<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>senitizer Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/senitizer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/senitizer/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2020 14:17:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>senitizer Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/senitizer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dosen Farmasi UNG Ciptakan Hand Sanitizer Penangkal Corona</title>
		<link>https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona</link>
					<comments>https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 13:51:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[dosen farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[senitizer]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=3328</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Bukan hanya masker. Stok semua bahan kesehatan yang dipercaya sebagai penangkal penyebaran virus corona (Covid19) kini makin langka. Terlebih setelah ditemukannya beberapa kasus pasien positif covid 19 di Indonesia baru-baru ini. Di Gorontalo, stok hand sanitizer di sejumlah apotek maupun toko dan supermarket, pun langsung menipis diserbu warga. Untuk menjawab hal ini, dosen di jurusan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/">Dosen Farmasi UNG Ciptakan Hand Sanitizer Penangkal Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/">Dosen Farmasi UNG Ciptakan Hand Sanitizer Penangkal Corona</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Bukan hanya masker. Stok semua bahan kesehatan yang dipercaya sebagai penangkal penyebaran virus corona (Covid19) kini makin langka. Terlebih setelah ditemukannya beberapa kasus pasien positif covid 19 di Indonesia baru-baru ini. Di Gorontalo, stok hand sanitizer di sejumlah apotek maupun toko dan supermarket, pun langsung menipis diserbu warga. Untuk menjawab hal ini, dosen di jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Teti Sutriyati Tuloli, bersama tim menciptakan produk hand sanitizer. Di temui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020), Teti Sutriyati mengungkapkan hand sanitizer buatan Farmasi UNG pada prinsipnya baik digunakan sebagai upaya resistensi dari penyebaran virus corona. Meski bahan pembuatannya dari bahan kimia akan tetapi sangat aman untuk dipakai. Penggunaan bahan kimia sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer itu ucap Teti, dikarenakan proses pembuatannya cepat. \"Berhubung ini kalau kita menggunakan bahan alami kami masih butuh waktu yang lama. sementara ini kan kita butuh cepat mengingat permintaan banyak dan ketersediaan semakin menipis, dan ini aman di gunakan,\'\' kata Teti. Untuk memproduksi, Teti dan tim berjumlah 3 orang hanya membutuhkan waktu sehari, dari formulasi sampai pengemasan hingga ke bagian klinik. \"Tim kita terbagi atas dua orang teknologi Farmasi, satu dari bahan alam dan saya sendiri dari klinik, jadi kita sudah ada tim jadi semua bertanggung jawab dengan tupoksinya masing-masing,\" terang Teti. Teti mengaku sejauh ini sudah ada instansi yang melirik produk hand sanitizer buatan mereka. Dan saat ini, pihaknya masih melayani pemakaian tipe individu dengan ukuran 60 ml. \"Dengan harga jual Rp. 40 ribu. Saya hari ini juga sudah dapat pasar dari beberapa rumah sakit yang ada di kabupaten kota,\" kata Teti.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Bukan hanya masker. Stok semua bahan kesehatan yang dipercaya sebagai penangkal penyebaran virus corona (Covid19) kini makin langka.</p>
<p>Terlebih setelah ditemukannya beberapa kasus pasien positif covid 19 di Indonesia baru-baru ini. Di Gorontalo, stok hand sanitizer di sejumlah apotek maupun toko dan supermarket, pun langsung menipis diserbu warga.</p>
<p>Untuk menjawab hal ini, dosen di jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Teti Sutriyati Tuloli, bersama tim menciptakan produk hand sanitizer.</p>
<p>Di temui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020), Teti Sutriyati mengungkapkan hand sanitizer buatan Farmasi UNG pada prinsipnya baik digunakan sebagai upaya resistensi dari penyebaran virus corona. Meski bahan pembuatannya dari bahan kimia akan tetapi sangat aman untuk dipakai. Penggunaan bahan kimia sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer itu ucap Teti, dikarenakan proses pembuatannya cepat.</p>
<p>&#8220;Berhubung ini kalau kita menggunakan bahan alami kami masih butuh waktu yang lama. sementara ini kan kita butuh cepat mengingat permintaan banyak dan ketersediaan semakin menipis, dan ini aman di gunakan,&#8221; kata Teti.</p>
<p>Untuk memproduksi, Teti dan tim berjumlah 3 orang hanya membutuhkan waktu sehari, dari formulasi sampai pengemasan hingga ke bagian klinik.</p>
<p>&#8220;Tim kita terbagi atas dua orang teknologi Farmasi, satu dari bahan alam dan saya sendiri dari klinik, jadi kita sudah ada tim jadi semua bertanggung jawab dengan tupoksinya masing-masing,&#8221; terang Teti.</p>
<p>Teti mengaku sejauh ini sudah ada instansi yang melirik produk hand sanitizer buatan mereka. Dan saat ini, pihaknya masih melayani pemakaian tipe individu dengan ukuran 60 ml.</p>
<p>&#8220;Dengan harga jual Rp. 40 ribu. Saya hari ini juga sudah dapat pasar dari beberapa rumah sakit yang ada di kabupaten kota,&#8221; kata Teti.</p>


<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/">Dosen Farmasi UNG Ciptakan Hand Sanitizer Penangkal Corona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/">Dosen Farmasi UNG Ciptakan Hand Sanitizer Penangkal Corona</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dosen-farmasi-ung-ciptakan-hand-sanitizer-penangkal-corona/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
