<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tilongkabila Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/tilongkabila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/tilongkabila/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Apr 2023 08:51:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>tilongkabila Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/tilongkabila/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yayasan Miftahul Khairaat Jadi Pilihan Warga Perdalam Ilmu Agama</title>
		<link>https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama</link>
					<comments>https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2023 08:50:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tilongkabila]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan miftahul khairaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=17461</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/">Yayasan Miftahul Khairaat Jadi Pilihan Warga Perdalam Ilmu Agama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/">Yayasan Miftahul Khairaat Jadi Pilihan Warga Perdalam Ilmu Agama</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Sejak didirikan pada 27 Desember 2014 silam, Yayasan Miftahul Khairaat yang berada di jalan Dr. Zainal Umar Sidiki, Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango tidak luput dari perhatian masyarakat dalam memperdalam ilmu agama islam. Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh pendiri sekaligus pengurus Yayasan Khairat, Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi, Senin (17/4/2023) bertempat di Masjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri. Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi mengatakan, pada awal berdiri, di sekitar lokasi bangunan yayasan Miftahul Khairat masih terdapat hutan rimbun yang banyak di tumbuhi pepohonan besar. \"Di perpisahan tahun 2014, saya mulai mengadakan dzikir bersama masyarakat sekitar sini. Lalu di tanggal 3 tahun 2015, sudah mulai ada anak- anak masuk mengaji. Hari pertama masuk ada 10 orang sampai 15, 1 bulan itu ada sekitar 180 orang saya yang saya ajarkan mengaji terus sampai khatam Al-Qur\'an,\" jelasnya. Lebih lanjut, Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi menyampaikan di tahun 2016 merupakan awal anak-anak tinggal di dalam yayasan termasuk anak-anak kurang mampu dan yatim piatu. \"Terus bertambah anak-anak yang tinggal disini sampai Pada tahun 2017 itu sampai berjumlah 50, lalu di tahun itu saya juga mendapatkan bantuan untuk membangun yayasan menjadi lebih baik. Lalu saya mendirikan juga sekolah agama di lokasi masjid, sesudah berdirinya mesjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri. Bertahun-tahun berjalan kita pelan-pelan bangun, Alhamdulillah ada orang-orang baik yang ikut membantu,\" terang Habib Djafar. Diketahui, letak Masjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri berada tepat di sebelah Yayasan Miftahul Khairaat Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Sejak didirikan pada 27 Desember 2014 silam, Yayasan Miftahul Khairaat yang berada di jalan Dr. Zainal Umar Sidiki, Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango tidak luput dari perhatian masyarakat dalam memperdalam ilmu agama islam.</p>
<p>Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh pendiri sekaligus pengurus Yayasan Khairat, Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi, Senin (17/4/2023) bertempat di Masjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri.</p>
<p>Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi mengatakan, pada awal berdiri, di sekitar lokasi bangunan yayasan Miftahul Khairat masih terdapat hutan rimbun yang banyak di tumbuhi pepohonan besar.</p>
<p>&#8220;Di perpisahan tahun 2014, saya mulai mengadakan dzikir bersama masyarakat sekitar sini. Lalu di tanggal 3 tahun 2015, sudah mulai ada anak- anak masuk mengaji. Hari pertama masuk ada 10 orang sampai 15, 1 bulan itu ada sekitar 180 orang saya yang saya ajarkan mengaji terus sampai khatam Al-Qur&#8217;an,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Habib Djafar bin Ahmad Alhabsyi menyampaikan di tahun 2016 merupakan awal anak-anak tinggal di dalam yayasan termasuk anak-anak kurang mampu dan yatim piatu.</p>
<p>&#8220;Terus bertambah anak-anak yang tinggal disini sampai Pada tahun 2017 itu sampai berjumlah 50, lalu di tahun itu saya juga mendapatkan bantuan untuk membangun yayasan menjadi lebih baik. Lalu saya mendirikan juga sekolah agama di lokasi masjid, sesudah berdirinya mesjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri. Bertahun-tahun berjalan kita pelan-pelan bangun, Alhamdulillah ada orang-orang baik yang ikut membantu,&#8221; terang Habib Djafar.</p>
<p>Diketahui, letak Masjid Habib Idrus Bin Salim Al-jufri berada tepat di sebelah Yayasan Miftahul Khairaat Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/">Yayasan Miftahul Khairaat Jadi Pilihan Warga Perdalam Ilmu Agama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/">Yayasan Miftahul Khairaat Jadi Pilihan Warga Perdalam Ilmu Agama</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/yayasan-miftahul-khairaat-jadi-pilihan-warga-perdalam-ilmu-agama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Hambatan, Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Tilongkabila Berjalan Lancar</title>
		<link>https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar</link>
					<comments>https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2022 13:44:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi pendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Hipotermia]]></category>
		<category><![CDATA[Mapala belantara]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta pendidikan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tilongkabila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=14637</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/">Banyak Hambatan, Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Tilongkabila Berjalan Lancar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/">Banyak Hambatan, Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Tilongkabila Berjalan Lancar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki gunung yang mengalami hipotermia dan penyakit asma di pegunungan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango, belakangan kedua pendaki tersebut diketahui merupakan peserta pendidikan dasar yang dilakukan oleh Mapala Belantara Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo. Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 15 mahasiswa mulai mendaki gunung Tilongkabila, mereka start pukul 04.00 Wita. Selanjutnya Jumat (24/6/2022) pukul 10.00 Wita salah satu anggota Dea Nanda Doke mengalami kelelahan. Kerena salah satu peserta dari rombongan kelelahan maka seluruh anggota memutuskan untuk beristirahat sejenak pada ketinggian 701 Meter di atas permukaan laut (MDPL). Namun kondisi peserta tersebut tak kunjung membaik, suhu tubuhnya turun drastis disertai batuk darah sehingga teman-temannya mencurigai adanya hipotermia. Tubuh Dea lemas dan tidak mampu lagi berjalan. Dea dan kawan-kawan harus menghadapi medan terjal, ditambah lagi kondisi jalan yang becek akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gorontalo. Pukul 21.00 Wita tim pendakian mengambil keputusan untuk beristirahat di pos 1 sembari menunggu tenaga korban kembali pulih. Setelah ditangani Dea perlahan membaik, suhu tubuhnya kembali normal meskipun begitu, tenaganya belum pulih total. \"Kami diinformasikan oleh tim, bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang diantaranya mengalami hipotermia, kami terima laporan kemarin tanggal 24 jam 09.00 Wita. Sudah ada kejadian tapi itu kami terus pantau mereka mengabarkan bahwa sudah aman tapi setiap sejam sekali kami tetap menanyakan keberadaan dari para pendaki itu, Jam 20.00 malam kembali memberikan laporan kepada kami di kantor SAR Gorontalo,\" Kata I Made Junetra. Lebih lanjut, I Made Junetra menambahkan Tim SAR pukul 21.00 tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki gunung Tilongkabila. Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga. Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, Mapala harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki. \"Pukul 03.00 Tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Tapi ada masalah baru lagi, salah satu diantara mereka punya riwayat penyakit asma begitu Informasinya. Sehingga kami agak kesulitan mengevakuasi,\" pungkasnya. Sekitar pukul 18.30 Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban ke perkampungan dalam keadaan selamat dan dua diantaranya mendapat penanganan medis lanjutan di puskesmas Suwawa.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>GORONTALO &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki gunung yang mengalami hipotermia dan penyakit asma di pegunungan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango, belakangan kedua pendaki tersebut diketahui merupakan peserta pendidikan dasar yang dilakukan oleh Mapala Belantara Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 15 mahasiswa mulai mendaki gunung Tilongkabila, mereka start pukul 04.00 Wita. Selanjutnya Jumat (24/6/2022) pukul 10.00 Wita salah satu anggota Dea Nanda Doke mengalami kelelahan.</p>
<p>Kerena salah satu peserta dari rombongan kelelahan maka seluruh anggota memutuskan untuk beristirahat sejenak pada ketinggian 701 Meter di atas permukaan laut (MDPL).</p>
<p>Namun kondisi peserta tersebut tak kunjung membaik, suhu tubuhnya turun drastis disertai batuk darah sehingga teman-temannya mencurigai adanya hipotermia. Tubuh Dea lemas dan tidak mampu lagi berjalan.</p>
<p>Dea dan kawan-kawan harus menghadapi medan terjal, ditambah lagi kondisi jalan yang becek akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gorontalo. Pukul 21.00 Wita tim pendakian mengambil keputusan untuk beristirahat di pos 1 sembari menunggu tenaga korban kembali pulih.</p>
<p>Setelah ditangani Dea perlahan membaik, suhu tubuhnya kembali normal meskipun begitu, tenaganya belum pulih total.</p>
<p>&#8220;Kami diinformasikan oleh tim, bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang diantaranya mengalami hipotermia, kami terima laporan kemarin tanggal 24 jam 09.00 Wita. Sudah ada kejadian tapi itu kami terus pantau mereka mengabarkan bahwa sudah aman tapi setiap sejam sekali kami tetap menanyakan keberadaan dari para pendaki itu, Jam 20.00 malam kembali memberikan laporan kepada kami di kantor SAR Gorontalo,&#8221; Kata I Made Junetra.</p>
<p>Lebih lanjut, I Made Junetra menambahkan Tim SAR pukul 21.00 tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki gunung Tilongkabila.</p>
<p>Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga. Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, Mapala harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.</p>
<p>&#8220;Pukul 03.00 Tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Tapi ada masalah baru lagi, salah satu diantara mereka punya riwayat penyakit asma begitu Informasinya. Sehingga kami agak kesulitan mengevakuasi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sekitar pukul 18.30 Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban ke perkampungan dalam keadaan selamat dan dua diantaranya mendapat penanganan medis lanjutan di puskesmas Suwawa.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/">Banyak Hambatan, Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Tilongkabila Berjalan Lancar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/">Banyak Hambatan, Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Tilongkabila Berjalan Lancar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/banyak-hambatan-proses-evakuasi-pendaki-di-gunung-tilongkabila-berjalan-lancar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjebak saat Mendaki di Gunung Tilong Kabila, Pendaki asal Gorontalo Dievakuasi Basarnas</title>
		<link>https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas</link>
					<comments>https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 06:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[lombongo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak di hutan]]></category>
		<category><![CDATA[tilongkabila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=2350</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Seorang pendaki asal Gorontalo terjebak di tengah hutan saat mendaki di pegunungan Tilongkabila, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Ahad (2/2/2020). Kejadian ini berlangsung pada Senin (3/2/2020) dini hari, ketika 12 orang kawanan pendaki dari Komunitas Pencinta Alam (KPA) Gempa Perisai memutuskan untuk turun dari gunung. Namun saat berada ditengah gunung, salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/">Terjebak saat Mendaki di Gunung Tilong Kabila, Pendaki asal Gorontalo Dievakuasi Basarnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/">Terjebak saat Mendaki di Gunung Tilong Kabila, Pendaki asal Gorontalo Dievakuasi Basarnas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Seorang pendaki asal Gorontalo terjebak di tengah hutan saat mendaki di pegunungan Tilongkabila, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Ahad (2/2/2020). Kejadian ini berlangsung pada Senin (3/2/2020) dini hari, ketika 12 orang kawanan pendaki dari Komunitas Pencinta Alam (KPA) Gempa Perisai memutuskan untuk turun dari gunung. Namun saat berada ditengah gunung, salah satu pendaki bernama Febrian Labadjo (18), tiba-tiba mengalami kelelahan. Kakinya tak dapat lagi bergerak. Kawan-kawan korban pun berusaha untuk membantu dan menggendong agar perjalanan dapat dilanjutkan. Karena jalur yang dilewati merupakan jalur baru (bukan jalur yang biasa digunakan), ditambah cuaca hujan deras, menyulitkan kawanan pendaki ini untuk turun. Mereka akhirnya memutuskan mencari bantuan. Sembilan orang di antara pendaki pergi ke desa terdekat untuk mencari pertolongan, sementara 2 di antaranya bertahan di hutan menemani korban. Upaya kawan-kawan ini rupanya tak sia-sia. Tim penyelamatan yang terdiri dari Tim Rescue, BPBD Provinsi, BPBD Bone Bolango, Tagana Bone Bolango, Rapi Bone Bolango dan para relawan masyarakat langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan. Pencarian pun mulai di lakukan Senin dini hari. Akibat cuaca tak bersahabat karena hujan deras, pencarian sedikit terhambat. Tiga orang termasuk korban baru bisa dievakuasi pada pagi sekitar pukul 07.30 Wita. “Alhamdulillah, berkat doa semua dari tadi malam kami langsung naik pegunungan Tilongkabila, langsung melakukan evakuasi. Dan pagi ini pukul 07.30 Wita tim sudah tiba di posko dengan membawa seluruh korban,” ucap Kepala Basarnas Gorontalo, Djefri Mewo.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Seorang pendaki asal Gorontalo terjebak di tengah hutan saat mendaki di pegunungan Tilongkabila, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Ahad (2/2/2020). Kejadian ini berlangsung pada Senin (3/2/2020) dini hari, ketika 12 orang kawanan pendaki dari Komunitas Pencinta Alam (KPA) Gempa Perisai memutuskan untuk turun dari gunung.</p>
<p>Namun saat berada ditengah gunung, salah satu pendaki bernama Febrian Labadjo (18), tiba-tiba mengalami kelelahan. Kakinya tak dapat lagi bergerak. Kawan-kawan korban pun berusaha untuk membantu dan menggendong agar perjalanan dapat dilanjutkan. Karena jalur yang dilewati merupakan jalur baru (bukan jalur yang biasa digunakan), ditambah cuaca hujan deras, menyulitkan kawanan pendaki ini untuk turun.</p>
<p>Mereka akhirnya memutuskan mencari bantuan. Sembilan orang di antara pendaki pergi ke desa terdekat untuk mencari pertolongan, sementara 2 di antaranya bertahan di hutan menemani korban.</p>
<p>Upaya kawan-kawan ini rupanya tak sia-sia. Tim penyelamatan yang terdiri dari Tim Rescue, BPBD Provinsi, BPBD Bone Bolango, Tagana Bone Bolango, Rapi Bone Bolango dan para relawan masyarakat langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan. Pencarian pun mulai di lakukan Senin dini hari. Akibat cuaca tak bersahabat karena hujan deras, pencarian sedikit terhambat. Tiga orang termasuk korban baru bisa dievakuasi pada pagi sekitar pukul 07.30 Wita.</p>
<p>“Alhamdulillah, berkat doa semua dari tadi malam kami langsung naik pegunungan Tilongkabila, langsung melakukan evakuasi. Dan pagi ini pukul 07.30 Wita tim sudah tiba di posko dengan membawa seluruh korban,” ucap Kepala Basarnas Gorontalo, Djefri Mewo.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/">Terjebak saat Mendaki di Gunung Tilong Kabila, Pendaki asal Gorontalo Dievakuasi Basarnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/">Terjebak saat Mendaki di Gunung Tilong Kabila, Pendaki asal Gorontalo Dievakuasi Basarnas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/terjebak-saat-mendaki-di-gunung-tilong-kabila-pendaki-asal-gorontalo-dievakuasi-basarnas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
