Kabupaten Gorontalo
Nelson: Pemkab Gorontalo Terus Dukung DOB Boliyohuto
Published
6 years agoon
Limboto-, Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendukung sepenuhnya lahirnya Daerah Otonom Baru (DOB) untuk wilayah Boliyohuto Cs. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kurang lebih empat tahun dibawah kepemimpinan Bupati Nelson tak hanya memikirkan kemiskinan turun, pengangguran turun, Investasi dan ekonomi naik, termasuk APBD setiap tahun mengalami kenaikan.
“Saya tak hanya memikirkan keberhasilan pemerintah disegala bidang, namun bagi saya, bagaimana juga mendukung aspirasi masyarakat dalam rangka lahirnya Daerah Otonimi Baru (DOB) Boliyohuto ini,” Beber Nelson saat menghadiri rapat dan diskusi dengan masyarakat Boliyohuto Cs dalam rangka pembahasan persiapan pembentukan daerah otonom baru ( DOB) Kabupaten Boliyohuto Provinsi Gorontalo, Jumat (08/11/19).
Lebih lanjut Nelson mengatakan, bahwa wilayah Boliyohuto Cs ini terus berkembang. Dari sisi Sumber daya manusia (SDM), potensi wilayah, Infrastruktur, ekonominya terus mengalami kenaikan bahkan dibandingkan dengan ibukota Limboto di wilayah ini sudah ada Mall.
“Melihat perkembangan yang ada, Saya berfikir ini harus dimekarkan,” Kata Nelson, lamanya proses lahirnya ODB Boliyohuto ini bukan karena dirinya tidak setuju, Bupati Nelson hanya ingin semua disiapkan terlebih dahulu. “makanya kami berusaha mendorong pembangunan infrastruktur di Boliyohuto ini. Ujarnya.
Dukungan lain pemerintah Kabupaten Gorontalo hari ini di kecamatan Boliyohuto sudah ada rumah sakit dan secara bertahap pembangunannya. Pada anggaran perubahan tahun ini, 4,5 Miliyar dikucurkan sehingga Ia menargetkan bulan januari tahun 2020 sudah mulai beroperasi.
“Walaupun banyak yang mempersolakan, namun intinya rumah sakit ini secara bertahap diselesaikan. Tahun ini di anggaran perubahan 4,5 Miliyar dan tahun depan 18 miliyar untuk perluasan demi selesainya bangunan rumah sakit tersebut ,” Beber Nelson.
Bahkan kata Nelson OTK rumah sakit sudah diselesaikan, sehingga jika tak ada aral melintang November atau desember direkturnya dilantik dan setelah dilakukan penataan dan januari mulai beroperasi dan bisa dimanfaatkan warga di Boliyohuto.
Infrastruktur lain sebagai pendukung, diantaranya Pembangunan terminal, pembangunan pintu gerbang, Damkar ditempatkan disini, termasuk tahun depan pelabuhan bilato sudah akan dibangun.
“Pelabuhan bilato ini kalau jadi, maka pelabuhan terbesar di gorontalo di bagian selatan, akan, sehingga eksport dan import itu melalui pelabuhan ini,” Jelas Nelson.
Ia mengatakan, kehadiran pelabuhan bilato juga akan menambah PAD akan naik. “ ini dalam rangka mempersiapkan infrastruktur.
Tak hanya infrastruktur, ekonominya juga terus di dorong melalui sektor pertanian, peternakan dan sebagainya. Setelah ekonomi, sumber daya manusia disiapkan dengan baik.
“Guru- guru, tenaga kesehatan bahkan camat-camat sudah diarahkan pada orang-orang Boliyohuto asli termasuk mengidentifikasi OPD, sehingga mereka inilah yang akan menjadi pejabat-pejabat ketika DOB ini lahir,” Tutur Nelson.
Karena itu, apa yang disiapkan pemerintah Kabupaten Gorontalo ini diharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Boliyohuto Cs. Bahkan dalam rangka mempercepat lahirnya DOB Boliyohuto, pemerintah Kabupaten Gorontalo telah membentuk tim pendamping
“Namanya tim pendamping bukan tim percepatan dan ketuanya Asisten Pemerintahan Selmin Papeo dan sekertarisnya kepala BKD DIKLAT Safwan bano,” Ungkap Nelson.
Bentuk dukungan lain, Pemerintah Kabupaten Gorontalo tengah menyiapkan pembangunan perguruan tinggi. Tak sampai disitu, Pemkab Gorontalo juga telah menyediakan anggran tahun ini pada pos APBD-P bahkan tahun depan juga dianggarkan dalam rangka pembentukan DOB tersebut.
“Saya yakin dan percaya bahwa potensi boliyohuto ini sangat luar biasa, dari sisi wilayah, ekonomi dan SDM, infrastruktur untuk dilahirkan DOB,” Tandas Nelson
Diakhir sambutannya, dirinya berharap kooridinasi dan komunikasi antara presidium, pendamping dan pemerintah daerah terus ditingkatkan. Demikian pula, untuk terus melakukan kajian-kajian terkait syarat dan administrasi yang akan dipaparkan dipusat sana.
“ 10 tahun lalu wacana pembentukan DOB boliyohuto, maka secara otomatis sudah banyak perubahan terkait peta wilayah dan sebagainya. Maka ini perlu dikaji kembali sehingga data dipusat sana juga akan dirubah ketika tim memaparkan kembali hasil kajiannya,” Tutup Nelson
Sementara itu, perwakilan presidium Pembentukan Boliyohuto Wahid badu menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. “Terima kasih kepada Pak Bupati dalam hal ini pemerintah daerah yang memberikan dukungan sepenuhnya untuk melahirkan DOB ini,” Ucapnya.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan presidium pembentukan Kabupaten Boliyohuto Wahid Badu, Anggota Dewan Provinsi Gorontalo Warsito, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Syarifudin Mangopa, Asisten I Setda Kabupaten Gorontalo Selmin Papeo, Camat Boliyohuto Grup, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
You may like
Kabupaten Gorontalo
Ketika APBD Diduga Menyimpang, DPRD Kabupaten Gorontalo Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Alasan Administratif
Published
2 days agoon
30/01/2026
Oleh: Agung Bobihu
KABGOR – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Gorontalo atas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo tahun 2024 bukan sekadar catatan teknis. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut mengungkap adanya pola penganggaran yang berulang, menyimpang, dan berpotensi menimbulkan pemborosan sistemik, terutama pada pos belanja DPRD Kabupaten Gorontalo.
BPK mencatat adanya penganggaran Dana Operasional Pimpinan DPRD sebesar Rp201.600.000, padahal hasil perhitungan Tim Evaluasi hanya Rp110.880.000. Selisih Rp90.720.000 tetap dimasukkan ke dalam APBD tanpa dasar evaluasi yang valid. Ini bukan perbedaan kecil, melainkan bentuk pengabaian terhadap hasil evaluasi resmi yang seharusnya menjadi acuan utama dalam penyusunan anggaran.
Lebih jauh, BPK juga menemukan selisih signifikan pada Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Kabupaten Gorontalo senilai Rp2.520.000.000, serta Tunjangan Reses sebesar Rp945.000.000. Bila dijumlahkan, potensi pembengkakan anggaran mencapai miliaran rupiah—angka yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Ini bukan lagi persoalan salah hitung. Ini menyangkut keberanian mengabaikan aturan.
Padahal PP Nomor 18 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 62 Tahun 2017 secara tegas mengatur bahwa pemberian hak keuangan pimpinan dan anggota DPRD harus disesuaikan dengan klasifikasi kemampuan keuangan daerah dan berlandaskan asas efisiensi, efektivitas, kepatutan, serta rasionalitas. Alasan Pemerintah Kabupaten Gorontalo bahwa “anggaran sudah sesuai” karena kemampuan keuangan daerah dikategorikan sedang, justru memperkuat dugaan bahwa regulasi hanya dijadikan tameng, bukan pedoman.
Lebih memprihatinkan lagi, BPK menemukan bahwa Tim Evaluasi Rancangan Perda dan Rancangan Perbup APBD Provinsi Gorontalo tidak mengetahui bahwa matriks tindak lanjut APBD dan APBD-P Kabupaten Gorontalo belum sesuai dengan Permendagri Nomor 9 Tahun 2021. Matriks evaluasi tersebut bahkan diakui hanya dijalankan secara formalitas demi memperoleh nomor register Perda, tanpa pemeriksaan substansi yang sebenarnya.
Jika evaluasi hanya menjadi formalitas, reviu ditunda karena alasan waktu, dan anggaran tetap dijalankan meski menyimpang dari evaluasi, publik pantas menduga adanya pembiaran terstruktur dalam tata kelola keuangan daerah, terutama pada pos belanja DPRD Kabupaten Gorontalo.
Menanggapi temuan tersebut, Agung Bobihu menyatakan siap melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran DPRD Kabupaten Gorontalo ke Kejaksaan Agung untuk diuji secara hukum. Tindakan ini bukan dilandasi opini pribadi, melainkan berdasar pada dokumen resmi negara—Laporan Hasil Pemeriksaan BPK—yang memiliki kekuatan hukum dan pembuktian.
“Penegakan hukum diperlukan agar APBD tidak terus diperlakukan sebagai ruang kompromi kepentingan elit,” tegas Agung. Menurutnya, DPRD seharusnya menjadi contoh kepatuhan terhadap anggaran publik, bukan justru pos paling longgar dan minim kontrol.
Jika temuan BPK dibiarkan tanpa tindak lanjut hukum, pesan yang sampai ke publik sangat berbahaya: bahwa penyimpangan anggaran cukup dijelaskan, tanpa perlu dipertanggungjawabkan.
Pertanyaan akhirnya sederhana namun menggigit: apakah DPRD Kabupaten Gorontalo masih layak dipercaya mengawasi uang rakyat, jika pengelolaan anggarannya sendiri bermasalah?
Gorontalo
Potret Ironi Wisata Gorontalo, Akses ke Molowahu Rusak Parah
Published
1 month agoon
22/12/2025
Gorontalo – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, menjadi sorotan warga. Kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun membuat akses menuju kawasan wisata di desa tersebut semakin sulit dijangkau, terutama bagi wisatawan yang datang dari luar daerah.
Jalan utama yang menghubungkan pemukiman warga dengan destinasi wisata Villa Desaku dan Kolam Arfiah rusak berat di sejumlah titik. Lubang-lubang besar hingga badan jalan yang ambles membuat perjalanan menuju lokasi wisata semakin berisiko.

Kondisi memprihatinkan tersebut diperparah dengan jembatan yang tak kunjung diperbaiki selama hampir empat tahun. Salah satu bukti nyata dampak kerusakan itu terjadi ketika mobil pemadam kebakaran yang hendak menuju Desa Ilomata untuk memadamkan rumah yang terbakar terpaksa melintasi jembatan rusak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba di lokasi.
Seorang warga Molowahu yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kerusakan jalan dan jembatan telah lama mengganggu kenyamanan serta mobilitas masyarakat.
“Hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah. Padahal sudah hampir empat tahun jembatan ini dibiarkan rusak begitu saja,” ujarnya dengan nada kecewa saat ditemui tim media.
Warga tersebut menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan agar kondisi infrastruktur di desanya mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya dilakukan secara kreatif melalui lagu bertema “Jalan Rusak,” yang diciptakan oleh Wawan Sabongi—dikenal melalui akun media sosialnya—untuk menyuarakan keresahan warga Molowahu.
“Kami ingin Desa Molowahu dikenal karena keindahan wisatanya, bukan karena jalannya rusak. Itulah sebabnya kami mencoba memviralkan kondisi ini agar cepat ditanggapi,” tambahnya.
Ironisnya, meski Molowahu dikenal sebagai salah satu desa maju dengan potensi wisata unggulan, akses menuju wilayah tersebut justru terhambat akibat infrastruktur yang tidak layak. Saat musim hujan, jalanan menjadi licin dan berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Di Dusun Kayumas, yang merupakan dusun tertua dan juga paling padat penduduknya, kerusakannya bahkan lebih parah. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” ungkap warga itu lagi.
Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo segera turun tangan memperbaiki jalan dan jembatan tersebut agar roda perekonomian, mobilitas masyarakat, serta pariwisata desa dapat kembali berjalan lancar.
Gorontalo
BMN 2025: Ketika Generasi Muda Jadi Mesin Pemulihan Lingkungan
Published
2 months agoon
10/12/2025
KABGOR – Kegiatan Bulan Menanam Nasional (BMN) Desember 2025 resmi dilaksanakan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Mengusung tema “Hijaukan Bumi, Pulihkan Negeri”, acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat terlibat secara aktif dalam pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan sekitar.
Kegiatan diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Limboto, dengan turut melibatkan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo yang dikenal aktif dalam program-program penanaman, pemeliharaan pohon, dan konservasi hutan.
Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Gorontalo, Kak Bakri Nongko, menyatakan bahwa BMN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan nyata untuk menguatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan fungsinya.
“Bulan Menanam Nasional adalah kesempatan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kepedulian dan tanggung jawab lingkungan sejak dini,” ujar Kak Bakri Nongko.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi antara BPDAS Bone Limboto, pemerintah daerah, dan Saka Wanabakti merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan lingkungan, terutama hutan dan lahan, serta meningkatkan tutupan vegetasi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan penanaman di Limboto menjadi simbol bahwa kerja pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri; dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, terutama kalangan generasi muda.
Dengan terselenggaranya BMN 2025, diharapkan kesadaran masyarakat Gorontalo terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat, sejalan dengan semangat menghijaukan bumi dan memulihkan negeri.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo (selaku Ketua Mabida Gerakan Pramuka), Kadis LHK Provinsi Gorontalo (selaku Ketua Mabisa Wanabakti), Kepala BPDAS Bone Limboto (selaku Ketua Mabisaka Wanabakti Cabang Gorontalo), Sekda Kabupaten Gorontalo, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Penyegaran Birokrasi! Sekda Ismail Lantik Pejabat Baru di Dinas Pangan
Petani Wajib Tahu! Riset Mahasiswa UNG Ungkap Metode GAP Lebih Untung
Seleksi Transparan: 237 Pegawai Perumdam Muara Tirta Diuji untuk Pengisian Jabatan Strategis
Ketika APBD Diduga Menyimpang, DPRD Kabupaten Gorontalo Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Alasan Administratif
Hasil Lobi Sukses! Wali Kota dan Wawali Bawa Bantuan Armada Baru untuk BPBD
Anggaran Menyusut, BLT Desa Duano Ikut Terpangkas
Janji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
Tak Hanya Bertugas, Prajurit Brigif 22/OM Akrab Bareng Warga di Lomba Mancing
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoMenolak Lupa: Tragedi 2 Januari 2025, Ketika Keadilan untuk Julia Belum Datang
-
Gorontalo2 months agoBukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat
-
Gorontalo1 month agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo3 months agoMenakar Fungsi Kontrol di DPRD Kota Gorontalo
-
Advertorial3 months agoPanasnya Konflik Sawit! DPRD Provinsi Gorontalo dan KPK Turun Tangan
-
Gorontalo2 months agoBerawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
-
Gorontalo2 months agoAbai dan Bungkam: Refleksi Elit Gorut Atas Tragedi Julia
-
Gorontalo3 months agoBerani Bongkar Tambang Ilegal, Aktivis Muda Gorontalo Dapat Ancaman Brutal
