UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Menristek/BRIN RI Apresiasi UNG Atas Desa Binaan Yang Terus Berinovasi
Published
6 years agoon
UNG-Menteri Riset Teknologi / BRIN Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, tampil sebagai pemateri dalam kegiatan Konferensi Internasional Inovasi Sains, Kesehatan dan Teknologi yang dilaksanakan oleh Pusat Inovasi Universitas Negeri Gorontalo pada Kamis (10/12) di Hotel TC Damhil UNG.
Ketika memberikan materi pada Konferensi Internasional, Menristek/BRIN menyampaikan apresiasi untuk peran UNG pada program Desa Berinovasi, yang dilakukan kerjasama dengan Kementrian Desa PDTT maupun Kemristek/BRIN.
“Saya mendukung Universitas Negeri Gorontalo untuk lebih berperan aktif dalam mengurus Desa-Desa di Provinsi Gorontalo,” ungkap Menristek/BRIN.
Desa Berinovasi kata Menristek/BRIN sangat penting karena bukan hanya untuk sekedar mendapatkan inovasi dari masyarakat desa tetapi juga melaksanakan inovasi yang tepat pada masing- masing desa.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih berada pada level pendapatan menengah atas dengan pendapatan per kapita 4.000 US Dollar. Visi Indonesia pada tahun 2045 saat 100 tahun peringatan kemerdekaan adalah menjadi negara berpendapatan tinggi dengan pendapatan per kapita 12.000-13.000 US Dollar.
“Kunci untuk menjadi Negara berpendapatan tinggi adalah Inovasi. Inovasi harus dipersiapkan mulai dari sekarang untuk mengalihan ekonomi kita dari ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi yang didorong oleh inovasi,” jelasn Menristek/BRIN.
You may like
-
Tembus Panggung Nasional PIMNAS ke-39! Tim HUYULA UNG Angkat Edukasi Bencana Anak Pesisir
-
Sapu Bersih 100 Persen Kelulusan! Prodi Profesi Ners FOK UNG Tembus Peringkat Platinum Nasional
-
Gandeng Karang Taruna Dulamayo Selatan, UNG Sulap Limbah Kolang-Kaling Jadi Pelet Biomassa
-
Buka Peluang Karir Internasional! UNG Gandeng BP3MI Sulut Siapkan Lulusan Go Global
-
Gagas Youth Economic Policy Lab, Ratri Rahmatya Hiola Bawa Nama UNG ke Forum Dunia
-
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Asia! Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Sabet Medali Asian Games 2026
Advertorial
Tembus Panggung Nasional PIMNAS ke-39! Tim HUYULA UNG Angkat Edukasi Bencana Anak Pesisir
Published
8 hours agoon
21/10/2026
UNG – Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap keselamatan anak-anak yang bermukim di kawasan pesisir, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil menembus ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) di bawah panji Tim HUYULA, para mahasiswa inovatif ini menghadirkan program edukasi kesiapsiagaan bencana yang memadukan unsur permainan interaktif, kearifan lokal Gorontalo, serta pemanfaatan alih guna sampah plastik pantai.
Tim HUYULA secara spesifik mengusung program bertajuk “Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Anak Pesisir Tanjung Kramat melalui Pendekatan Huyula Berbasis Edukasi Interaktif dengan Pemanfaatan Alih Guna Sampah Plastik Pantai”. Rancang bangun program ini difokuskan untuk membantu anak-anak di wilayah pesisir Tanjung Kramat, Kota Gorontalo, agar mampu memahami langkah-langkah tanggap darurat melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, mudah dicerna, serta dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Tim kreatif ini digawangi oleh Nurul Fauziah Sabir selaku ketua, dengan didukung empat anggota lintas disiplin ilmu, yakni Siti Muthia Sulaeman, Muh Hafizh Afriyad Lamusu, dan Rayhan Ramadhan Ali yang berasal dari Program Studi Kedokteran, serta Amanda Nuraini P. Zakaria dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Seluruh rangkaian inovasi ini berada di bawah bimbingan dosen ahli dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, M.Biomed. Kolaborasi apik antara ilmu kedokteran dan ilmu lingkungan ini memperlihatkan kekuatan pendekatan multidisiplin dalam merumuskan solusi edukatif yang menjawab kebutuhan riil masyarakat pesisir.
Ketua Tim HUYULA, Nurul Fauziah Sabir, menjelaskan bahwa dalam implementasinya, tim menerapkan ragam metode edukatif yang variatif—mulai dari permainan interaktif yang merangsang keaktifan, pengenalan tas siaga bencana, hingga simulasi langsung penanganan situasi darurat. Melalui pendekatan partisipatif tersebut, anak-anak tidak sekadar mengantongi wawasan teoretis mengenai mitigasi bencana, melainkan juga dibekali kepekaan bertindak tatkala menghadapi keadaan darurat.
“Pembelajaran dirancang agar pesan keselamatan dapat diterima secara lebih menarik dan mudah diingat oleh anak-anak,” terang Nurul.
Daya tarik utama sekaligus keunikan program ini terletak pada penerapan nilai huyula—yakni filosofi luhur gotong royong dan semangat kebersamaan yang mengakar dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo. Nilai-nilai kultural tersebut diintegrasikan secara mulus ke dalam materi pembelajaran guna menanamkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar ikhtiar menyelamatkan diri sendiri, melainkan juga membangun solidaritas dan budaya saling menolong antarsesama dalam situasi krisis.
Tidak berhenti pada aspek mitigasi bencana, inovasi HUYULA juga merajut kepedulian ekologis dengan memanfaatkan sampah plastik pantai sebagai media peraga pembelajaran. Pendekatan kreatif ini sekaligus membuka ruang edukasi bagi anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan ekosistem laut dan pesisir.
“Ini juga sekaligus menjadi wadah memahami bahwa kepedulian terhadap kawasan tempat tinggal merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,” imbuh Nurul.
Keberhasilan melaju ke panggung PIMNAS ke-39 ini menjadi momentum berharga bagi Tim HUYULA untuk membawa gagasan pengabdian berbasis potensi lokal Gorontalo ke kancah nasional. Sesuai jadwal, perhelatan ilmiah mahasiswa terbesar di Indonesia ini akan dilangsungkan pada tanggal 2 hingga 7 November 2026 mendatang di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Partisipasi ini sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk menguji relevansi inovasi serta memperluas kontribusi nyata tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat.
Melalui kiprah cemerlang Tim HUYULA, civitas akademika UNG terus membuktikan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga berdaya cipta tinggi dalam menghadirkan solusi konkret atas problem sosial di lingkungan sekitar. Perpaduan harmonis antara edukasi kebencanaan, semangat huyula, dan kepedulian lingkungan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi berkelanjutan bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat di masa depan.
Advertorial
Sapu Bersih 100 Persen Kelulusan! Prodi Profesi Ners FOK UNG Tembus Peringkat Platinum Nasional
Published
5 days agoon
17/10/2026
UNG – Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Jurusan Keperawatan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. FOK UNG berhasil meraih Penghargaan Persentase Kelulusan Terbaik Nasional Kategori Peserta 60–99 dengan Peringkat Platinum (100%) pada Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKOM) Periode I Tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam Rangkaian Rapat Tahunan Anggota (RTA) ke-24 Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (16/10/2026). Capaian impresif ini diraih setelah seluruh 66 peserta UKOM Ners dari Prodi Profesi Ners FOK UNG dinyatakan lulus tanpa sisa atau menyentuh tingkat kelulusan sempurna sebesar 100 persen.
Penghargaan Platinum ini menjadi pengakuan institusional berskala nasional atas keberhasilan FOK UNG dalam mengawal para mahasiswanya melewati ambang batas kompetensi keperawatan. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen fakultas dan jurusan dalam merawat mutu pendidikan profesi keperawatan demi mencetak calon perawat yang kompeten, profesional, dan siap diterjunkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Pencapaian sempurna ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para mahasiswa peserta uji kompetensi, melainkan juga bagi seluruh sivitas akademika FOK UNG. Hasil ini sekaligus menjadi batu pijakan penting untuk kian memperkuat mutu pembelajaran, optimalisasi pendampingan akademik dan klinik, serta evaluasi komprehensif berkelanjutan.
Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian gemilang yang diukir oleh Program Studi Pendidikan Profesi Ners.
“Prestasi dengan predikat Platinum dan tingkat kelulusan 100 persen ini merupakan kebanggaan besar bagi FOK UNG. Keberhasilan seluruh 66 peserta dalam UKOM Ners Periode I Tahun 2026 menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kualitas pendidikan profesi. Capaian ini bukan hanya tentang angka kelulusan, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional,” ungkap Dr. Hartono Hadjarati.
Ia menegaskan, raihan prestisius ini mutlak dijadikan landasan untuk mempertahankan standar pendidikan yang terukur sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan FOK UNG.
“Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat proses pembelajaran, serta memastikan mahasiswa memperoleh bekal kompetensi yang sesuai dengan tuntutan profesi. FOK UNG akan terus berupaya membangun pendidikan kesehatan yang unggul dan berdaya saing nasional,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Keperawatan FOK UNG, Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J., turut mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi para mahasiswa dalam menembus kelulusan UKOM nasional.
“Kelulusan 100 persen dari 66 peserta merupakan capaian yang sangat berarti bagi Jurusan Keperawatan. Hasil ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kualitas proses pendidikan, pembimbingan, dan evaluasi kompetensi mahasiswa. Kami bersyukur atas kerja keras mahasiswa serta dukungan seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengambil bagian dalam proses ini,” ujar Yuniar.
Ia menekankan, keberhasilan ini harus diimbangi dengan komitmen berkelanjutan dalam mengawal etika profesi, tanggung jawab moral, serta kesiapan menyajikan pelayanan keperawatan yang aman dan mengedepankan keselamatan pasien.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners FOK UNG, Ibrahim Suleman, S.Kep., Ns., M.Kep., menyebut predikat Platinum dengan hasil 100 persen ini merupakan buah dari proses panjang yang patut disyukuri sekaligus menjadi pemicu untuk mempertahankan mutu di masa mendatang.
“Kami sangat bersyukur karena seluruh 66 peserta berhasil lulus UKOM Ners Periode I Tahun 2026. Capaian ini merupakan hasil dari proses belajar, persiapan, pendampingan, dan kerja keras mahasiswa. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Program Studi Pendidikan Profesi Ners untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar prestasi serupa dapat dipertahankan,” terang Ibrahim.
Ia berpesan agar para lulusan anyar dapat terus menjaga nama baik almamater UNG serta mengaplikasikan ilmu keperawatan secara bertanggung jawab saat mengabdi di fasilitas kesehatan masyarakat.
Pemberian penghargaan pada RTA ke-24 AIPNI 2026 ini kian mengokohkan posisi FOK UNG sebagai institusi pendidikan kesehatan yang andal, berintegritas, serta berdaya saing tinggi dalam merespons kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.
Advertorial
Gandeng Karang Taruna Dulamayo Selatan, UNG Sulap Limbah Kolang-Kaling Jadi Pelet Biomassa
Published
7 days agoon
15/10/2026
UNG – Limbah pengolahan gula aren yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal kini disulap menjadi produk bernilai tambah oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui terobosan inovasi bertajuk BioNira Zero Waste, limbah buah kolang-kaling dan kulitnya berhasil diolah menjadi serbuk serat Nano Fiber serta pelet biomassa yang berpotensi membuka keran ekonomi baru bagi warga Desa Dulamayo Selatan, Kabupaten Gorontalo.
Program berwawasan lingkungan bertajuk “BioNira Zero Waste: Inovasi Nano Fiber dan Pelet Biomassa Limbah Biji Nira Berbasis Pemberdayaan Karang Taruna Dulamayo Selatan” ini digawangi oleh akademisi UNG, yakni Rifka Anggraini Anggai, M.Farm., Dr. Dra. Hj. Sri Endang Saleh, M.Si., dan Angry Pratama Solihin, M.Sc. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil lolos dan meraih pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Gagasan ini berawal dari penelusuran tim terhadap masifnya aktivitas pengolahan gula aren di Desa Dulamayo Selatan yang melibatkan banyak pengrajin dan pelaku usaha mikro. Di balik geliat ekonomi tersebut, menyisa tumpukan limbah biji nira dan kulit kolang-kaling yang terbuang begitu saja. Kondisi ini mendorong tim UNG menyajikan pendekatan zero waste untuk mengolah sisa bahan produksi menjadi produk baru, sekaligus merangkul Karang Taruna setempat sebagai mitra utama penggerak inovasi di tingkat desa.
Ketua Tim Pengabdian UNG, Rifka Anggraini Anggai, membeberkan bahwa program ini memanfaatkan daging buah kolang-kaling dan kulitnya untuk menghasilkan dua jenis komoditas berbeda. Daging kolang-kaling diolah menjadi serbuk serat Nano Fiber menggunakan peralatan produksi yang diserahterimakan langsung kepada pemuda Karang Taruna, sementara bagian kulitnya diekstrak menjadi bahan baku pelet biomassa ramah lingkungan.
“Buah kolang-kaling kami olah dengan beberapa alat yang kami berikan kepada pengurus Karang Taruna untuk dijadikan serbuk serat Nano Fiber, sementara kulitnya dijadikan pelet biomassa yang ramah lingkungan,” jelas Rifka.
Tidak berhenti pada hibah sarana dan prasarana penunjang, tim riset UNG turut memberikan pendampingan teknis secara berkala agar Karang Taruna mampu melangsungkan proses produksi secara presisi. Pendampingan meliputi tata cara pengolahan bahan baku hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan serbuk serat Nano Fiber dan pelet biomassa. Langkah edukatif ini menjadi fondasi penting bagi para pemuda dalam menjaga konsistensi mutu produk dan menjamin keberlanjutan usaha.
Penguatan kapasitas mitra juga diselaraskan dengan strategi pemasaran modern dan digital branding. Melalui optimalisasi berbagai platform digital, produk yang dikembangkan diharapkan mampu merambah pangsa pasar yang lebih luas. Dengan demikian, alih teknologi ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis mengolah limbah, tetapi juga membentuk kecakapan manajerial dalam mengelola rantai pasok hingga promosi ke calon konsumen.
Melalui kehadiran BioNira Zero Waste, UNG sukses menggeser paradigma masyarakat dalam memandang limbah gula aren—dari sekadar sampah sisa produksi menjadi sumber daya produktif bernilai jual tinggi. Pelibatan Karang Taruna menjadi simpul krusial dalam membangun kemandirian ekonomi desa sekaligus mengukuhkan peran pemuda sebagai aktor utama pembangunan berbasis potensi lokal.
Program ini diharapkan menjadi batu pijakan awal bagi optimalisasi pemanfaatan limbah aren di Kabupaten Gorontalo. Berbekal sentuhan teknologi tepat guna, pendampingan terstruktur, serta strategi pemasaran digital, inovasi BioNira Zero Waste mempertegas komitmen UNG dalam menghadirkan kepakaran akademis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Tembus Panggung Nasional PIMNAS ke-39! Tim HUYULA UNG Angkat Edukasi Bencana Anak Pesisir
Sebut Isu Keretakan Cuma Hoaks! Indra Gobel Pastikan Tetap Bersama Adhan Dambea hingga Akhir Jabatan
Sengaja Giring Opini Publik! Wali Kota Adhan Dambea Soroti Penggeledahan Kantor Wali Kota
Sebut Tindakan Berlebihan! Pemkot Gorontalo Soroti Senjata Laras Panjang Saat Penggeledahan Polda
Soroti Akar Masalah Pungutan Liar, Anggota DPRD Dedy Hamzah Minta Pemerintah Perhatikan Gaji Pegawai
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Sejajar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional! S1 Kesmas dan D3 Farmasi UNG Raih Akreditasi Unggul
Sinyal Untuk 2029! Diklat Laskar Gerindra Gorontalo Mulai Panaskan Mesin Tempur Partai
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo2 months agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
kabupaten boalemo2 months agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo2 months agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
Gorontalo2 months agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Daerah3 weeks agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo3 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
-
Daerah3 weeks agoMuda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
