<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Siswa Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/siswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/siswa/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Siswa Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/siswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</title>
		<link>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis</link>
					<comments>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIT]]></category>
		<category><![CDATA[bandung barat]]></category>
		<category><![CDATA[dapur sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hygiene]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[labkes]]></category>
		<category><![CDATA[makanan basi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[program gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[trauma anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak dan distribusi yang tidak higienis sebagai penyebab utama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan evaluasi ketat terhadap program MBG.<br />
<em>&#8220;Peristiwa keracunan yang terjadi, misalnya, saya akan meminta evaluasi terhadap dapur, apakah higienis atau tidak, atau dalam istilah akademis, dilakukan audit,&#8221;</em> jelas Dedi Mulyadi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menyoroti persoalan waktu memasak:<br />
<em>&#8220;Kami akan menilai dari segi waktu memasak, karena jika dimasak pada pukul 12.00 WIB malam dan diantarkan ke siswa pada pukul 12 siang, waktu yang terlalu lama akan menjadi masalah. Harapan saya, ke depan dapur itu harus lebih dekat dengan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani tidak terlalu banyak,&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepala Labkes Jabar Ryan Bayusantika menyebut faktor utama keracunan adalah mikrobiologi dan fisik akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar, menyebabkan bakteri patogen cepat berkembang.<br />
<em>&#8220;Faktor mikrobiologi, terjadi pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak,&#8221;</em> ujar Ryan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pakar gizi Atik Nirwanawati menyoroti lemahnya pengawasan dan standar keamanan pangan, serta waktu distribusi yang terlalu lama.<br />
<em>&#8220;Jadi saya berasumsi kalau tim supervisinya jalan nggak akan terjadi keracunan,&#8221;</em> kata Atik dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Surat terbuka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar keselamatan anak dan kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam program MBG.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembimbingan Belajar Siswa Melalui Sekolah Kreatif Jadi Solusi Pemda Gorut</title>
		<link>https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut</link>
					<comments>https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 06:16:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Skb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=10909</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT &#8211; Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) Menteri tentang membolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah, ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Irwan Usman. Irwan Usman mengatakan SKB tersebut perlu dijabarkan dengan analisis yang mempertimbangkan bagaimana nanti berpotensi menimbulkan kerumunan. Sehingga pihaknya memutuskan untuk belum melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi melakukan pendekatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/">Pembimbingan Belajar Siswa Melalui Sekolah Kreatif Jadi Solusi Pemda Gorut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/">Pembimbingan Belajar Siswa Melalui Sekolah Kreatif Jadi Solusi Pemda Gorut</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT - Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) Menteri tentang membolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah, ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Irwan Usman. Irwan Usman mengatakan SKB tersebut perlu dijabarkan dengan analisis yang mempertimbangkan bagaimana nanti berpotensi menimbulkan kerumunan. Sehingga pihaknya memutuskan untuk belum melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi melakukan pendekatan pembimbingan belajar siswa melalui sekolah kreatif. \"Nah, inilah yang kita lakukan. Artinya, konsep ini mengembangkan ide gagasan dari satuan pendidikan bahwa di masa pandemi itu, maka perlu menumbuhkan inovasi-inovasi, ide-ide gagasan yang kreatif, yang bisa dikembangkan dalam hal pengembangan pembelajaran, khususnya di masing-masing satuan pendidikan,\" Paparnya saat di temui awak media Jumat (27/8/2021). Ia menjelaskan proses pendekatan pembimbingan belajar siswa melalui sekolah kreatif ini, siswa-siswi tetap menggunakan seragam sekolah. Oleh pihaknya, itu dilakukan untum memberikan identitas, supaya bisa mengenal bahwa ini siswa. \"Karena kalau tidak memakai seragam sekolah, maka sulit kita membedakan mana siswa dan bukan atau masyarakat lainnya,\" terangnya. Oleh karena itu, sekali lagi Irwan menegaskan, bahwa proses kegiatan pembelajaran di Gorut belum tatap muka, tetapi melaksanakan pembinaan pembelajaran dengan pendekatan sekolah kreatif. \"Sehingga inilah tumbuh ide gagasan yang inovatif dan tidak merata. Karena setiap satuan pendidikan, konsepnya masih berbeda-beda. Jadi, sifatnya kondisional,\" tutupnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT &#8211; Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) Menteri tentang membolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah, ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Irwan Usman.</p>
<p>Irwan Usman mengatakan SKB tersebut perlu dijabarkan dengan analisis yang mempertimbangkan bagaimana nanti berpotensi menimbulkan kerumunan.</p>
<p>Sehingga pihaknya memutuskan untuk belum melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi melakukan pendekatan pembimbingan belajar siswa melalui sekolah kreatif.</p>
<p>&#8220;Nah, inilah yang kita lakukan. Artinya, konsep ini mengembangkan ide gagasan dari satuan pendidikan bahwa di masa pandemi itu, maka perlu menumbuhkan inovasi-inovasi, ide-ide gagasan yang kreatif, yang bisa dikembangkan dalam hal pengembangan pembelajaran, khususnya di masing-masing satuan pendidikan,&#8221; Paparnya saat di temui awak media Jumat (27/8/2021).</p>
<p>Ia menjelaskan proses pendekatan pembimbingan belajar siswa melalui sekolah kreatif ini, siswa-siswi tetap menggunakan seragam sekolah. Oleh pihaknya, itu dilakukan untum memberikan identitas, supaya bisa mengenal bahwa ini siswa.</p>
<p>&#8220;Karena kalau tidak memakai seragam sekolah, maka sulit kita membedakan mana siswa dan bukan atau masyarakat lainnya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Oleh karena itu, sekali lagi Irwan menegaskan, bahwa proses kegiatan pembelajaran di Gorut belum tatap muka, tetapi melaksanakan pembinaan pembelajaran dengan pendekatan sekolah kreatif.</p>
<p>&#8220;Sehingga inilah tumbuh ide gagasan yang inovatif dan tidak merata. Karena setiap satuan pendidikan, konsepnya masih berbeda-beda. Jadi, sifatnya kondisional,&#8221; tutupnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/">Pembimbingan Belajar Siswa Melalui Sekolah Kreatif Jadi Solusi Pemda Gorut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/">Pembimbingan Belajar Siswa Melalui Sekolah Kreatif Jadi Solusi Pemda Gorut</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pembimbingan-belajar-siswa-melalui-sekolah-kreatif-jadi-solusi-pemda-gorut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Gorut Beri Hadiah kepada Azsyura Siswa SDN 9 Sumalata Timur yang Raih Juara Nasional</title>
		<link>https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional</link>
					<comments>https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2020 04:53:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo utara]]></category>
		<category><![CDATA[indra yasin]]></category>
		<category><![CDATA[Juara nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pemda gorut]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[sumalata timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6709</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT-Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memberi hadiah kepada salah seorang siswa Sekolah Dasar di Sumalata Timur. Siswa atas nama Azsyura Khaerunisa Lalebo ini berhasil meraih Juara 1 pada kegiatan Lomba Anak Indonesia Bercerita Tingkat Nasional tahun 2020. Kegitan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan c.q Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Badan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/">Bupati Gorut Beri Hadiah kepada Azsyura Siswa SDN 9 Sumalata Timur yang Raih Juara Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/">Bupati Gorut Beri Hadiah kepada Azsyura Siswa SDN 9 Sumalata Timur yang Raih Juara Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT-Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memberi hadiah kepada salah seorang siswa Sekolah Dasar di Sumalata Timur. Siswa atas nama Azsyura Khaerunisa Lalebo ini berhasil meraih Juara 1 pada kegiatan Lomba Anak Indonesia Bercerita Tingkat Nasional tahun 2020. Kegitan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan c.q Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknology (BPPT) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) melalui proyek GOLD-ISMIA. Azsyura Khaerunisa Lalebo adalah siswa SD 09 Sumalata Timur. Dalam lombanya, ia menceritakan tentang Desaku Desa Penghasil Emas, dimana cerita tersebut diambil dari cerita desa Hulawa yaitu desa tempat tinggalnya. \"Jadi dia mampu membawa cerita tentang potensi di desanya, yaitu desa Hulawa. Dan Alhamdulillah itu bisa menarik dan membawa prestasi dan dia berhasil sebagai juara ditingkat nasional\" Ucap Indra. Menurut Indra Yasin potensi yang seperti ini yang harus dikembangkan, sehingganya dirinya berharap kepada semua sekolah yang ada di Gorut juga doat melakukan hal yang serupa yaitu mengajak anak bercerita. \"Harapan saya untuk semua sekolah kedepan anak-anak ini coba diajak untuk beecerita, baik itu cerita tentang perjuangan, cerita potensi yang ada di daerahnya. sehingga anak-anak betul-betul dia mampu mempunyai inspirasi kedepan\" jelasnya. \"Karena dengan daya hayal yang tinggi, imajinasi-imajinasinya yang tinggi. Dan demikian anak-anak ini akan menjadi anak-anak yang fisioner yang mampu berfikiran jauh kedepan. Dan Tentu melalui cerita-cerita tadi. Karena dia sudah terbiasa untuk berimajinasi\" Tutupnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT-Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memberi hadiah kepada salah seorang siswa Sekolah Dasar di Sumalata Timur. Siswa atas nama Azsyura Khaerunisa Lalebo ini berhasil meraih Juara 1 pada kegiatan Lomba Anak Indonesia Bercerita Tingkat Nasional tahun 2020.</p>
<p>Kegitan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan c.q Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknology (BPPT) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) melalui proyek GOLD-ISMIA.</p>
<p>Azsyura Khaerunisa Lalebo adalah siswa SD 09 Sumalata Timur. Dalam lombanya, ia menceritakan tentang Desaku Desa Penghasil Emas, dimana cerita tersebut diambil dari cerita desa Hulawa yaitu desa tempat tinggalnya.</p>
<p>&#8220;Jadi dia mampu membawa cerita tentang potensi di desanya, yaitu desa Hulawa. Dan Alhamdulillah itu bisa menarik dan membawa prestasi dan dia berhasil sebagai juara ditingkat nasional&#8221; Ucap Indra.</p>
<p>Menurut Indra Yasin potensi yang seperti ini yang harus dikembangkan, sehingganya dirinya berharap kepada semua sekolah yang ada di Gorut juga doat melakukan hal yang serupa yaitu mengajak anak bercerita.</p>
<p>&#8220;Harapan saya untuk semua sekolah kedepan anak-anak ini coba diajak untuk beecerita, baik itu cerita tentang perjuangan, cerita potensi yang ada di daerahnya. sehingga anak-anak betul-betul dia mampu mempunyai inspirasi kedepan&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Karena dengan daya hayal yang tinggi, imajinasi-imajinasinya yang tinggi.<br />
Dan demikian anak-anak ini akan menjadi anak-anak yang fisioner yang mampu berfikiran jauh kedepan. Dan Tentu melalui cerita-cerita tadi. Karena dia sudah terbiasa untuk berimajinasi&#8221; Tutupnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/">Bupati Gorut Beri Hadiah kepada Azsyura Siswa SDN 9 Sumalata Timur yang Raih Juara Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/">Bupati Gorut Beri Hadiah kepada Azsyura Siswa SDN 9 Sumalata Timur yang Raih Juara Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bupati-gorut-beri-hadiah-kepada-azsyura-siswa-sdn-9-sumalata-timur-yang-raih-juara-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
