<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>universitas pohuwato Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/universitas-pohuwato/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/universitas-pohuwato/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 15:35:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>universitas pohuwato Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/universitas-pohuwato/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</title>
		<link>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih</link>
					<comments>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 04:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[adab dan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Fauzi]]></category>
		<category><![CDATA[dosen dan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[etika akademik]]></category>
		<category><![CDATA[FKIP Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keteladanan pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[nilai moral]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[relasi dosen mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ulan Bidi]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29213</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato Gorontalo - Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam. Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu? Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada penelitian Ahmad Fauzi (2023) berjudul “Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.” Hasil penelitian itu menyoroti aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar. Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, mendebat nilai dengan nada tinggi — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus. Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah: “Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).” Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan kesabaran dan kelembutan, tanpa membeda-bedakan siapa pun. Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,” yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif. Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka keputusan harus berlandaskan kebenaran, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya. Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, adab harus selalu didahulukan daripada ilmu. Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya. Pada akhirnya, segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan. Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu <strong>mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya</strong>. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu?</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada <strong>penelitian Ahmad Fauzi (2023)</strong> berjudul <em>“Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.”</em> Hasil penelitian itu menyoroti <strong>aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa</strong>, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang <strong>meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan</strong> menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, <strong>mendebat nilai dengan nada tinggi</strong> — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, <strong>restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu</strong>. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).”</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, <strong>diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin</strong>. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan <strong>kesabaran dan kelembutan</strong>, tanpa membeda-bedakan siapa pun.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, <em>“Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,”</em> yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka <strong>keputusan harus berlandaskan kebenaran</strong>, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, <strong>adab harus selalu didahulukan daripada ilmu.</strong> Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada akhirnya, <strong>segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan.</strong> Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).</p>
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Mengerikan! Marsanda, Mahasiswa Unipo, Tewas di Tempat</title>
		<link>https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat</link>
					<comments>https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Berita duka]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Trans Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Marisa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan maut]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Lemito]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[POLRES Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Rsud bumi panua]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Truk DN 8893 KB]]></category>
		<category><![CDATA[unipo]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28685</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/">Kecelakaan Mengerikan! Marsanda, Mahasiswa Unipo, Tewas di Tempat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/">Kecelakaan Mengerikan! Marsanda, Mahasiswa Unipo, Tewas di Tempat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pohuwato. Seorang mahasiswa Universitas Pohuwato (Unipo) asal Kecamatan Lemito, Marsanda Kasim Totoyi (21), meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlindas truk di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di kawasan trotoar Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 14.40 Wita. Saat kejadian, korban diketahui mengendarai sepeda motor DB 2375 LD bersama rekannya, Hawa (19), warga Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan. Menurut informasi sementara, sepeda motor yang dikemudikan Marsanda bergerak dari arah simpang empat Polsek Marisa menuju simpang Blok Plan. Karena salah satu jalur jalan ditutup akibat adanya kegiatan, korban bersama rekannya beralih ke jalur kanan untuk melanjutkan perjalanan. Di jalan lurus beraspal tersebut, Marsanda berupaya menyalip sebuah dump truck yang berada di depannya. Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk bernomor polisi DN 8893 KB yang dikemudikan Daniel Lumenta (49), warga Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Melihat truk dari arah berlawanan, korban diduga panik dan kehilangan kendali. Sepeda motor pun oleng lalu terjatuh ke arah kanan jalan. Dalam hitungan detik, truk yang dikemudikan Daniel melindas tubuh korban hingga tewas di tempat kejadian. Akibat benturan keras tersebut, Marsanda mengalami luka fatal di bagian kepala dan tubuh, sementara rekannya Hawa mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RSUD Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan perawatan medis. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama petugas kepolisian sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Lemito. Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan warga sekitar dan keluarga besar Universitas Pohuwato. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato masih melakukan penyelidikan serta menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Pohuwato</strong> &#8211; Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pohuwato. Seorang mahasiswa <strong>Universitas Pohuwato (Unipo)</strong> asal Kecamatan Lemito, <strong>Marsanda Kasim Totoyi (21)</strong>, meninggal dunia setelah <strong>sepeda motor yang dikendarainya terlindas truk</strong> di ruas <strong>Jalan Trans Sulawesi</strong>, tepatnya di kawasan <strong>trotoar Kecamatan Marisa</strong>, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Peristiwa tragis ini terjadi pada <strong>Kamis (11/12/2025)</strong> sekitar <strong>pukul 14.40 Wita</strong>. Saat kejadian, korban diketahui mengendarai sepeda motor <strong>DB 2375 LD</strong> bersama rekannya, <strong>Hawa (19)</strong>, warga Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut informasi sementara, sepeda motor yang dikemudikan Marsanda bergerak dari arah <strong>simpang empat Polsek Marisa</strong> menuju <strong>simpang Blok Plan</strong>. Karena salah satu jalur jalan ditutup akibat adanya kegiatan, korban bersama rekannya beralih ke jalur kanan untuk melanjutkan perjalanan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di jalan lurus beraspal tersebut, Marsanda berupaya menyalip sebuah <strong>dump truck</strong> yang berada di depannya. Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul <strong>truk bernomor polisi DN 8893 KB</strong> yang dikemudikan <strong>Daniel Lumenta (49)</strong>, warga Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Melihat truk dari arah berlawanan, korban <strong>diduga panik dan kehilangan kendali</strong>. Sepeda motor pun oleng lalu terjatuh ke arah kanan jalan. Dalam hitungan detik, <strong>truk yang dikemudikan Daniel melindas tubuh korban</strong> hingga tewas di tempat kejadian.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Akibat benturan keras tersebut, <strong>Marsanda mengalami luka fatal di bagian kepala dan tubuh</strong>, sementara rekannya <strong>Hawa mengalami luka-luka</strong> dan segera dilarikan ke <strong>RSUD Bumi Panua Pohuwato</strong> untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama petugas kepolisian sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Lemito. Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan warga sekitar dan keluarga besar Universitas Pohuwato.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hingga berita ini diterbitkan, <strong>pihak Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato</strong> masih melakukan penyelidikan serta menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/">Kecelakaan Mengerikan! Marsanda, Mahasiswa Unipo, Tewas di Tempat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/">Kecelakaan Mengerikan! Marsanda, Mahasiswa Unipo, Tewas di Tempat</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kecelakaan-mengerikan-marsanda-mahasiswa-unipo-tewas-di-tempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pohuwato Gelar Wisuda Perdana, Bupati Saipul Mbuinga Sampaikan Pesan Inspiratif</title>
		<link>https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif</link>
					<comments>https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 14:56:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Saipul Mbuinga]]></category>
		<category><![CDATA[Saipul mbuinga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=23918</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/">Universitas Pohuwato Gelar Wisuda Perdana, Bupati Saipul Mbuinga Sampaikan Pesan Inspiratif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/">Universitas Pohuwato Gelar Wisuda Perdana, Bupati Saipul Mbuinga Sampaikan Pesan Inspiratif</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Universitas Pohuwato melaksanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Angkatan I dan II, Senin (25/11/2024). Bertempat di Gedung Ichsan Pohuwato, acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Anggota DPD RI Syarif Mbuinga, Kepala LLDikti Wilayah XVI Munawir S. Razak, dan Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ichsan Gorontalo Muhamad Ichsan Gaffar. Sebanyak 430 mahasiswa dari angkatan pertama dan kedua resmi menyandang gelar sarjana, menandai momen bersejarah bagi Universitas Pohuwato sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang. Dalam sambutannya, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para wisudawan. “Gelar yang kalian raih hari ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan. Ini adalah pencapaian besar yang layak dirayakan oleh kalian, keluarga, dan orang-orang yang mendukung perjalanan kalian hingga titik ini,” ujar Saipul. Bupati Saipul menekankan bahwa para sarjana ini adalah aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Ia mengajak para lulusan untuk mengambil peran aktif dalam membangun Kabupaten Pohuwato, baik melalui inovasi di bidang ekonomi, pertanian, perikanan, maupun pemberdayaan masyarakat. Bupati juga menyinggung dukungan Kabupaten Pohuwato terhadap salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan pangan nasional untuk mencapai swasembada pangan. “Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, program ini menuntut kontribusi dari generasi muda yang cerdas, inovatif, dan bersemangat,” tambahnya. Saipul menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci keberhasilan pembangunan. “Kami mengajak para sarjana untuk menjadi solusi atas tantangan yang kita hadapi. Kolaborasi bukan hanya antara pemerintah dan sektor swasta, tetapi juga dengan generasi muda dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Saipul. Bupati Saipul juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada orang tua, wali, dan para dosen atas dedikasi mereka dalam mendukung keberhasilan para wisudawan. “Keberhasilan anak-anak kita hari ini adalah buah dari doa, dukungan, dan bimbingan orang tua serta pengajaran penuh dedikasi dari para dosen,” pungkasnya. Dengan ditutupnya sambutan tersebut, Bupati Saipul Mbuinga berharap agar para lulusan Universitas Pohuwato dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi pilar penting dalam pembangunan Kabupaten Pohuwato. Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Angkatan I dan II, semoga kesuksesan selalu mengiringi langkah mereka.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Pohuwato &#8211; Universitas Pohuwato melaksanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Angkatan I dan II, Senin (25/11/2024). Bertempat di Gedung Ichsan Pohuwato, acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Anggota DPD RI Syarif Mbuinga, Kepala LLDikti Wilayah XVI Munawir S. Razak, dan Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ichsan Gorontalo Muhamad Ichsan Gaffar.</p>
<p>Sebanyak 430 mahasiswa dari angkatan pertama dan kedua resmi menyandang gelar sarjana, menandai momen bersejarah bagi Universitas Pohuwato sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para wisudawan. “Gelar yang kalian raih hari ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan. Ini adalah pencapaian besar yang layak dirayakan oleh kalian, keluarga, dan orang-orang yang mendukung perjalanan kalian hingga titik ini,” ujar Saipul.</p>
<p>Bupati Saipul menekankan bahwa para sarjana ini adalah aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Ia mengajak para lulusan untuk mengambil peran aktif dalam membangun Kabupaten Pohuwato, baik melalui inovasi di bidang ekonomi, pertanian, perikanan, maupun pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Bupati juga menyinggung dukungan Kabupaten Pohuwato terhadap salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan pangan nasional untuk mencapai swasembada pangan. “Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, program ini menuntut kontribusi dari generasi muda yang cerdas, inovatif, dan bersemangat,” tambahnya.</p>
<p>Saipul menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci keberhasilan pembangunan. “Kami mengajak para sarjana untuk menjadi solusi atas tantangan yang kita hadapi. Kolaborasi bukan hanya antara pemerintah dan sektor swasta, tetapi juga dengan generasi muda dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Saipul.</p>
<p>Bupati Saipul juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada orang tua, wali, dan para dosen atas dedikasi mereka dalam mendukung keberhasilan para wisudawan. “Keberhasilan anak-anak kita hari ini adalah buah dari doa, dukungan, dan bimbingan orang tua serta pengajaran penuh dedikasi dari para dosen,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan ditutupnya sambutan tersebut, Bupati Saipul Mbuinga berharap agar para lulusan Universitas Pohuwato dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi pilar penting dalam pembangunan Kabupaten Pohuwato. Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Angkatan I dan II, semoga kesuksesan selalu mengiringi langkah mereka.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/">Universitas Pohuwato Gelar Wisuda Perdana, Bupati Saipul Mbuinga Sampaikan Pesan Inspiratif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/">Universitas Pohuwato Gelar Wisuda Perdana, Bupati Saipul Mbuinga Sampaikan Pesan Inspiratif</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/universitas-pohuwato-gelar-wisuda-perdana-bupati-saipul-mbuinga-sampaikan-pesan-inspiratif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
