<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>puskesmas Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/puskesmas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/puskesmas/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 20:06:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>puskesmas Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/puskesmas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Langkah Strategis! Pemkab Pohuwato Gandeng FK UNG Cetak Dokter</title>
		<link>https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter</link>
					<comments>https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 11:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas kedokteran ung]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[PROFESI DOKTER]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[SDM kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29844</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/">Langkah Strategis! Pemkab Pohuwato Gandeng FK UNG Cetak Dokter</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/">Langkah Strategis! Pemkab Pohuwato Gandeng FK UNG Cetak Dokter</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Pemerintah Kabupaten Pohuwato menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan profesi dokter. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Kedokteran UNG. Perjanjian ini ditandatangani oleh Rusmiati Pakaya, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Pohuwato sebagai pihak pertama, dan Cecy Rahma Karim sebagai pihak kedua. Penandatanganan turut disaksikan oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Vivien Novarina A. Kasim, Zuhriana K. Yusuf, serta Sri Andriani Ibrahim. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan UNG dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui PKS tersebut, kedua pihak berkomitmen memperkuat penyelenggaraan Program Studi Kedokteran (S1) dan Program Studi Profesi Dokter di lingkungan FK UNG. Dalam perjanjian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan mengirimkan mahasiswa utusan daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran di UNG. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat layanan kesehatan di daerah setelah para mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka. Pada tahun akademik 2024/2025, kerja sama ini mencakup pembiayaan pendidikan bagi tujuh mahasiswa asal Kabupaten Pohuwato yang mengikuti pendidikan sarjana kedokteran hingga profesi dokter. Para mahasiswa akan menjalani proses pendidikan akademik di FK UNG serta praktik profesi di rumah sakit dan puskesmas sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan kedokteran. Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengalokasikan anggaran sebesar Rp457 juta melalui skema beasiswa daerah. Anggaran tersebut mencakup biaya pendidikan, operasional studi, serta kebutuhan akademik mahasiswa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat lahir tenaga dokter yang kompeten, profesional, dan siap mengabdi di daerah. Program ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Pohuwato serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="162" data-end="492">UNG &#8211; Pemerintah Kabupaten Pohuwato menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Negeri Gorontalo</span></span> (FK UNG) dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan profesi dokter. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Kedokteran UNG.</p>
<p data-start="494" data-end="898">Perjanjian ini ditandatangani oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Rusmiati Pakaya</span></span>, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Pohuwato sebagai pihak pertama, dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Cecy Rahma Karim</span></span> sebagai pihak kedua. Penandatanganan turut disaksikan oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Vivien Novarina A. Kasim</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Zuhriana K. Yusuf</span></span>, serta <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Sri Andriani Ibrahim</span></span>.</p>
<p data-start="900" data-end="1234">Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan UNG dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui PKS tersebut, kedua pihak berkomitmen memperkuat penyelenggaraan Program Studi Kedokteran (S1) dan Program Studi Profesi Dokter di lingkungan FK UNG.</p>
<p data-start="1236" data-end="1568">Dalam perjanjian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan mengirimkan mahasiswa utusan daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran di UNG. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat layanan kesehatan di daerah setelah para mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka.</p>
<p data-start="1570" data-end="1939">Pada tahun akademik 2024/2025, kerja sama ini mencakup pembiayaan pendidikan bagi tujuh mahasiswa asal Kabupaten Pohuwato yang mengikuti pendidikan sarjana kedokteran hingga profesi dokter. Para mahasiswa akan menjalani proses pendidikan akademik di FK UNG serta praktik profesi di rumah sakit dan puskesmas sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan kedokteran.</p>
<p data-start="1941" data-end="2177">Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengalokasikan anggaran sebesar Rp457 juta melalui skema beasiswa daerah. Anggaran tersebut mencakup biaya pendidikan, operasional studi, serta kebutuhan akademik mahasiswa.</p>
<p data-start="2179" data-end="2465">Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat lahir tenaga dokter yang kompeten, profesional, dan siap mengabdi di daerah. Program ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Pohuwato serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/">Langkah Strategis! Pemkab Pohuwato Gandeng FK UNG Cetak Dokter</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/">Langkah Strategis! Pemkab Pohuwato Gandeng FK UNG Cetak Dokter</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/langkah-strategis-pemkab-pohuwato-gandeng-fk-ung-cetak-dokter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana</title>
		<link>https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana</link>
					<comments>https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 15:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Apotek]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Tanggap Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Kegawatdaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Rasdianah]]></category>
		<category><![CDATA[PKPA]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29501</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/">Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/">Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan II untuk melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di berbagai wilayah, baik di dalam daerah maupun luar daerah, termasuk di lokasi terdampak bencana. Pelepasan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di lingkungan kampus UNG. Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNG, Dr. Nur Rasdianah, S.Si., M.Si., Apt., menjelaskan bahwa PKPA merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa profesi apoteker. Pada angkatan kedua ini, jumlah peserta mencapai 40 orang mahasiswa yang terdiri dari alumni dan non-alumni, dengan 11 orang di antaranya berasal dari luar UNG. “Untuk praktik kerja profesi apoteker kali ini kami akan mengirimkan dua kelompok, sebanyak 12 orang, ke lokasi terdampak bencana. Sisanya akan ditempatkan untuk PKPA di Kota Gorontalo, yakni di puskesmas dan apotek. Di Kota Gorontalo terdapat enam puskesmas dan tujuh apotek yang menjadi lahan praktik,” jelasnya. Ia menambahkan, pelaksanaan PKPA di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari program kerja sama Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia secara nasional dengan Koordinator Wilayah I Sumatera. Dalam skema tersebut, UNG berada di bawah Koordinator Wilayah V, namun tetap ambil bagian dalam program penugasan ke daerah bencana. “Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang masih terdampak bencana di Sumatera. Ada tiga pilihan lokasi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melihat kondisi di lapangan, Aceh menjadi wilayah yang paling terdampak, sehingga Korwil Wilayah I mengarahkan penempatan mahasiswa PKPA di Aceh Tamiang,” ungkapnya. Menurut Dr. Nur Rasdianah, PKPA di daerah bencana memiliki keunggulan strategis karena sejalan dengan visi program studi, yakni penguatan farmasi kegawatdaruratan. Melalui pengalaman langsung di lapangan, lulusan apoteker UNG diharapkan memiliki kepekaan dan kemampuan tanggap di wilayah-wilayah yang tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga ketika terjadi bencana alam, bencana sosial, maupun bencana kemanusiaan lainnya. Kegiatan PKPA di daerah bencana ini juga bekerja sama dengan komunitas Apoteker Tanggap Bencana. Program dirancang berlangsung selama satu bulan dengan skema dua jenis PKPA. “Untuk reguler, PKPA di puskesmas berlangsung satu bulan penuh. Sementara di lokasi terdampak bencana, mahasiswa akan menjalani PKPA selama dua minggu. Setelah itu, mereka melanjutkan PKPA distribusi di gudang farmasi atau instalasi farmasi di Aceh Tamiang selama dua minggu. Jadi dalam satu bulan, ada dua jenis PKPA khusus untuk program terdampak bencana,” paparnya. Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh mahasiswa yang berangkat diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani studi hingga tuntas dengan hasil terbaik. “Hari ini kita akan melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker untuk melaksanakan PKPA, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh dan komprehensif,” ujar Rektor. Rektor juga memberikan apresiasi tinggi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG yang mengambil inisiatif menjadi bagian dari program nasional PKPA di daerah bencana, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. “Sesuai laporan yang saya terima, UNG memilih daerah Aceh Tamiang. Ketika UNG memutuskan untuk mengambil bagian di Tamiang, saya menyambutnya dengan apresiasi. Ini adalah langkah yang sangat baik. Tidak ada keharusan bagi seluruh mahasiswa karena program ini bersifat sukarela, dan ternyata ada 12 mahasiswa yang berkenan ikut PKPA di Tamiang,” tegasnya. Prof. Eduart juga berpesan agar mahasiswa yang ditempatkan di Aceh Tamiang mempersiapkan diri secara matang, baik secara fisik maupun mental, mengingat kondisi di lapangan yang masih belum sepenuhnya pulih pascabencana. Namun, ia memastikan bahwa fasilitas tempat tinggal tetap layak dan menuntut kemampuan adaptasi yang baik dari mahasiswa. “Program PKPA di daerah bencana tentu memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan PKPA di daerah non-bencana. Untuk itu, universitas akan memberikan dukungan, termasuk kemungkinan bantuan biaya tempat tinggal, sebagai bagian dari kontribusi UNG untuk saudara-saudara kita di sana,” tambahnya. Di akhir sambutan, Rektor menegaskan pentingnya keberadaan mahasiswa profesi apoteker bagi daerah, terutama karena kawasan timur Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, termasuk apoteker. “Bersyukurlah Anda semua mendapatkan kesempatan ini, karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah diselenggarakan di banyak tempat. Semoga melalui pendidikan profesi apoteker ini, termasuk melalui kiprah Anda sekalian, kita dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan kawasan sekitarnya,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan II untuk melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di berbagai wilayah, baik di dalam daerah maupun luar daerah, termasuk di lokasi terdampak bencana. Pelepasan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di lingkungan kampus UNG.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNG, <strong>Dr. Nur Rasdianah, S.Si., M.Si., Apt.,</strong> menjelaskan bahwa PKPA merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa profesi apoteker. Pada angkatan kedua ini, jumlah peserta mencapai 40 orang mahasiswa yang terdiri dari alumni dan non-alumni, dengan 11 orang di antaranya berasal dari luar UNG.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Untuk praktik kerja profesi apoteker kali ini kami akan mengirimkan dua kelompok, sebanyak 12 orang, ke lokasi terdampak bencana. Sisanya akan ditempatkan untuk PKPA di Kota Gorontalo, yakni di puskesmas dan apotek. Di Kota Gorontalo terdapat enam puskesmas dan tujuh apotek yang menjadi lahan praktik,” jelasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menambahkan, pelaksanaan PKPA di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari program kerja sama <strong>Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia</strong> secara nasional dengan Koordinator Wilayah I Sumatera. Dalam skema tersebut, UNG berada di bawah Koordinator Wilayah V, namun tetap ambil bagian dalam program penugasan ke daerah bencana.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang masih terdampak bencana di Sumatera. Ada tiga pilihan lokasi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melihat kondisi di lapangan, Aceh menjadi wilayah yang paling terdampak, sehingga Korwil Wilayah I mengarahkan penempatan mahasiswa PKPA di Aceh Tamiang,” ungkapnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut Dr. Nur Rasdianah, PKPA di daerah bencana memiliki keunggulan strategis karena sejalan dengan visi program studi, yakni penguatan <strong>farmasi kegawatdaruratan</strong>. Melalui pengalaman langsung di lapangan, lulusan apoteker UNG diharapkan memiliki kepekaan dan kemampuan tanggap di wilayah-wilayah yang tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga ketika terjadi bencana alam, bencana sosial, maupun bencana kemanusiaan lainnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan PKPA di daerah bencana ini juga bekerja sama dengan komunitas <strong>Apoteker Tanggap Bencana</strong>. Program dirancang berlangsung selama satu bulan dengan skema dua jenis PKPA.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Untuk reguler, PKPA di puskesmas berlangsung satu bulan penuh. Sementara di lokasi terdampak bencana, mahasiswa akan menjalani PKPA selama dua minggu. Setelah itu, mereka melanjutkan PKPA distribusi di gudang farmasi atau instalasi farmasi di Aceh Tamiang selama dua minggu. Jadi dalam satu bulan, ada dua jenis PKPA khusus untuk program terdampak bencana,” paparnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, <strong>Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.,</strong> dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh mahasiswa yang berangkat diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani studi hingga tuntas dengan hasil terbaik.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Hari ini kita akan melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker untuk melaksanakan PKPA, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh dan komprehensif,” ujar Rektor.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rektor juga memberikan apresiasi tinggi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG yang mengambil inisiatif menjadi bagian dari program nasional PKPA di daerah bencana, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Sesuai laporan yang saya terima, UNG memilih daerah Aceh Tamiang. Ketika UNG memutuskan untuk mengambil bagian di Tamiang, saya menyambutnya dengan apresiasi. Ini adalah langkah yang sangat baik. Tidak ada keharusan bagi seluruh mahasiswa karena program ini bersifat sukarela, dan ternyata ada 12 mahasiswa yang berkenan ikut PKPA di Tamiang,” tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prof. Eduart juga berpesan agar mahasiswa yang ditempatkan di Aceh Tamiang mempersiapkan diri secara matang, baik secara fisik maupun mental, mengingat kondisi di lapangan yang masih belum sepenuhnya pulih pascabencana. Namun, ia memastikan bahwa fasilitas tempat tinggal tetap layak dan menuntut kemampuan adaptasi yang baik dari mahasiswa.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Program PKPA di daerah bencana tentu memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan PKPA di daerah non-bencana. Untuk itu, universitas akan memberikan dukungan, termasuk kemungkinan bantuan biaya tempat tinggal, sebagai bagian dari kontribusi UNG untuk saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di akhir sambutan, Rektor menegaskan pentingnya keberadaan mahasiswa profesi apoteker bagi daerah, terutama karena kawasan timur Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, termasuk apoteker.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Bersyukurlah Anda semua mendapatkan kesempatan ini, karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah diselenggarakan di banyak tempat. Semoga melalui pendidikan profesi apoteker ini, termasuk melalui kiprah Anda sekalian, kita dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan kawasan sekitarnya,” pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/">Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/">Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tak-hanya-di-kelas-mahasiswa-pkpa-ung-terjun-ke-daerah-bencana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indra Yasin: Akreditasi Puskesmas Jadi Ukuran Mutu Pelayanan Kesehatan</title>
		<link>https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan</link>
					<comments>https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2020 12:59:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[indra yasin]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6623</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara benar-benar berhasil meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dari 16 puskesmas yang ada, 15 di antaranya telah terakreditasi. Bupati Gorut Indra Yasin usai membuka workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi puskesmas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Gorut di Hotel Aston Jumat (02/10/2020) mengatakan, dari 15 puskesmas yang terakreditasi tersebut, salah satunya peroleh akreditasi paripurna. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/">Indra Yasin: Akreditasi Puskesmas Jadi Ukuran Mutu Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/">Indra Yasin: Akreditasi Puskesmas Jadi Ukuran Mutu Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara benar-benar berhasil meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dari 16 puskesmas yang ada, 15 di antaranya telah terakreditasi. Bupati Gorut Indra Yasin usai membuka workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi puskesmas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Gorut di Hotel Aston Jumat (02/10/2020) mengatakan, dari 15 puskesmas yang terakreditasi tersebut, salah satunya peroleh akreditasi paripurna. \"Dari 16 Puskesmas di Gorut 15 yang sudah terakreditas, tinggal satu yang belum, dan syukur alhamdulillah Puskesmas kwandang mendapatkan akreditasi Paripurna, sedangkan selebihnya yang 14 itu utama dengan madya\" ungkap Indra Yasin. Dirinya menjelaskan, proses penilaian akreditasi puskesmas dilakukan secara independen oleh pihak kementerian bersama lembag independen untuk memberikan penilaian. \"Dengan lembaga yang independen tentu itu memberikan kepercayaan kepada kita bahwa benar-benar pelayanan Puskesmas di Gorontalo Utara sudah mengalami peningkatan dalam hal mutu pelayanan,\" katanya. Indra Yasin berharap, melalui akreditas yang dimiliki oleh setiap Puskesmas, itu akan memberikan keyakinan kepada masyarakat ketika dirinya membutuhkan pelayanan dari Puskesmas. Menurutnya untuk mempertahankan dan meningkatkan Akreditas Puskesmas tentunya harus didukung oleh tingkat sumber daya manusia dan juga sarana dan prasarana yang baik. \"Nah kalau sumber daya manusianya kita tingkatkan, baru sarana dan prasarana yang tersedia menunjang, maka tentu ini pelayanan kepada masyarakat semakin akan lebih baik lagi. dan itu yang kita harapkan dengan workshop hari ini\" ujarnya. \"Semua aparat di lingkungan kesehatan Gorontalo Utara kita lakukan peningkatan kapasitasnya\" sambungnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara benar-benar berhasil meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dari 16 puskesmas yang ada, 15 di antaranya telah terakreditasi.</p>
<p>Bupati Gorut Indra Yasin usai membuka workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi puskesmas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Gorut di Hotel Aston Jumat (02/10/2020) mengatakan, dari 15 puskesmas yang terakreditasi tersebut, salah satunya peroleh akreditasi paripurna.</p>
<p>&#8220;Dari 16 Puskesmas di Gorut 15 yang sudah terakreditas, tinggal satu yang belum, dan syukur alhamdulillah Puskesmas kwandang mendapatkan akreditasi Paripurna, sedangkan selebihnya yang 14 itu utama dengan madya&#8221; ungkap Indra Yasin.</p>
<p>Dirinya menjelaskan, proses penilaian akreditasi puskesmas dilakukan secara independen oleh pihak kementerian bersama lembag independen untuk memberikan penilaian.</p>
<p>&#8220;Dengan lembaga yang independen tentu itu memberikan kepercayaan kepada kita bahwa benar-benar pelayanan Puskesmas di Gorontalo Utara sudah mengalami peningkatan dalam hal mutu pelayanan,&#8221; katanya.</p>
<p>Indra Yasin berharap, melalui akreditas yang dimiliki oleh setiap Puskesmas, itu akan memberikan keyakinan kepada masyarakat ketika dirinya membutuhkan pelayanan dari Puskesmas.</p>
<p>Menurutnya untuk mempertahankan dan meningkatkan Akreditas Puskesmas tentunya harus didukung oleh tingkat sumber daya manusia dan juga sarana dan prasarana yang baik.</p>
<p>&#8220;Nah kalau sumber daya manusianya kita tingkatkan, baru sarana dan prasarana yang tersedia menunjang, maka tentu ini pelayanan kepada masyarakat semakin akan lebih baik lagi. dan itu yang kita harapkan dengan workshop hari ini&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Semua aparat di lingkungan kesehatan Gorontalo Utara kita lakukan peningkatan kapasitasnya&#8221; sambungnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/">Indra Yasin: Akreditasi Puskesmas Jadi Ukuran Mutu Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/">Indra Yasin: Akreditasi Puskesmas Jadi Ukuran Mutu Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/indra-yasin-akreditasi-puskesmas-jadi-ukuran-mutu-pelayanan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serahkan Alat Tes Cepat ke Puskesmas, Indra Minta Semua ODP Segera di Rapid Test</title>
		<link>https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test</link>
					<comments>https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2020 13:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[alat test]]></category>
		<category><![CDATA[indra yasin]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=4074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantuan rapid test yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dari Provinsi Gorontalo kini disalurkan Bupati Indra Yasin ke seluruh puskesmas di Gorut, Jumat (17/04/2020). Ada sebanyak 15 puskesmas yang mendapatkan alat test cepat Rapid Diagnosa Tst (RDT) tersebut. &#8220;Hari ini saya meneyerahkan kepada 15 puskesmas. Tentu ini wujud kepedulian pemerintah, dan tak lupa juga saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/">Serahkan Alat Tes Cepat ke Puskesmas, Indra Minta Semua ODP Segera di Rapid Test</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/">Serahkan Alat Tes Cepat ke Puskesmas, Indra Minta Semua ODP Segera di Rapid Test</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Bantuan rapid test yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dari Provinsi Gorontalo kini disalurkan Bupati Indra Yasin ke seluruh puskesmas di Gorut, Jumat (17/04/2020). Ada sebanyak 15 puskesmas yang mendapatkan alat test cepat Rapid Diagnosa Tst (RDT) tersebut. \"Hari ini saya meneyerahkan kepada 15 puskesmas. Tentu ini wujud kepedulian pemerintah, dan tak lupa juga saya ucapakan terimakasih kepada Pemprov dan juga bapak Gubernur Gorontalo sudah memberikan 2000 Pcs Rapid Diagnosa test, dan hari ini saya tindaklanjuti dan sudah saya serahkan di 15 puskes se-Gorut, melalui kapus- kapus,\" ujar Indra Yasin. Dari 2000 pcs rapid test itu, masing-masing 100 Pcs dibagikan di 13 puskesmas. Sementara untuk puskesmas wilayah perbatasan seperti puskesmas Atinggola dan Tolinggula masing-masing memperoleh150 Pcs, dan 400 Pcs diserahkan ke dinas kesehatan untuk mengantisipasi tempat-tempat yang dianggap rawan. Usai menyerahkan rapid test, Indra meminta kepada tim medis di puskesmas segera melaksanakan tes. Ada tiga golongan yang harus segera periksa di antaranya warga yang melakukan pengobatan, warga yang bergejala dan yang lebih penting adalah para ODP. \"Mudah - mudahan dengan bantuan Rapid test itu mereka sudah menggunakan untuk mengetes setiap masyarakat yang melakukan kegiatan atau mereka berobat di setiap puskesmas, apalagi ada warga yang datang di daerah,\" kata Bupati dua periode itu. Indra mengatakan bahwa pihak puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi maupun publikasi terkait penerapan pencegahan Covid-19. \"saya juga sempat berdialog dengan kapus - kapus dan alhamdulillah saya mendapatkan informasi, mereka sudah melakukan publikasi keliling pencegahan Virus corona ini dengan menggunakan mobil Ambulance. Nah saya kira itu salah satu kegiatan yang baik,\" terang Indra Yasin", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>Bantuan rapid test yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dari Provinsi Gorontalo kini disalurkan Bupati Indra Yasin ke seluruh puskesmas di Gorut, Jumat (17/04/2020). Ada sebanyak 15 puskesmas yang mendapatkan alat test cepat Rapid Diagnosa Tst (RDT) tersebut.</p>
<p>&#8220;Hari ini saya meneyerahkan kepada 15 puskesmas. Tentu ini wujud kepedulian pemerintah, dan tak lupa juga saya ucapakan terimakasih kepada Pemprov dan juga bapak Gubernur Gorontalo sudah memberikan 2000 Pcs Rapid Diagnosa test, dan hari ini saya tindaklanjuti dan sudah saya serahkan di 15 puskes se-Gorut, melalui kapus- kapus,&#8221; ujar Indra Yasin.</p>
<p>Dari 2000 pcs rapid test itu, masing-masing 100 Pcs dibagikan di 13 puskesmas. Sementara untuk puskesmas wilayah perbatasan seperti puskesmas Atinggola dan Tolinggula masing-masing memperoleh150 Pcs, dan 400 Pcs diserahkan ke dinas kesehatan untuk mengantisipasi tempat-tempat yang dianggap rawan.</p>
<p>Usai menyerahkan rapid test, Indra meminta kepada tim medis di puskesmas segera melaksanakan tes. Ada tiga golongan yang harus segera periksa di antaranya warga yang melakukan pengobatan, warga yang bergejala dan yang lebih penting adalah para ODP.</p>
<p>&#8220;Mudah &#8211; mudahan dengan bantuan Rapid test itu mereka sudah menggunakan untuk mengetes setiap masyarakat yang melakukan kegiatan atau mereka berobat di setiap puskesmas, apalagi ada warga yang datang di daerah,&#8221; kata Bupati dua periode itu.</p>
<p>Indra mengatakan bahwa pihak puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi maupun publikasi terkait penerapan pencegahan Covid-19.</p>
<p>&#8220;saya juga sempat berdialog dengan kapus &#8211; kapus dan alhamdulillah saya mendapatkan informasi, mereka sudah melakukan publikasi keliling pencegahan Virus corona ini dengan menggunakan mobil Ambulance. Nah saya kira itu salah satu kegiatan yang baik,&#8221; terang Indra Yasin</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/">Serahkan Alat Tes Cepat ke Puskesmas, Indra Minta Semua ODP Segera di Rapid Test</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/">Serahkan Alat Tes Cepat ke Puskesmas, Indra Minta Semua ODP Segera di Rapid Test</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/serahkan-alat-tes-cepat-ke-puskesmas-indra-minta-semua-odp-segera-di-rapid-test/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
