<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suntikan vaksin Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/suntikan-vaksin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/suntikan-vaksin/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Oct 2021 12:16:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Suntikan vaksin Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/suntikan-vaksin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemprov Gorontalo Kembali Terima Vaksin Sebanyak 46.800 Dosis</title>
		<link>https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis</link>
					<comments>https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2021 12:16:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pfizer biontech]]></category>
		<category><![CDATA[Suntikan vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin comirnaty]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin covid19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=11689</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/">Pemprov Gorontalo Kembali Terima Vaksin Sebanyak 46.800 Dosis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/">Pemprov Gorontalo Kembali Terima Vaksin Sebanyak 46.800 Dosis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Sebanyak 46.800 dosis vaksin Comirnaty atau Pfizer-BioNTech diterima pemerintah Provinsi Gorontalo dari pemerintah pusat, rencananya vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi warga masyarakat yang belum menerima suntikan dosis vaksin, (11/10/2021). Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Suleman Mile, SKM., M. Kes., mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech adalah jenis vaksin keempat yang diterima Provinsi Gorontalo. Penggunaan vaksin Pfizer telah mendapat Emergency Use Autorization (EUA) atau ijin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Jadi mutu dan keamanannya sudah terjamin sehingga bisa digunakan untuk orang berusia d di atas 12 tahun,\" Ugkapnya. Vaksin Pfizer ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten dan Kota sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan pusat, pendistribusian sendiri akan dikawal oleh TNI-Polri. Pemberian vaksin Pfizer dilakukan secara intramuscular dengan dosis yang digunakan adalah 0,3 ml dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga minggu. Adapun efikasi vaksin ini sebesar 95,5% untuk usia 16 tahun keatas dan bagi remaja 12-15 tahun menunjukkan efikasi hingga 100%. Hingga saat ini kejadian reaksi (KIPI) yang paling sering timbul di antaranya nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>GORONTALO &#8211; Sebanyak 46.800 dosis vaksin Comirnaty atau Pfizer-BioNTech diterima pemerintah Provinsi Gorontalo dari pemerintah pusat, rencananya vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi warga masyarakat yang belum menerima suntikan dosis vaksin, (11/10/2021).</p>
<p>Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Suleman Mile, SKM., M. Kes., mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech adalah jenis vaksin keempat yang diterima Provinsi Gorontalo. Penggunaan vaksin Pfizer telah mendapat Emergency Use Autorization (EUA) atau ijin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</p>
<p>“Jadi mutu dan keamanannya sudah terjamin sehingga bisa digunakan untuk orang berusia d di atas 12 tahun,&#8221; Ugkapnya.</p>
<p>Vaksin Pfizer ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten dan Kota sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan pusat, pendistribusian sendiri akan dikawal oleh TNI-Polri.</p>
<p>Pemberian vaksin Pfizer dilakukan secara intramuscular dengan dosis yang digunakan adalah 0,3 ml dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga minggu. Adapun efikasi vaksin ini sebesar 95,5% untuk usia 16 tahun keatas dan bagi remaja 12-15 tahun menunjukkan efikasi hingga 100%.</p>
<p>Hingga saat ini kejadian reaksi (KIPI) yang paling sering timbul di antaranya nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/">Pemprov Gorontalo Kembali Terima Vaksin Sebanyak 46.800 Dosis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/">Pemprov Gorontalo Kembali Terima Vaksin Sebanyak 46.800 Dosis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemprov-gorontalo-kembali-terima-vaksin-sebanyak-46-800-dosis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Warga Marisa Meninggal Dunia Diduga Usai Menerima Suntikan</title>
		<link>https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan</link>
					<comments>https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2021 04:17:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[\warga meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pasien covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Suntikan vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Warga marisa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=11225</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO &#8211; Keluarga korban pasien, Stefon Habi warga Marisa merasa keberatan dan mempertanyakan tindakan salah satu oknum perawat Rumah Sakit Bumi Panua Kabupaten Pohuwato saat menangani pasien bernama Devi Habi. Pasalnya, Korban diduga setelah menerima suntikan dari oknum perawat tersebut mengalami kejang-kejang dan tak lama korban tak sadar diri hingga menghembuskan nafas terakhirnya di rumah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/">Satu Warga Marisa Meninggal Dunia Diduga Usai Menerima Suntikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/">Satu Warga Marisa Meninggal Dunia Diduga Usai Menerima Suntikan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Keluarga korban pasien, Stefon Habi warga Marisa merasa keberatan dan mempertanyakan tindakan salah satu oknum perawat Rumah Sakit Bumi Panua Kabupaten Pohuwato saat menangani pasien bernama Devi Habi. Pasalnya, Korban diduga setelah menerima suntikan dari oknum perawat tersebut mengalami kejang-kejang dan tak lama korban tak sadar diri hingga menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, korban Devi Habi dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya pada rabu malam dengan kondisi saat itu hanya mengalami mual-mual dan korban dalam kondisi sakit. Menurut pengakuan paman korban Stefon Habi, sebelum mendapatkan penanganan medis korban di arahkan oleh pihak rumah sakit untuk dilakukan swab test covid akhirnya pihak keluarga mengiyakannya. \"Pasien saat dilakukan swab hasilnya negatif,\" Terangnya. Setelah itu, Stefon menambahkan korban usai di Swab mendapatkan perawatan di UGD RSBP dari dokter yang berjaga. Merasa kondisi dalam keadaan baik, Stefon yang mengantarkan pasien Devi ijin pamit untuk pulang. Namun belum lama kembali, Stefon mendapatkan kabar dari pihak keluarganya yang mendampingi korban di RSBP bahwa Devi dikabarkan telah meninggal dunia usai menerima suntikan yang melalui selang infus. \"Pada saat oknum yang menangani korban dia memberikan dua suntikan, pada suntikan awal di lakukan, korban berteriak rasa perih dan kram - kram akan tetapi oknum tersebut tidak memperdulikan itu sambil melanjutkan suntikan tersebut,\" Jelasnya. \"Setelah pada suntikan yang kedua di lakukan tiba-tiba korban menjerit lagi rasa kesakitan dan langsung mengalami kejang - kejang dan bola matanya melotot keatas setelah itu korban tak sadar dan meninggal,\" Lanjutnya Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait kasus yang terjadi. Saat ini korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO &#8211; Keluarga korban pasien, Stefon Habi warga Marisa merasa keberatan dan mempertanyakan tindakan salah satu oknum perawat Rumah Sakit Bumi Panua Kabupaten Pohuwato saat menangani pasien bernama Devi Habi.</p>
<p>Pasalnya, Korban diduga setelah menerima suntikan dari oknum perawat tersebut mengalami kejang-kejang dan tak lama korban tak sadar diri hingga menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, korban Devi Habi dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya pada rabu malam dengan kondisi saat itu hanya mengalami mual-mual dan korban dalam kondisi sakit.</p>
<p>Menurut pengakuan paman korban Stefon Habi, sebelum mendapatkan penanganan medis korban di arahkan oleh pihak rumah sakit untuk dilakukan swab test covid akhirnya pihak keluarga mengiyakannya.</p>
<p>&#8220;Pasien saat dilakukan swab hasilnya negatif,&#8221; Terangnya.</p>
<p>Setelah itu, Stefon menambahkan korban usai di Swab mendapatkan perawatan di UGD RSBP dari dokter yang berjaga. Merasa kondisi dalam keadaan baik, Stefon yang mengantarkan pasien Devi ijin pamit untuk pulang.</p>
<p>Namun belum lama kembali, Stefon mendapatkan kabar dari pihak keluarganya yang mendampingi korban di RSBP bahwa Devi dikabarkan telah meninggal dunia usai menerima suntikan yang melalui selang infus.</p>
<p>&#8220;Pada saat oknum yang menangani korban dia memberikan dua suntikan, pada suntikan awal di lakukan, korban berteriak rasa perih dan kram &#8211; kram akan tetapi oknum tersebut tidak memperdulikan itu sambil melanjutkan suntikan tersebut,&#8221; Jelasnya.</p>
<p>&#8220;Setelah pada suntikan yang kedua di lakukan tiba-tiba korban menjerit lagi rasa kesakitan dan langsung mengalami kejang &#8211; kejang dan bola matanya melotot keatas setelah itu korban tak sadar dan meninggal,&#8221; Lanjutnya</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait kasus yang terjadi. Saat ini korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/">Satu Warga Marisa Meninggal Dunia Diduga Usai Menerima Suntikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/">Satu Warga Marisa Meninggal Dunia Diduga Usai Menerima Suntikan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/satu-warga-marisa-meninggal-dunia-diduga-usai-menerima-suntikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
