Connect with us

News

Stres Sakitnya tak Kunjung Sembuh, Pria di Limboto Pilih Gantung Diri

Published

on

KABGOR-Diduga stres karena penyakit yang diderita tak kunjung sembuh, seorang pria paruh baya asal Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo nekat menghabisi nyawanya dengan gantung diri. Jasad korban yang diketahui bernama Ibrahim Ice (50) ditemukan pada Jumat (1/5) pagi sekitar pukul 09.00 Wita menggantung di Pohon Jati area perkebunan.

Sebelumnya istri korban mengaku, bahwa korban pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 pamit hendak ke kebun.

“Namun pada Jum’at pagi kakak korban menemukan si korban sudah dengan keadaan tali dilehernya yang digantung di pohon jati,” ujar Kapolsek Limboto, Iptu Imbran A Panigoro.

Kepergian Korban meninggalkan istri dan 4 orang anaknya yang masih kecil. Selain diduga stres karena penyakit, korban juga kemungkinan besar putus asa dengan keadaan ekonomi yang semakin hari makin menjepit.

“Penyebab si korban bunuh diri ini diduga karena stres penyakit yang dideritanya di tengah pandemi ini, perekonomian susah, apalagi penyakitnya batuk sampai keluar darah dari hidung,” ungkap kapolsek.

Proses penyakit korban tak ada kaitannya dengan virus covid-19, maka pemakamannya pun dilakukan sebagaimana biasa tanpa prosedur kesehatan Covid-19.

“Cuma keluarga tidak menerima untuk kita otopsi jadi kami hanya melakukan visum luar, kita masih menunggu hasil visum dari Puskesmas Limboto” ujar kapolsek Iptu Imran.

News

Kena OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Aturan Karena Bekas Penyanyi dangdut

Published

on

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kali ini menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada awal Maret 2026. Dalam pembelaannya usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, Fadia melontarkan alasan yang cukup menyita perhatian publik: ia mengklaim tidak memahami aturan hukum dan tata kelola pemerintahan daerah karena latar belakangnya yang hanya seorang mantan penyanyi dangdut.

Putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq ini berdalih bahwa dirinya bukanlah seorang birokrat tulen. Oleh sebab itu, segala urusan teknis terkait birokrasi pemerintahan selama ia menjabat diklaim telah diserahkan sepenuhnya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan.

Namun, alasan tersebut langsung ditepis dengan tegas oleh pihak lembaga antirasuah. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menilai argumen Fadia sangat tidak berdasar mengingat rekam jejak politiknya yang sudah cukup panjang.

“FAR adalah seorang Bupati atau penyelenggara negara selama dua periode, serta satu kali menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016, sehingga sudah semestinya FAR memahami pelaksanaan prinsip-prinsip good governance pada pemerintah daerah,” tegas Asep.

Berdasarkan hasil penyidikan, Fadia ditetapkan sebagai tersangka tunggal atas dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing (tenaga alih daya) dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2023-2026. Praktik lancung ini diduga kuat dikendalikan untuk meraup keuntungan pribadi, di mana keluarga sang bupati ditaksir telah menikmati aliran dana hingga Rp19 miliar.

Modus operandi yang digunakan pun terbilang terencana. KPK mengungkap bahwa PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) yang kerap mendapat jatah proyek terafiliasi kuat dengan Fadia. Bahkan, Direktur PT RNB yang bernama Rul Bayatun sebenarnya berstatus sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dari sang bupati, di mana posisinya sebagai direksi diduga sekadar formalitas belaka.

Ditangkap Saat Mengisi Daya Mobil Listrik dan Menyeret Belasan Pihak

Penangkapan sosok bupati yang dilaporkan ke LHKPN memiliki total harta kekayaan mencapai Rp85,6 miliar ini juga memiliki cerita tersendiri. Berdasarkan informasi, tim KPK mendapati Fadia sedang berada di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

“Nah ketika sampai ke Semarang itu, ya itu juga semacam keberuntungan lah. Dicari ternyata mobil-mobil listrik ada gitu. Lagi di cas, lagi diisi. Nah di situlah ketemunya,” ungkap Asep menceritakan momen penangkapan tersebut.

Dalam operasi senyap tersebut, Fadia tidak diamankan sendirian. Tim penyidik membawa total 14 orang untuk diperiksa secara maraton di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dari belasan orang yang diciduk—yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pihak swasta—Sekda Pemkab Pekalongan, HM Yulian Akbar, turut masuk dalam rombongan yang digiring ke ibukota. Untuk mendalami konstruksi perkara, KPK juga telah menyegel sejumlah ruangan penting di kantor Pemkab Pekalongan dan menyita berbagai barang bukti elektronik beserta kendaraan roda empat.

Continue Reading

News

Minta Keadilan: Pilu Selebgram Nabilah O’Brien, Korban Pencurian yang Jadi Tersangka Polisi

Published

on

JAKARTA – Niat hati mencari keadilan usai tempat usahanya dijarah, selebgram Nabilah O’Brien justru harus menelan pil pahit. Alih-alih mendapatkan perlindungan sebagai korban, wanita pengusaha ini kini mendapati dirinya berstatus sebagai tersangka di Bareskrim Polri.

Kasus ini bermula dari sebuah insiden keributan yang berujung pada dugaan tindak pencurian di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam, yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada September 2025 lalu. Berdasarkan laporan tambahan dari pantauan media Liputan6, insiden tersebut dipicu oleh pelanggan—yang belakangan diketahui sebagai musisi Zendhy Kusuma dan istrinya, Evi Santi—yang merangsek masuk ke area dapur yang dilarang untuk pengunjung. Di sana, mereka diduga membentak kepala dapur, memukul lemari pendingin, mengancam akan mengobrak-abrik restoran, hingga akhirnya pergi membawa 11 bungkus makanan dan 3 minuman senilai Rp530 ribu tanpa membayar sepeser pun.

Berdasarkan tayangan CCTV yang sempat diunggah Nabilah, salah satu staf restoran telah berusaha mengejar pasangan tersebut hingga ke area parkir untuk menagih pembayaran. Namun, iktikad baik tersebut tidak diindahkan.

“Pas saya samperin ke mobilnya, dia jawab ‘Tadi janjinya apa?”

Meskipun pada perkembangannya Zendhy dan Evi sempat ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencurian, angin tiba-tiba berbalik arah menghantam Nabilah. Selama lima bulan terakhir, ia memilih bungkam karena dirundung ketakutan. Menurut penuturannya yang juga disorot oleh JawaPos, Nabilah mengaku mendapat tekanan hebat untuk meralat pernyataannya. Ia dipaksa mengakui bahwa bukti rekaman CCTV yang ia bagikan adalah fitnah, bahkan dimintai uang damai sebesar Rp 1 miliar.

Kini, merasa terpojok dan kehabisan cara untuk membela diri, Nabilah akhirnya memberanikan diri muncul ke publik. Ia menggunakan platform media sosialnya untuk memohon pertolongan langsung kepada jajaran petinggi hukum di negeri ini.

Dalam curahan hatinya, Nabilah memohon dengan sangat agar suaranya didengar:

“Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon berikan (kepastian) hukum. Saya korban pencurian, saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan. Hanya ini yang bisa saya lakukan, saya tidak tahu harus belindung kemana,” jelas dia.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik yang mempertanyakan integritas proses hukum yang berjalan, di mana batas antara korban dan pelaku seolah menjadi bias.

Continue Reading

News

Tembus 2.000 Km, Drone Shahed Iran Hantam RAF Akrotiri di Siprus

Published

on

Iran disebut berhasil mengirim drone Shahed sejauh sekitar 2.000 km hingga menghantam pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus, memantik kekhawatiran baru atas kemampuan pertahanan udara Barat dan eskalasi ketegangan dengan Teheran. Insiden yang terjadi sesaat lewat tengah malam itu mengenai area landasan dan menimbulkan kerusakan material terbatas tanpa korban jiwa, namun cukup untuk memicu status siaga tinggi di pangkalan yang menjadi salah satu titik kunci operasi Inggris di Mediterania timur.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa negara itu “tidak berada dalam keadaan perang” walau pangkalan militernya diserang, serta memindahkan keluarga personel dari Akrotiri sebagai langkah pencegahan sambil memperkuat patroli udara dan pertahanan sekitar Siprus. Dalam penjelasannya kepada parlemen, Perdana Menteri Keir Starmer menekankan: “We are not joining the US and Israeli offensive strikes. The basis of our decision is the collective self-defence of longstanding friends and allies.”

Analis militer menilai serangan ini sebagai sinyal bahwa drone Shahed berbiaya relatif rendah namun berjangkauan jauh mampu menembus lapisan pertahanan di wilayah NATO, apalagi puing-puing yang ditemukan dilaporkan memuat teknologi anti-jamming buatan Rusia yang dirancang untuk melawan gangguan elektronik Barat. Meski dampak fisik di Akrotiri terbatas, pesan strategisnya jelas: pangkalan-pangkalan Barat di Mediterania timur kini berada dalam jangkauan serangan drone Iran, memaksa NATO mengevaluasi ulang arsitektur pertahanan udaranya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler