<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prof Femy Mahmud Sahami Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/prof-femy-mahmud-sahami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/prof-femy-mahmud-sahami/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 07:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Prof Femy Mahmud Sahami Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/prof-femy-mahmud-sahami/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Babak Baru! Prof. Femy Sahami dan Dr. Haris Odja Resmi Pimpin Senat UNG</title>
		<link>https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung</link>
					<comments>https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 07:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Abdul Haris Odja]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[Fktp]]></category>
		<category><![CDATA[Fmipa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan akademik]]></category>
		<category><![CDATA[marwah akademik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Femy Mahmud Sahami]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Senat Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29265</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/">Babak Baru! Prof. Femy Sahami dan Dr. Haris Odja Resmi Pimpin Senat UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/">Babak Baru! Prof. Femy Sahami dan Dr. Haris Odja Resmi Pimpin Senat UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memasuki babak baru dalam tata kelola kelembagaannya. Melalui proses pemilihan yang berlangsung khidmat dan demokratis, Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., ditetapkan sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Gorontalo untuk periode mendatang. Ia akan didampingi oleh Dr. Abdul Haris Odja, S.Pd., M.Pd., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat. Proses pemilihan pimpinan senat dilakukan secara musyawarah mufakat yang mencerminkan semangat kolegialitas di lingkungan sivitas akademika UNG. Duet akademisi lintas disiplin ini dinilai representatif dan visioner, menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan, pertimbangan, dan penjaminan mutu akademik di kampus dengan identitas merah maron tersebut. Terpilihnya Prof. Femy Mahmud Sahami bukan tanpa alasan. Sebagai Guru Besar dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Prof. Femy dikenal memiliki integritas tinggi, kepemimpinan visioner, dan rekam jejak akademik yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kepakarannya dalam bidang kelautan menjadikannya figur kunci dalam pengembangan riset serta jejaring kolaborasi kelembagaan di UNG. Sementara itu, Dr. Abdul Haris Odja dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) diyakini akan memperkuat efektivitas administrasi dan kinerja kesekretariatan Senat. Sosoknya dikenal sebagai akademisi berdedikasi tinggi dalam bidang tata kelola akademik dan penguatan kapasitas kemahasiswaan, menjadikannya tandem ideal bagi Ketua Senat yang baru. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan apresiasi dan harapannya atas amanah yang kini diemban oleh dua figur akademisi tersebut. Menurutnya, Senat Universitas memegang peran sentral sebagai penjaga moral, etika akademik, dan standar mutu kelembagaan. “Kami berharap kepemimpinan baru Senat Universitas dapat semakin memperkuat peran strategisnya dalam menjaga marwah akademik UNG serta meningkatkan kualitas tata kelola. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi UNG sebagai universitas unggul, berdaya saing, dan menjadi pusat inovasi kawasan,” tutur Rektor UNG. Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa di era transformasi digital dan globalisasi pendidikan tinggi, Senat dituntut untuk adaptif, progresif, dan responsif terhadap perubahan. Kehadiran duet Prof. Femy dan Dr. Haris diharapkan mampu merumuskan kebijakan akademik yang inovatif serta memperkuat posisi UNG di kancah nasional maupun internasional. Dengan kepemimpinan baru tersebut, Senat Universitas Negeri Gorontalo kini semakin siap melangkah lebih solid dan sinergis dalam mendukung setiap kebijakan strategis universitas demi kemajuan sivitas akademika serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memasuki babak baru dalam tata kelola kelembagaannya. Melalui proses pemilihan yang berlangsung khidmat dan demokratis, <strong>Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si.</strong>, ditetapkan sebagai <strong>Ketua Senat Universitas Negeri Gorontalo</strong> untuk periode mendatang. Ia akan didampingi oleh <strong>Dr. Abdul Haris Odja, S.Pd., M.Pd.</strong>, yang dipercaya mengemban amanah sebagai <strong>Sekretaris Senat</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Proses pemilihan pimpinan senat dilakukan secara musyawarah mufakat yang mencerminkan semangat kolegialitas di lingkungan sivitas akademika UNG. Duet akademisi lintas disiplin ini dinilai representatif dan visioner, menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi <strong>pengawasan, pertimbangan, dan penjaminan mutu akademik</strong> di kampus dengan identitas merah maron tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Terpilihnya Prof. Femy Mahmud Sahami bukan tanpa alasan. Sebagai <strong>Guru Besar dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP)</strong>, Prof. Femy dikenal memiliki integritas tinggi, kepemimpinan visioner, dan rekam jejak akademik yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kepakarannya dalam bidang kelautan menjadikannya figur kunci dalam pengembangan riset serta jejaring kolaborasi kelembagaan di UNG.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>Dr. Abdul Haris Odja</strong> dari <strong>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)</strong> diyakini akan memperkuat efektivitas administrasi dan kinerja kesekretariatan Senat. Sosoknya dikenal sebagai akademisi berdedikasi tinggi dalam bidang <strong>tata kelola akademik dan penguatan kapasitas kemahasiswaan</strong>, menjadikannya tandem ideal bagi Ketua Senat yang baru.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.,</strong> menyampaikan apresiasi dan harapannya atas amanah yang kini diemban oleh dua figur akademisi tersebut. Menurutnya, Senat Universitas memegang peran sentral sebagai penjaga moral, etika akademik, dan standar mutu kelembagaan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kami berharap kepemimpinan baru Senat Universitas dapat semakin memperkuat peran strategisnya dalam menjaga marwah akademik UNG serta meningkatkan kualitas tata kelola. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi UNG sebagai universitas unggul, berdaya saing, dan menjadi pusat inovasi kawasan,” tutur Rektor UNG.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa di era transformasi digital dan globalisasi pendidikan tinggi, Senat dituntut untuk <strong>adaptif, progresif, dan responsif terhadap perubahan</strong>. Kehadiran duet Prof. Femy dan Dr. Haris diharapkan mampu merumuskan kebijakan akademik yang inovatif serta memperkuat posisi UNG di kancah nasional maupun internasional.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dengan kepemimpinan baru tersebut, <strong>Senat Universitas Negeri Gorontalo</strong> kini semakin siap melangkah lebih solid dan sinergis dalam mendukung setiap kebijakan strategis universitas demi kemajuan sivitas akademika serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/">Babak Baru! Prof. Femy Sahami dan Dr. Haris Odja Resmi Pimpin Senat UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/">Babak Baru! Prof. Femy Sahami dan Dr. Haris Odja Resmi Pimpin Senat UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/babak-baru-prof-femy-sahami-dan-dr-haris-odja-resmi-pimpin-senat-ung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</title>
		<link>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir</link>
					<comments>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 01:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata bahari]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan konservasi perairan]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan tata ruang laut]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian sampah laut]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Femy Mahmud Sahami]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28799</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Teluk Gorontalo bukan sekadar bentangan laut biru yang memanjakan mata. Di balik keindahannya, tersimpan kekayaan hayati sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat pesisir. Namun, di tengah upaya pelestarian Kawasan Konservasi Perairan (KKP) tersebut, ada satu kekuatan yang kerap luput dari sorotan — perempuan pesisir. Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa perempuan pesisir memegang peran strategis sebagai pilar utama keberlanjutan ekosistem laut. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan pesisir bukan lagi opsi, melainkan keharusan dalam pengelolaan kawasan konservasi yang efektif. Lebih dari Sekadar Pengelola Rumah Tangga Dalam kegiatan Peningkatan Pelibatan Perempuan dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Teluk Gorontalo yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Prof. Femy mengungkapkan bahwa peran perempuan selama ini sering kali dipandang sebelah mata. “Perempuan pesisir bukan hanya pengelola rumah tangga. Mereka adalah penggerak ekonomi, penjaga pengetahuan lokal, sekaligus pendidik generasi masa depan. Kedekatan mereka dengan laut menjadikan perempuan pesisir aktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tegas Prof. Femy. Dalam keseharian, perempuan pesisir menjadi benteng ketahanan keluarga. Mereka mengolah hasil tangkapan, menjaga pangan rumah tangga, berdagang di pasar, hingga menurunkan pengetahuan tradisional tentang musim tangkap dan pemanfaatan laut yang bijak kepada anak-anak mereka. Potensi Strategis dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Prof. Femy menilai perempuan pesisir memiliki potensi besar untuk berperan dalam aspek teknis maupun kebijakan pengelolaan KKP. Ia menyebutkan beberapa peran strategis yang bisa dilakukan, antara lain: Monitoring dan pengawasan. Perempuan dapat menjadi “mata” bagi kelestarian kawasan pesisir. Edukasi dan advokasi. Mereka bisa mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tingkat komunitas. Ekowisata bahari. Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan wisata berkelanjutan mampu memperkuat ekonomi lokal. Pengendalian sampah laut. Perempuan dapat menjadi penggerak utama kebersihan di wilayah pesisir. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam perencanaan tata ruang laut. Keterlibatan mereka dalam penyusunan kebijakan zonasi akan membuat aturan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan tetap berpihak pada kelestarian ekosistem. Memadukan Pengetahuan Lokal dan Ilmu Sains Poin penting lainnya yang disampaikan Prof. Femy adalah pentingnya sinergi antara pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, pelibatan perempuan secara setara akan membuat pengelolaan KKP lebih adaptif dan berkelanjutan. “Ketika perempuan dilibatkan, tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar bentuk keadilan sosial, tetapi langkah strategis untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya. Ia juga menambahkan, pemberdayaan perempuan pesisir tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu mendorong diversifikasi usaha berbasis konservasi. Hal ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi yang semakin kompleks.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Teluk Gorontalo bukan sekadar bentangan laut biru yang memanjakan mata. Di balik keindahannya, tersimpan kekayaan hayati sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat pesisir. Namun, di tengah upaya pelestarian Kawasan Konservasi Perairan (KKP) tersebut, ada satu kekuatan yang kerap luput dari sorotan — perempuan pesisir.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), <strong>Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si.</strong>, menegaskan bahwa perempuan pesisir memegang peran strategis sebagai pilar utama keberlanjutan ekosistem laut. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan pesisir bukan lagi opsi, melainkan <strong>keharusan</strong> dalam pengelolaan kawasan konservasi yang efektif.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Lebih dari Sekadar Pengelola Rumah Tangga</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam kegiatan <em>Peningkatan Pelibatan Perempuan dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Teluk Gorontalo</em> yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Prof. Femy mengungkapkan bahwa peran perempuan selama ini sering kali dipandang sebelah mata.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Perempuan pesisir bukan hanya pengelola rumah tangga. Mereka adalah penggerak ekonomi, penjaga pengetahuan lokal, sekaligus pendidik generasi masa depan. Kedekatan mereka dengan laut menjadikan perempuan pesisir aktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tegas Prof. Femy.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam keseharian, perempuan pesisir menjadi benteng ketahanan keluarga. Mereka mengolah hasil tangkapan, menjaga pangan rumah tangga, berdagang di pasar, hingga menurunkan pengetahuan tradisional tentang musim tangkap dan pemanfaatan laut yang bijak kepada anak-anak mereka.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Potensi Strategis dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prof. Femy menilai perempuan pesisir memiliki potensi besar untuk berperan dalam aspek teknis maupun kebijakan pengelolaan KKP. Ia menyebutkan beberapa peran strategis yang bisa dilakukan, antara lain:</p>
<ul class="marker:text-quiet list-disc">
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Monitoring dan pengawasan.</strong> Perempuan dapat menjadi “mata” bagi kelestarian kawasan pesisir.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Edukasi dan advokasi.</strong> Mereka bisa mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tingkat komunitas.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Ekowisata bahari.</strong> Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan wisata berkelanjutan mampu memperkuat ekonomi lokal.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Pengendalian sampah laut.</strong> Perempuan dapat menjadi penggerak utama kebersihan di wilayah pesisir.</p>
</li>
</ul>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam perencanaan tata ruang laut. Keterlibatan mereka dalam penyusunan kebijakan zonasi akan membuat aturan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan tetap berpihak pada kelestarian ekosistem.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Memadukan Pengetahuan Lokal dan Ilmu Sains</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Poin penting lainnya yang disampaikan Prof. Femy adalah pentingnya sinergi antara pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, pelibatan perempuan secara setara akan membuat pengelolaan KKP lebih adaptif dan berkelanjutan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Ketika perempuan dilibatkan, tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar bentuk keadilan sosial, tetapi langkah strategis untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menambahkan, pemberdayaan perempuan pesisir tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu mendorong <strong>diversifikasi usaha berbasis konservasi.</strong> Hal ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi yang semakin kompleks.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
