<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ugm Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/ugm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/ugm/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 08:43:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Ugm Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/ugm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ancaman di Menu Sekolah: Roti Berjamur Temani Program MBG</title>
		<link>https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 08:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi makanan]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas makanan sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mikotoksin]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua siswa]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Zullies Ikawati]]></category>
		<category><![CDATA[roti berjamur]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 7 Marisa]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29657</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/">Ancaman di Menu Sekolah: Roti Berjamur Temani Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/">Ancaman di Menu Sekolah: Roti Berjamur Temani Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Kasus mengejutkan terjadi di SDN 7 Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Para orang tua siswa menemukan roti berjamur dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak-anak sekolah dasar tersebut. Temuan ini memicu kekhawatiran serius terkait keamanan pangan dan kualitas bahan makanan dalam program pemerintah itu. Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menegaskan bahwa roti berjamur berpotensi mengandung mikotoksin, yaitu racun yang dihasilkan oleh jamur dan berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak. “Kejadian seperti ini umumnya disebabkan oleh masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Kompas.id (https://www.kompas.id/artikel/roti-berjamur-dan-absennya-pusat-racun-nasional-dalam-program-mbg). Zullies juga menjelaskan bahwa keberadaan jamur pada roti tidak selalu menandakan makanan tersebut telah melewati tanggal kedaluwarsa. Kondisi penyimpanan yang tidak sesuai, seperti suhu ruangan yang terlalu hangat atau lembap, dapat mempercepat pertumbuhan jamur. Karena itu, pengawasan kualitas pangan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke tangan konsumen. Ciri-ciri Roti Tidak Layak Konsumsi: Terdapat bercak jamur berwarna hijau, hitam, putih, atau kebiruan. Memiliki bau apek atau asam yang tidak lazim. Teksturnya terlalu lembap, lengket, atau berlendir. Terjadi perubahan warna pada permukaan roti. Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat dan menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah serta penyelenggara program diminta untuk segera melakukan investigasi mendalam guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh siswa penerima program MBG. Selain itu, perlu juga dilakukan pelatihan khusus terkait standar keamanan dan sanitasi makanan bagi seluruh pihak terkait dalam penyediaan makanan sekolah. Reaksi Orang Tua Siswa Orang tua siswa di SDN 7 Marisa menyampaikan kekecewaan dan kemarahan atas insiden tersebut. “Ini tidak bisa dibiarkan! Anak-anak bisa sakit jika memakan makanan seperti ini. Siapa yang akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu?” ujar salah satu orang tua siswa dengan nada tinggi. Orang tua lainnya juga menambahkan, “Kami sangat khawatir dengan keamanan makanan anak-anak kami. Kami mendesak pihak sekolah dan pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap penyedia makanan yang lalai.” Pihak sekolah telah berkomitmen melakukan penyelidikan internal dan memastikan makanan yang dibagikan selanjutnya memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Namun, para orang tua masih menuntut kejelasan tanggung jawab serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Koordinator Wilayah SPPG MBG, Erik Sigit Bangga, melalui sambungan telepon untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak terkait.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Gorontalo</strong> &#8211; Kasus mengejutkan terjadi di SDN 7 Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Para orang tua siswa menemukan <strong>roti berjamur</strong> dalam paket <strong>Makan Bergizi Gratis (MBG)</strong> yang dibagikan kepada anak-anak sekolah dasar tersebut. Temuan ini memicu kekhawatiran serius terkait keamanan pangan dan kualitas bahan makanan dalam program pemerintah itu.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), <strong>Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D.,</strong> menegaskan bahwa roti berjamur berpotensi mengandung <strong>mikotoksin</strong>, yaitu racun yang dihasilkan oleh jamur dan berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kejadian seperti ini umumnya disebabkan oleh masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik,” ujarnya sebagaimana dikutip dari <em>Kompas.id</em> (<a class="reset interactable cursor-pointer decoration-1 underline-offset-1 text-super hover:underline font-semibold" href="https://www.kompas.id/artikel/roti-berjamur-dan-absennya-pusat-racun-nasional-dalam-program-mbg" target="_blank" rel="nofollow noopener"><span class="text-box-trim-both">https://www.kompas.id/artikel/roti-berjamur-dan-absennya-pusat-racun-nasional-dalam-program-mbg</span></a>).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Zullies juga menjelaskan bahwa keberadaan jamur pada roti tidak selalu menandakan makanan tersebut telah melewati tanggal kedaluwarsa. Kondisi penyimpanan yang tidak sesuai, seperti suhu ruangan yang terlalu hangat atau lembap, dapat mempercepat pertumbuhan jamur. Karena itu, <strong>pengawasan kualitas pangan perlu dilakukan secara menyeluruh</strong>, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke tangan konsumen.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Ciri-ciri Roti Tidak Layak Konsumsi:</strong></p>
<ul class="marker:text-quiet list-disc">
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: #3b82f680; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtle-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Terdapat bercak jamur berwarna hijau, hitam, putih, atau kebiruan.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: #3b82f680; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtle-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Memiliki bau apek atau asam yang tidak lazim.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: #3b82f680; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtle-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Teksturnya terlalu lembap, lengket, atau berlendir.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: #3b82f680; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtle-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Terjadi perubahan warna pada permukaan roti.</p>
</li>
</ul>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat dan menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah serta penyelenggara program diminta untuk segera <strong>melakukan investigasi mendalam</strong> guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh siswa penerima program MBG. Selain itu, perlu juga dilakukan <strong>pelatihan khusus terkait standar keamanan dan sanitasi makanan</strong> bagi seluruh pihak terkait dalam penyediaan makanan sekolah.</p>
<h2 id="reaksi-orang-tua-siswa" class="font-editorial font-bold mb-2 mt-4 [.has-inline-images_&amp;]:clear-end text-base first:mt-0">Reaksi Orang Tua Siswa</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Orang tua siswa di SDN 7 Marisa menyampaikan kekecewaan dan kemarahan atas insiden tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Ini tidak bisa dibiarkan! Anak-anak bisa sakit jika memakan makanan seperti ini. Siapa yang akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu?” ujar salah satu orang tua siswa dengan nada tinggi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Orang tua lainnya juga menambahkan, “Kami sangat khawatir dengan keamanan makanan anak-anak kami. Kami mendesak pihak sekolah dan pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap penyedia makanan yang lalai.”</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pihak sekolah telah berkomitmen melakukan penyelidikan internal dan memastikan makanan yang dibagikan selanjutnya memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Namun, para orang tua masih menuntut <strong>kejelasan tanggung jawab</strong> serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi <strong>Koordinator Wilayah SPPG MBG, Erik Sigit Bangga</strong>, melalui sambungan telepon untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak terkait.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/">Ancaman di Menu Sekolah: Roti Berjamur Temani Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/">Ancaman di Menu Sekolah: Roti Berjamur Temani Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ancaman-di-menu-sekolah-roti-berjamur-temani-program-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNG dan UGM Luncurkan KKN Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 18:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Kkn kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=22980</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/">UNG dan UGM Luncurkan KKN Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/">UNG dan UGM Luncurkan KKN Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-[20px] text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="df51b810-dc7c-490e-bd3e-d69a89ef736f">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kolaborasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di Provinsi Gorontalo melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi. Program ini akan berlangsung selama 49 hari dan melibatkan 140 mahasiswa dari UNG serta 77 mahasiswa dari UGM, yang akan diterjunkan ke tujuh kelurahan/desa di kawasan Teluk Tomini. Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., mengungkapkan bahwa tema dari KKN kolaborasi ini adalah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Melalui tema ini, kami berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam setiap kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa,” ujar Dr. Rosbin. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa KKN kolaboratif ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat Gorontalo. “Program ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan, dan kami sangat mengapresiasi UGM yang secara konsisten berkomitmen untuk merawat kebinekaan melalui program KKN ini,” kata Eduart. Eduart juga berpesan kepada mahasiswa UNG dan UGM agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dan memperkaya pengalaman mereka. “Ini adalah peluang langka yang dapat menjadi portofolio berharga, karena tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk terlibat dalam program semacam ini,” tambahnya. Sementara itu, Dr. Muhamad Sulaiman, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan UGM, menambahkan bahwa KKN kolaboratif ini akan menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mempelajari dan memahami keindonesiaan. “Tema kearifan lokal ini akan memberi mahasiswa UGM kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang kearifan lokal Gorontalo, yang akan memperkaya pengetahuan mereka tentang Indonesia,” ujar Dr. Sulaiman. Program KKN Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Gorontalo serta memperkuat hubungan antara UNG dan UGM dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kolaborasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di Provinsi Gorontalo melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi. Program ini akan berlangsung selama 49 hari dan melibatkan 140 mahasiswa dari UNG serta 77 mahasiswa dari UGM, yang akan diterjunkan ke tujuh kelurahan/desa di kawasan Teluk Tomini.</p>
<p>Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., mengungkapkan bahwa tema dari KKN kolaborasi ini adalah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Melalui tema ini, kami berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam setiap kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa,” ujar Dr. Rosbin.</p>
<p>Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa KKN kolaboratif ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat Gorontalo. “Program ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan, dan kami sangat mengapresiasi UGM yang secara konsisten berkomitmen untuk merawat kebinekaan melalui program KKN ini,” kata Eduart.</p>
<p>Eduart juga berpesan kepada mahasiswa UNG dan UGM agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dan memperkaya pengalaman mereka. “Ini adalah peluang langka yang dapat menjadi portofolio berharga, karena tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk terlibat dalam program semacam ini,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Muhamad Sulaiman, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan UGM, menambahkan bahwa KKN kolaboratif ini akan menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mempelajari dan memahami keindonesiaan. “Tema kearifan lokal ini akan memberi mahasiswa UGM kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang kearifan lokal Gorontalo, yang akan memperkaya pengetahuan mereka tentang Indonesia,” ujar Dr. Sulaiman.</p>
<p>Program KKN Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Gorontalo serta memperkuat hubungan antara UNG dan UGM dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/">UNG dan UGM Luncurkan KKN Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/">UNG dan UGM Luncurkan KKN Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-dan-ugm-luncurkan-kkn-kolaborasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-kearifan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi UNG-UGM, 194 Mahasiswa Ikuti KKN di 3 Provinsi</title>
		<link>https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi</link>
					<comments>https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2022 13:10:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[kkn]]></category>
		<category><![CDATA[Kkn kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah kerja nyata]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa kkn]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=14653</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/">Kolaborasi UNG-UGM, 194 Mahasiswa Ikuti KKN di 3 Provinsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/">Kolaborasi UNG-UGM, 194 Mahasiswa Ikuti KKN di 3 Provinsi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada akan mengabdikan diri kepada masyarakat di daerah, dengan membawa tugas khusus untuk pengembangan kawasan teluk tomini. Mahasiswa terpilih yang terdiri dari 143 mahasiswa UNG dan 51 mahasiswa UGM resmi dilepas oleh Wali Kota Gorontalo Marten Taha, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mohammad Amir Arham. Seluruhnya akan fokus melakukan pengabdian di wilayah teluk tomini meliputi Kabupaten Sangihe, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mohammad Amir Arham mengatakan, pengabdian bersama UGM merupakan KKN kolaborasi yang kedua kalinya dilaksanakan UNG. Program pengabdian ini merupakan KKN kolaboratif yang direkognisi menjadi 20 SKS mata kuliah. “KKN ini sedapat mungkin bukan sekedar kolaborasi bersama dilokasi, namun juga dapat menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman antar mahasiswa. Sehingga ketika selesai KKN akan banyak bekal yang bisa didapatkan mahasiswa kedua Universitas,” ujar Amir. Kehadiran mahasiswa di kawasan teluk tomini diharapkan dapat menjadi pemicu berbagai potensi yang dimiliki masyarakat di desa, untuk kemudian dapat lebih dikembangkan melalui kegiatan pengabdian dan penelitian dosen. “Sehingga kita harapkan kedua daerah ini akan berkembang pesat dalam hal pembangunan melalui potensi desa dan masyarakat,” terangnya", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada akan mengabdikan diri kepada masyarakat di daerah, dengan membawa tugas khusus untuk pengembangan kawasan teluk tomini.</p>
<p>Mahasiswa terpilih yang terdiri dari 143 mahasiswa UNG dan 51 mahasiswa UGM resmi dilepas oleh Wali Kota Gorontalo Marten Taha, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mohammad Amir Arham. Seluruhnya akan fokus melakukan pengabdian di wilayah teluk tomini meliputi Kabupaten Sangihe, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mohammad Amir Arham mengatakan, pengabdian bersama UGM merupakan KKN kolaborasi yang kedua kalinya dilaksanakan UNG. Program pengabdian ini merupakan KKN kolaboratif yang direkognisi menjadi 20 SKS mata kuliah.</p>
<p>“KKN ini sedapat mungkin bukan sekedar kolaborasi bersama dilokasi, namun juga dapat menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman antar mahasiswa. Sehingga ketika selesai KKN akan banyak bekal yang bisa didapatkan mahasiswa kedua Universitas,” ujar Amir.</p>
<p>Kehadiran mahasiswa di kawasan teluk tomini diharapkan dapat menjadi pemicu berbagai potensi yang dimiliki masyarakat di desa, untuk kemudian dapat lebih dikembangkan melalui kegiatan pengabdian dan penelitian dosen.</p>
<p>“Sehingga kita harapkan kedua daerah ini akan berkembang pesat dalam hal pembangunan melalui potensi desa dan masyarakat,” terangnya
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/">Kolaborasi UNG-UGM, 194 Mahasiswa Ikuti KKN di 3 Provinsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/">Kolaborasi UNG-UGM, 194 Mahasiswa Ikuti KKN di 3 Provinsi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kolaborasi-ung-ugm-194-mahasiswa-ikuti-kkn-di-3-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKN Kolaborasi UNG dan UGM Fokus Bantu Masyarakat</title>
		<link>https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat</link>
					<comments>https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2022 12:52:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[Kkn kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[teluk tomini]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=13126</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/">KKN Kolaborasi UNG dan UGM Fokus Bantu Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/">KKN Kolaborasi UNG dan UGM Fokus Bantu Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Teluk Tomini adalah teluk terbesar di Indonesia dengan luas lebih dari 6.000.000 hektar yang mencakup tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Namun 3 tahun terakhir belum ada optimalisasi dalam pengembangan Kawasan Teluk Tomini. Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, ST., MT., mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman antara UNG dan UGM, kedua universitas tersebut akan segera menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tematik Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini. “Lokasi KKN Kolaborasi Tematik Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini kerja sama UNG dan UGM akan dilaksanakan di Kabupaten Boalemo, Kecamatan Tilamuta yaitu di Desa Bajo, Pentadu Barat, dan Pentadu Timur,” jelasnya. Rektor menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi antara UNG dan UGM akan berfokus untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam bidang saintek, soshum, agro, dan medika. “Untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada KKN Kolaborasi tersebut akan diselaraskan dengan tujuan-tujuan SDGs,” ungkapnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Teluk Tomini adalah teluk terbesar di Indonesia dengan luas lebih dari 6.000.000 hektar yang mencakup tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Namun 3 tahun terakhir belum ada optimalisasi dalam pengembangan Kawasan Teluk Tomini.</p>
<p>Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, ST., MT., mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman antara UNG dan UGM, kedua universitas tersebut akan segera menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tematik Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini.</p>
<p>“Lokasi KKN Kolaborasi Tematik Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini kerja sama UNG dan UGM akan dilaksanakan di Kabupaten Boalemo, Kecamatan Tilamuta yaitu di Desa Bajo, Pentadu Barat, dan Pentadu Timur,” jelasnya.</p>
<p>Rektor menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi antara UNG dan UGM akan berfokus untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam bidang saintek, soshum, agro, dan medika.</p>
<p>“Untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada KKN Kolaborasi tersebut akan diselaraskan dengan tujuan-tujuan SDGs,” ungkapnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/">KKN Kolaborasi UNG dan UGM Fokus Bantu Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/">KKN Kolaborasi UNG dan UGM Fokus Bantu Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kkn-kolaborasi-ung-dan-ugm-fokus-bantu-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
