UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Prestasi, Birokrasi dan Ibu Tiri
Published
5 years agoon
Oleh :Parman Ibrahim
Sekertaris HMJ-BK FIP UNG 2021
Fakultas Ilmu Pendidikan adalah Fakutas Tertua di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), tentu saja dalam hal ini telah banyak generasi yang dilahirkan yang selanjutnya mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara. Hampir semua putra putri terbaik daerah masuk dan menimbah ilmu di fakultas ini, mulai dari papua, Maluku, Sulawesi, Kalimatan, Jawa dan Sumatera.
Namun, tidak sedikit keluhan yang dirasakan dan dicurhatkan oleh mahasiswa, baik itu yang aktif dalam bidang akademik maupun organisasi kemahasiswaan, bahkan hal ini dirasakan oleh tiap angkatan dan juga generasi.
Tentunya keluhan ini menyorot kepada orang tua kita di FIP UNG, yang kemudian bertanggung jawab penuh sebagai Birokrasi di fakultas hijau, fakultas tertua, yang memiliki slogan Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu.
Berbicara tentang keluhan, ada begitu banyak keluhan mahasiswa sampai telah dibuatkan Inventaris Masalah mulai dari pemenuhan Fasilitas, Pelayanan sampai pada giat pendanaan tiap ORMAWA FIP UNG. Dalam hati menimbulkan pertanyaan, apa yang bisa kami banggakan di Fakutas Tertua FIP UNG?
Sementara disisi lain orang tua kami tercinta di FIP UNG terus menginginkan anak-anaknya untuk dapat meraih Prestasi-prestasi. Ibarat seperti Romusa, tanpa ada support Fasilitas, Pelayanan dan juga minimnya anggaran untuk giat mahasiwa yang ingin meraih segudang prestasi.
Padahal jika melihat Rektor Kami Tercinta, Begitu semangatnya mangangkat nama kampus UNG serta apa yang disampaikan bahwa prestasi mahasiswa adalah hal yang paing utama, belum lagi ibunda tercinta, Wakil rektor III bagian kemahasiswaan dan alumni tiada henti-hentinya berusaha dan memfasilitasi kami anak-anak nya dalam ruanglingkup kampus Kerakyatan.
Hal ini berbanding terbalik yang kita rasakan di fakultas tertua FIP UNG. Yang kami katakana Sebagai birokrasi yang harusnya melindungi tapi sekarang terasa seperti ibu tiri. Bagaimana tidak, sikap birokrasi yang hanya selalu mengedepankan keuntungan birokrasi sampai rela mengekang hal-hal yang harusnya menjadi milik mahasiswanya sendiri. Dalam hal pendanaan setiap kegiatan masih saja rumit, dalam hal ini kami ormawa berfikir yang kami lakukan untuk mengkat nama kampus, terkesan hanya merugikan birokrasi.
Sekali lagi Tuntutan birokrasi agar supaya mahasiswanya berprestasi tapi ketika berinovasi selalu saja diintimidasi, selalu mengedepankan perhitungan untung rugi.
Birokrasi atau ibu tiri???
Beberapa kebijakan dirasa tumpang tindih, dimana pada awal kepengurusan dipertemuan perdana dengan ormawa, pihak birokrasi mengeluarkan statemen bahwa setiap kegiatan ormawa yg mengacu pada IKU (Indeks Prestasi Utama) akan didanai
Namun pada kenyataan, kami sempat mengusulkan proposal pelatihan NUDC yang jelas-jelas mengacu pada IKU namun nihil dan ditolak oleh pihak birokrasi, sehingga kami merasa bahwa yang terjadi tidak sesuai dengan pertemuan perdana dengan ormawa.
Selain itu, ada beberapa yang dirasa harus dibenahi oleh pihak birokrasi, salah satunya adalah bentuk pendampingan untuk mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang tidak jarang hanya sekedar menjadi delegasi fakultas pada perlombaan tingkat universitas tanpa ada pendampingan berupa pelatihan diawal waktu
Sehingga belakangan kita melihat fakultas kesulitan meraih prestasi ditingkat universitas.
melihat dari beberapa delegasi lomba dari FIP sangat kurang pengwalan dari pihak birokrasi, contoh MTQ dan KDMI. Saya berharap kedepan Fakultas bisa lebih memperhatikan hal-hal sperti in, karena kami slalu di tuntut untuk meraih prestasi di tingkat universitas maupun nasional namun pengwalan dari pihak birokrasi itu sangat kurang.
Saya Berharap Kritikan ini dapat membangun dan tidak mengintimidasi mahasiswa yang memberikan kritikan dan masukan untuk kampusnya tercinta khusus nya Fakultas Hijau Fakultas Ilmu Pendidikan.
You may like
-
Kuliah Gratis Sampai Lulus: UNG Buka Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Unggul 2026
-
Ribuan Mahasiswa UNG Sambut Antusias Kedatangan Menteri HAM RI Natalius Pigai
-
Penuh Makna! Halalbihalal UNG Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi
-
Momentum Penting! Mahasiswa Ners UNG Diterima di RSUD Dunda
-
Terjun Langsung! Mahasiswa UNG Perkuat Komunikasi Publik di Posko Ketupat
-
Aksi Spontan yang Menginspirasi, Rektor UNG Bagikan Takjil Gratis
Advertorial
Diikuti Maba dari 27 Provinsi: UNG Resmi Buka PKKMB 2026 Selama Lima Hari
Published
2 weeks agoon
10/08/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan pembekalan komprehensif mengenai dinamika perguruan tinggi kepada ribuan mahasiswa baru melalui agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang resmi dibuka pada Senin (10/8/2026).
Ketua Pelaksana PKKMB UNG, Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa PKKMB difungsikan sebagai wadah transisi guna mengenalkan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, norma kampus, hingga nilai-nilai dasar kemahasiswaan. Pembekalan ini menjadi fondasi awal pembinaan agar mahasiswa siap menjalani pembelajaran perguruan tinggi secara mandiri, aktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
“PKKMB tahun ini diikuti oleh 5.166 mahasiswa baru yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 10 hingga 14 Agustus 2026,” papar Zulkarnain.
Zulkarnain menambahkan, teknis PKKMB diatur secara berjenjang mulai dari tingkat universitas hingga fakultas. Sepanjang pelaksanaan, para peserta dibekali materi-materi esensial yang menopang perjalanan akademik mereka di UNG.
“Materi pembekalan mencakup wawasan kebangsaan dan bela negara, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, adaptasi perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter, hingga muatan lokal berbasis kearifan kawan Kawasan Teluk Tomini,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan krusialnya keikutsertaan mahasiswa baru dalam seluruh tahapan PKKMB. Menurutnya, pemahaman yang diperoleh selama PKKMB menjadi modal utama adaptasi dari atmosfer sekolah menengah menuju dunia perkuliahan.
“Karakteristik kehidupan kampus sangat berbeda dengan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pembekalan khusus ini mutlak diperlukan agar mahasiswa baru mampu memahami kultur belajar, sistem akademik, serta dinamika kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang akan dijalani,” ujar Rektor.
Prof. Eduart berpesan agar seluruh peserta mengikuti PKKMB hingga tuntas. Momen ini menjadi peta jalan (roadmap) awal yang memberi gambaran utuh tentang bagaimana mahasiswa akan mengarungi perjalanan akademik dan membina diri selama empat tahun ke depan di Kampus Kerakyatan UNG.
Advertorial
Sisihkan Puluhan Ribu Pendaftar: Rektor UNG Resmi Kukuhi 5.166 Mahasiswa Baru Tahun 2025/2026
Published
2 weeks agoon
10/08/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi mengukuhkan 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih yang tersebar di 11 fakultas tersebut sah menjadi bagian dari civitas akademika “Kampus Kerakyatan” UNG setelah mengikut ritual prosesi dalam Rapat Senat Terbuka.
Prosesi pengukuhan yang khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan universitas lainnya.
Dalam pidato almamaternya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa ribuan peserta yang dikukuhkan merupakan talenta terbaik yang berhasil lolos setelah menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi nasional maupun mandiri.
“Nikmati dan jalani dinamika kehidupan akademik di kampus dengan penuh suka cita. Tujuan utama menempuh pendidikan di sini adalah memperkuat kompetensi serta kualitas diri agar kelak dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Rektor UNG.
Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sebatas rutinitas kuliah harian. Status tersebut membawa amanah besar untuk terus mengasah potensi kepemimpinan, menanamkan kedisiplinan, serta menjaga ketekunan selama proses pembelajaran.
“Kesempatan emas mengecap pendidikan tinggi di UNG harus dimaksimalkan lewat kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya. Ini penting demi mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk segera beradaptasi dengan atmosfer kampus serta sistem akademik perguruan tinggi. Adaptasi yang cepat dinilai menjadi kunci utama agar mahasiswa mampu merampungkan studi tepat waktu dengan raihan prestasi yang membanggakan.
Advertorial
Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan
Published
2 weeks agoon
10/08/2026
UNG – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memberikan pembekalan langsung kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan agar mahasiswa mengubah pola pikir dan tidak menjadikan KKN sebatas rutinitas formalitas akademik.
Rektor menegaskan, masa pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat harus dimaknai sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar, menimba pengalaman riil, sekaligus menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan warga.
“Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga,” tegas Eduart.
Menurutnya, interaksi intensif di lokasi KKN menyajikan pembelajaran berharga yang tidak pernah didapatkan di dalam ruang kuliah. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu memetakan persoalan secara objektif agar program kerja yang dirancang benar-benar relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal.
Dalam mengeksekusi program, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk berpegang teguh pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batasan kewenangan, serta mengedepankan koordinasi intensif bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
“Jangan berjalan sendiri. Jika menemui kendala di lapangan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Program kerja yang dijalankan harus berbasis data kondisi nyata warga, bukan sekadar mengejar pemenuhan target laporan,” ujarnya.
Secara khusus, Prof. Eduart menggarisbawahi bahwa setiap peserta KKN merupakan Duta Almamater yang membawa nama besar UNG. Perilaku dan tutur kata mahasiswa di desa akan menjadi cermin penilaian masyarakat terhadap institusi.
“Jaga nama baik almamater. Etika, kesopanan, dan kemampuan menghargai kearifan lokal adalah pilar utama dalam pengabdian. Ingat, di lokasi KKN, Saudara sekalian adalah representasi UNG,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Rektor berpesan agar mahasiswa menjalani masa pengabdian dengan rasa gembira, dedikasi tinggi, dan penuh tanggung jawab. Melalui program ini, UNG menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter kepemimpinan yang tangguh.
Salurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031
Hadir Langsung di Pohuwato: Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir Instruksikan Pengurus Bentuk Struktur Hingga Desa
Respons Instruksi Wali Kota Adhan: Donasi ASN Pemkot Gorontalo untuk Bencana NTT Tembus Rp108 Juta
Meski Waktu Latihan Singkat: Siasat Paskibraka Pohuwato Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Kurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
Siap Guncang Panggung Vokasi Nasional: SMKN 3 Gorontalo Terjunkan Kontingen di 11 Cabang LKS 2026
Gebrakan Wali Kota Adhan Berbuah Manis, Kota Gorontalo Masuk Daftar 10 Kota Teraman Indonesia
Sita Ekskavator dan Amankan Pemodal: Polres Pohuwato Bongkar Tambang Emas Ilegal di Desa Teratai
Abaikan Penolakan Warga Sejak 2024: PT Celebes Bone Mineral Paksakan Konsultasi Publik Amdal di Bonepantai
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Ruang Literasi2 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
News3 months agoMenggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
-
Gorontalo3 months agoTak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
-
News3 months agoViral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
-
Kriminalitas3 months agoTUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
-
Advertorial2 months agoTembus Top 30 Global: Tiga Mahasiswi FEB UNG Siap Rebut Juara di Vietnam
