<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rektor Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/rektor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/rektor/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2020 17:01:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>rektor Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/rektor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rektor UNG: Diksi Kurang Tepat Jadi Kendala Penanganan Corona</title>
		<link>https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona</link>
					<comments>https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 17:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[edua]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=5612</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Penggunaan diksi dan komunikasi yang kurang tepat menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Eduart Wolok dalam kegiatan pemaparan hasil pendampingan pencegahan Covid-19 di kabupaten Pohuwato, Jumat (17/7/2020). Ia mengungkapkan perlu adanya komunikasi yang tepat dan terbangun sehingga penanganan dan cara menghadapi wabah virus Corona bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/">Rektor UNG: Diksi Kurang Tepat Jadi Kendala Penanganan Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/">Rektor UNG: Diksi Kurang Tepat Jadi Kendala Penanganan Corona</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Penggunaan diksi dan komunikasi yang kurang tepat menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Eduart Wolok dalam kegiatan pemaparan hasil pendampingan pencegahan Covid-19 di kabupaten Pohuwato, Jumat (17/7/2020). Ia mengungkapkan perlu adanya komunikasi yang tepat dan terbangun sehingga penanganan dan cara menghadapi wabah virus Corona bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, sebaik apapun sistem yang di kembangkan dan dijalankan, namun jika tidak tersampaikan dan terkomunikasi dengan baik di masyarakat, maka hasilnya tidak seperti yang di harapkan. \"Setelah kami kaji selama ini yang menjadi kendala adalah komunikasi dan itu di akui oleh pemerintah pusat dengan bagaimana merubah diksi new normal ke diksi adaptasi kebiasaan baru,\" ujar Eduart. \"Padahal sebelum diksi adaptasi kebiasaan baru di luncurkan pak bupati dan saya sudah fair mendiskusikan itu sehingga PERBUP Pohuwato bunyinya adaptasi kebiasaan baru, itu contoh bagaimana faktor komunikasi ini menjadi hal penting,\" tukasnya lagi. Kabupaten Pohuwato sambung Eduart, merupakan daerah pertama di kawasan Pesisir Teluk Tomini yang selesai proses pendampingannya. Pohuwato juga menjadi mitra strategis UNG. Di mana sebelumnya daerah bumi panua itu sudah memulai lewat visi penguatan desa, terkait Desa Tangguh Covid-19. \"kita mulai projectnya dari dua desa insyaAllah hari ini akan kita datangi desa Teratai dan Karangetang,\" ujar Eduart Wolok. Selain itu, dirinya juga menambahkan pendampingan seperti ini sangat penting agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdasarkan landasan kajian lembaga akademik. Sehingga nanti, tinggal bagaimana implementasinya tergantung dari pemerintah itu sendiri.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Penggunaan diksi dan komunikasi yang kurang tepat menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Eduart Wolok dalam kegiatan pemaparan hasil pendampingan pencegahan Covid-19 di kabupaten Pohuwato, Jumat (17/7/2020).</p>
<p>Ia mengungkapkan perlu adanya komunikasi yang tepat dan terbangun sehingga penanganan dan cara menghadapi wabah virus Corona bisa berjalan dengan baik.</p>
<p>Menurutnya, sebaik apapun sistem yang di kembangkan dan dijalankan, namun jika tidak tersampaikan dan terkomunikasi dengan baik di masyarakat, maka hasilnya tidak seperti yang di harapkan.</p>
<p>&#8220;Setelah kami kaji selama ini yang menjadi kendala adalah komunikasi dan itu di akui oleh pemerintah pusat dengan bagaimana merubah diksi new normal ke diksi adaptasi kebiasaan baru,&#8221; ujar Eduart.</p>
<p>&#8220;Padahal sebelum diksi adaptasi kebiasaan baru di luncurkan pak bupati dan saya sudah fair mendiskusikan itu sehingga PERBUP Pohuwato bunyinya adaptasi kebiasaan baru, itu contoh bagaimana faktor komunikasi ini menjadi hal penting,&#8221; tukasnya lagi.</p>
<p>Kabupaten Pohuwato sambung Eduart, merupakan daerah pertama di kawasan Pesisir Teluk Tomini yang selesai proses pendampingannya. Pohuwato juga menjadi mitra strategis UNG. Di mana sebelumnya daerah bumi panua itu sudah memulai lewat visi penguatan desa, terkait Desa Tangguh Covid-19. &#8220;kita mulai projectnya dari dua desa insyaAllah hari ini akan kita datangi desa Teratai dan Karangetang,&#8221; ujar Eduart Wolok.</p>
<p>Selain itu, dirinya juga menambahkan pendampingan seperti ini sangat penting agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdasarkan landasan kajian lembaga akademik. Sehingga nanti, tinggal bagaimana implementasinya tergantung dari pemerintah itu sendiri.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/">Rektor UNG: Diksi Kurang Tepat Jadi Kendala Penanganan Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/">Rektor UNG: Diksi Kurang Tepat Jadi Kendala Penanganan Corona</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/rektor-ung-diksi-kurang-tepat-jadi-kendala-penanganan-corona/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
