<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pria tewas Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/pria-tewas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/pria-tewas/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2024 12:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>pria tewas Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/pria-tewas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pria Tewas Bersimbah Darah di Depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya</title>
		<link>https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya</link>
					<comments>https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 12:28:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[pria tewas]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU MARISA]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=22769</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/">Pria Tewas Bersimbah Darah di Depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/">Pria Tewas Bersimbah Darah di Depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, sekitar pukul 05:00 WITA dini hari, Kamis, 11 Juli 2024. Pria tersebut diketahui bernama Brian Husain (24 tahun) asal Kota Gorontalo, dan tengah menginap di salah satu penginapan yang ada di kompleks SPBU Marisa. Kronologi Kejadian Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media, kejadian berawal ketika korban bersama rekannya sedang berada di dalam kamar penginapan. Mereka kemudian keluar untuk menegur beberapa pria yang berada di luar penginapan karena dianggap membuat keributan. Setelah menegur, korban dan rekannya kembali ke kamar mereka. Tidak lama kemudian, beberapa pria yang ditegur datang mengetuk pintu kamar penginapan. Terjadi cekcok antara korban dan para pria tersebut, yang akhirnya berujung pada kejar-kejaran hingga di depan SPBU Marisa. Situasi Saat Ini Saat berita ini diterbitkan, korban masih berada di Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP). Kondisi korban serta penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tindakan Kepolisian Pihak kepolisian telah menerima laporan terkait insiden ini dan sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif dari kejadian tragis ini. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian dan rekaman CCTV di sekitar area SPBU untuk membantu penyelidikan. Seruan untuk Ketertiban Umum Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga ketertiban umum dan menghindari konflik yang bisa berujung pada kekerasan. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segera kepada pihak berwajib jika menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan keributan atau kekerasan. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus ini.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>GORONTALO &#8211; Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, sekitar pukul 05:00 WITA dini hari, Kamis, 11 Juli 2024. Pria tersebut diketahui bernama Brian Husain (24 tahun) asal Kota Gorontalo, dan tengah menginap di salah satu penginapan yang ada di kompleks SPBU Marisa.</p>
<h3>Kronologi Kejadian</h3>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media, kejadian berawal ketika korban bersama rekannya sedang berada di dalam kamar penginapan. Mereka kemudian keluar untuk menegur beberapa pria yang berada di luar penginapan karena dianggap membuat keributan. Setelah menegur, korban dan rekannya kembali ke kamar mereka.</p>
<p>Tidak lama kemudian, beberapa pria yang ditegur datang mengetuk pintu kamar penginapan. Terjadi cekcok antara korban dan para pria tersebut, yang akhirnya berujung pada kejar-kejaran hingga di depan SPBU Marisa.</p>
<h3>Situasi Saat Ini</h3>
<p>Saat berita ini diterbitkan, korban masih berada di Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP). Kondisi korban serta penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.</p>
<h3>Tindakan Kepolisian</h3>
<p>Pihak kepolisian telah menerima laporan terkait insiden ini dan sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif dari kejadian tragis ini. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian dan rekaman CCTV di sekitar area SPBU untuk membantu penyelidikan.</p>
<h3>Seruan untuk Ketertiban Umum</h3>
<p>Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga ketertiban umum dan menghindari konflik yang bisa berujung pada kekerasan. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segera kepada pihak berwajib jika menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan keributan atau kekerasan.</p>
<p>Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus ini.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/">Pria Tewas Bersimbah Darah di Depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/">Pria Tewas Bersimbah Darah di Depan SPBU Marisa, Desa Buntulia Jaya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pria-tewas-bersimbah-darah-di-depan-spbu-marisa-desa-buntulia-jaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik</title>
		<link>https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik</link>
					<comments>https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 17:34:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[KABGOR]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pria tewas]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=2703</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIMBOTO-Tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Rumah Sakit M.M. Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (18/2/2020) berinisial MZ alias Zain (35), sudah ditahan Kepolisian Polres Gorontalo. MZ di tahan hanya beberapa saat setelah peristiwa nahas itu berlangsung. Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Muh. Kukuh Islami saat konferensi pers mengungkapkan, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan korban [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/">Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/">Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("LIMBOTO-Tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Rumah Sakit M.M. Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (18/2/2020) berinisial MZ alias Zain (35), sudah ditahan Kepolisian Polres Gorontalo. MZ di tahan hanya beberapa saat setelah peristiwa nahas itu berlangsung. Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Muh. Kukuh Islami saat konferensi pers mengungkapkan, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan korban Sukardi Pou (50) meninggal dunia sebenarnya dipicu masalah sepele. Pertikaian keduanya diawali saat tersangka memutar musik dibentor miliknya, dengan suara keras pada Selasa (19/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita di pintu gerbang RS Dunda. Korban yang tak terima dengan perbuatan tersangka kemudian datang menegur. Perbuatan korban inilah yang diduga menjadi sumber petaka bagi dirinya. Karena sambil menegur, korban yang saat itu telah disulut emosi juga turut melayangkan pukulan ke bagian wajah tersangka. \"Kita pe saudara ada sakit di dalam ngoni cuma bahibur disitu, kasih kacili itu musik,\" ujar Kasat menirukan keterangan sejumlah saksi tentang kronologi kejadian. Peringatan yang disertai pukulan dari korban membuat tersangka MZ jatuh. Soekirman Ismail, salah satu saksi yang kebetulan ada dilokasi kejadian, datang melerai. Namun korban yang masih emosi tetap ingin memukul. Sementara itu tersangka yang habis kena tinju berniat untuk membalas. Dirinya langsung mengambil sangkur yang diselipkan di punggung belakang, dan mengejar korban. \"Pada saat dikejar tersebut korban terjatuh dan ketika akan bangun tersangka langsung memeluknya dari batas bahu hingga leher secara berhadapan dan mengancing leher korban dengan tangan kiri yang berdurasi sekitar 5 menit,\" ujar Kasat. Dilanjutkan kasat reskrim, dengan posisi tetap mencekik leher korban menggunakan tangan kanan, tangan tersangka yang satunya tetap memegang Sangkur yang masih tersarung. Artodahu, saksi lainnya, yang melihat sangkur tersebut merampas dari tangan tersangka. Sementara Soekirman Ismail dengan cepat melerai keduanya dengan cara mendorong tersangka sehingga rangkulan dan kancingan tangan di leher korban terlepas. Nahasnya, saat terlepas dari rangkulan, korban yang saat itu berada di atas trotoar, terengah-engah seperti tersendat pernapasan dan tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke ruang UGD RSUD MM Dunda dan dilakukan perawatan medis. Namun setelah beberapa saat, oleh dokter, dinyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Menurut Kukuh Islami, tersangka MZ dikenai pasal 338 subs pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951. Jenazah korban juga telah dilakukankan VER luar dan dalam oleh dokter Foreksik RSU Bumi Panua Pohuwato.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>LIMBOTO-Tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Rumah Sakit M.M. Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (18/2/2020) berinisial MZ alias Zain (35), sudah ditahan Kepolisian Polres Gorontalo. MZ di tahan hanya beberapa saat setelah peristiwa nahas itu berlangsung.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Muh. Kukuh Islami saat konferensi pers mengungkapkan, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan korban Sukardi Pou (50) meninggal dunia sebenarnya dipicu masalah sepele. Pertikaian keduanya diawali saat tersangka memutar musik dibentor miliknya, dengan suara keras pada Selasa (19/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita di pintu gerbang RS Dunda. Korban yang tak terima dengan perbuatan tersangka kemudian datang menegur.</p>
<p>Perbuatan korban inilah yang diduga menjadi sumber petaka bagi dirinya. Karena sambil menegur, korban yang saat itu telah disulut emosi juga turut melayangkan pukulan ke bagian wajah tersangka.</p>
<p>&#8220;Kita pe saudara ada sakit di dalam ngoni cuma bahibur disitu, kasih kacili itu musik,&#8221; ujar Kasat menirukan keterangan sejumlah saksi tentang kronologi kejadian.</p>
<p>Peringatan yang disertai pukulan dari korban membuat tersangka MZ jatuh. Soekirman Ismail, salah satu saksi yang kebetulan ada dilokasi kejadian, datang melerai. Namun korban yang masih emosi tetap ingin memukul.</p>
<p>Sementara itu tersangka yang habis kena tinju berniat untuk membalas. Dirinya langsung mengambil sangkur yang diselipkan di punggung belakang, dan mengejar korban.</p>
<p>&#8220;Pada saat dikejar tersebut korban terjatuh dan ketika akan bangun tersangka langsung memeluknya dari batas bahu hingga leher secara berhadapan dan mengancing leher korban dengan tangan kiri yang berdurasi sekitar 5 menit,&#8221; ujar Kasat.</p>
<p>Dilanjutkan kasat reskrim, dengan posisi tetap mencekik leher korban menggunakan tangan kanan, tangan tersangka yang satunya tetap memegang Sangkur yang masih tersarung. Artodahu, saksi lainnya, yang melihat sangkur tersebut merampas dari tangan tersangka. Sementara Soekirman Ismail dengan cepat melerai keduanya dengan cara mendorong tersangka sehingga rangkulan dan kancingan tangan di leher korban terlepas.</p>
<p>Nahasnya, saat terlepas dari rangkulan, korban yang saat itu berada di atas trotoar, terengah-engah seperti tersendat pernapasan dan tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke ruang UGD RSUD MM Dunda dan dilakukan perawatan medis. Namun setelah beberapa saat, oleh dokter, dinyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.</p>
<p>Menurut Kukuh Islami, tersangka MZ dikenai pasal 338 subs pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951. Jenazah korban juga telah dilakukankan VER luar dan dalam oleh dokter Foreksik RSU Bumi Panua Pohuwato.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/">Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/">Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/gara-gara-musik-keras-pria-paruh-baya-di-limboto-tewas-dicekik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
