Kota Gorontalo
Jadi Tamu Istimewa Anies Baswedan, Marten Taha Hadiri Peresmian JIS
Published
4 years agoon
KOTA GORONTALO – Hubungan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, masih terjaga dan harmonis. Terbukti dalam peresmian Jakarta Internasional Stadium (JIS) Minggu (24/7/2022), Marten Taha menjadi tamu istimewa Gubernur yang akrab disapa Anies Baswedan tersebut.
Di tengah pandangan 82.000 penonton menghadiri peresmian JIS itu, kehadiran Marten Taha disambut baik dan meriah oleh Anies Baswedan.
“Wah.. luar biasa. Selamat datang Pak Wali Kota. Bagaimana kabarnya, sehat. Terima kasih Pak Wali Kota, sudah hadir dalam undangan kami,” ucap Gubernur DKI Jakarta ke 17 itu.
Momen pertemuan dua Tokoh hebat ini pun langsung diabadikan sejumlah masyarakat yang hadir, karena melihat keakraban. “Ayo Pak foto dulu. Oke.. 1, 2, 3 ciss,” pandu penonton sembari menjepret dengan kamera handphone mereka.
Sementara itu Marten Taha jelaskan bahwa, bukan hanya dirinya yang diundang dan menjadi tamu istimewa Gubernur DKI Jakarta, ada juga kalangan pejabat negara dan pemerintah provinsi dan kota lain.
“Alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri peresmian JIS, sebuah stadiun sepak bola yang sangat megah dan mewah. Pak Anies itu orang hebat. Banyak ilmu dan strategi yang bisa dibagi dan saling dipertukarkan, baik dalam menjalankan roda pemerintahan maupun organisasi,” jelas Marten.
Nah, berbicara soal keharmonisan hubungan Marten dengan Anies, keduanya sudah saling kenal bukan sejak mereka duduk sebagai pejabat daerah. Akan tetapi jauh sebelumnya sudah dekat serta berdiskusi.
Bahkan Marten dan Anies, sama-sama pernah menuntut ilmu di UGM (Universitas Gadjah Mada), bahkan sebagai pengurus KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada). Jika Anies Baswedan adalah pengurus pusat KAGAMA, maka Marten sebagai Ketua Pengda KAGAMA Gorontalo.
You may like
-
Tangkal Arus Globalisasi: Sekda Ismail Madjid Ajak Anak SD Gorontalo Rawat Tradisi Lisan
-
Pangkas Jalur Birokrasi: Target Wali Kota Adhan Dambea Hadirkan Mal Pelayanan Publik di Pusat Kota
-
BUKAN ARTIS MEDSOS: Wali Kota Adhan Dambea Larang Keras ASN Live TikTok Saat Jam Kerja
-
Akar Kriminalitas: Wali Kota Gorontalo Sebut KDRT hingga Perkelahian Dipicu oleh Miras
-
Buka Ruang Aduan: Wali Kota Adhan Dambea Sebar Nomor HP Pribadi ke Warga Wongkaditi
-
Wali Kota Adhan Tolak Suap Ratusan Juta Demi Bersihkan Kota Gorontalo dari Miras
Advertorial
Tangkal Arus Globalisasi: Sekda Ismail Madjid Ajak Anak SD Gorontalo Rawat Tradisi Lisan
Published
7 hours agoon
10/06/2026
Kota Gorontalo – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Gorontalo Tahun 2026. Kompetisi literasi ini dipusatkan di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Gorontalo, Rabu (10/06/2026).
Agenda tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala DKP Kota Gorontalo Siti Dahlia Syarief, jajaran dewan juri, kepala sekolah se-Kota Gorontalo, guru pendamping, serta puluhan siswa peserta lomba yang memadati ruang kegiatan.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menggarisbawahi urgensi menjaga dan merawat eksistensi tradisi lisan. Menurutnya, warisan luhur tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang kini mulai tergerus oleh masifnya perkembangan zaman dan arus globalisasi digital.
“Pesan moral yang disalurkan melalui tradisi lisan atau bertutur ini merupakan salah satu aset budaya lokal yang sebagian mulai diabaikan generasi masa kini. Melalui stimulasi kompetisi seperti lomba bertutur ini, jika terus digalakkan secara konsisten, akan mampu membangkitkan kembali kecintaan anak-anak terhadap akar budaya daerah,” ujar Ismail.
Ismail menilai, cerita rakyat yang dikemas secara kreatif dan ditampilkan dengan penjiwaan yang baik tidak sekadar menjadi media perkenalan histori lokal. Lebih dari itu, tradisi lisan bertindak sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter anak yang cerdas, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui penjelajahan cerita-cerita daerah, anak-anak dapat menyerap langsung pelajaran tentang nilai moral, kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga yang kokoh terhadap identitas budaya yang mereka miliki,” tambahnya.
Usai memberikan arahannya, Sekda Ismail secara resmi membuka jalannya perlombaan yang ditandai dengan pembacaan basmalah bersama seluruh tamu undangan. Pada momentum tersebut, ia juga membakar semangat para peserta agar tampil percaya diri di atas panggung.
Ismail mengingatkan bahwa predikat juara bukanlah target mutlak, melainkan proses mengasah mental dan akumulasi pengalaman berharga di usia dini yang jauh lebih utama.
“Jangan pernah berkecil hati apabila belum berhasil membawa pulang piala. Kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda. Jadikan ini sebagai pemantik untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah bakat agar kelak dapat merajut prestasi yang lebih tinggi,” pesannya memotivasi.
Lomba Bertutur Tingkat SD/MI ini menjadi bagian dari penetrasi taktis Pemerintah Kota Gorontalo melalui DKP dalam mendongkrak indeks minat baca, menaikkan kelas kemampuan literasi dasar, sekaligus membentengi tradisi lisan serta folklor cerita rakyat di kalangan generasi muda.
Advertorial
Pangkas Jalur Birokrasi: Target Wali Kota Adhan Dambea Hadirkan Mal Pelayanan Publik di Pusat Kota
Published
21 hours agoon
10/06/2026
Kota Gorontalo – Gedung Bele Li Mbui yang selama ini menjadi salah satu aset strategis di pusat Kota Gorontalo tengah bersiap bertransformasi menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP). Komitmen percepatan infrastruktur tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat meninjau langsung progres revitalisasi gedung tersebut pada Selasa (09/06/2026).
Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan proyek renovasi arsitektur bangunan berjalan sesuai target linimasa. Targetnya, eks gedung serbaguna ini dapat segera difungsikan sebagai pusat pelayanan publik terpadu yang mengintegrasikan berbagai urusan administratif dalam satu kawasan linear.
Menurut Wali Kota Adhan, pemanfaatan bangunan eks Bele Li Mbui sebagai MPP merupakan langkah taktis Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk menghadirkan reformasi birokrasi yang efektif, efisien, dan memangkas jarak bagi warga.
“Seluruh jenis pelayanan publik komprehensif akan kami pusatkan di sini. Jadi, ke depan masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah kantor atau menghabiskan waktu di jalan untuk mengurus berbagai keperluan,” ujar Wali Kota Adhan Dambea.
Ia menjelaskan, gedung yang terletak di lokasi premium tersebut sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, namun kini hak pengelolaannya telah resmi diserahkan kepada Pemkot Gorontalo. Pasca-proses hibah dan penyerahan aset, pihak kota langsung bergerak cepat merancang cetak biru (blueprint) revitalisasi total.
Nantinya, loket-loket pelayanan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak akan ditempatkan di MPP ini. Instansi yang terintegrasi meliputi pelayanan administrasi kependudukan (Disdukcapil), BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, dinas perhubungan, pelayanan keagamaan, hingga loket penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari pihak kepolisian.
Dengan konsep satu atap (one-stop service) ini, mobilisasi masyarakat akan jauh lebih ringkas dalam menyelesaikan urusan kedinasan.
“Jika seorang warga memiliki beberapa urusan birokrasi sekaligus, cukup melangkah ke gedung ini. Tidak perlu lagi berkeliling kota mendatangi banyak kantor dinas,” tambahnya.
Guna menyokong performa MPP, Pemkot Gorontalo juga tengah menyiapkan infrastruktur digital dan tanggap darurat di area sekitar. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya unit call center aduan masyarakat, pos taktis pelayanan kepolisian, ruang kontrol Command Center, hingga armada ambulans gawat darurat yang disiagakan 24 jam.
Melalui mega proyek revitalisasi ini, Pemkot Gorontalo optimistis mampu melahirkan wajah baru pelayanan publik yang modern, inklusif, mudah dijangkau, serta memberikan kenyamanan premium bagi seluruh elemen masyarakat Kota Serambi Madinah.
Advertorial
BUKAN ARTIS MEDSOS: Wali Kota Adhan Dambea Larang Keras ASN Live TikTok Saat Jam Kerja
Published
2 days agoon
08/06/2026
Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengeluarkan peringatan keras yang ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Ia melarang keras para abdi negara melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat jam pelayanan publik sedang berlangsung. Sanksi disiplin berat dipastikan menanti bagi siapa saja yang kedapatan mengabaikan aturan kedisiplinan tersebut.
Pernyataan menohok ini dilontarkan oleh Wali Kota Gorontalo dua periode tersebut saat diwawancarai awak media pasca-agenda pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, pekan kemarin.
Menurut Adhan Dambea, fenomena oknum ASN yang justru lebih sibuk berselancar di dunia maya saat jam kantor sudah sangat mencederai marwah pelayanan publik dan melukai hati masyarakat.
“Saya ingatkan kepada seluruh ASN, Anda dibayar oleh uang rakyat untuk bekerja, bukan untuk jadi artis media sosial! Mulai hari ini, saya larang keras ada ASN yang live di TikTok, Instagram, atau platform apa pun saat jam kerja!” tegas Adhan Dambea dengan nada tinggi dan raut wajah serius di hadapan media.
Wali Kota yang dikenal publik tanpa kompromi ini memastikan bahwa pihak inspektorat dan Badan Kepegawaian tidak akan pandang bulu dalam menegakkan regulasi serta menjatuhkan sanksi bagi para pelanggar aturan ini.
“Kalau mau main medsos, tunggu pulang kantor. Jangan sampai rakyat telantar hanya karena Anda sibuk membaca komentar netizen. Jika kedapatan, saya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi disiplin berat. Kalau tidak sanggup disiplin dan melayani, silakan mundur saja jadi ASN!” pungkas Adhan secara tajam dan eksplisit.
Langkah preventif sekaligus represif ini sengaja diambil dengan harapan dapat memberikan efek jera yang masif bagi seluruh pegawai, sekaligus memicu peningkatan kualitas serta integritas pelayanan publik di jajaran Pemerintah Kota Gorontalo ke depan.
Tembus Top 30 Global: Tiga Mahasiswi FEB UNG Siap Rebut Juara di Vietnam
Gedor Ketahanan Domestik: Akademisi BK FIP UNG Bedah Formula Keluarga Sehat di Biluhu
Tangkal Arus Globalisasi: Sekda Ismail Madjid Ajak Anak SD Gorontalo Rawat Tradisi Lisan
Bidik Akreditasi Unggul: Prodi Manajemen FEB UNG Dinilai Langsung oleh Asesor LAMEMBA
Gelar Ritual Lomayango: Wabup Iwan S. Adam Letakkan Batu Pertama Kantor Bupati Pohuwato
Intimidasi Pekerja Pers: Petugas Merdeka Copper Gold Suruh Wartawan Lepas Baju
Target Standar Nasional: FOK UNG Matangkan Kesiapan Gedung OSCE Center untuk Ujian Apoteker
DUGAAN ARONGANSI: Warga Sebut Pani Gold Project Gunakan Senjata Laras Panjang Saat Penertiban
Ekonomi Kerakyatan Nyata: Bupati Saipul Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih
Buka Ruang Aduan: Wali Kota Adhan Dambea Sebar Nomor HP Pribadi ke Warga Wongkaditi
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah1 month agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo2 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo2 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Advertorial3 months agoDibongkar di Depan Wartawan, Ini Penjelasan Soal Rp14 M Harta Bupati Pohuwato
-
Advertorial3 months agoSembako Terancam Tersendat, Adhan Desak Pemprov Atasi Kekurangan Kontainer
-
Daerah1 month agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Advertorial3 months agoAkhir Perjalanan Sang Mantan Perwira: Pohuwato Berduka
-
Gorontalo3 months agoHAM Dibahas, Lingkungan Rusak: Warga Palopo Hidup di Tengah Krisis Tambang Ilegal
