<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>universitas indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/universitas-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/universitas-indonesia/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jun 2022 11:03:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.12</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>universitas indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/universitas-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI</title>
		<link>https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui</link>
					<comments>https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 10:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[dampak perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[fkm ui]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[seminar mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[ui]]></category>
		<category><![CDATA[universitas indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=14510</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/">Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/">Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("BARAKATI.ID - Sebanyak 1000 peserta dari berbagai institusi yang tersebar di Indonesia dengan berbagai latar belakang yang berbeda mengikuti seminar online Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia seri 13, Kamis, (16/6/2022) melalui aplikasi zoom dan live streaming pada kanal youtube FKM UI. Kegiatan ini di prakarsai Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, yang mengikuti mata kuliah Kesehatan Lingkungan Bencana dan Tanggap Darurat. Agar terlihat berbeda, Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia mengusung tema kegiatan \"Climate Change: How We Survive, Adapt, and Mitigate,\" dengan harapan peserta mampu meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya melakukan mitigasi bencana yang timbul dari perubahan iklim. Berikutnya, pada giat ini ada beberapa poin penting yang disampaikan untuk bisa jadi referensi pengembangan regulasi, kebijakan, dalam mitigasi bencana akibat climate change. Berikutnya lagi seminar ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang komprehensif bagi sektor industri agar dapat bertahan, beradaptasi, dan menerapkan program mitigasi bencana akibat climate change ini. Pelaksanaan kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., melalui Dr. Milla Herdayanti, SKM, M.SI. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administradsi Umum. Pada seminar kali ini turut menghadirkan beberapa pemateri yang berkompeten pada bidangnya, diantaranya Perdinan, Ph.D., MNRE. selaku Akademisi Institut Pertanian Bogor, dengan judul materi, Aksi Perubahan Iklim, Sudah Siapkah?.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>BARAKATI.ID</strong> &#8211; Sebanyak 1000 peserta dari berbagai institusi yang tersebar di Indonesia dengan berbagai latar belakang yang berbeda mengikuti seminar online Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia seri 13, Kamis, (16/6/2022) melalui aplikasi zoom dan live streaming pada kanal youtube FKM UI.</p>
<p>Kegiatan ini di prakarsai Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, yang mengikuti mata kuliah Kesehatan Lingkungan Bencana dan Tanggap Darurat.</p>
<p>Agar terlihat berbeda, Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia mengusung tema kegiatan &#8220;Climate Change: How We Survive, Adapt, and Mitigate,&#8221; dengan harapan peserta mampu meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya melakukan mitigasi bencana yang timbul dari perubahan iklim.</p>
<p>Berikutnya, pada giat ini ada beberapa poin penting yang disampaikan untuk bisa jadi referensi pengembangan regulasi, kebijakan, dalam mitigasi bencana akibat climate change.</p>
<p>Berikutnya lagi seminar ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang komprehensif bagi sektor industri agar dapat bertahan, beradaptasi, dan menerapkan program mitigasi bencana akibat climate change ini.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., melalui Dr. Milla Herdayanti, SKM, M.SI. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administradsi Umum.</p>
<p>Pada seminar kali ini turut menghadirkan beberapa pemateri yang berkompeten pada bidangnya, diantaranya Perdinan, Ph.D., MNRE. selaku Akademisi Institut Pertanian Bogor, dengan judul materi, Aksi Perubahan Iklim, Sudah Siapkah?.
<div id="attachment_14530" style="width: 598px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14530" class="wp-image-14530" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.56.22-300x168.jpeg" alt="" width="588" height="329" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.56.22-300x168.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.56.22-768x431.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.56.22.jpeg 800w" sizes="(max-width: 588px) 100vw, 588px" /><p id="caption-attachment-14530" class="wp-caption-text">Pemateri pertama (Perdinan) saat menyinggung 10 ancaman global terhadap kesehatan dunia ke sejumlah peserta || Foto Istimewa</p></div>
<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Dimana dirinya menuturkan, perubahan iklim dan polusi udara saat ini telah menduduki posisi pertama dalam ancaman global terhadap kesehatan pada tahun 2019 menurut organisasi Kesehatan Dunia. \"Aktivitas manusia saat ini menjadi critical point yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global dimana seharusnya manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas pemberdayaan ekonomi yang berimbang dengan memikirkan kelestarian alam,\" Paparnya. Selanjutnya, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. selaku Direktur Pusat Pengurangan Risiko Bencana, Universitas Indonesia dengan judul materi, Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Risiko dan Mitigasi Bencana di Indonesia. Menurutnya, perubahan iklim saat ini memberikan dampak kepada lingkungan, manusia, kerugian harta benda, hingga gangguan kesehatan secara langsung dan tidak langsung dimana 80% bencana di Indonesia akibat dampak perubahan iklim didominasi oleh banjir (39%). Bencana akibat perubahan iklim secara spesifik pada aspek kesehatan masyarakat menyebabkan banyak anak mengalami kekurangan gizi, lebih dari 150 juta orang berpotensi terkena malaria, 10 juta anak mengalami stunting, hingga menyebabkan membengkaknya biaya untuk berobat kesehatan. Fatma menjelaskan saat ini seluruh stakehoders jangan hanya terfokus pada bencana yang disebabkan oleh alam, \"tetapi juga bencana-bencana ulah aktivitas manusia seperti bencana industri yang tidak kalah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang luar biasa,\" Ungkapnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Dimana dirinya menuturkan, perubahan iklim dan polusi udara saat ini telah menduduki posisi pertama dalam ancaman global terhadap kesehatan pada tahun 2019 menurut organisasi Kesehatan Dunia.</p>
<p>&#8220;Aktivitas manusia saat ini menjadi critical point yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global dimana seharusnya manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas pemberdayaan ekonomi yang berimbang dengan memikirkan kelestarian alam,&#8221; Paparnya.</p>
<p>Selanjutnya, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. selaku Direktur Pusat Pengurangan Risiko Bencana, Universitas Indonesia dengan judul materi, Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Risiko dan Mitigasi Bencana di Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, perubahan iklim saat ini memberikan dampak kepada lingkungan, manusia, kerugian harta benda, hingga gangguan kesehatan secara langsung dan tidak langsung dimana 80% bencana di Indonesia akibat dampak perubahan iklim didominasi oleh banjir (39%).</p>
<p>Bencana akibat perubahan iklim secara spesifik pada aspek kesehatan masyarakat menyebabkan banyak anak mengalami kekurangan gizi, lebih dari 150 juta orang berpotensi terkena malaria, 10 juta anak mengalami stunting, hingga menyebabkan membengkaknya biaya untuk berobat kesehatan.</p>
<p>Fatma menjelaskan saat ini seluruh stakehoders jangan hanya terfokus pada bencana yang disebabkan oleh alam, &#8220;tetapi juga bencana-bencana ulah aktivitas manusia seperti bencana industri yang tidak kalah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang luar biasa,&#8221; Ungkapnya.
<div id="attachment_14512" style="width: 830px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14512" class="wp-image-14512" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.24.52-300x168.jpeg" alt="" width="820" height="459" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.24.52-300x168.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.24.52-768x431.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-18.24.52.jpeg 800w" sizes="(max-width: 820px) 100vw, 820px" /><p id="caption-attachment-14512" class="wp-caption-text">Pemateri Any Adelina Saat Memaparkan Materi ke Sejumlah Peserta || Foto Istimewa</p></div>
<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kemudian narasumber ketiga, Any Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH. dengan judul materi, Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Masyarakat di Indonesia,. Any mengatakan sektor kesehatan perlu melakukan kerja sama dengan semua pihak yang menghasilkan emisi dan menyebabkan perubahan iklim seperti dari sector energi, transportasi, pertanian dan sebagainya. Ia membeberkan telah diadakan kerja sama penthahelix terkait dampak perubahan iklim dengan melibatkan stakeholders seperti pemerintah, akademisi, mantra pembangunan/pelaku usaha, masyarakat, dan media. Terakhir, M. Olik Abdul Halik., Ak., M.Si. menyampaikan materi, Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bagi Masyarakat pada Kondisi Perubahan Iklim dan kerentanan Lingkungan,. Menurutnya, saat ini terdapat 10 persen masyarakat Indonesia yang kualitas air minumnya belum layak karena masih menggunakan air tadah hujan karena tidak memiliki air sumur dan kualitas air tanahnya yang buruk. Ia juga berharap agar masyarakat beralih kedalam sistem air perpipaan sehingga dapat mengkonsumsi air minum yang layak. \"Oleh karenanya dibutuhkan penguatan peran pemerintah dan PDAM,\" Ungkapnya. Ia membeberkan saat ini PDAM juga sedang menghadapi masalah teknis operasional seperti masih banyaknya PDAM yang sakit (mengalami kerugian, kehilangan sumber daya air, dsb), tarif yang ditetapkan belum menutupi biaya operasional dan pencurian air.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Kemudian narasumber ketiga, Any Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH. dengan judul materi, Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Masyarakat di Indonesia,.</p>
<p>Any mengatakan sektor kesehatan perlu melakukan kerja sama dengan semua pihak yang menghasilkan emisi dan menyebabkan perubahan iklim seperti dari sector energi, transportasi, pertanian dan sebagainya.</p>
<p>Ia membeberkan telah diadakan kerja sama penthahelix terkait dampak perubahan iklim dengan melibatkan stakeholders seperti pemerintah, akademisi, mantra pembangunan/pelaku usaha, masyarakat, dan media.</p>
<p>Terakhir, M. Olik Abdul Halik., Ak., M.Si. menyampaikan materi, Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bagi Masyarakat pada Kondisi Perubahan Iklim dan kerentanan Lingkungan,.</p>
<p>Menurutnya, saat ini terdapat 10 persen masyarakat Indonesia yang kualitas air minumnya belum layak karena masih menggunakan air tadah hujan karena tidak memiliki air sumur dan kualitas air tanahnya yang buruk.</p>
<p>Ia juga berharap agar masyarakat beralih kedalam sistem air perpipaan sehingga dapat mengkonsumsi air minum yang layak. &#8220;Oleh karenanya dibutuhkan penguatan peran pemerintah dan PDAM,&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Ia membeberkan saat ini PDAM juga sedang menghadapi masalah teknis operasional seperti masih banyaknya PDAM yang sakit (mengalami kerugian, kehilangan sumber daya air, dsb), tarif yang ditetapkan belum menutupi biaya operasional dan pencurian air.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/">Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/">Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/seribuan-peserta-turut-sukseskan-seminar-mahasiswa-pascasarjana-fkm-ui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia Temukan Obat Kanker Serviks</title>
		<link>https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks</link>
					<comments>https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2019 05:23:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[lionfish]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[universitas indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebanyak tiga mahasiswa Jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik Universitas Indonesia berhasil menemukan obat anti kanker serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan antikanker serviks. &#8220;Kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam,&#8221; kata Mustika Sari, satu dari tiga mahasiswa tersebut di kampus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/">Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia Temukan Obat Kanker Serviks</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/">Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia Temukan Obat Kanker Serviks</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Sebanyak tiga mahasiswa Jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik Universitas Indonesia berhasil menemukan obat anti kanker serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan antikanker serviks. \"Kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam,\" kata Mustika Sari, satu dari tiga mahasiswa tersebut di kampus UI Depok, Rabu. Ketiga mahasiswa UI tersebut, adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer. Ia mengatakan pengobatan melalui kemoterapi juga belum sepenuhnya efektif karena efek samping yang dihasilkannya. Penggunaan Lionfish merupakan upaya untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut salah satu ikan yang merugikan nelayan. \"Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker,\" ujar Mustika. Ia mengatakan Lionfish juga mengalami species invasive dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang tinggi sehingga menyebabkan ledakan populasi hingga 700 persen. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar. Dipilihnya ikan Lionfish sebagai bahan alternatif karena racun duri Lionfish mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif. Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan. Ekstrak racun dari duri Lionfish yang telah diperoleh itu kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker. \"Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada,\" katanya. Melalui penelitian itu, diharapkan dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam serta dapat mengatasi permasalahan invasi lionfish di beberapa perairan sehingga tidak mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian itu mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali. (Sumber : Antaranews)", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>Sebanyak tiga mahasiswa Jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik Universitas Indonesia berhasil menemukan obat anti kanker serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan antikanker serviks.</p>
<p>&#8220;Kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam,&#8221; kata Mustika Sari, satu dari tiga mahasiswa tersebut di kampus UI Depok, Rabu.</p>
<p>Ketiga mahasiswa UI tersebut, adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer.</p>
<p>Ia mengatakan pengobatan melalui kemoterapi juga belum sepenuhnya efektif karena efek samping yang dihasilkannya. Penggunaan Lionfish merupakan upaya untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut salah satu ikan yang merugikan nelayan.</p>
<p>&#8220;Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker,&#8221; ujar Mustika.</p>
<p>Ia mengatakan Lionfish juga mengalami species invasive dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang tinggi sehingga menyebabkan ledakan populasi hingga 700 persen. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar.</p>
<p>Dipilihnya ikan Lionfish sebagai bahan alternatif karena racun duri Lionfish mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif.</p>
<p>Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan. Ekstrak racun dari duri Lionfish yang telah diperoleh itu kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.</p>
<p>&#8220;Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui penelitian itu, diharapkan dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam serta dapat mengatasi permasalahan invasi lionfish di beberapa perairan sehingga tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.</p>
<p>Penelitian itu mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali.</p>
<p><em><span style="color: #999999;">(Sumber : Antaranews)</span></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/">Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia Temukan Obat Kanker Serviks</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/">Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia Temukan Obat Kanker Serviks</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tiga-mahasiswa-universitas-indonesia-temukan-obat-kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
