<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rierind koniyo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/rierind-koniyo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/rierind-koniyo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Feb 2024 18:37:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Rierind koniyo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/rierind-koniyo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melawan Sunyi &#8221;Transformasi digitalisasi dalam dunia pendidikan&#8221;</title>
		<link>https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan</link>
					<comments>https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 11:25:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Rierind koniyo]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi digitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=18784</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/">Melawan Sunyi &#8221;Transformasi digitalisasi dalam dunia pendidikan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/">Melawan Sunyi &#8221;Transformasi digitalisasi dalam dunia pendidikan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Penulis : Rierind Koniyo Jika kau tidak bisa menerima perubahan yang begitu cepat, hanya ada dua pilihan. Ikuti atau DIE&#8230; Pun begitu dalam dunia pendidikan. Tidak terkecuali siapapun. Guru, siswa, dosen, mahasiswa. Semua harus bisa menembus dinding digitalisasi yang melaju lebih cepat dari denyut nadi. Seiring perkembangan zaman tidak ada lagi pilihan, mau atau tidak? Siap atau tidak. Harus bisa mengikuti arus ombak itu. Harus bisa bergelut dengan dunia digitalisasi. Harus! Karena , jika tidak&#8230; tentu arah kehidupan akan berbelok arah, kita akan terdampar dijalan yang sunyi, terkukung sepi mendera pikiran dan mematikan jiwa, lambat laun akan mati.. apa yang terjadi? indeks pendidikan di Indonesia bukan saja tidak naik, akan tetapi menurun tajam. Semakin merosotlah kualitas pendidikan di Indonesia. Presentase menurun disetiap detiknya. Bersiap dengan kebodohan, ketimpangan sosial, problematika masyarakat yang tiada habisnya. Sanggup? Tidak&#8230; seujung kuku takkan sanggup. Melawan sunyi, kuncinya. Keluarlah. Terobosan digitalisasi adalah puzzle yang disetiap kepingan adalah satu kesatuan yang utuh untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Transformasi digital menawarkan kemudahan untuk bisa mencari sesuatu lebih cepat. Metode pembelajaran menarik, ilmu pengetahuan diujung jari. \"Klik\" jendela pengetahuan tersusun rapi. Hanya perlu kemauan dan kesiapan, sedikit saja. Takkan gusar walau perubahan kurikulum sering berganti. sebaliknya, hati menjadi riang gembira. Mengutip laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dimana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. kurikulum merdeka mengubah image pendidikan menjadi lebih gurih. Implementasinya mengefesienkan waktu, belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Merdeka belajar-kurikulum merdeka. Sekali lagi,kita hanya perlu kemauan dan kesiapan, sedikit saja.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Penulis : Rierind Koniyo</p>
<p><span style="font-size: inherit;">Jika kau tidak bisa menerima perubahan yang begitu cepat, hanya ada dua pilihan. Ikuti atau DIE&#8230;</span></p>
<p>Pun begitu dalam dunia pendidikan. Tidak terkecuali siapapun. Guru, siswa, dosen, mahasiswa. Semua harus bisa menembus dinding digitalisasi yang melaju lebih cepat dari denyut nadi. Seiring perkembangan zaman tidak ada lagi pilihan, mau atau tidak? Siap atau tidak.</p>
<p>Harus bisa mengikuti arus ombak itu. Harus bisa bergelut dengan dunia digitalisasi. Harus!<br />
Karena , jika tidak&#8230; tentu arah kehidupan akan berbelok arah, kita akan terdampar dijalan yang sunyi, terkukung sepi mendera pikiran dan mematikan jiwa, lambat laun akan mati.. apa yang terjadi? indeks pendidikan di Indonesia bukan saja tidak naik, akan tetapi menurun tajam.</p>
<p>Semakin merosotlah kualitas pendidikan di Indonesia. Presentase menurun disetiap detiknya. Bersiap dengan kebodohan, ketimpangan sosial, problematika masyarakat yang tiada habisnya. Sanggup? Tidak&#8230; seujung kuku takkan sanggup. Melawan sunyi, kuncinya. Keluarlah.</p>
<p>Terobosan digitalisasi adalah puzzle yang disetiap kepingan adalah satu kesatuan yang utuh untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Transformasi digital menawarkan kemudahan untuk bisa mencari sesuatu lebih cepat. Metode pembelajaran menarik, ilmu pengetahuan diujung jari. &#8220;Klik&#8221; jendela pengetahuan tersusun rapi.</p>
<p>Hanya perlu kemauan dan kesiapan, sedikit saja.<br />
Takkan gusar walau perubahan kurikulum sering berganti. sebaliknya, hati menjadi riang gembira. Mengutip laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam.</p>
<p>Dimana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. kurikulum merdeka mengubah image pendidikan menjadi lebih gurih. Implementasinya mengefesienkan waktu, belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Merdeka belajar-kurikulum merdeka.</p>
<p>Sekali lagi,kita hanya perlu kemauan dan kesiapan, sedikit saja.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/">Melawan Sunyi &#8221;Transformasi digitalisasi dalam dunia pendidikan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/">Melawan Sunyi &#8221;Transformasi digitalisasi dalam dunia pendidikan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/melawan-sunyi-transformasi-digitalisasi-dalam-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bias Rindu di Pojok Taman &#8220;Penguatan literasi&#8221;</title>
		<link>https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi</link>
					<comments>https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 18:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[bias rindu]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rierind koniyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=20928</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/">Bias Rindu di Pojok Taman &#8220;Penguatan literasi&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/">Bias Rindu di Pojok Taman &#8220;Penguatan literasi&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Penulis : Rierind Koniyo Sudah malas membaca, pun susah memahami apa yang dibaca Begitulah fakta yang ada di lingkungan kita. Buku tak ada artinya lagi. Terbuai zaman digital menjauhkan keinginan-keinginan untuk maju. 0,001 % minat baca, tak paham pula apa yang dibaca Bias rindu dipojok taman, seperti dahulu kala disaat orang-orang memegang buku sebagai pegangan mereka juga bahan diskusi. Cerdas dicetak sejak dini, hingga menghasilkan orang berkualitas dimasa depan. Bukan orang bodoh, tong kosong nyaring bunyinya. Tidak ada yang benar-benar ingin membaca dan tidak ada yang ingin memahami apa yang dibaca. Menyalahkan diri sendiri? mereka? Atau kita semua? Tentu tidak&#8230; Banyak hal yang harus kita rubah dalam diri kita. termasuk minat baca dan pemahaman literasi didalamnya. Salah satunya adalah Menyesuaikan diri dengan tekhnologi. Di satu sisi tekhnologi berdampak negatif. Akan tetapi jika di manfaatkan akan berdampak positif&#8230;Dan paling penting orang-orang lebih suka mendengar daripada membaca. Sesuai dengan zamannya, untuk membaca sebuah buku tidak harus membaca, sekarang kita ada didunia konten. Banyak konten youtube mereview buku, Termasuk Twitter dan instagram. Hasilnya positif? Pun dengan mencari referensi buku, banyak buku digital yang laris terjual. Hanya perlu menyesuaikan zaman, dengan tidak menyesali diri. Terus maju dan bertumbuh. Diluar sana banyak hal yang akan bisa kita jelajahi walaupun ada bias rindu dipojok taman.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Penulis : Rierind Koniyo</p>
<p>Sudah malas membaca, pun susah memahami apa yang dibaca</p>
<p>Begitulah fakta yang ada di lingkungan kita. Buku tak ada artinya lagi. Terbuai zaman digital menjauhkan keinginan-keinginan untuk maju. 0,001 % minat baca, tak paham pula apa yang dibaca<br />
Bias rindu dipojok taman, seperti dahulu kala disaat orang-orang memegang buku sebagai pegangan mereka juga bahan diskusi. Cerdas dicetak sejak dini, hingga menghasilkan orang berkualitas dimasa depan. Bukan orang bodoh, tong kosong nyaring bunyinya.<br />
Tidak ada yang benar-benar ingin membaca dan tidak ada yang ingin memahami apa yang dibaca.</p>
<p>Menyalahkan diri sendiri? mereka? Atau kita semua?</p>
<p>Tentu tidak&#8230;</p>
<p>Banyak hal yang harus kita rubah dalam diri kita. termasuk minat baca dan pemahaman literasi didalamnya.<br />
Salah satunya adalah Menyesuaikan diri dengan tekhnologi. Di satu sisi tekhnologi berdampak negatif. Akan tetapi jika di manfaatkan akan berdampak positif&#8230;Dan paling penting orang-orang lebih suka mendengar daripada membaca. Sesuai dengan zamannya, untuk membaca sebuah buku tidak harus membaca, sekarang kita ada didunia konten. Banyak konten youtube mereview buku, Termasuk Twitter dan instagram. Hasilnya positif? Pun dengan mencari referensi buku, banyak buku digital yang laris terjual.</p>
<p>Hanya perlu menyesuaikan zaman, dengan tidak menyesali diri. Terus maju dan bertumbuh. Diluar sana banyak hal yang akan bisa kita jelajahi walaupun ada bias rindu dipojok taman.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/">Bias Rindu di Pojok Taman &#8220;Penguatan literasi&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/">Bias Rindu di Pojok Taman &#8220;Penguatan literasi&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bias-rindu-di-pojok-taman-penguatan-literasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
