<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PKKMB 2025 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pkkmb-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pkkmb-2025/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 12:50:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>PKKMB 2025 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pkkmb-2025/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UNG Klarifikasi dan Minta Maaf atas Candaan Berbau Kedaerahan yang Viral</title>
		<link>https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 12:46:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Bolaang mongondow]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Dumoga]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Dumoga]]></category>
		<category><![CDATA[Mediasi UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan Maaf Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[PKKMB 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Muhammad Amir Arham]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Viral TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[Zhulmaydin Chairil Fachrussyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26594</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/">UNG Klarifikasi dan Minta Maaf atas Candaan Berbau Kedaerahan yang Viral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/">UNG Klarifikasi dan Minta Maaf atas Candaan Berbau Kedaerahan yang Viral</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Paguyuban Mahasiswa Dumoga menggelar mediasi terkait pernyataan salah satu dosen yang viral di media sosial TikTok dan dinilai menyinggung masyarakat Dumoga, Bolaang Mongondow. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E., selaku penanggung jawab kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Prof. Amir menegaskan, PKKMB tidak pernah dimaksudkan untuk memunculkan isu diskriminasi maupun candaan yang merendahkan kedaerahan. “PKKMB adalah ajakan untuk membina karakter mahasiswa baru, mengenalkan kehidupan kampus, dan membangun kebersamaan,” ujarnya. Sekretaris Panitia PKKMB 2025, Dr. Suwitno Yutye Imran, S.H., M.H., menjelaskan bahwa suasana kegiatan sejak hari pertama diwarnai semangat kekeluargaan. Menurutnya, candaan yang kemudian viral terjadi spontan saat pemateri membaca tulisan-tulisan yang dibawa mahasiswa. “Kami memohon maaf kepada masyarakat Dumoga. Nuansa kekeluargaan yang kami bangun sejak awal sama sekali tidak bertujuan merendahkan,” katanya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Paguyuban Mahasiswa Dumoga menggelar mediasi terkait pernyataan salah satu dosen yang viral di media sosial TikTok dan dinilai menyinggung masyarakat Dumoga, Bolaang Mongondow. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E., selaku penanggung jawab kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.</p>
<p><em>Prof. Amir menegaskan, PKKMB tidak pernah dimaksudkan untuk memunculkan isu diskriminasi maupun candaan yang merendahkan kedaerahan. “PKKMB adalah ajakan untuk membina karakter mahasiswa baru, mengenalkan kehidupan kampus, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.</em></p>
<p><em>Sekretaris Panitia PKKMB 2025, Dr. Suwitno Yutye Imran, S.H., M.H., menjelaskan bahwa suasana kegiatan sejak hari pertama diwarnai semangat kekeluargaan. Menurutnya, candaan yang kemudian viral terjadi spontan saat pemateri membaca tulisan-tulisan yang dibawa mahasiswa. “Kami memohon maaf kepada masyarakat Dumoga. Nuansa kekeluargaan yang kami bangun sejak awal sama sekali tidak bertujuan merendahkan,” katanya.</em></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-26596" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-22.21.51-300x271.jpeg" alt="" width="727" height="657" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-22.21.51-300x271.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-22.21.51-768x693.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-22.21.51-1536x1385.jpeg 1536w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-22.21.51-2048x1847.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 727px) 100vw, 727px" /></p>
<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa Dumoga menegaskan, masyarakat Dumoga memiliki hak untuk terbebas dari stigma negatif. Mereka menolak segala bentuk candaan yang merendahkan martabat daerah dan meminta semua pihak menghentikan penggunaan nama Dumoga dalam konteks candaan publik. Dosen yang videonya viral, Zhulmaydin Chairil Fachrussyah, S.St.Pi., M.Si., atau akrab disapa Erol, juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi. Ia mengaku tidak pernah berniat menghina atau mendiskreditkan daerah tertentu. “Pernyataan itu muncul spontan saat membaca tulisan mahasiswa. Tidak ada niat dan tidak direncanakan sebelumnya,” jelasnya. UNG menegaskan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi bersama pihak terkait. Pihak kampus mengapresiasi upaya mahasiswa Dumoga dalam menghapus stigma negatif dan berharap isu serupa tidak terulang di masa depan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa Dumoga menegaskan, masyarakat Dumoga memiliki hak untuk terbebas dari stigma negatif. Mereka menolak segala bentuk candaan yang merendahkan martabat daerah dan meminta semua pihak menghentikan penggunaan nama Dumoga dalam konteks candaan publik.</p>
<p><em>Dosen yang videonya viral, Zhulmaydin Chairil Fachrussyah, S.St.Pi., M.Si., atau akrab disapa Erol, juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi. Ia mengaku tidak pernah berniat menghina atau mendiskreditkan daerah tertentu. “Pernyataan itu muncul spontan saat membaca tulisan mahasiswa. Tidak ada niat dan tidak direncanakan sebelumnya,” jelasnya.</em></p>
<p>UNG menegaskan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi bersama pihak terkait. Pihak kampus mengapresiasi upaya mahasiswa Dumoga dalam menghapus stigma negatif dan berharap isu serupa tidak terulang di masa depan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/">UNG Klarifikasi dan Minta Maaf atas Candaan Berbau Kedaerahan yang Viral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/">UNG Klarifikasi dan Minta Maaf atas Candaan Berbau Kedaerahan yang Viral</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-klarifikasi-dan-minta-maaf-atas-candaan-berbau-kedaerahan-yang-viral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
