Connect with us

Advertorial

Marten Membangun Komitmen: Lantik 45 Panitia Pemilihan Kecamatan untuk Sukseskan Pilkada

Published

on

KOTA GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Marten, melantik 45 Panitia Pemilihan Kecamatan pada Kamis, (16/05/2025), di Grand Q Hotel.

Dalam sambutannya, Marten menyampaikan pesan penting kepada para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ia meminta agar PPK yang telah dilantik dapat menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang tercantum dalam perundang-undangan.

Marten menegaskan pentingnya agar PPK yang telah diambil sumpah dan akan menjalankan tugasnya dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, baik itu Pilwako maupun Pilgub, memahami aturan yang berlaku agar tugas yang diemban dapat berjalan dengan baik.

“Saudara-saudara sebagai penyelenggara pemilu di tiap kecamatan harus memahami dan mengerti tugas yang akan dilaksanakan,” ungkap Marten.

Marten juga menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menyukseskan Pilkada. Komitmen tersebut dibuktikan dengan alokasi anggaran hibah yang sudah disalurkan sejak tahun 2023.

“Kami diwajibkan menyediakan anggaran untuk pemilihan, dan alhamdulillah pada tahun 2023, 40 persen sudah kami salurkan. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah,” ucap Marten.

Tidak hanya itu, Marten juga menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan sarana dan prasarana bagi PPK. Ia bahkan telah menginstruksikan seluruh pemerintah kecamatan untuk berkolaborasi dengan PPK dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2024.

“Saya menghadirkan setiap camat untuk bersedia berkolaborasi dengan PPK sebagai tanggung jawab pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi PPK,” tambah Marten.

Advertorial

Persiapkan Kodam Baru pada 2027, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tegaskan Dukungan Pembentukan Struktur TNI

Published

on

DEPROV – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Senin (5/10/2026).

Upacara khidmat yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh jajaran unsur TNI/Polri, Forkopimda Provinsi Gorontalo, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Gorontalo, pimpinan instansi vertikal, serta para tamu undangan.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema sentral “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasdam XIII/Merdeka membacakan amanat tertulis Panglima TNI yang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit serta ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamungkas kepada bangsa dan negara.

Panglima TNI menekankan bahwa tingginya kepercayaan publik terhadap TNI merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanat berat yang wajib dijaga. Oleh sebab itu, jajaran prajurit dituntut untuk terus mengasah kapasitas dan profesionalisme dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis, ketidakpastian global, lompatan teknologi, serta potensi ancaman terhadap kedaulatan dan integritas wilayah NKRI.

Dalam amanat tersebut, Panglima TNI turut menginstruksikan penguatan lima pilar budaya pengabdian PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi syukuran dan ramah tamah yang berlangsung hangat di Kantor Polisi Militer (PM) TNI Provinsi Gorontalo, yang dihadiri jajaran Forkopimda, Pemda, pimpinan DPRD, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kasdam XIII/Merdeka kembali menegaskan pentingnya pembenahan kinerja dan peningkatan profesionalisme prajurit sebagai wujud akuntabilitas publik atas dukungan dan kepercayaan negara. Ia berharap kolaborasi strategis antara jajaran TNI dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Gorontalo terus dipererat demi mengawal agenda pembangunan daerah.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut terungkap rencana strategis penguatan struktur pertahanan di wilayah Gorontalo, termasuk persiapan pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) Gorontalo yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027. Selain itu, pemerintah dan markas besar TNI tengah merancang pengembangan serta penambahan satuan kerja untuk jajaran TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI atas nama pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh masyarakat Gorontalo.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah gencar melakukan inventarisasi dan penyiapan lahan strategis yang dialokasikan untuk pembangunan Markas Kodam Gorontalo pada 2027 mendatang.

Di samping penguatan sektor keamanan, Gusnar membeberkan bahwa Pemprov Gorontalo paralel menyiapkan proyek ekonomi strategis berupa program hilirisasi industri ayam terintegrasi, termasuk rencana pembangunan pabrik pakan ternak di atas lahan HGU dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun.

Ia pun mengapresiasi sinergitas konkret jajaran Korem, Lanal, hingga Dan Satradar yang senantiasa berdiri di garda terdepan mendukung program-program pembangunan Pemprov Gorontalo.

Merespons jalinan kemitraan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum krusial memperkokoh kemitraan strategis antara TNI, pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat.

“DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi dan hormat setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI atas dedikasi tanpa henti dalam menjaga kedaulatan negara serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Sinergitas lintas sektor yang telah terbangun kokoh ini harus terus kita tingkatkan,” tegas Idrus.

Menurut Idrus, stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan merupakan dua fondasi mendasar yang saling menopang satu sama lain dalam menghadapi kompleksitas tantangan daerah.

“Keamanan dan pembangunan berjalan seiring. Lewat kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, DPRD, Polri, dan masyarakat, kita sangat optimistis pembangunan di Gorontalo dapat berjalan makin terukur dan membawa kesejahteraan nyata bagi warga,” tambahnya.

Idrus juga menyambut baik dan menyatakan kesiapan lembaga legislatif dalam mengawal rencana pembentukan Kodam Gorontalo serta ekspansi matra AL dan AU.

“DPRD tentu mendukung penuh setiap langkah strategis yang bertujuan memperkuat benteng pertahanan dan keamanan di Gorontalo. Yang paling utama adalah memastikan seluruh perencanaannya berjalan terkoordinasi, lancar, dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kemajuan daerah,” pungkas Ketua DPRD.

Continue Reading

Advertorial

Mantapkan Pendidikan Profesi Dokter! FK UNG Hadiri Forum Dekan FK LPTKNI pada KONASPI XII di Bali

Published

on

UNG – Penguatan dan akselerasi penyelenggaraan pendidikan profesi dokter menjadi salah satu fokus utama dalam Forum Dekan Fakultas Kedokteran di lingkungan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI). Forum tersebut diselenggarakan secara paralel dalam rangkaian Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, pada 2–4 Oktober 2026.

Mengusung tajuk “Sharing Session Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Profesi Dokter”, forum ini mempertemukan para pimpinan Fakultas Kedokteran dari lingkungan LPTK se-Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, memetakan kesiapan kelembagaan, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan profesi dokter yang memenuhi standar mutu pendidikan kedokteran nasional.

Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) turut ambil bagian aktif dalam ajang bergengsi tersebut. Kehadiran FK UNG diwakili langsung oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K.

Ajang KONASPI XII sendiri diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah, dengan mengusung tema besar “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, dan Pendidikan Berkelanjutan.” Kegiatan nasional ini diikuti oleh 1.694 peserta dari 12 LPTK se-Indonesia, menjadikannya ruang diskusi strategis untuk mempertemukan pemikiran, praktik baik, dan gagasan arah pembangunan pendidikan nasional.

Forum Dekan FK LPTKNI menjadi wahana vital untuk menyelaraskan persepsi mengenai penyelenggaraan pendidikan profesi dokter, khususnya dalam menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan tinggi serta dinamika kebutuhan sistem kesehatan nasional.

Dalam sesi berbagi tersebut, para dekan mencermati berbagai aspek krusial persiapan pendidikan profesi, mulai dari kesiapan tata kelola institusi, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pengajar, kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium, pengembangan jejaring RS pendidikan/klinik, hingga penguatan sistem penjaminan mutu (quality assurance). Pertukaran pengalaman antarfakultas ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam membangun model pendidikan dokter yang andal dan berkelanjutan.

Bagi FK UNG, keikutsertaan dalam forum ini memiliki arti sangat strategis, terutama dalam mendukung penguatan sistem pendidikan kedokteran di kawasan Indonesia Timur. Keterlibatan pimpinan fakultas pada forum level nasional ini membuka peluang emas untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus menyerap berbagai referensi best practices dari institusi kedokteran lainnya.

Langkah ini juga mempertegas komitmen FK UNG dalam melahirkan lulusan dokter yang tidak hanya unggul secara kognitif-akademik, tetapi juga siap diterjunkan secara klinis untuk menjawab pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ke depan, sinergi yang terbangun dalam Forum Dekan FK LPTKNI diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi di BNDCC, melainkan berlanjut pada tindakan konkret berupa kerja sama kelembagaan, pertukaran program, serta optimalisasi tata kelola pendidikan profesi dokter di masing-masing universitas.

Melalui momentum KONASPI XII ini, FK UNG terus mengokohkan posisinya dalam jejaring pendidikan tinggi nasional, memastikan bahwa agenda pengembangan pendidikan kedokteran di Gorontalo senantiasa berjalan seiring dengan agenda transformasi pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

Advertorial

Solusi Pascapanen Kelautan! Peneliti UNG Olah Buah Mangrove Jadi Pengawet Alami Ikan Cakalang

Published

on

UNG – Tanaman mangrove selama ini dikenal luas sebagai benteng alami pemecah gelombang yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menjadi habitat vital bagi berbagai biota laut. Namun, di balik fungsi ekologisnya yang krusial, buah dari tanaman mangrove ternyata menyimpan potensi besar yang sangat prospektif dalam pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan.

Potensi ilmiah tersebut berhasil diungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yakni Risky S. Maulanan, Lukman Mile, dan Fernandy M. Djailani. Ketiganya merupakan akademisi dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG.

Dalam risetnya, tim mengeksplorasi pemanfaatan ekstrak buah mangrove jenis Rhizophora mucronata sebagai bahan pengawet alami guna mempertahankan kualitas kesegaran fillet ikan cakalang (Katsuwonus pelamis).

Hasil penelitian tersebut telah resmi dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Applied Environmental Science Vol. 2 No. 2 Tahun 2025 dengan judul “Effectiveness of Water Extract of Mangrove Fruit Flour (Rhizophora mucronata) as a Natural Preservative in Skipjack Fish Fillets (Katsuwonus pelamis)”.

Gagasan Riset: Menghubungkan Ekosistem Mangrove dan Perikanan Tangkap

Gagasan riset ini lahir dari pengamatan terhadap dua potensi komoditas unggulan Daerah Gorontalo, yakni kelimpahan ekosistem mangrove di sepanjang pesisir serta besarnya volume produksi perikanan tangkap, khususnya ikan cakalang.

Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Meski demikian, sebagaimana produk hasil laut segar pada umumnya, kualitas cakalang sangat rentan mengalami penurunan mutu secara cepat (perishable). Aktivitas dan kontaminasi mikroorganisme pembusuk menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan mutu fisik maupun organoleptik ikan, sehingga dibutuhkan teknologi penanganan pascapanen yang aman dan efektif.

Di sisi lain, buah Rhizophora mucronata diketahui kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Hal inilah yang mendorong para peneliti untuk mengekstrak buah mangrove tersebut menjadi bahan pengawet alami pengganti zat kimia sintetis.

Dalam prosedur penelitiannya, buah mangrove terlebih dahulu dikeringkan lalu diolah menjadi tepung. Tepung tersebut kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air melalui proses pemanasan konstan pada suhu 70°C selama 30 menit. Ekstrak cair yang dihasilkan lantas dimanfaatkan untuk merendam potongan fillet ikan cakalang.

Tim peneliti menguji beberapa variasi durasi perendaman, yakni 10 jam, 12 jam, dan 14 jam. Selanjutnya, tingkat kualitas fillet ikan dianalisis melalui uji organoleptik (penampakan, aroma, tekstur), derajat keasaman (pH), serta pengujian Total Plate Count (TPC) untuk menghitung jumlah populasi mikroorganisme setelah perlakuan.

Kandungan Senyawa Alami Penekan Bakteri Pembusuk

Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak tepung buah Rhizophora mucronata terbukti positif mengandung senyawa bioaktif golongan alkaloid dan triterpenoid. Kedua kelompok senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antibakteri kuat yang mampu merusak sel serta menghambat perkembangbiakan bakteri pembusuk pangan.

Bukti efektivitasnya terlihat jelas pada data pengujian TPC di laboratorium. Pada fillet ikan cakalang kontrol (tanpa perendaman ekstrak), jumlah koloni bakteri tercatat cukup tinggi, yakni sekitar $27,09 \times 10^3$. Namun, setelah perendaman dalam ekstrak mangrove selama 10 jam, populasi bakteri berhasil ditekan secara signifikan menjadi $15,39 \times 10^3$.

Penurunan populasi mikroorganisme paling drastis ditemukan pada durasi perendaman 12 jam, di mana angka TPC menyusut hingga mencapai $8,38 \times 10^3$. Sementara itu, pada durasi perendaman 14 jam, angka TPC kembali tercatat berada di level $10,82 \times 10^3$. Data statistik ini mengonfirmasi kapasitas ekstrak buah mangrove dalam menahan laju pertumbuhan populasi bakteri pada daging ikan.

Uji Organoleptik dan Fisik Fillet Ikan

Selain aspek mikrobiologis, analisis mutu pangan juga menekankan pada karakteristik fisik dan organoleptik yang dinilai langsung oleh konsumen, seperti penampakan, aroma, serta tekstur daging.

Dari kriteria aroma, fillet ikan cakalang yang diberi perlakuan perendaman ekstrak mangrove mampu mempertahankan karakteristik aroma khas ikan segar hingga durasi 14 jam. Peneliti menjelaskan bahwa keberadaan senyawa antibakteri dalam ekstrak berhasil menekan pembentukan senyawa volatil berbau busuk hasil degradasi mikroba.

Meski demikian, peneliti menggarisbawahi pentingnya presisi waktu perendaman. Pada parameter tekstur dan penampakan visual, terjadi perubahan fisik antara sampel kontrol dan sampel yang direndam selama 10, 12, maupun 14 jam akibat pengaruh proses oksidasi kimia alami.

Sementara itu, tingkat keasaman (pH) fillet ikan berada pada kisaran 5,46 hingga 6,04 dan menunjukkan tren kian menurun seiring lamanya durasi perendaman, yang mengindikasikan seluruh perlakuan berada dalam kondisi asam terukur.

Berdasarkan kalkulasi komprehensif indikator organoleptik, aroma, dan tekstur, durasi perendaman selama 10 jam direkomendasikan sebagai waktu paling optimal. Walau demikian, parameter TPC dan aroma membuktikan bahwa ekstrak ini tetap efektif menahan laju pembusukan hingga kurun waktu 14 jam.

Inovasi Berbasis Kekayaan Lokal Gorontalo

Temuan dari para akademisi FKTP UNG ini membuktikan bahwa pemanfaatan ekosistem mangrove dapat diperluas dari sekadar fungsi konservasi lingkungan menuju inovasi teknologi pangan yang aplikatif.

Integrasi antara potensi vegetasi pesisir dan komoditas perikanan Gorontalo ini membuka peluang besar bagi lahirnya teknologi pengawetan pascapanen yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Peneliti menambahkan bahwa penerapan secara massal di tingkat nelayan maupun industri masih memerlukan studi lanjutan terkait formulasi konsentrasi, aspek keamanan pangan, hingga analisis kelayakan ekonomi.

Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa solusi atas tantangan pascapanen perikanan tidak selalu bergantung pada bahan kimia impor atau teknologi mahal, melainkan dapat digali langsung dari kekayaan hayati lokal yang tumbuh di pesisir Gorontalo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler