<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>program MBG Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/program-mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/program-mbg/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>program MBG Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/program-mbg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</title>
		<link>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china</link>
					<comments>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:51:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anindya Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[dapur MBG]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi unggas]]></category>
		<category><![CDATA[Hubei Shendi]]></category>
		<category><![CDATA[industri unggas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Kadin Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan telur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha China]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan ayam]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30293</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis guna memastikan ketahanan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari kebutuhan masif akan protein hewani, Kadin kini tengah menjajaki kerja sama di sektor hilirisasi industri unggas dengan sejumlah perusahaan asal China. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat status Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai surplus pangan untuk komoditas telur dan susu. Skala program MBG memang tidak main-main. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Provinsi Aceh saja, diperlukan setidaknya 600.000 butir telur setiap harinya. \"Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,\" ujarnya. Langkah Kadin ini turut dikonfirmasi oleh laporan dari jaringan media Okezone dan IDX Channel, yang mencatat bahwa secara nasional, program MBG akan menyerap hingga 24 juta butir telur per hari atau sekitar 700 juta telur per tahun. Untuk merealisasikan target raksasa tersebut, Kadin menggandeng beberapa perusahaan agroteknologi terkemuka asal Tiongkok, di antaranya adalah Hubei Shendi dan Shandong Yuwang. Kemitraan ini diproyeksikan tidak hanya sebatas pemenuhan suplai harian, tetapi juga transfer teknologi, mulai dari suplai pakan, penyediaan peralatan peternakan, hingga bioteknologi inovasi produk turunan unggas. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Kesiapan para investor Tiongkok pun sudah terlihat. Wang Zhongqiang, perwakilan dari pengusaha unggas asal China, menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem industri unggas berskala besar di Indonesia guna menopang keberlanjutan program MBG. \"Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di China dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,\" ucap Wang. Dengan kolaborasi lintas negara ini, Kadin optimistis bahwa roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat, sejalan dengan terpenuhinya hak gizi jutaan anak Indonesia melalui program prioritas pemerintah.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Jakarta &#8211; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis guna memastikan ketahanan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari kebutuhan masif akan protein hewani, Kadin kini tengah menjajaki kerja sama di sektor hilirisasi industri unggas dengan sejumlah perusahaan asal China.</p>
<p>Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat status Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai surplus pangan untuk komoditas telur dan susu. Skala program MBG memang tidak main-main. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Provinsi Aceh saja, diperlukan setidaknya 600.000 butir telur setiap harinya.</p>
<p>&#8220;Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Langkah Kadin ini turut dikonfirmasi oleh laporan dari jaringan media Okezone dan IDX Channel, yang mencatat bahwa secara nasional, program MBG akan menyerap hingga 24 juta butir telur per hari atau sekitar 700 juta telur per tahun. Untuk merealisasikan target raksasa tersebut, Kadin menggandeng beberapa perusahaan agroteknologi terkemuka asal Tiongkok, di antaranya adalah Hubei Shendi dan Shandong Yuwang.</p>
<p>Kemitraan ini diproyeksikan tidak hanya sebatas pemenuhan suplai harian, tetapi juga transfer teknologi, mulai dari suplai pakan, penyediaan peralatan peternakan, hingga bioteknologi inovasi produk turunan unggas. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.</p>
<p>Kesiapan para investor Tiongkok pun sudah terlihat. Wang Zhongqiang, perwakilan dari pengusaha unggas asal China, menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem industri unggas berskala besar di Indonesia guna menopang keberlanjutan program MBG.</p>
<p>&#8220;Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di China dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,&#8221; ucap Wang.</p>
<p>Dengan kolaborasi lintas negara ini, Kadin optimistis bahwa roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat, sejalan dengan terpenuhinya hak gizi jutaan anak Indonesia melalui program prioritas pemerintah.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara</title>
		<link>https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara</link>
					<comments>https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 13:54:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran bgn]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi bgn]]></category>
		<category><![CDATA[Komcad]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan kaus kaki]]></category>
		<category><![CDATA[polemik anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana penggerak pembangunan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sppi]]></category>
		<category><![CDATA[swakelola tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[unhan]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pertahanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30068</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/">Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/">Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("JAKARTA – Riuh perbincangan terkait anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kian santer bergulir di media sosial. Sorotan tajam netizen kali ini tertuju pada rincian anggaran pengadaan kaus kaki yang nominalnya dinilai terlampau mahal, yakni mencapai Rp100 ribu per pasang. Merespons kehebohan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan asumsi publik. Dalam sesi wawancara eksklusif bersama CNN Indonesia di program Inside with Diana Valencia, Dadan membedah secara rinci peruntukan barang yang memicu polemik tersebut. Ia membantah keras jika pengadaan kaus kaki bernilai puluhan ribu rupiah itu dilakukan tanpa perhitungan yang jelas. Menurutnya, kelengkapan seragam tersebut ditujukan langsung bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang wajib mengikuti pelatihan ala militer. Terkait desas-desus ini, Dadan memberikan klarifikasi langsung dengan penjelasan sebagai berikut: \"jadi gini mereka itu kan dulu direkrut ee untuk ee ikut pendidikan Komcad oke jadi mereka diberi seragam Komcad sepatu yang mirip Komcad lah termasuk kaos kakinya\" Selain itu, Dadan memastikan bahwa wewenang eksekusi pembelian perlengkapan ini tidak diurus secara mandiri oleh instansinya. Dana tersebut memang bersumber dari kantong BGN, namun proses tender dan pencairan dikelola melalui kerja sama antarlembaga. \"dan setelah kami cek apakah betul di badan Gija ada pengadaan kos kaki oh rupanya itu adalah pengadaan kos kaki yang untuk seragam Komcad Unhan tersebut oke jadi tipenya swak kelola tipe du jadi anggarannya ada di Badan Giji Nasional tapi kita swak kelolakan ke Unhan\" Dadan lebih lanjut merinci bagaimana alur koordinasi pengadaan barang tersebut dijalankan agar tetap akuntabel dan transparan. \"unhan kemudian membentuk Satgas kemudian mengeksekusi anggaran itu bersama dengan e perwakilan dari Badan Gaji Nasional termasuk pengadaan peralatan seragam dan dia dalamnya ada kos kaki\" Senada dengan pernyataan di atas, laporan dari media terpercaya seperti Kompas.com dan Tribunnews juga turut menyoroti isu ini. Berdasarkan pemberitaan Tribunnews, pengadaan kaus kaki BGN ini menyasar alokasi sekitar 17.000 pasang. Publik di dunia maya sebelumnya bahkan sempat dihebohkan dengan desas-desus bahwa harga per pasangnya menembus Rp100.000, sebelum akhirnya angka aslinya dikoreksi di angka kisaran Rp54 ribu. Sementara itu Dadan Hindayana menjamin setiap rupiah uang negara di lingkungan BGN terus diawasi melalui mekanisme undang-undang yang ketat. Pelibatan Universitas Pertahanan (Unhan) dalam sistem \'swakelola tipe 2\' membuktikan bahwa kelengkapan peserta pelatihan SPPI, termasuk kaus kakinya, benar-benar dikerjakan oleh instansi terkait secara proporsional. BGN pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan isu liar yang tak berdasar demi menjaga integritas jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Riuh perbincangan terkait anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kian santer bergulir di media sosial. Sorotan tajam netizen kali ini tertuju pada rincian anggaran pengadaan kaus kaki yang nominalnya dinilai terlampau mahal, yakni mencapai Rp100 ribu per pasang. Merespons kehebohan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan asumsi publik.</p>
<p>Dalam sesi wawancara eksklusif bersama CNN Indonesia di program Inside with Diana Valencia, Dadan membedah secara rinci peruntukan barang yang memicu polemik tersebut. Ia membantah keras jika pengadaan kaus kaki bernilai puluhan ribu rupiah itu dilakukan tanpa perhitungan yang jelas. Menurutnya, kelengkapan seragam tersebut ditujukan langsung bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang wajib mengikuti pelatihan ala militer.</p>
<p>Terkait desas-desus ini, Dadan memberikan klarifikasi langsung dengan penjelasan sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;jadi gini mereka itu kan dulu direkrut ee untuk ee ikut pendidikan Komcad oke jadi mereka diberi seragam Komcad sepatu yang mirip Komcad lah termasuk kaos kakinya&#8221;</p>
<p>Selain itu, Dadan memastikan bahwa wewenang eksekusi pembelian perlengkapan ini tidak diurus secara mandiri oleh instansinya. Dana tersebut memang bersumber dari kantong BGN, namun proses tender dan pencairan dikelola melalui kerja sama antarlembaga.</p>
<p>&#8220;dan setelah kami cek apakah betul di badan Gija ada pengadaan kos kaki oh rupanya itu adalah pengadaan kos kaki yang untuk seragam Komcad Unhan tersebut oke jadi tipenya swak kelola tipe du jadi anggarannya ada di Badan Giji Nasional tapi kita swak kelolakan ke Unhan&#8221;</p>
<p>Dadan lebih lanjut merinci bagaimana alur koordinasi pengadaan barang tersebut dijalankan agar tetap akuntabel dan transparan.</p>
<p>&#8220;unhan kemudian membentuk Satgas kemudian mengeksekusi anggaran itu bersama dengan e perwakilan dari Badan Gaji Nasional termasuk pengadaan peralatan seragam dan dia dalamnya ada kos kaki&#8221;</p>
<p>Senada dengan pernyataan di atas, laporan dari media terpercaya seperti Kompas.com dan Tribunnews juga turut menyoroti isu ini. Berdasarkan pemberitaan Tribunnews, pengadaan kaus kaki BGN ini menyasar alokasi sekitar 17.000 pasang. Publik di dunia maya sebelumnya bahkan sempat dihebohkan dengan desas-desus bahwa harga per pasangnya menembus Rp100.000, sebelum akhirnya angka aslinya dikoreksi di angka kisaran Rp54 ribu.</p>
<p>Sementara itu Dadan Hindayana menjamin setiap rupiah uang negara di lingkungan BGN terus diawasi melalui mekanisme undang-undang yang ketat. Pelibatan Universitas Pertahanan (Unhan) dalam sistem &#8216;swakelola tipe 2&#8217; membuktikan bahwa kelengkapan peserta pelatihan SPPI, termasuk kaus kakinya, benar-benar dikerjakan oleh instansi terkait secara proporsional. BGN pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan isu liar yang tak berdasar demi menjaga integritas jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/">Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/">Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/viral-harga-pengadaan-kaos-kaki-di-bgn-disebut-rp100-ribu-kepala-badan-gizi-buka-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BGN Tiba-Tiba Beli Motor Listrik Puluhan Ribu Unit untuk Dapur MBG,MENKEU Purbaya tidak Tahu</title>
		<link>https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu</link>
					<comments>https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran bgn]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2025]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[dapur makan bergizi]]></category>
		<category><![CDATA[Efisiensi Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[motor listrik bgn]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan kendaraan operasional]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[purbaya yudhi sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[sppg mbg]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi logistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29960</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/">BGN Tiba-Tiba Beli Motor Listrik Puluhan Ribu Unit untuk Dapur MBG,MENKEU Purbaya tidak Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/">BGN Tiba-Tiba Beli Motor Listrik Puluhan Ribu Unit untuk Dapur MBG,MENKEU Purbaya tidak Tahu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons viralnya motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengaku belum tahu soal anggaran tahun ini. “Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak,” ujarnya di Jakarta (7/4). Menurutnya, dana harus difokuskan pada makanan masyarakat. Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan rumor 70 ribu unit. \"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,\" jelasnya. Total realisasi baru 21.801 unit. Reuters mencatat, transparansi logistik pada program gizi subsidi sangat krusial guna mencegah inefisiensi uang negara.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons viralnya motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengaku belum tahu soal anggaran tahun ini. “Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak,” ujarnya di Jakarta (7/4).</p>
<p>Menurutnya, dana harus difokuskan pada makanan masyarakat. Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan rumor 70 ribu unit. &#8220;Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,&#8221; jelasnya. Total realisasi baru 21.801 unit. Reuters mencatat, transparansi logistik pada program gizi subsidi sangat krusial guna mencegah inefisiensi uang negara.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/">BGN Tiba-Tiba Beli Motor Listrik Puluhan Ribu Unit untuk Dapur MBG,MENKEU Purbaya tidak Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/">BGN Tiba-Tiba Beli Motor Listrik Puluhan Ribu Unit untuk Dapur MBG,MENKEU Purbaya tidak Tahu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bgn-tiba-tiba-beli-motor-listrik-puluhan-ribu-unit-untuk-dapur-mbgmenkeu-purbaya-tidak-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG</title>
		<link>https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 19:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Sulistiawati]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi MBG]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP UI]]></category>
		<category><![CDATA[fokus belajar murid]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[keterpaksaan guru]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[riset UI]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[survei Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[temuan mengejutkan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29668</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Satu tahun setelah Program Makan Bergizi Gratis berjalan, penelitian tim Departemen Antropologi FISIP Universitas Indonesia di lima sekolah dasar di Jakarta membuka fakta yang tak bisa dibaca hanya dari angka distribusi. Program yang ditujukan bagi ibu hamil, balita, dan siswa itu memang terus berjalan, tetapi di lapangan masih menyisakan persoalan soal ketepatan waktu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/">Mengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/">Mengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Satu tahun setelah Program Makan Bergizi Gratis berjalan, penelitian tim Departemen Antropologi FISIP Universitas Indonesia di lima sekolah dasar di Jakarta membuka fakta yang tak bisa dibaca hanya dari angka distribusi. Program yang ditujukan bagi ibu hamil, balita, dan siswa itu memang terus berjalan, tetapi di lapangan masih menyisakan persoalan soal ketepatan waktu pengantaran, penerimaan menu, hingga potensi pemborosan makanan. Sorotan ini muncul di tengah catatan CISDI yang sebelumnya menemukan hanya 5 dari 29 menu MBG, atau 17 persen, yang memenuhi target 30–35 persen Angka Kecukupan Gizi, sementara 45 persen sampel menu masih memuat pangan ultra-proses.</p>
<p>Riset UI tersebut berlangsung pada Juni hingga September 2025 dan menjangkau lima SD di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Tim melakukan observasi langsung serta wawancara dengan siswa, guru, pengelola sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, hingga Badan Gizi Nasional untuk memotret bagaimana MBG benar-benar dijalankan dari dapur sampai meja belajar.</p>
<p>Salah satu temuan paling mencolok muncul pada urusan waktu distribusi. Di satu sisi, ada sekolah yang menerima makanan terlalu dini, bahkan sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 pagi, ketika guru dan siswa belum datang. Di sisi lain, ada pula sekolah yang baru menerima paket makanan saat jam belajar sudah berjalan. Dalam pemaparan hasil riset, peneliti Indraini Hapsari menyebut, “Makanan tiba antara pukul 09.30 pagi, yang terlalu siang, sehingga siswa sudah terlambat untuk makan,” ujarnya. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh ketepatan logistik di level sekolah.</p>
<p>Riset itu juga memperlihatkan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tidak sepenuhnya ditopang oleh guru. Pada beberapa sekolah, orang tua ikut membantu menghitung jumlah ompreng saat pengiriman, membagikannya ke kelas, lalu mengumpulkannya kembali setelah waktu makan selesai. Di sekolah yang memiliki lantai bertingkat, keterlibatan orang tua menjadi bagian dari kerja harian agar distribusi tidak membebani siswa, terutama kelas rendah.</p>
<p>Namun tantangan terbesar justru tampak ketika makanan sudah sampai di tangan murid. Berdasarkan temuan peneliti, dalam satu kelas yang berisi 32 hingga 34 siswa, hanya sekitar empat sampai lima anak yang benar-benar menghabiskan makanan mereka. Sebagian siswa berhenti makan karena merasa sudah kenyang atau belum lapar, sementara sebagian lain tidak cocok dengan menu yang diberikan. Peneliti juga mencatat ada menu yang terasa hambar sehingga tidak cukup menarik untuk dihabiskan anak-anak.</p>
<p>Di titik inilah riset UI menyoroti jurang antara tujuan program dan praktik sehari-hari. Sekolah memang menerima paket MBG, tetapi rasa memiliki terhadap program belum tumbuh kuat. Minimnya informasi mengenai alasan sekolah menjadi penerima program dan manfaat yang semestinya dibangun membuat sebagian guru menjalankannya lebih sebagai tugas tambahan ketimbang misi bersama. Ketua peneliti Dian Sulistiawati menyebut kondisi itu secara gamblang, “Jadi ada keterpaksaan guru dalam menjalankan program ini,” tuturnya.</p>
<p>Temuan UI tersebut menjadi penting karena datang pada saat pemerintah juga menyampaikan sisi positif program. Survei Kemendikdasmen yang melibatkan 1.203.309 responden murid secara nasional menunjukkan sekolah penerima MBG mengalami penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase. Di wilayah Indonesia timur, penurunannya bahkan mencapai 14,85 poin persentase. ANTARA juga melaporkan bahwa sektor pendidikan merupakan penerima manfaat terbesar program ini, dengan cakupan sekitar 53 juta siswa lintas jenjang, dan pemerintah telah menyiapkan enam dokumen pendukung implementasi untuk memperkuat tata kelolanya di satuan pendidikan.</p>
<p>Di sisi lain, skala program terus diperluas. CNN Indonesia melaporkan pemerintah menyiapkan anggaran Rp335 triliun pada 2026 untuk mengejar sasaran 82,9 juta penerima manfaat. Tetapi perluasan itu juga dibayangi catatan risiko. Tempo, mengutip JPPI, melaporkan ada 1.242 korban keracunan MBG sepanjang Januari 2026, dengan total 21.254 korban sejak 2025 hingga awal 2026. Data-data itu memperlihatkan bahwa MBG bukan hanya program makan, melainkan kebijakan raksasa yang menuntut standar gizi, tata kelola, dan keamanan pangan yang sama kuatnya.</p>
<p>Karena itu, hasil penelitian UI memberi pesan yang tegas. Ukuran keberhasilan MBG tidak berhenti pada banyaknya ompreng yang sampai ke sekolah atau besarnya anggaran yang digelontorkan. Program ini baru dapat disebut efektif bila makanan datang pada waktu yang tepat, diterima dengan baik oleh siswa, dimakan sampai tuntas, dan dipahami seluruh aktor sekolah sebagai bagian dari upaya pembentukan kebiasaan gizi yang sehat. Peringatan Dian Sulistiawati menutup temuan itu dengan nada yang tajam, “Sungguh sangat ironis jika program yang bertujuan mengatasi persoalan makanan dan nutrisi, dengan biaya besar, justru berpotensi menyebabkan food waste,” ujarnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/">Mengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/">Mengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/mengejutkan-riset-ui-hanya-5-dari-34-siswa-habiskan-menu-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panen Tak Lagi Sepi Pembeli: Petani Nikmati Dampak Program MBG</title>
		<link>https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 19:34:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[dapur MBG]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi desa]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan petani]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pangan bergizi]]></category>
		<category><![CDATA[petani Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Uno]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi antar kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[Tani Merdeka Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29544</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/">Panen Tak Lagi Sepi Pembeli: Petani Nikmati Dampak Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/">Panen Tak Lagi Sepi Pembeli: Petani Nikmati Dampak Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak nyata bagi petani di berbagai daerah. Program yang menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah ini bukan hanya meningkatkan kualitas gizi pelajar, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani lokal. Hasil panen yang sebelumnya bergantung pada fluktuasi harga kini memiliki pembeli tetap melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, petani memperoleh jaminan bahwa hasil tanam mereka terserap secara berkelanjutan, sementara ekonomi desa mulai tumbuh lebih dinamis. Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo, Rian Uno, menilai program MBG memiliki nilai strategis karena mampu menyentuh dua sisi sekaligus—kesejahteraan petani dan pemenuhan gizi masyarakat. “Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar karena hasil tanam mereka kini jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Rian Uno, Kamis, 26 Februari 2026. Rian menambahkan, efek ekonomi dari program tersebut mulai terasa langsung di tingkat desa. Perputaran uang meningkat, para petani semakin bersemangat menanam, dan kegiatan produksi, distribusi, hingga konsumsi berjalan lebih hidup. Ia menegaskan, keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan. “Keberlanjutan sangat penting agar anak-anak dan ibu hamil terus mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara petani tetap semangat menanam,” tutur Rian. Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Pertanian yang mendorong peningkatan produksi pangan. Menurut Rian, sinergi antar lembaga pemerintah perlu terus diperkuat agar distribusi dan pelaksanaan program MBG berjalan efektif. “Kementerian Pertanian sudah bergerak dalam peningkatan produksi. Kementerian lain juga harus memastikan distribusi dan pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya. Meski demikian, Rian menilai evaluasi tetap harus dilakukan secara rutin. “Jika masih ada kekurangan, segera diperbaiki. Pengawasan distribusi harus tepat agar manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat,” tambahnya. Di sejumlah kabupaten, produksi hortikultura tercatat meningkat signifikan. Lonjakan permintaan dari dapur MBG membuat petani mulai menanam sesuai kebutuhan SPPG, terutama komoditas sayur-sayuran. Seluruh hasil panen kini terserap sepenuhnya oleh program. Kepastian pasar membuat petani berani memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi. Program MBG pun tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, melainkan juga menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi desa.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak nyata bagi petani di berbagai daerah. Program yang menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah ini bukan hanya meningkatkan kualitas gizi pelajar, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani lokal.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hasil panen yang sebelumnya bergantung pada fluktuasi harga kini memiliki pembeli tetap melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, petani memperoleh jaminan bahwa hasil tanam mereka terserap secara berkelanjutan, sementara ekonomi desa mulai tumbuh lebih dinamis.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo, <strong>Rian Uno</strong>, menilai program MBG memiliki nilai strategis karena mampu menyentuh dua sisi sekaligus—kesejahteraan petani dan pemenuhan gizi masyarakat.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar karena hasil tanam mereka kini jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Rian Uno, Kamis, 26 Februari 2026.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rian menambahkan, efek ekonomi dari program tersebut mulai terasa langsung di tingkat desa. Perputaran uang meningkat, para petani semakin bersemangat menanam, dan kegiatan produksi, distribusi, hingga konsumsi berjalan lebih hidup.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menegaskan, keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Keberlanjutan sangat penting agar anak-anak dan ibu hamil terus mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara petani tetap semangat menanam,” tutur Rian.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah <strong>Kementerian Pertanian</strong> yang mendorong peningkatan produksi pangan. Menurut Rian, sinergi antar lembaga pemerintah perlu terus diperkuat agar distribusi dan pelaksanaan program MBG berjalan efektif.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kementerian Pertanian sudah bergerak dalam peningkatan produksi. Kementerian lain juga harus memastikan distribusi dan pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Meski demikian, Rian menilai evaluasi tetap harus dilakukan secara rutin.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jika masih ada kekurangan, segera diperbaiki. Pengawasan distribusi harus tepat agar manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat,” tambahnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di sejumlah kabupaten, produksi hortikultura tercatat meningkat signifikan. Lonjakan permintaan dari dapur MBG membuat petani mulai menanam sesuai kebutuhan SPPG, terutama komoditas sayur-sayuran. Seluruh hasil panen kini terserap sepenuhnya oleh program.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepastian pasar membuat petani berani memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi. Program MBG pun tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, melainkan juga menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi desa.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/">Panen Tak Lagi Sepi Pembeli: Petani Nikmati Dampak Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/">Panen Tak Lagi Sepi Pembeli: Petani Nikmati Dampak Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/panen-tak-lagi-sepi-pembeli-petani-nikmati-dampak-program-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat</title>
		<link>https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat</link>
					<comments>https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 15:20:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Karim Al Jufri]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[gerindra gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kader gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pro rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[konsolidasi partai]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2029]]></category>
		<category><![CDATA[politik gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[politik nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[rapat koordinasi Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[safari politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28402</guid>

					<description><![CDATA[<p>​</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/">Bukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/">Bukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb5" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Rapat koordinasi Partai Gerindra di Gorontalo menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat soliditas kader dan memastikan gerak politik partai tetap berpihak kepada kepentingan mayoritas rakyat. Pertemuan ini tidak hanya membahas strategi elektoral, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan kebijakan nyata yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.​ Rapat koordinasi yang diinisiasi DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo tersebut menghadirkan Koordinator Gerindra Regional Sulawesi dan mengundang seluruh kader, mulai dari struktur tingkat bawah hingga pengurus DPD. Hadir pula kader-kader yang kini menjabat sebagai anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi, serta kepala daerah dari kader Gerindra, menjadikan forum ini sebagai pertemuan strategis untuk menyatukan langkah dan persepsi politik partai.​ Pertemuan yang digelar di Grand Q Hotel Kota Gorontalo ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti instruksi khusus Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden RI. Instruksi tersebut menekankan pentingnya kesiapan partai menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk konsolidasi program dan penguatan peran kader di tingkat daerah.​ Gerindra memandang bahwa konfigurasi politik menuju tahun 2029 berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan teknologi dan budaya di Indonesia, yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, termasuk di Provinsi Gorontalo. Karena itu, partai menilai perlu ada kesiapsiagaan politik dan penguatan kapasitas kader agar tetap relevan dan responsif terhadap perubahan zaman.​ Koordinator Gerindra Regional Sulawesi, Abdul Karim Al Jufri, menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra harus terus bergerak dan tidak boleh terlena dengan waktu. Menurutnya, tahun pemilu 2029 atau 2031 bukan lagi terasa jauh, melainkan semakin dekat sehingga kerja politik harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan.​ “Perkembangan teknologi sekarang ini sudah semakin canggih. Apalagi, seperti disampaikan Bendahara DPD Gerindra Provinsi Gorontalo, dunia AI sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, semua kader Gerindra di Gorontalo harus terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat, sebab Gerindra memiliki misi besar untuk bangsa dan negara ini, termasuk bagi daerah Gorontalo,” ujarnya.​ Pria yang akrab disapa Bang AK itu meminta seluruh kader Gerindra, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif, untuk bekerja sungguh-sungguh dan tidak takut berbuat yang terbaik bagi rakyat. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus diuji sejauh mana berpihak pada kepentingan publik, khususnya kelompok mayoritas yang selama ini membutuhkan keberpihakan negara.​ “Saya minta seluruh kader Gerindra yang berada di legislatif dan eksekutif agar jangan takut memberikan kritik. Selama kebijakan di suatu daerah berpihak pada kepentingan masyarakat, maka itu sejalan dengan arah gerakan Gerindra. Namun jika kebijakan itu bertentangan dengan kepentingan rakyat, Gerindra harus tampil paling depan untuk melawan dan menyuarakan koreksi,” tegasnya.​ Di akhir penyampaiannya, Abdul Karim Al Jufri kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif kader Gerindra dalam menyukseskan tiga program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni MBG (Makanan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Ketiga program ini dinilai sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.​ “Kita tahu bersama, ada tiga program prioritas Ketua Umum Gerindra yang juga Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yaitu MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Realisasi tiga program prioritas ini mulai terlihat dan dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air. Saya minta seluruh kader Gerindra di Gorontalo berperan paling depan dalam mengampanyekan program ini dan ikut menyukseskannya di lapangan,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Rapat koordinasi Partai Gerindra di Gorontalo menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat soliditas kader dan memastikan gerak politik partai tetap berpihak kepada kepentingan mayoritas rakyat. Pertemuan ini tidak hanya membahas strategi elektoral, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan kebijakan nyata yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rapat koordinasi yang diinisiasi DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo tersebut menghadirkan Koordinator Gerindra Regional Sulawesi dan mengundang seluruh kader, mulai dari struktur tingkat bawah hingga pengurus DPD. Hadir pula kader-kader yang kini menjabat sebagai anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi, serta kepala daerah dari kader Gerindra, menjadikan forum ini sebagai pertemuan strategis untuk menyatukan langkah dan persepsi politik partai.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pertemuan yang digelar di Grand Q Hotel Kota Gorontalo ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti instruksi khusus Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden RI. Instruksi tersebut menekankan pentingnya kesiapan partai menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk konsolidasi program dan penguatan peran kader di tingkat daerah.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gerindra memandang bahwa konfigurasi politik menuju tahun 2029 berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan teknologi dan budaya di Indonesia, yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, termasuk di Provinsi Gorontalo. Karena itu, partai menilai perlu ada kesiapsiagaan politik dan penguatan kapasitas kader agar tetap relevan dan responsif terhadap perubahan zaman.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Koordinator Gerindra Regional Sulawesi, Abdul Karim Al Jufri, menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra harus terus bergerak dan tidak boleh terlena dengan waktu. Menurutnya, tahun pemilu 2029 atau 2031 bukan lagi terasa jauh, melainkan semakin dekat sehingga kerja politik harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Perkembangan teknologi sekarang ini sudah semakin canggih. Apalagi, seperti disampaikan Bendahara DPD Gerindra Provinsi Gorontalo, dunia AI sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, semua kader Gerindra di Gorontalo harus terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat, sebab Gerindra memiliki misi besar untuk bangsa dan negara ini, termasuk bagi daerah Gorontalo,” ujarnya.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pria yang akrab disapa Bang AK itu meminta seluruh kader Gerindra, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif, untuk bekerja sungguh-sungguh dan tidak takut berbuat yang terbaik bagi rakyat. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus diuji sejauh mana berpihak pada kepentingan publik, khususnya kelompok mayoritas yang selama ini membutuhkan keberpihakan negara.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Saya minta seluruh kader Gerindra yang berada di legislatif dan eksekutif agar jangan takut memberikan kritik. Selama kebijakan di suatu daerah berpihak pada kepentingan masyarakat, maka itu sejalan dengan arah gerakan Gerindra. Namun jika kebijakan itu bertentangan dengan kepentingan rakyat, Gerindra harus tampil paling depan untuk melawan dan menyuarakan koreksi,” tegasnya.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di akhir penyampaiannya, Abdul Karim Al Jufri kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif kader Gerindra dalam menyukseskan tiga program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni MBG (Makanan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Ketiga program ini dinilai sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kita tahu bersama, ada tiga program prioritas Ketua Umum Gerindra yang juga Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yaitu MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Realisasi tiga program prioritas ini mulai terlihat dan dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air. Saya minta seluruh kader Gerindra di Gorontalo berperan paling depan dalam mengampanyekan program ini dan ikut menyukseskannya di lapangan,” pungkasnya.
<div id="attachment_28404" style="width: 753px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-28404" class="wp-image-28404" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/11/adhna-300x200.jpg" alt="" width="743" height="495" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/11/adhna-300x200.jpg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/11/adhna-768x512.jpg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/11/adhna.jpg 1000w" sizes="(max-width: 743px) 100vw, 743px" /><p id="caption-attachment-28404" class="wp-caption-text">Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Hi. Adhan Dambea</p></div>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">​<button id="bb6" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb6.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Hi. Adhan Dambea, menyampaikan bahwa sisa usianya akan diabdikan sepenuhnya untuk Partai Gerindra dan masyarakat Gorontalo. Ia menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke basis masyarakat melalui safari politik yang menjangkau berbagai wilayah.​ Adhan mengungkapkan rencananya melakukan safari politik dari ujung Kabupaten Pohuwato hingga ujung Kabupaten Bone Bolango, dengan pola kunjungan yang tidak hanya seremoni, melainkan menginap beberapa hari di tiap daerah. Langkah ini dimaksudkan agar ia dapat menyerap aspirasi warga secara lebih mendalam dan memperkuat kedekatan Partai Gerindra dengan masyarakat di akar rumput.​ Dalam rangka membesarkan Partai Gerindra di Gorontalo, Adhan berharap peran aktif seluruh kader, terutama yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif di berbagai tingkatan. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat dari Gerindra harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh konstituen sebagai bukti nyata bahwa gerakan partai berorientasi pada kepentingan publik.​ “Gerakan Partai Gerindra sangat jelas, yaitu hanya untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, saya sampaikan kepada teman-teman, sisa umur saya ini saya baktikan untuk Gerindra dan masyarakat. Mulai awal tahun 2026, Insya Allah saya akan melakukan safari politik dari Pohuwato sampai Bone Bolango, bukan hanya kunjungan biasa, tetapi akan menginap beberapa hari. Maka dari itu, dalam rangka membesarkan Partai Gerindra, saya berharap peran semua kader Gerindra di semua wilayah benar-benar maksimal,” terangnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Hi. Adhan Dambea, menyampaikan bahwa sisa usianya akan diabdikan sepenuhnya untuk Partai Gerindra dan masyarakat Gorontalo. Ia menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke basis masyarakat melalui safari politik yang menjangkau berbagai wilayah.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Adhan mengungkapkan rencananya melakukan safari politik dari ujung Kabupaten Pohuwato hingga ujung Kabupaten Bone Bolango, dengan pola kunjungan yang tidak hanya seremoni, melainkan menginap beberapa hari di tiap daerah. Langkah ini dimaksudkan agar ia dapat menyerap aspirasi warga secara lebih mendalam dan memperkuat kedekatan Partai Gerindra dengan masyarakat di akar rumput.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam rangka membesarkan Partai Gerindra di Gorontalo, Adhan berharap peran aktif seluruh kader, terutama yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif di berbagai tingkatan. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat dari Gerindra harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh konstituen sebagai bukti nyata bahwa gerakan partai berorientasi pada kepentingan publik.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Gerakan Partai Gerindra sangat jelas, yaitu hanya untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, saya sampaikan kepada teman-teman, sisa umur saya ini saya baktikan untuk Gerindra dan masyarakat. Mulai awal tahun 2026, Insya Allah saya akan melakukan safari politik dari Pohuwato sampai Bone Bolango, bukan hanya kunjungan biasa, tetapi akan menginap beberapa hari. Maka dari itu, dalam rangka membesarkan Partai Gerindra, saya berharap peran semua kader Gerindra di semua wilayah benar-benar maksimal,” terangnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/">Bukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/">Bukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bukan-rapat-biasa-instruksi-gerindra-tegaskan-kader-harus-kompak-dan-berdampak-untuk-mayoritas-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
