<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Struktur Ekonomi Jasa Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/struktur-ekonomi-jasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/struktur-ekonomi-jasa/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 17:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Struktur Ekonomi Jasa Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/struktur-ekonomi-jasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nyaris Tembus Rp100 Juta: Dua Hari Street Food Kota Tua Gorontalo Bukukan Transaksi Fantastis</title>
		<link>https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis</link>
					<comments>https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 16:03:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Gorontalo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Koperasi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[indra gobel]]></category>
		<category><![CDATA[Muttakin Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Omzet Kuliner Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapatan Usaha Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Perputaran Uang Kota Tua Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Stabilisasi Daya Beli]]></category>
		<category><![CDATA[Street Food Jilid III]]></category>
		<category><![CDATA[Struktur Ekonomi Jasa]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah Niaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30841</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/">Nyaris Tembus Rp100 Juta: Dua Hari Street Food Kota Tua Gorontalo Bukukan Transaksi Fantastis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/">Nyaris Tembus Rp100 Juta: Dua Hari Street Food Kota Tua Gorontalo Bukukan Transaksi Fantastis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Di tengah absennya sektor industri manufaktur besar dan keterbatasan komoditas sumber daya alam (SDA), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil mengukuhkan diri sebagai tulang punggung utama stabilitas ekonomi di Kota Gorontalo. Sektor domestik ini terbukti ampuh menjaga daya beli masyarakat dan menopang laju pertumbuhan ekonomi daerah dari lini terbawah. Potret ketangguhan ekonomi kerakyatan tersebut tercermin nyata dalam perhelatan Street Food Kota Tua Jilid III. Berdasarkan data rekapitulasi resmi dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, total omzet transaksi yang berhasil dibukukan hanya dalam kurun waktu dua hari pelaksanaan menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp99,1 juta. \"Alhamdulillah, pendapatan para pelaku UMKM lokal selama dua hari perhelatan nyaris menyentuh angka Rp100 juta,\" konfirmasi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo Muttakin Adam, Senin (22/06/2026). Muttakin merinci bahwa stimulus finansial tersebut mengalir langsung ke kantong puluhan pelaku usaha yang menjajakan ragam kuliner makanan, minuman, hingga komoditas olahan rumahan (home industry). Efek domino (multiplier effect) dari perputaran uang ini tidak hanya menguntungkan para pedagang di lini depan, melainkan turut menggerakkan rantai pasok sektor penunjang lainnya yang terintegrasi. Menariknya, akselerasi ekonomi ini terpusat di koridor historis Kota Tua Gorontalo. Jajaran bangunan cagar budaya yang menjadi saksi bisu peradaban kota kini diakomodasi sebagai ruang niaga estetik pasca-matahari terbenam. Kawasan yang dulunya pasif selepas petang perlahan menjelma menjadi episentrum baru interaksi sosial sekaligus generator ekonomi kreatif bagi warga Bumi Serambi Madinah. Fenomena ini mempertegas struktur fundamental ekonomi Kota Gorontalo yang sangat bergantung pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) serta sektor jasa. Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan dana bagi hasil (DBH) sektor pertambangan, perkebunan skala makro, ataupun kawasan industri berat, roda ekonomi di Kota Gorontalo justru murni berputar dari denyut nadi usaha berbasis komunitas mikro. Oleh karena itu, intervensi dan pembinaan terhadap pelaku UMKM terus menjadi program prioritas Pemerintah Kota Gorontalo di bawah nahkoda Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel. Duet kepemimpinan ini menempatkan sektor usaha kecil sebagai benteng pertahanan ekonomi utama yang menjaga daya tahan domestik tetap stabil. Kebijakan strategis tersebut lahir dari pembacaan objektif atas postur daerah yang mayoritas digerakkan oleh unit usaha rakyat—mulai dari sektor warung makan, kedai kopi, pedagang kaki lima (PKL), hingga industri rumahan. Seluruh klaster ini berkontribusi aktif dalam menekan angka pengangguran serta membuka lapangan kerja baru secara mandiri. Lewat peluncuran agenda inklusif seperti festival Street Food, Pemkot Gorontalo berkomitmen memperluas ruang promosi dan memangkas jalur pemasaran bagi UMKM dengan mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Capaian transaksi yang mendekati angka Rp100 juta dalam hitungan hari menjadi indikator sahih bahwa UMKM bukan sekadar sektor alternatif, melainkan fondasi utama perekonomian kota. Dari sudut-sudut klasik Kota Tua, denyut ekonomi rakyat dibuktikan tetap hidup dan produktif melalui lapak-lapak kecil yang konsisten melayani perputaran rupiah setiap malam.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Kota Gorontalo &#8211; Di tengah absennya sektor industri manufaktur besar dan keterbatasan komoditas sumber daya alam (SDA), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil mengukuhkan diri sebagai tulang punggung utama stabilitas ekonomi di Kota Gorontalo. Sektor domestik ini terbukti ampuh menjaga daya beli masyarakat dan menopang laju pertumbuhan ekonomi daerah dari lini terbawah.</p>
<p data-path-to-node="4">Potret ketangguhan ekonomi kerakyatan tersebut tercermin nyata dalam perhelatan <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="80">Street Food</i> Kota Tua Jilid III. Berdasarkan data rekapitulasi resmi dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, total omzet transaksi yang berhasil dibukukan hanya dalam kurun waktu dua hari pelaksanaan menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp99,1 juta.</p>
<p data-path-to-node="5">&#8220;Alhamdulillah, pendapatan para pelaku UMKM lokal selama dua hari perhelatan nyaris menyentuh angka Rp100 juta,&#8221; konfirmasi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo Muttakin Adam, Senin (22/06/2026).</p>
<p data-path-to-node="6">Muttakin merinci bahwa stimulus finansial tersebut mengalir langsung ke kantong puluhan pelaku usaha yang menjajakan ragam kuliner makanan, minuman, hingga komoditas olahan rumahan (<i data-path-to-node="6" data-index-in-node="182">home industry</i>). Efek domino (<i data-path-to-node="6" data-index-in-node="211">multiplier effect</i>) dari perputaran uang ini tidak hanya menguntungkan para pedagang di lini depan, melainkan turut menggerakkan rantai pasok sektor penunjang lainnya yang terintegrasi.</p>
<p data-path-to-node="7">Menariknya, akselerasi ekonomi ini terpusat di koridor historis Kota Tua Gorontalo. Jajaran bangunan cagar budaya yang menjadi saksi bisu peradaban kota kini diakomodasi sebagai ruang niaga estetik pasca-matahari terbenam. Kawasan yang dulunya pasif selepas petang perlahan menjelma menjadi episentrum baru interaksi sosial sekaligus generator ekonomi kreatif bagi warga Bumi Serambi Madinah.</p>
<p data-path-to-node="8">Fenomena ini mempertegas struktur fundamental ekonomi Kota Gorontalo yang sangat bergantung pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) serta sektor jasa. Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan dana bagi hasil (DBH) sektor pertambangan, perkebunan skala makro, ataupun kawasan industri berat, roda ekonomi di Kota Gorontalo justru murni berputar dari denyut nadi usaha berbasis komunitas mikro.</p>
<p data-path-to-node="9">Oleh karena itu, intervensi dan pembinaan terhadap pelaku UMKM terus menjadi program prioritas Pemerintah Kota Gorontalo di bawah nahkoda Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel. Duet kepemimpinan ini menempatkan sektor usaha kecil sebagai benteng pertahanan ekonomi utama yang menjaga daya tahan domestik tetap stabil.</p>
<p data-path-to-node="10">Kebijakan strategis tersebut lahir dari pembacaan objektif atas postur daerah yang mayoritas digerakkan oleh unit usaha rakyat—mulai dari sektor warung makan, kedai kopi, pedagang kaki lima (PKL), hingga industri rumahan. Seluruh klaster ini berkontribusi aktif dalam menekan angka pengangguran serta membuka lapangan kerja baru secara mandiri.</p>
<p data-path-to-node="11">Lewat peluncuran agenda inklusif seperti festival <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="50">Street Food</i>, Pemkot Gorontalo berkomitmen memperluas ruang promosi dan memangkas jalur pemasaran bagi UMKM dengan mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung.</p>
<p data-path-to-node="12">Capaian transaksi yang mendekati angka Rp100 juta dalam hitungan hari menjadi indikator sahih bahwa UMKM bukan sekadar sektor alternatif, melainkan fondasi utama perekonomian kota. Dari sudut-sudut klasik Kota Tua, denyut ekonomi rakyat dibuktikan tetap hidup dan produktif melalui lapak-lapak kecil yang konsisten melayani perputaran rupiah setiap malam.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/">Nyaris Tembus Rp100 Juta: Dua Hari Street Food Kota Tua Gorontalo Bukukan Transaksi Fantastis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/">Nyaris Tembus Rp100 Juta: Dua Hari Street Food Kota Tua Gorontalo Bukukan Transaksi Fantastis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/nyaris-tembus-rp100-juta-dua-hari-street-food-kota-tua-gorontalo-bukukan-transaksi-fantastis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
