeri ini.</p>
<p>Menghadapi kondisi politik terkini tidak bisa dihadapi dengan model asal tumbuh, maju dan cepat berkembang. Harus disertai dengan kondisi siap dengan segala perubahan cuaca politik.</p>
<p>Pada suatu titik nanti, ada kalanya kita harus menahan diri, belajar mengelola kesabaran untuk hal-hal yang mengecewakan, sambil terus merawat benih-benih harapan untuk bangsa ini.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/">Indonesia Pasca Pilpres</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/">Indonesia Pasca Pilpres</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/indonesia-pasca-pilpres/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>12 Mahasiswa Bersaing Pada Pilmapres Tingkat Universitas</title>
		<link>https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas</link>
					<comments>https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2021 14:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[MAHASISWA UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres tingkat universitas]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=9446</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Sebanyak 12 Mahasiswa terbaik perwakilan dari seluruh Fakultas yang tersebar di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo mengikuti kompetisi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas Ke-12 peserta merupakan Mahasiswa terbaik perwakilan 10 Fakultas, 1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Mahasiswa Program Vokasi (Diploma). &#8220;Tahap penilaian dilakukan para Juri yang merupakan pakar dalam berbagai bidang khususnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/">12 Mahasiswa Bersaing Pada Pilmapres Tingkat Universitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/">12 Mahasiswa Bersaing Pada Pilmapres Tingkat Universitas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Sebanyak 12 Mahasiswa terbaik perwakilan dari seluruh Fakultas yang tersebar di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo mengikuti kompetisi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas Ke-12 peserta merupakan Mahasiswa terbaik perwakilan 10 Fakultas, 1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Mahasiswa Program Vokasi (Diploma). \"Tahap penilaian dilakukan para Juri yang merupakan pakar dalam berbagai bidang khususnya menghadirkan SDGs center,\" ungkap Ketua Panitia Muhtar. Dalam ajang Mawapres kali ini akan dilakukan penilaian mencakup 3 hal, diantaranya terkait portofolio capaian unggulan dan prestasi masing-masing Mahasiswa baik itu ditingkat Nasional maupun Regional. Poin penilaian lainnya kata Muchtar berupa gagasan kreatif peserta, yang dituangkan dalam bentuk makalah berkaitan dengan SDGs dan revolusi industri 4.0. \"Selanjutnya mereka diharuskan mempresentasikan naskah yang dibuat tersebut dihadapan para juri dalam bahasa Inggris,\" terangnya. Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Karmila Mahmud menuturkan, dari 12 peserta terbaik akan diseleksi satu mahasiswa terbaik, yang akan mewakili UNG di tingkat Nasional pada ajang Pilmapres yang mempertemukan Mahasiswa perwakilan Perguruan Tinggi se Indonesia. \"Karena akan mewakili UNG ditingkat Nasional, diharapkan pada kompetisi ini dapat menjaring Mahasiswa terbaik dan berprestasi untuk bisa menjadi wajah UNG mencetak prestasi ditingkat Nasional,\" Terangnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Sebanyak 12 Mahasiswa terbaik perwakilan dari seluruh Fakultas yang tersebar di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo mengikuti kompetisi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas</p>
<p>Ke-12 peserta merupakan Mahasiswa terbaik perwakilan 10 Fakultas, 1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Mahasiswa Program Vokasi (Diploma). &#8220;Tahap penilaian dilakukan para Juri yang merupakan pakar dalam berbagai bidang khususnya menghadirkan SDGs center,&#8221; ungkap Ketua Panitia Muhtar.</p>
<p>Dalam ajang Mawapres kali ini akan dilakukan penilaian mencakup 3 hal, diantaranya terkait portofolio capaian unggulan dan prestasi masing-masing Mahasiswa baik itu ditingkat Nasional maupun Regional.</p>
<p>Poin penilaian lainnya kata Muchtar berupa gagasan kreatif peserta, yang dituangkan dalam bentuk makalah berkaitan dengan SDGs dan revolusi industri 4.0. &#8220;Selanjutnya mereka diharuskan mempresentasikan naskah yang dibuat tersebut dihadapan para juri dalam bahasa Inggris,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Karmila Mahmud menuturkan, dari 12 peserta terbaik akan diseleksi satu mahasiswa terbaik, yang akan mewakili UNG di tingkat Nasional pada ajang Pilmapres yang mempertemukan Mahasiswa perwakilan Perguruan Tinggi se Indonesia.</p>
<p>&#8220;Karena akan mewakili UNG ditingkat Nasional, diharapkan pada kompetisi ini dapat menjaring Mahasiswa terbaik dan berprestasi untuk bisa menjadi wajah UNG mencetak prestasi ditingkat Nasional,&#8221; Terangnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/">12 Mahasiswa Bersaing Pada Pilmapres Tingkat Universitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/">12 Mahasiswa Bersaing Pada Pilmapres Tingkat Universitas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/12-mahasiswa-bersaing-pada-pilmapres-tingkat-universitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
