<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>selat hormuz Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/selat-hormuz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/selat-hormuz/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 07:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>selat hormuz Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/selat-hormuz/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terinspirasi Iran di Selat Hormuz, Menkeu Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal Internasional di Selat Malaka</title>
		<link>https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka</link>
					<comments>https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi maritim]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik maritim indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian keuangan ri]]></category>
		<category><![CDATA[lalu lintas maritim global]]></category>
		<category><![CDATA[menkeu purbaya yudhi sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[menteri keuangan ri]]></category>
		<category><![CDATA[pajak kapal asing]]></category>
		<category><![CDATA[pajak selat malaka]]></category>
		<category><![CDATA[pelayaran selat malaka]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan maritim dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[selat hormuz]]></category>
		<category><![CDATA[simposium pt smi 2026]]></category>
		<category><![CDATA[tarif kapal internasional]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[us eia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30247</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/">Terinspirasi Iran di Selat Hormuz, Menkeu Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal Internasional di Selat Malaka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/">Terinspirasi Iran di Selat Hormuz, Menkeu Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal Internasional di Selat Malaka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melemparkan sebuah wacana berani: memungut pajak atas kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka. Gagasan radikal ini lahir dari observasi terhadap langkah serupa yang direncanakan oleh Iran di Selat Hormuz. Purbaya menilai, sudah saatnya Indonesia mengkapitalisasi perairan strategisnya yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan global, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang kerap menegaskan besarnya pengaruh geopolitik Nusantara. Berbicara dalam Simposium PT SMI 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu (22/4/2026), Menkeu mempertanyakan status quo yang selama ini merugikan kas negara akibat banyaknya kapal asing yang melintas secara cuma-cuma. \"Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia, tapi kapal lewat Selat Malaka enggak kita charge, enggak tahu betul apa salah?\" kata Purbaya. Bila melihat statistik global, potensi ekonomi dari wacana ini memang sangat masif. Mengutip laporan dari otoritas maritim internasional dan US Energy Information Administration (EIA), Selat Malaka tercatat sebagai salah satu chokepoint pelayaran tersibuk di bumi. Setiap tahunnya, lebih dari 100.000 kapal transit melewati perairan ini. Selain itu, Selat Malaka menanggung beban distribusi energi raksasa dunia, dengan meloloskan sekitar 23 hingga 24 juta barel minyak per hari, yang mewakili hampir 29 persen dari total lalu lintas minyak maritim global. Melihat besarnya volume logistik bernilai triliunan dolar tersebut, Purbaya mengusulkan skema pungutan secara kolektif bersama negara-negara tetangga yang saling berbagi kawasan, yakni Malaysia dan Singapura. Model pembagiannya kelak akan didasarkan pada bentang wilayah kedaulatan masing-masing negara. \"Sekarang Iran mau charge kapal lewat Selat Hormuz kata. Kalau kita bagi tiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan? Punya kita jalurnya paling besar, paling panjang,\" ujar Purbaya. Kendati demikian, Purbaya tidak menutup mata terhadap realitas diplomasi internasional. Realisasi penerapan pajak lintas batas ini dipastikan tidak akan mudah dan butuh negosiasi yang alot, meskipun faktanya Indonesia menguasai porsi geografis terbesar di sepanjang jalur Selat Malaka. \"Singapura kecil, Malaysia sama kita bagi dua lah. Kalau bisa seperti itu, tapi kan enggak begitu. Jadi dengan segala kekayaan kita, kita tidak boleh berpikir defensif, kita harus mulai main ofensif. Tapi tetap terukur,\" pungkas Purbaya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melemparkan sebuah wacana berani: memungut pajak atas kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka. Gagasan radikal ini lahir dari observasi terhadap langkah serupa yang direncanakan oleh Iran di Selat Hormuz. Purbaya menilai, sudah saatnya Indonesia mengkapitalisasi perairan strategisnya yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan global, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang kerap menegaskan besarnya pengaruh geopolitik Nusantara.</p>
<p>Berbicara dalam Simposium PT SMI 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu (22/4/2026), Menkeu mempertanyakan status quo yang selama ini merugikan kas negara akibat banyaknya kapal asing yang melintas secara cuma-cuma.</p>
<p><em>&#8220;Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia, tapi kapal lewat Selat Malaka enggak kita charge, enggak tahu betul apa salah?&#8221; kata Purbaya.</em></p>
<p>Bila melihat statistik global, potensi ekonomi dari wacana ini memang sangat masif. Mengutip laporan dari otoritas maritim internasional dan US Energy Information Administration (EIA), Selat Malaka tercatat sebagai salah satu chokepoint pelayaran tersibuk di bumi. Setiap tahunnya, lebih dari 100.000 kapal transit melewati perairan ini. Selain itu, Selat Malaka menanggung beban distribusi energi raksasa dunia, dengan meloloskan sekitar 23 hingga 24 juta barel minyak per hari, yang mewakili hampir 29 persen dari total lalu lintas minyak maritim global.</p>
<p>Melihat besarnya volume logistik bernilai triliunan dolar tersebut, Purbaya mengusulkan skema pungutan secara kolektif bersama negara-negara tetangga yang saling berbagi kawasan, yakni Malaysia dan Singapura. Model pembagiannya kelak akan didasarkan pada bentang wilayah kedaulatan masing-masing negara.</p>
<p><em>&#8220;Sekarang Iran mau charge kapal lewat Selat Hormuz kata. Kalau kita bagi tiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan? Punya kita jalurnya paling besar, paling panjang,&#8221; ujar Purbaya.</em></p>
<p>Kendati demikian, Purbaya tidak menutup mata terhadap realitas diplomasi internasional. Realisasi penerapan pajak lintas batas ini dipastikan tidak akan mudah dan butuh negosiasi yang alot, meskipun faktanya Indonesia menguasai porsi geografis terbesar di sepanjang jalur Selat Malaka.</p>
<p><em>&#8220;Singapura kecil, Malaysia sama kita bagi dua lah. Kalau bisa seperti itu, tapi kan enggak begitu. Jadi dengan segala kekayaan kita, kita tidak boleh berpikir defensif, kita harus mulai main ofensif. Tapi tetap terukur,&#8221; pungkas Purbaya.</em>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/">Terinspirasi Iran di Selat Hormuz, Menkeu Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal Internasional di Selat Malaka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/">Terinspirasi Iran di Selat Hormuz, Menkeu Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal Internasional di Selat Malaka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/terinspirasi-iran-di-selat-hormuz-menkeu-purbaya-kepikiran-pajaki-kapal-internasional-di-selat-malaka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gawat! Houthi Siap Kunci Selat Bab al-Mande, Bahkan Manusia dan Jin Tak Akan Bisa Membukanya</title>
		<link>https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya</link>
					<comments>https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[amerika serikat]]></category>
		<category><![CDATA[blokade laut merah]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik global]]></category>
		<category><![CDATA[houthi yaman]]></category>
		<category><![CDATA[hussein al ezzi]]></category>
		<category><![CDATA[jalur perdagangan maritim]]></category>
		<category><![CDATA[konflik AS Iran]]></category>
		<category><![CDATA[krisis timur tengah]]></category>
		<category><![CDATA[milisi houthi]]></category>
		<category><![CDATA[presiden donald trump]]></category>
		<category><![CDATA[rantai pasok global]]></category>
		<category><![CDATA[selat bab al mandeb]]></category>
		<category><![CDATA[selat hormuz]]></category>
		<category><![CDATA[teluk aden]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[terusan suez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30209</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/">Gawat! Houthi Siap Kunci Selat Bab al-Mande, Bahkan Manusia dan Jin Tak Akan Bisa Membukanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/">Gawat! Houthi Siap Kunci Selat Bab al-Mande, Bahkan Manusia dan Jin Tak Akan Bisa Membukanya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Upaya menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah kembali menemui jalan terjal. Kelompok Houthi di Yaman baru-baru ini melontarkan peringatan keras bahwa mereka tak segan untuk menutup Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia, jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus-menerus merintangi proses perdamaian. Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi di Sanaa, Hussein al-Ezzi. Melalui akun media sosial X miliknya, al-Ezzi menegaskan bahwa blokade jalur perairan tersebut bukanlah gertakan semata. Ia menggarisbawahi kekuatan penuh kelompoknya dalam mengontrol wilayah perairan Yaman dengan sebuah pernyataan yang cukup tajam. \"Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya,\" tulis Hussein al-Ezzi, sebagaimana dikutip selaras oleh jaringan berita Al Jazeera dan Republika. Lebih lanjut, pejabat senior Houthi itu mendesak pemerintah Washington untuk segera mengubah manuver geopolitiknya yang dinilai destruktif. \"Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump-dan dunia yang terlibat-adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghalangi perdamaian, dan menunjukkan rasa hormat yang diperlukan untuk hak-hak rakyat dan bangsa kita,\" sambung Hussein al-Ezzi menegaskan tuntutannya. Ancaman penutupan \"urat nadi\" perekonomian global ini tak lepas dari eskalasi yang dipicu oleh alotnya negosiasi antara AS dan Iran. Sebelumnya, pasar energi global sempat bernapas lega tatkala Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz di tengah masa gencatan senjata di Lebanon, yang mana sempat membuat harga minyak mentah anjlok seketika. Namun, merujuk pada rentetan laporan Detik dan analisis dari AsatuNews, Presiden Donald Trump justru memilih langkah keras. Ia bersikeras mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga Teheran menyetujui kesepakatan menyeluruh (komprehensif) guna mengakhiri perang skala besar. Respons keras kepala Washington tersebut memicu reaksi berantai. Teheran dilaporkan bersiap untuk kembali menyegel Selat Hormuz. Aksi tersebut kemudian mendapat solidaritas penuh dari sekutunya di Yaman, yakni Houthi, yang kini mengancam akan melakukan blokade serupa di Laut Merah. Bila ancaman ini terealisasi, dampaknya dipastikan akan sangat fatal bagi rantai pasok global. Sebagai informasi, Selat Bab al-Mandeb adalah perairan vital yang membentang selebar 29 kilometer pada titik tersempitnya. Jalur sempit ini menghubungkan Teluk Aden dengan Laut Merah, dan menjadi rute distribusi minyak sekaligus pintu akses utama kapal-kapal kargo menuju Terusan Suez. Dunia kini menanti, apakah diplomasi akan mengambil peran dominan atau perairan Timur Tengah benar-benar akan ditutup dari arus logistik internasional.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Upaya menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah kembali menemui jalan terjal. Kelompok Houthi di Yaman baru-baru ini melontarkan peringatan keras bahwa mereka tak segan untuk menutup Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia, jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus-menerus merintangi proses perdamaian.</p>
<p>Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi di Sanaa, Hussein al-Ezzi. Melalui akun media sosial X miliknya, al-Ezzi menegaskan bahwa blokade jalur perairan tersebut bukanlah gertakan semata.</p>
<p>Ia menggarisbawahi kekuatan penuh kelompoknya dalam mengontrol wilayah perairan Yaman dengan sebuah pernyataan yang cukup tajam. &#8220;Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya,&#8221; tulis Hussein al-Ezzi, sebagaimana dikutip selaras oleh jaringan berita Al Jazeera dan Republika.</p>
<p>Lebih lanjut, pejabat senior Houthi itu mendesak pemerintah Washington untuk segera mengubah manuver geopolitiknya yang dinilai destruktif.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump-dan dunia yang terlibat-adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghalangi perdamaian, dan menunjukkan rasa hormat yang diperlukan untuk hak-hak rakyat dan bangsa kita,&#8221; sambung Hussein al-Ezzi menegaskan tuntutannya.</p>
<p>Ancaman penutupan &#8220;urat nadi&#8221; perekonomian global ini tak lepas dari eskalasi yang dipicu oleh alotnya negosiasi antara AS dan Iran. Sebelumnya, pasar energi global sempat bernapas lega tatkala Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz di tengah masa gencatan senjata di Lebanon, yang mana sempat membuat harga minyak mentah anjlok seketika.</p>
<p>Namun, merujuk pada rentetan laporan Detik dan analisis dari AsatuNews, Presiden Donald Trump justru memilih langkah keras. Ia bersikeras mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga Teheran menyetujui kesepakatan menyeluruh (komprehensif) guna mengakhiri perang skala besar.</p>
<p>Respons keras kepala Washington tersebut memicu reaksi berantai. Teheran dilaporkan bersiap untuk kembali menyegel Selat Hormuz. Aksi tersebut kemudian mendapat solidaritas penuh dari sekutunya di Yaman, yakni Houthi, yang kini mengancam akan melakukan blokade serupa di Laut Merah.</p>
<p>Bila ancaman ini terealisasi, dampaknya dipastikan akan sangat fatal bagi rantai pasok global. Sebagai informasi, Selat Bab al-Mandeb adalah perairan vital yang membentang selebar 29 kilometer pada titik tersempitnya. Jalur sempit ini menghubungkan Teluk Aden dengan Laut Merah, dan menjadi rute distribusi minyak sekaligus pintu akses utama kapal-kapal kargo menuju Terusan Suez.</p>
<p>Dunia kini menanti, apakah diplomasi akan mengambil peran dominan atau perairan Timur Tengah benar-benar akan ditutup dari arus logistik internasional.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/">Gawat! Houthi Siap Kunci Selat Bab al-Mande, Bahkan Manusia dan Jin Tak Akan Bisa Membukanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/">Gawat! Houthi Siap Kunci Selat Bab al-Mande, Bahkan Manusia dan Jin Tak Akan Bisa Membukanya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/gawat-houthi-siap-kunci-selat-bab-al-mande-bahkan-manusia-dan-jin-tak-akan-bisa-membukanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggelitik! Curhat Bahlil Pusing Urus Gas: Muka Saya Hampir Jadi Elpiji</title>
		<link>https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji</link>
					<comments>https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jenaka bahlil]]></category>
		<category><![CDATA[diplomasi energi]]></category>
		<category><![CDATA[gas elpiji]]></category>
		<category><![CDATA[impor gas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[impor lpg amerika]]></category>
		<category><![CDATA[impor lpg australia]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan gas]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian esdm]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan energi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[krisis energi global]]></category>
		<category><![CDATA[krisis timur tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan lpg nasional]]></category>
		<category><![CDATA[selat hormuz]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30040</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/">Menggelitik! Curhat Bahlil Pusing Urus Gas: Muka Saya Hampir Jadi Elpiji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/">Menggelitik! Curhat Bahlil Pusing Urus Gas: Muka Saya Hampir Jadi Elpiji</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membagikan cerita menegangkan sekaligus jenaka terkait upayanya mengamankan pasokan gas nasional. Di tengah eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang mengancam rantai pasok energi dunia, Bahlil mengaku sangat tertekan memikirkan nasib dapur rakyat Indonesia. Tingginya ketergantungan negara pada impor gas yang menyentuh angka 7 juta ton per tahun menjadi pemicu kepanikan tersebut. Saat ketegangan global memuncak bertepatan dengan bulan puasa, pikiran Bahlil sepenuhnya tersita hanya untuk urusan ketersediaan energi. \"karena saya bangun sahur mikir LPG buka puasa LPG muka saya waktu itu hampir jadi LPG,\" kelakar Bahlil menceritakan betapa stresnya ia menghadapi ancaman krisis tersebut di hadapan para hadirin. Sebagai pejabat publik, ia menyadari betul konsekuensi sosial yang akan timbul jika stok gas sampai langka di pasaran. \"bayangkan kalau LPG kurang berapa berapa mak-mak akan hajar saya kan kira-kira begitu dan jangankan mak-mak istri saya pun pasti akan marah saya,\" tambahnya dengan nada humor yang memecah tawa. Gangguan lalu lintas distribusi akibat krisis di sekitar Selat Hormuz memang sempat memaksa pemerintah memutar otak mencari pemasok alternatif dengan cepat. Beruntung, diplomasi kilat yang dilakukan Bahlil membuahkan hasil positif. Ia sukses mengalihkan keran impor dari Timur Tengah menuju negara lain seperti Amerika Serikat dan Australia. Berkat langkah taktis tersebut, Bahlil memastikan kondisi ketahanan energi nasional saat ini sudah berangsur aman dan terkendali.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membagikan cerita menegangkan sekaligus jenaka terkait upayanya mengamankan pasokan gas nasional. Di tengah eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang mengancam rantai pasok energi dunia, Bahlil mengaku sangat tertekan memikirkan nasib dapur rakyat Indonesia.</p>
<p>Tingginya ketergantungan negara pada impor gas yang menyentuh angka 7 juta ton per tahun menjadi pemicu kepanikan tersebut. Saat ketegangan global memuncak bertepatan dengan bulan puasa, pikiran Bahlil sepenuhnya tersita hanya untuk urusan ketersediaan energi.</p>
<p>&#8220;karena saya bangun sahur mikir LPG buka puasa LPG muka saya waktu itu hampir jadi LPG,&#8221; kelakar Bahlil menceritakan betapa stresnya ia menghadapi ancaman krisis tersebut di hadapan para hadirin.</p>
<p>Sebagai pejabat publik, ia menyadari betul konsekuensi sosial yang akan timbul jika stok gas sampai langka di pasaran.</p>
<p>&#8220;bayangkan kalau LPG kurang berapa berapa mak-mak akan hajar saya kan kira-kira begitu dan jangankan mak-mak istri saya pun pasti akan marah saya,&#8221; tambahnya dengan nada humor yang memecah tawa.</p>
<p>Gangguan lalu lintas distribusi akibat krisis di sekitar Selat Hormuz memang sempat memaksa pemerintah memutar otak mencari pemasok alternatif dengan cepat. Beruntung, diplomasi kilat yang dilakukan Bahlil membuahkan hasil positif. Ia sukses mengalihkan keran impor dari Timur Tengah menuju negara lain seperti Amerika Serikat dan Australia. Berkat langkah taktis tersebut, Bahlil memastikan kondisi ketahanan energi nasional saat ini sudah berangsur aman dan terkendali.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/">Menggelitik! Curhat Bahlil Pusing Urus Gas: Muka Saya Hampir Jadi Elpiji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/">Menggelitik! Curhat Bahlil Pusing Urus Gas: Muka Saya Hampir Jadi Elpiji</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/menggelitik-curhat-bahlil-pusing-urus-gas-muka-saya-hampir-jadi-elpiji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
