<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknologi Pendidikan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/teknologi-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/teknologi-pendidikan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 05:33:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Teknologi Pendidikan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/teknologi-pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital</title>
		<link>https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital</link>
					<comments>https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 05:33:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[alat peraga edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[augmented reality]]></category>
		<category><![CDATA[blended learning]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi digital]]></category>
		<category><![CDATA[gamifikasi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesenjangan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[media interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[metode mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan era digital]]></category>
		<category><![CDATA[problem based learning]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi pedagogi]]></category>
		<category><![CDATA[Student Centered Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: [Merrisa Monoarfa_TSMP] Dosen dan Peneliti Bidang Pendidikan Teknologi Pendidikan UNM &#160; Dunia pendidikan saat ini sedang berhadapan dengan sebuah realitas yang mencemaskan: fenomena terdistraknya motivasi peserta didik di dalam ruang kelas. Para pendidik di berbagai jenjang sedang berhadapan dengan betapa cepatnya peserta didik merasa bosan dan kehilangan fokus saat proses pembelajaran berlangsung. Tantangan ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/">Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/">Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: [Merrisa Monoarfa_TSMP]</strong></p>
<p><em>Dosen dan Peneliti Bidang Pendidikan</em></p>
<p><em>Teknologi Pendidikan UNM</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dunia pendidikan saat ini sedang berhadapan dengan sebuah realitas yang mencemaskan: fenomena terdistraknya motivasi peserta didik di dalam ruang kelas. Para pendidik di berbagai jenjang sedang berhadapan dengan betapa cepatnya peserta didik merasa bosan dan kehilangan fokus saat proses pembelajaran berlangsung. Tantangan ini bersumber dari kontradiksi metodologis. Di satu sisi, metode instruksional di ruang kelas sebagian besar masih bersifat konvensional dan searah. Di sisi lain, ketika keluar dari ruang kelas, pikiran peserta didik terus dibombardir oleh stimulasi instan dari algoritma media sosial dan teknologi digital yang adiktif.</p>
<p>Pendidikan sejatinya adalah fondasi kemajuan bangsa. Ketika gairah belajar berada di titik kemunduran, maka masa depan generasi emas terancam rapuh. Menghadapi situasi ini, para pendidik tidak bisa lagi bertahan pada zona nyaman metode ceramah satu arah yang monoton. Diperlukan sebuah langkah progresif untuk mereformasi gaya mengajar dan menyelaraskannya dengan karakteristik psikologis generasi digital asli (<em>digital natives</em>).</p>
<p><strong>Pergeseran Paradigma: Dari Teoretis-Kognitif Menuju Emosional-Afektif</strong></p>
<p>Mayoritas literatur dan riset pendidikan terdahulu cenderung terjebak pada reduksionisme akademik, yakni hanya berfokus mengukur keberhasilan belajar dari capaian angka kognitif seperti nilai ujian. dimensi afektif peserta didik kadang terabaikan, seperti motivasi intrinsik dan keterikatan emosional (<em>emotional engagement</em>) mereka selama proses belajar.</p>
<p>Melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap berbagai studi eksperimental terbaru, ditemukan korelasi linier yang kuat antara pembaruan model mengajar dengan meningkatnya motivasi peserta didik. Salah satu strategi paling efektif untuk menjawab fenomena dan tantangan ini adalah menerapkan pembelajaran agar berpusat pada peserta didik (<em>student-centered learning</em>) melalui integrasi media interaktif dan model <em>Problem-Based Learning</em> (PBL).</p>
<p><strong>Menjinakkan Distraksi dengan Gamifikasi dan Augmented Reality</strong></p>
<p>Beberapa data empiris menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital interaktif, animasi, hingga teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR) mampu menurunkan beban kognitif (<em>cognitive load</em>) peserta didik dalam mencerna materi pelajaran yang kompleks dan abstrak. Menjelaskan struktur anatomi biologi atau rumus matematika yang rumit akan jauh lebih mudah dipahami secara visual melalui grafis 3D interaktif ketimbang sekadar narasi verbal.</p>
<p>Menerapkan elemen permainan atau gamifikasi ke dalam aplikasi pembelajaran yang diterapkan pendidik terbukti mampu menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat. Adanya sistem <em>real-time feedback</em> (umpan balik langsung) dalam platform permainan digital tidak hanya memicu motivasi yang meningkatkan kesenangan belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik. Mereka tidak lagi memiliki ketakutan psikologis untuk melakukan kesalahan (<em>fear of making mistakes</em>) karena proses belajar diteraokan dalam bentuk tantangan yang menyenangkan.</p>
<p><strong>Menghidupkan Nalar Kritis Melalui PBL dan Media</strong></p>
<p>Transformasi tidak hanya terjadi di ranah digital. Di ruang kelas konvensional, penerapan model <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) terbukti mampu mengubah peran peserta didik dari sekadar pembelajar yang pasif menjadi agen pemecah masalah yang aktif dan kritis. Melalui PBL, peserta didik dihadapkan pada realitas masalah kontekstual sehari-hari, yang memaksa mereka berkolaborasi dalam tim, berdiskusi, dan merumuskan solusi mandiri.</p>
<p>Bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar, stimulasi digital perlu diimbangi dengan pendekatan emosi yang mendalam. Pemanfaatan alat media—seperti kotak pintar, papan jari, kalkulator bilangan, hingga poster bergambar—memegang peranan krusial. Karakteristik psikologi perkembangan anak usia dini menuntut proses belajar yang bersifat konkret. Ketika mereka dapat menyentuh, memanipulasi, dan menyusun alat peraga tersebut, ketegangan akademis di dalam kelas mencair menjadi pengalaman bermain yang bermakna (<em>meaningful play</em>).</p>
<p>Secara komparatif, efektivitas berbagai media dan strategi kontemporer ini dapat dipetakan sebagai berikut:</p>
<table>
<thead>
<tr>
<td><strong>Strategi &amp; Media Pembelajaran</strong></td>
<td><strong>Bentuk Stimulasi Antusiasme</strong></td>
<td><strong>Tingkat Efektivitas &amp; Dampak</strong></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Media Digital Interaktif</strong></td>
<td>Kuis tantangan, komunikasi dua arah, umpan balik instan</td>
<td><strong>Sangat Tinggi</strong> (Paling mendominasi motivasi belajar)</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Animasi &amp; <em>Augmented Reality</em> (AR)</strong></td>
<td>Visualisasi 3D objek abstrak, grafis hidup, audio imersif</td>
<td><strong>Tinggi</strong> (Sangat efektif mengunci fokus durasi lama)</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Problem Based Learning (PBL)</strong></td>
<td>Kerja sama tim, resolusi konflik masalah riil/nyata</td>
<td><strong>Sangat Tinggi</strong> (Membentuk nalar kritis dan analitis)</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Alat Peraga Fisik (Taktil)</strong></td>
<td>Manipulasi objek langsung, keindahan visual</td>
<td><strong>Signifikan</strong> (Efektif memperkuat memori motorik anak)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Tantangan Struktural dan Pmbelajaran Masa Depan</strong></p>
<p>Integrasi teknologi dan model ajar modern saat ini menjanjikan akselerasi kualitas pendidikan, namun implementasinya di lapangan masih membentur tembok realitas. Hambatan utama yang sering dihadapi para pendidik di Indonesia adalah kesenjangan media digital, keterbatasan akses internet di daerah terpencil, serta tingginya beban kerja guru untuk mendesain media ajar kreatif yang menyita waktu istirahat mereka.</p>
<p>Oleh karena itu, transformasi ini memerlukan komitmen bersama, bukan sekadar beban moral pendidik semata. Target pendidikan ke depan harus diarahkan pada konsep <em>blended learning</em> (pembelajaran bauran) yang mengombinasikan keunggulan teknologi digital dengan kearifan lokal (<em>local wisdom</em>) serta media yang murah dan mudah diakses.</p>
<p>Bagi akademisi dan peneliti pendidikan nantinya, tantangan besar menanti untuk menguji efektivitas metode ini melalui penelitian eksperimen murni (<em>true-experimental</em>) berskala nasional untuk memotret kesenjangan antara sekolah perkotaan dan perdesaan. Berbagai riset juga mendesak untuk dilakukan guna memastikan apakah peningkatan motivasi belajar ini bersifat permanen atau sekadar efek kebaruan sesaat (<em>novelty effect</em>).</p>
<p>Pada akhirnya, mengubah gaya mengajar bukan lagi sekadar pilihan inovasi, melainkan sebuah keharusan yang konsisten. Menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran adalah kunci utama untuk mengembalikan perhatian peserta didik, menciptakan suasana kelas, dan memotivasi semangat belajar demi mencetak generasi masa depan yang kompetitif.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/">Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/">Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/menggugah-kembali-naluri-belajar-yang-meredup-reformasi-pedagogi-di-era-distraksi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</title>
		<link>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah</link>
					<comments>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 12:50:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas sdm]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Presiden Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Papan Interaktif Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Modern]]></category>
		<category><![CDATA[PID]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[presiden prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Smart Screen Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30420</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. “Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (smart screen). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya. Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia. Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Gorontalo &#8211; Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern.</p>
<p data-path-to-node="4">Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026).</p>
<p data-path-to-node="5">Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.</p>
<p data-path-to-node="6">“Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir.</p>
<p data-path-to-node="7">Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="166">smart screen</i>). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p>
<p data-path-to-node="8">“Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya.</p>
<p data-path-to-node="9">Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia.</p>
<p data-path-to-node="10">Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siap-siap. Tahun ini Prabowo akan bagi-bagi Smart Tv untuk seluruh sekolah di Nusantara</title>
		<link>https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara</link>
					<comments>https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 09:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Jarak Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerataan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Terpencil]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Smart TV]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26999</guid>

					<description><![CDATA[<p>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan pemerintah akan mendistribusikan smart TV atau layar televisi pintar ke 330.000 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Program ini bertujuan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil dengan kekurangan tenaga pengajar. Prabowo menyampaikan target tersebut usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/">Siap-siap. Tahun ini Prabowo akan bagi-bagi Smart Tv untuk seluruh sekolah di Nusantara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/">Siap-siap. Tahun ini Prabowo akan bagi-bagi Smart Tv untuk seluruh sekolah di Nusantara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan pemerintah akan mendistribusikan smart TV atau layar televisi pintar ke 330.000 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Program ini bertujuan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil dengan kekurangan tenaga pengajar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prabowo menyampaikan target tersebut usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). &#8220;Tahun ini kami berharap 330.000 sekolah, termasuk sekolah rakyat, akan mendapatkan perangkat ini. Pada 10 November, diharapkan 100.000 sekolah sudah memiliki, saat ini baru 10.000,&#8221; ungkapnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menjelaskan, &#8220;Tahun depan kita akan menambah satu sekolah tiga layar. Idealnya, satu kelas akan memiliki satu layar. Di layar tersebut, pelajaran akan disajikan melalui konten-konten terbaik berupa animasi.&#8221; Program ini memungkinkan pelaksanaan pendidikan jarak jauh yang menjangkau wilayah terluar dan terpencil, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan rencana seleksi guru terbaik dari seluruh Indonesia yang akan mengajar secara daring dari studio pusat. &#8220;Ada guru-guru yang terbaik tiap mata pelajaran kita akan seleksi, mungkin 20-30 guru terbaik akan siaran dari studio jarak jauh,&#8221; ujarnya. Dengan demikian, satu guru dapat membantu mengajar banyak kelas di seluruh Indonesia secara teori.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Smart TV ini juga bersifat interaktif dengan dilengkapi kamera, sehingga pihak pusat dapat melakukan monitoring terhadap jalannya pembelajaran. &#8220;Smart TV ini interaktif, itu kamera juga, jadi saya dari pusat bisa lihat kelas yang enggak ada gurunya. Saya bisa lihat kelas yang gurunya kewalahan,&#8221; jelasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prabowo menegaskan, siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja, termasuk melalui perangkat handphone, sehingga memungkinkan pengulangan pelajaran secara mandiri. Ia menambahkan, &#8220;Murid-murid yang nanti kurang ini, bisa ulangi lagi pelajaran, bisa ulangi dan itu bisa juga diakses dari handphone.&#8221;</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan teknologi pendidikan untuk pemerataan akses dan peningkatan mutu guru serta materi di sekolah-sekolah pelosok. Dengan program ini, pemerintah berharap dunia pendidikan Indonesia semakin siap menghadapi persaingan global yang ketat, dan anak-anak di seluruh pelosok negeri bisa mendapatkan pelajaran berkualitas, tidak kalah dengan yang ada di kota besar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/">Siap-siap. Tahun ini Prabowo akan bagi-bagi Smart Tv untuk seluruh sekolah di Nusantara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/">Siap-siap. Tahun ini Prabowo akan bagi-bagi Smart Tv untuk seluruh sekolah di Nusantara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/siap-siap-tahun-ini-prabowo-akan-bagi-bagi-smart-tv-untuk-seluruh-sekolah-di-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
