<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ruang publik Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/ruang-publik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/ruang-publik/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 20:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>ruang publik Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/ruang-publik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Geram! Aksi Tidak Pantas di Kawasan Tangga 2000 Jadi Sorotan</title>
		<link>https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan</link>
					<comments>https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 20:28:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[aksi tak senonoh]]></category>
		<category><![CDATA[berita viral]]></category>
		<category><![CDATA[etika publik]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[hukum dan ketertiban]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kota gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[Tangga 2000]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<category><![CDATA[warganet Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28699</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/">Warga Geram! Aksi Tidak Pantas di Kawasan Tangga 2000 Jadi Sorotan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/">Warga Geram! Aksi Tidak Pantas di Kawasan Tangga 2000 Jadi Sorotan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Masyarakat Gorontalo kembali digemparkan oleh beredarnya sebuah video amatir berdurasi 1 menit 44 detik yang memperlihatkan aksi tidak senonoh dua sejoli di kawasan wisata Tangga 2000, Kota Gorontalo. Rekaman tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet maupun masyarakat setempat. Dalam video yang diduga direkam oleh pengunjung lain itu, tampak sepasang muda-mudi melakukan tindakan yang tidak pantas di area ruang publik yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Gorontalo. Aksi tersebut menuai reaksi keras dan kecaman dari warga, karena dianggap melanggar norma kesusilaan serta mencoreng citra kawasan wisata. Sejumlah warga menilai, kejadian ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat di area publik, khususnya di lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. Mereka juga berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kasus serupa kembali terulang. “Tempat wisata seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga, bukan untuk tindakan yang melanggar norma. Kami berharap ada patroli rutin agar area ini tetap aman dan nyaman,” ujar salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai identitas maupun proses penyelidikan terhadap dua sejoli yang diduga terlibat dalam video viral tersebut. Meski demikian, berbagai kalangan mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini guna menjaga ketertiban serta moralitas di ruang publik Kota Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Gorontalo</strong> &#8211; Masyarakat Gorontalo kembali digemparkan oleh beredarnya sebuah <strong>video amatir berdurasi 1 menit 44 detik</strong> yang memperlihatkan <strong>aksi tidak senonoh dua sejoli di kawasan wisata Tangga 2000, Kota Gorontalo</strong>. Rekaman tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet maupun masyarakat setempat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam video yang diduga direkam oleh pengunjung lain itu, tampak sepasang muda-mudi melakukan tindakan yang tidak pantas di area ruang publik yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Gorontalo. Aksi tersebut menuai <strong>reaksi keras dan kecaman dari warga</strong>, karena dianggap <strong>melanggar norma kesusilaan serta mencoreng citra kawasan wisata.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sejumlah warga menilai, kejadian ini menunjukkan perlunya <strong>pengawasan lebih ketat di area publik</strong>, khususnya di lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. Mereka juga berharap <strong>pemerintah daerah bersama aparat keamanan</strong> segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kasus serupa kembali terulang.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Tempat wisata seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga, bukan untuk tindakan yang melanggar norma. Kami berharap ada patroli rutin agar area ini tetap aman dan nyaman,” ujar salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hingga berita ini diterbitkan, <strong>pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi</strong> mengenai identitas maupun proses penyelidikan terhadap dua sejoli yang diduga terlibat dalam video viral tersebut. Meski demikian, berbagai kalangan <strong>mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus</strong> ini guna menjaga ketertiban serta moralitas di ruang publik Kota Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/">Warga Geram! Aksi Tidak Pantas di Kawasan Tangga 2000 Jadi Sorotan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/">Warga Geram! Aksi Tidak Pantas di Kawasan Tangga 2000 Jadi Sorotan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/warga-geram-aksi-tidak-pantas-di-kawasan-tangga-2000-jadi-sorotan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Menyatukan Warga Ternyata Bukan Kafe Mewah, Tapi Kursi Lipat</title>
		<link>https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat</link>
					<comments>https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 22:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya urban]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi lokal]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan malam]]></category>
		<category><![CDATA[kursi lipat]]></category>
		<category><![CDATA[nongkrong murah]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sentral]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah kota]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[ruang sosial]]></category>
		<category><![CDATA[ruang terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[warga kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28129</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/">Yang Menyatukan Warga Ternyata Bukan Kafe Mewah, Tapi Kursi Lipat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/">Yang Menyatukan Warga Ternyata Bukan Kafe Mewah, Tapi Kursi Lipat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh: Zulfikar M. Tahuru Gorontalo - Pelataran Pasar Sentral di Kota Gorontalo belakangan menjadi ruang berkumpul yang semakin ramai. Pada malam hari, area yang siang harinya dipenuhi aktivitas jual beli kebutuhan dapur itu berubah menjadi titik temu warga. Kursi lipat, booth portabel yang bisa pasang-bongkar dengan cepat, serta deretan pedagang UMKM membentuk suasana yang hangat dan cair. Di sini, orang-orang merasa cukup hadir apa adanya — tanpa desain interior, tanpa tema suasana, dan tanpa batasan sosial tak kasat mata. Fenomena ini menunjukkan perubahan kebiasaan warga dalam memilih ruang perjumpaan sosial. Jika sebelumnya banyak aktivitas berkumpul berlangsung di kafe dan ruang privat yang menonjolkan estetika visual, kini ruang terbuka dengan biaya rendah justru lebih diminati. Selain pertimbangan harga, ruang terbuka memberi kenyamanan: siapa saja dapat hadir tanpa tekanan penampilan dan tanpa tuntutan minimal order. Namun ada pertanyaan yang perlu dicermati lebih lanjut. Apakah keramaian ini merupakan perpindahan dari ruang yang lebih mahal menuju ruang terbuka? Ataukah sejak awal banyak warga yang memerlukan ruang sosial yang lebih ramah, dan baru sekarang ruang itu tersedia? Demikian pula, siapa yang berjualan di sana: pelaku UMKM baru yang sedang membangun usaha, atau pelaku usaha yang sudah mapan yang memperluas cabang usahanya di ruang terbuka? Pertanyaan-pertanyaan di atas layak diteliti secara lebih rinci oleh kalangan akademisi dan kaum terpelajar. Yang jelas, Kota Gorontalo sedang menunjukkan arahnya. Ruang hidup itu tumbuh dari bawah. Dan sejauh ini, Pemerintah Kota memilih untuk mendukung dan memfasilitasi pertumbuhannya. Ruang publik tidak langsung dikenakan retribusi, tetapi dibiarkan menemukan bentuknya terlebih dahulu. Tugas kita ke depan adalah memastikan bahwa ruang tersebut tetap inklusif, terbuka, dan tidak mengambil bentuk yang hanya menguntungkan sebagian kecil pihak.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Oleh: Zulfikar M. Tahuru</p>
<p>Gorontalo &#8211; Pelataran Pasar Sentral di Kota Gorontalo belakangan menjadi ruang berkumpul yang semakin ramai. Pada malam hari, area yang siang harinya dipenuhi aktivitas jual beli kebutuhan dapur itu berubah menjadi titik temu warga. Kursi lipat, booth portabel yang bisa pasang-bongkar dengan cepat, serta deretan pedagang UMKM membentuk suasana yang hangat dan cair. Di sini, orang-orang merasa cukup hadir apa adanya — tanpa desain interior, tanpa tema suasana, dan tanpa batasan sosial tak kasat mata.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan perubahan kebiasaan warga dalam memilih ruang perjumpaan sosial. Jika sebelumnya banyak aktivitas berkumpul berlangsung di kafe dan ruang privat yang menonjolkan estetika visual, kini ruang terbuka dengan biaya rendah justru lebih diminati. Selain pertimbangan harga, ruang terbuka memberi kenyamanan: siapa saja dapat hadir tanpa tekanan penampilan dan tanpa tuntutan minimal order.</p>
<p>Namun ada pertanyaan yang perlu dicermati lebih lanjut. Apakah keramaian ini merupakan perpindahan dari ruang yang lebih mahal menuju ruang terbuka? Ataukah sejak awal banyak warga yang memerlukan ruang sosial yang lebih ramah, dan baru sekarang ruang itu tersedia?</p>
<p>Demikian pula, siapa yang berjualan di sana: pelaku UMKM baru yang sedang membangun usaha, atau pelaku usaha yang sudah mapan yang memperluas cabang usahanya di ruang terbuka?</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan di atas layak diteliti secara lebih rinci oleh kalangan akademisi dan kaum terpelajar.</p>
<p>Yang jelas, Kota Gorontalo sedang menunjukkan arahnya. Ruang hidup itu tumbuh dari bawah. Dan sejauh ini, Pemerintah Kota memilih untuk mendukung dan memfasilitasi pertumbuhannya. Ruang publik tidak langsung dikenakan retribusi, tetapi dibiarkan menemukan bentuknya terlebih dahulu.</p>
<p>Tugas kita ke depan adalah memastikan bahwa ruang tersebut tetap inklusif, terbuka, dan tidak mengambil bentuk yang hanya menguntungkan sebagian kecil pihak.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/">Yang Menyatukan Warga Ternyata Bukan Kafe Mewah, Tapi Kursi Lipat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/">Yang Menyatukan Warga Ternyata Bukan Kafe Mewah, Tapi Kursi Lipat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/yang-menyatukan-warga-ternyata-bukan-kafe-mewah-tapi-kursi-lipat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
