<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tpi gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/tpi-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/tpi-gorontalo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Dec 2020 04:23:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Tpi gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/tpi-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemuda Asal Tilango Tewas Di Tikam Pamannya Sendiri</title>
		<link>https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri</link>
					<comments>https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2020 04:21:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[Pelelangan gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penikaman]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tpi gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=7464</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Kasus penikaman kembali terjadi, kali ini pemuda yang berusia 26 tahun tewas meregang nyawa di tangan pamannya sendiri di lokasi pelelangan ikan Gorontalo (13/12/2020). Informasi yang berhasil di rangkum oleh barakati.id, telah terjadi pertikaian antara korban Ruhlan Abdullah (26) dan pamannya Musa, keduanya merupakan warga Desa Tualango Kecamatan Tilango kabupaten Gorontalo. Musa yang merupakan pamannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/">Pemuda Asal Tilango Tewas Di Tikam Pamannya Sendiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/">Pemuda Asal Tilango Tewas Di Tikam Pamannya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Kasus penikaman kembali terjadi, kali ini pemuda yang berusia 26 tahun tewas meregang nyawa di tangan pamannya sendiri di lokasi pelelangan ikan Gorontalo (13/12/2020). Informasi yang berhasil di rangkum oleh barakati.id, telah terjadi pertikaian antara korban Ruhlan Abdullah (26) dan pamannya Musa, keduanya merupakan warga Desa Tualango Kecamatan Tilango kabupaten Gorontalo. Musa yang merupakan pamannya tiba-tiba membacok Ruhlan dengan parang dari arah belakang hingga membuat daun telinganya terlepas, dan berikutnya mengenai bagian perut dan kepala. Ruhlan dalam keadaan yang bersimbah darah itu tak bisa berbuat banyak, sehingga ia jatuh terkapar di lokasi kejadian. Warga yang berada di lokasi sempat melerai kejadian tersebut dan berusaha memberikan pertolongan kepada Ruhlan yang dalam kondisi kritis, dengan menggunakan tumpangan mobil pick up Ruhlan di bawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan Ruhlan menghembuskan nafas terakhirnya dan nyawanya tak bisa tertolong.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Kasus penikaman kembali terjadi, kali ini pemuda yang berusia 26 tahun tewas meregang nyawa di tangan pamannya sendiri di lokasi pelelangan ikan Gorontalo (13/12/2020).</p>
<p>Informasi yang berhasil di rangkum oleh barakati.id, telah terjadi pertikaian antara korban Ruhlan Abdullah (26) dan pamannya Musa, keduanya merupakan warga Desa Tualango Kecamatan Tilango kabupaten Gorontalo.</p>
<p>Musa yang merupakan pamannya tiba-tiba membacok Ruhlan dengan parang dari arah belakang hingga membuat daun telinganya terlepas, dan berikutnya mengenai bagian perut dan kepala. Ruhlan dalam keadaan yang bersimbah darah itu tak bisa berbuat banyak, sehingga ia jatuh terkapar di lokasi kejadian.</p>
<p>Warga yang berada di lokasi sempat melerai kejadian tersebut dan berusaha memberikan pertolongan kepada Ruhlan yang dalam kondisi kritis, dengan menggunakan tumpangan mobil pick up Ruhlan di bawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan Ruhlan menghembuskan nafas terakhirnya dan nyawanya tak bisa tertolong.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/">Pemuda Asal Tilango Tewas Di Tikam Pamannya Sendiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/">Pemuda Asal Tilango Tewas Di Tikam Pamannya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemuda-asal-tilango-tewas-di-tikam-pamannya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
