<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aldy ibura Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/aldy-ibura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/aldy-ibura/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Jan 2022 17:20:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Aldy ibura Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/aldy-ibura/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk dan Atas Nama Mahasiswa.</title>
		<link>https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=untuk-dan-atas-nama-mahasiswa</link>
					<comments>https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2022 17:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aldy ibura]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=13087</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/">Untuk dan Atas Nama Mahasiswa.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/">Untuk dan Atas Nama Mahasiswa.</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Beberapa hari terakhir kita menyaksikan sebuah ironi dengan beberapa hal yang beredar dengan sungguh ‘gelap’ terhadap seorang mahasiswa yang sedang berjuang di tengah jalur studi yang sebentar lagi mestinya selesai (wisuda). Seorang manusia, anak dan saudara yang telah 9 (sembilan) hari berada di balik tiang-tiang besi negara. Melalui tulisan kita bisa bersuara, melalui himpunan aksara kita berusaha untuk berkata-kata menyampaikan sesuatu yang perlu dan menjangkau telinga serta dinding-dinding jiwa manusia. Pemikiran (publik) orang banyak tentang mahasiswa di Gorontalo yang melakukan dugaan penggelapan uang sebesar Rp110.000.000 dalam pelaksanaan kegiatan seminar harus benar-benar diluruskan, bagi kami ini adalah murni kesalahan dalam manajemen kegiatan dan kami berkeyakinan saudara mahasiswa kami tersebut tidak sedikitpun memiliki niat bahkan melakukan tindakan yang terlanjur beredar dengan arus serta bentuk yang sangat suram di khalayak. Di mana pada pelaksanaan kegiatan ini semata-mata berdasarkan pada cita-cita untuk menaikkan citra dari kampus kami tercinta. Kegiatan yang bagi kami cukup spektakuler tersebut bertajuk Creators Nation yang bertujuan untuk menciptakan dan menguatkan semangat berwirausaha di Gorontalo. Beberapa pengusaha sukses menjadi pembicara dalam seminar tersebut hingga menghadirkan tokoh nasional yang “pulang kampung” untuk berbagi bersama publik Gorontalo, yakni Bapak Sandiaga Uno selaku pambicara utama. Pada penghujung rangkaian kegiatan yang juga sempat memecahkan rekor pembuatan pia (kue) itu ditutup dengan konser Fourtwnty dan Beranda Rumah Mangga (Braga) yang menghentak Gorontalo dengan lagu-lagu indah mereka. Ekspektasi dari kegiatan ini sederhana, agar mahasiswa terlibat aktif dan responsif terhadap dunia enterpreneur serta kampus menjadi lebih bermanfaat dengan citra yang kokoh. Namun, di balik harapan itu terdapat kendala yang menjadi latar persoalan di mana peserta yang hadir tidak mencapai target yang telah direncakanan oleh saudara-saudara mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Pada pelaksanaan kegiatan ini ditargetkan kurang lebih 2.500 peserta, sementara yang terjadi di lapangan peserta yang ikut, kurang mencapai 50%. Peserta yang tidak mencapai 50%, sementara atribut yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana kegiatan itu sesuai dengan target yang ada. Atribut tersebut dipesan dan merupakan utang. Di sinilah letak kesalahan manajemen kegiatan dan akar dari persoalan yang terjadi. Bukan seperti apa yang diberitakan di berbagai media massa dengan ragam judul yang suram dan berpotensi menyesatkan pandangan khalayak, di antaranya, “penggelapan uang seminar, nilep uang” dan sebagainya. Kami sadar bahwa negara ini adalah negara hukum, kami sangat menghargai proses hukum yang sementara berjalan meski mengakibatkan saudara kami telah ditahan oleh aparat penegak hukum. Perlu ditegaskan pula, bahwa sedari awal sampai dengan saat ini saudara kami tetap beriktikad baik dan masih terus berkomunikasi dengan vendor untuk menyelasaikan utang yang masih tersisa serta vendor yang selalu bijaksana dan terus mendukung saudara mahasiswa tersebut terhadap persoalan ini. Sebelumnya saudara kami sudah membayar kurang lebih Rp7.000.000, sehingga sisa utang tersebut masih sekitar Rp103.000.000. Kami mengenal baik saudara kami, dia adalah mahasiswa yang bertanggungjawab. Maka dengan perilaku beliau yang baik dan bertanggungjawab, tergerak hati kami untuk membantu meringankan dengan mengajak semua mahasiswa untuk kiranya berkenan ikut serta dalam aksi penggalangan dana “Seribu Rupiah, Humanity Action”. Aksi kemanusiaan untuk dan atas nama mahasiswa ini murni sebagai bentuk dukungan dan dilakuan sebagai kepedulian kami kepada sesama mahasiswa, hati kami tergerak karena kami sadar bahwa tentang persoalan ini adalah murni kesalahan manajemen kegiatan, yang dengan hal ini kami berpikir bahwa tidak semua masalah berujung penjara dan harus yang bersangkutan selesaikan sendiri. Di sisi lain, aksi ini pula lahir dengan pertanyaan yang sederhana, bagaimana jika kami di posisi rumit tersebut? Kami masih percaya bahwa suara dan cita-cita terhadap sesama manusia masih selalu bergetar dan menyala. Sungguh wajib disyukuri karena kita masih bersama pada sesuatu yang penting dalam upaya membantu meringankan/memecahkan masalah yang membebani salah satu manusia yang juga merupakan sahabat/saudara kita dengan identitas yang identik, yakni mahasiswa. Hormat, cinta dan perjuangan selalu dan selamanya ada. Penulis, Aldy Ibura Koordinator Isu Sosial Politik BEM Nusantara.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Beberapa hari terakhir kita menyaksikan sebuah ironi dengan beberapa hal yang beredar dengan sungguh ‘gelap’ terhadap seorang mahasiswa yang sedang berjuang di tengah jalur studi yang sebentar lagi mestinya selesai (wisuda). Seorang manusia, anak dan saudara yang telah 9 (sembilan) hari berada di balik tiang-tiang besi negara.</p>
<p>Melalui tulisan kita bisa bersuara, melalui himpunan aksara kita berusaha untuk berkata-kata menyampaikan sesuatu yang perlu dan menjangkau telinga serta dinding-dinding jiwa manusia.</p>
<p>Pemikiran (publik) orang banyak tentang mahasiswa di Gorontalo yang melakukan dugaan penggelapan uang sebesar Rp110.000.000 dalam pelaksanaan kegiatan seminar harus benar-benar diluruskan, bagi kami ini adalah murni kesalahan dalam manajemen kegiatan dan kami berkeyakinan saudara mahasiswa kami tersebut tidak sedikitpun memiliki niat bahkan melakukan tindakan yang terlanjur beredar dengan arus serta bentuk yang sangat suram di khalayak.</p>
<p>Di mana pada pelaksanaan kegiatan ini semata-mata berdasarkan pada cita-cita untuk menaikkan citra dari kampus kami tercinta. Kegiatan yang bagi kami cukup spektakuler tersebut bertajuk Creators Nation yang bertujuan untuk menciptakan dan menguatkan semangat berwirausaha di Gorontalo. Beberapa pengusaha sukses menjadi pembicara dalam seminar tersebut hingga menghadirkan tokoh nasional yang “pulang kampung” untuk berbagi bersama publik Gorontalo, yakni Bapak Sandiaga Uno selaku pambicara utama. Pada penghujung rangkaian kegiatan yang juga sempat memecahkan rekor pembuatan pia (kue) itu ditutup dengan konser Fourtwnty dan Beranda Rumah Mangga (Braga) yang menghentak Gorontalo dengan lagu-lagu indah mereka.</p>
<p>Ekspektasi dari kegiatan ini sederhana, agar mahasiswa terlibat aktif dan responsif terhadap dunia enterpreneur serta kampus menjadi lebih bermanfaat dengan citra yang kokoh. Namun, di balik harapan itu terdapat kendala yang menjadi latar persoalan di mana peserta yang hadir tidak mencapai target yang telah direncakanan oleh saudara-saudara mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan.</p>
<p>Pada pelaksanaan kegiatan ini ditargetkan kurang lebih 2.500 peserta, sementara yang terjadi di lapangan peserta yang ikut, kurang mencapai 50%. Peserta yang tidak mencapai 50%, sementara atribut yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana kegiatan itu sesuai dengan target yang ada. Atribut tersebut dipesan dan merupakan utang. Di sinilah letak kesalahan manajemen kegiatan dan akar dari persoalan yang terjadi. Bukan seperti apa yang diberitakan di berbagai media massa dengan ragam judul yang suram dan berpotensi menyesatkan pandangan khalayak, di antaranya, “penggelapan uang seminar, nilep uang” dan sebagainya.</p>
<p>Kami sadar bahwa negara ini adalah negara hukum, kami sangat menghargai proses hukum yang sementara berjalan meski mengakibatkan saudara kami telah ditahan oleh aparat penegak hukum. Perlu ditegaskan pula, bahwa sedari awal sampai dengan saat ini saudara kami tetap beriktikad baik dan masih terus berkomunikasi dengan vendor untuk menyelasaikan utang yang masih tersisa serta vendor yang selalu bijaksana dan terus mendukung saudara mahasiswa tersebut terhadap persoalan ini. Sebelumnya saudara kami sudah membayar kurang lebih Rp7.000.000, sehingga sisa utang tersebut masih sekitar Rp103.000.000.</p>
<p>Kami mengenal baik saudara kami, dia adalah mahasiswa yang bertanggungjawab. Maka dengan perilaku beliau yang baik dan bertanggungjawab, tergerak hati kami untuk membantu meringankan dengan mengajak semua mahasiswa untuk kiranya berkenan ikut serta dalam aksi penggalangan dana “Seribu Rupiah, Humanity Action”.</p>
<p>Aksi kemanusiaan untuk dan atas nama mahasiswa ini murni sebagai bentuk dukungan dan dilakuan sebagai kepedulian kami kepada sesama mahasiswa, hati kami tergerak karena kami sadar bahwa tentang persoalan ini adalah murni kesalahan manajemen kegiatan, yang dengan hal ini kami berpikir bahwa tidak semua masalah berujung penjara dan harus yang bersangkutan selesaikan sendiri. Di sisi lain, aksi ini pula lahir dengan pertanyaan yang sederhana, bagaimana jika kami di posisi rumit tersebut?</p>
<p>Kami masih percaya bahwa suara dan cita-cita terhadap sesama manusia masih selalu bergetar dan menyala. Sungguh wajib disyukuri karena kita masih bersama pada sesuatu yang penting dalam upaya membantu meringankan/memecahkan masalah yang membebani salah satu manusia yang juga merupakan sahabat/saudara kita dengan identitas yang identik, yakni mahasiswa. Hormat, cinta dan perjuangan selalu dan selamanya ada.</p>
<p>Penulis, Aldy Ibura Koordinator Isu Sosial Politik BEM Nusantara.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/">Untuk dan Atas Nama Mahasiswa.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/">Untuk dan Atas Nama Mahasiswa.</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/untuk-dan-atas-nama-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun</title>
		<link>https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun</link>
					<comments>https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 14:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aldy ibura]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=11032</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Sedikit menakwilkan Sejarah berdirinya Kampus yang saat ini dijuluki sebagai Kampus Kerakyatan, Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/">Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/">Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Sedikit menakwilkan Sejarah berdirinya Kampus yang saat ini dijuluki sebagai Kampus Kerakyatan, Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo. Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo. Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004. (Wikipedia) Sejak Bulan September 2019 Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT terpilih dan dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo. Diusia UNG yang ke 58 Tahun dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. UNG tidak hanya berinovasi, tetapi telah banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat, contoh kecil program kerja yang telah dibuat UNG yakni penerangan di dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kab. Gorontalo, wilayah yang tidak sama sekali tersentuh oleh Listrik, dan masih banyak kebijakan lainnya. Sebagai pimpinan kampus Pak Rektor telah banyak memberikan kontirbusi positif. Terlebih pada kondisi pandemi Covid 19. Kebijakan yang dibuat tentu semata-mata untuk Masyarakat, lebih Khusus pada masyarakat UNG tercinta. Kebijakan dan Program kerja ini meliputi pembentukan Crisis Center UNG, terlibat Aktif dalam Menyusun kebijakan Untuk Pemerintah daerah Gorontalo dalam penangan Covid 19, mencanangkan desa Pancasila, Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, sampai Pemerintah daerah Maluku Utara. Hal Ini dilakukan antara lain membahas tentang mahasiswa yang berada di daerah tersebut yang menimbah ilmu di Kampus Kerakyatan UNG, dan masih banyak lagi giat dari UNG untuk meningkatkan Citra UNG yang Unggul dan Berdaya saing. Jika dijabarkan program kerja selama 2 tahun capaian UNG dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. tentu akan banyak dan memenuhi halaman tulisan ini. Bagi saya Bapak Rektor Bukan hanya sekedar Pimpinan Kampus, beliau pun sering memebrikan nasehat dan masukan ibarat seorang Ayah, terkadang jika ada masukan dan aspirasi dari kawan-kawan Mahasiswa didalam Kampus, Respon beliau sangat cepat dan meberikan solusi, tanpa harus menghadap dan melakukan rapat, sekalipun ditengah-tengah kesibukan dan agenda kerja yang begitu padat, hal ini terbukti, sampai dengan saat ini masih aktif berkomunikasi melalui via telephon, Whatsapp dan media sosial lainnya. Diakhir tulisan ini, saya ingin menyapaikan besar harapan bahwa untuk UNG terus Berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata Kepada masyarakat dan Negara sebagaimana maksud dari Tri Dharma Perguruan tinggi. Selamat Dies Natalis yang ke 58 Untuk kampus tercinta, dan Terima kasih Untuk Bapak Rektor UNG Atas Ide, Gagasan dan Inovasinya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Sedikit menakwilkan Sejarah berdirinya Kampus yang saat ini dijuluki sebagai Kampus Kerakyatan, Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.</p>
<p>Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.</p>
<p>Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004. (Wikipedia)</p>
<p>Sejak Bulan September 2019 Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT terpilih dan dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo.</p>
<p>Diusia UNG yang ke 58 Tahun dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. UNG tidak hanya berinovasi, tetapi telah banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat, contoh kecil program kerja yang telah dibuat UNG yakni penerangan di dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kab. Gorontalo, wilayah yang tidak sama sekali tersentuh oleh Listrik, dan masih banyak kebijakan lainnya.</p>
<p>Sebagai pimpinan kampus Pak Rektor telah banyak memberikan kontirbusi positif. Terlebih pada kondisi pandemi Covid 19. Kebijakan yang dibuat tentu semata-mata untuk Masyarakat, lebih Khusus pada masyarakat UNG tercinta.</p>
<p>Kebijakan dan Program kerja ini meliputi pembentukan Crisis Center UNG, terlibat Aktif dalam Menyusun kebijakan Untuk Pemerintah daerah Gorontalo dalam penangan Covid 19, mencanangkan desa Pancasila, Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, sampai Pemerintah daerah Maluku Utara.</p>
<p>Hal Ini dilakukan antara lain membahas tentang mahasiswa yang berada di daerah tersebut yang menimbah ilmu di Kampus Kerakyatan UNG, dan masih banyak lagi giat dari UNG untuk meningkatkan Citra UNG yang Unggul dan Berdaya saing.</p>
<p>Jika dijabarkan program kerja selama 2 tahun capaian UNG dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. tentu akan banyak dan memenuhi halaman tulisan ini.</p>
<p>Bagi saya Bapak Rektor Bukan hanya sekedar Pimpinan Kampus, beliau pun sering memebrikan nasehat dan masukan ibarat seorang Ayah, terkadang jika ada masukan dan aspirasi dari kawan-kawan Mahasiswa didalam Kampus, Respon beliau sangat cepat dan meberikan solusi, tanpa harus menghadap dan melakukan rapat, sekalipun ditengah-tengah kesibukan dan agenda kerja yang begitu padat, hal ini terbukti, sampai dengan saat ini masih aktif berkomunikasi melalui via telephon, Whatsapp dan media sosial lainnya.</p>
<p>Diakhir tulisan ini, saya ingin menyapaikan besar harapan bahwa untuk UNG terus Berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata Kepada masyarakat dan Negara sebagaimana maksud dari Tri Dharma Perguruan tinggi.</p>
<p>Selamat Dies Natalis yang ke 58 Untuk kampus tercinta, dan Terima kasih Untuk Bapak Rektor UNG Atas Ide, Gagasan dan Inovasinya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/">Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/">Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/membangun-inovasi-untuk-kemanusiaan-diusia-ung-yang-ke-58-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aldy Ibura Minta Pimpinan PLN Pecat Oknum (P2TL) Yang Melakukan Pungli</title>
		<link>https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli</link>
					<comments>https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2021 13:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Aldy ibura]]></category>
		<category><![CDATA[P2tl]]></category>
		<category><![CDATA[Pln]]></category>
		<category><![CDATA[Pln rayon pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli pln]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=10829</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO &#8211; Selaku Koordinator BEM/DEMA Se Sulawesi Aldi Ibura mengecam keras tidakan oknum P2TL, dan meminta kepada Pimpinan PLN Rayon Pohuwato/Marisa Untuk memberhentikan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang meresahkan karena diduga melakukan pungli ke masyarakat. &#8220;Apabila hal ini tidak diseriusi maka, jangan salahkan kami akan melakukan presur masa Bersama masyarakat, sesegera mungkin saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/">Aldy Ibura Minta Pimpinan PLN Pecat Oknum (P2TL) Yang Melakukan Pungli</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/">Aldy Ibura Minta Pimpinan PLN Pecat Oknum (P2TL) Yang Melakukan Pungli</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Selaku Koordinator BEM/DEMA Se Sulawesi Aldi Ibura mengecam keras tidakan oknum P2TL, dan meminta kepada Pimpinan PLN Rayon Pohuwato/Marisa Untuk memberhentikan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang meresahkan karena diduga melakukan pungli ke masyarakat. \"Apabila hal ini tidak diseriusi maka, jangan salahkan kami akan melakukan presur masa Bersama masyarakat, sesegera mungkin saya akan membuat surat laporan terkait dengan kasus ini, dan akan memasukan surat pemberitahuan aksi,\" Tegas Aldi. Sebelumnya, Aldi mengakui di Desa Bendungan kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, telah terjadi beberapa Kejanggalan yang dilakukan oleh petugas Penertiban Pemakai Tenaga Listrik (P2TL). Dimana ada dugaan pungutan uang denda yang berkisar Rp. 600.000 sampai dengan Rp. 7.200.000 serta pemutusan Meteran listrik. \"Hal ini tentu menjadi tanda tanya dikalangan masyarakat Awam!, pasalnya Petugas P2TL memberikan keterangan bahwa masyarakat yang dikenakan denda itu, terdapat magnet yang berwarna merah di dalam meteran listrik,\" Jelas Aldi. Ia mengatakan hal ini sungguh tidak rasional, dimana sesuai penjelasan masyarakat yang memberikan aduan kepada dirinya bahwa mereka dari awal pemasangan sampai dengan di cabutnya Meteran tersebut tidak pernah mengotak-atik atau samapai membongkar meteran tersebut. \"Sebab bagi saya hal ini tidak mungkin dilakukan oleh Masyarakat tersebut, dimana Masyarakat yang bersangkutan tidak mempunyai keahlian untuk membongkar pasang Meteran, yang tentunya ini akan membahayakan keselamatan diri,\" Imbuh Aldi. \"Bagi saya Hal yang paling Rancu dan menguatkan kejanggalan yang dilakukan oleh Oknum P2TL ini yakni meminta Besaran Uang Rp. 7.200.000 sebagai Denda masalah tersbut, parahnya, Oknum P2TL ini memberikan tarif Nego (bisa turun harga) dan cicilan sebagai bentuk kooperatif mereka,\" Ungkapnya lagi. \"Yang paling sangat disayangkan transaksi ini dilakukan dilapangan atau 86 di tempat, jika tidak membayar maka konsekuensi nya meteran akan langsung diputuskan,\" Kata Aldi. Terakhir Aldi mengharapkan perhatian dari pemerintah setempat dan aparat penegak hukum utuk dapat menyelesaikan kasus ini, sebab saat ini masyarakat sudah sangat susah dengan kondisi pandemi ini. \"Belum lagi jika dirumah mereka sudah tidak memiliki aliran listrik, lengkap sudah penderita yang dirasakan oleh masyarakat,\" Ujarnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO &#8211; Selaku Koordinator BEM/DEMA Se Sulawesi Aldi Ibura mengecam keras tidakan oknum P2TL, dan meminta kepada Pimpinan PLN Rayon Pohuwato/Marisa Untuk memberhentikan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang meresahkan karena diduga melakukan pungli ke masyarakat.</p>
<p>&#8220;Apabila hal ini tidak diseriusi maka, jangan salahkan kami akan melakukan presur masa Bersama masyarakat, sesegera mungkin saya akan membuat surat laporan terkait dengan kasus ini, dan akan memasukan surat pemberitahuan aksi,&#8221; Tegas Aldi.</p>
<p>Sebelumnya, Aldi mengakui di Desa Bendungan kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, telah terjadi beberapa Kejanggalan yang dilakukan oleh petugas Penertiban Pemakai Tenaga Listrik (P2TL).</p>
<p>Dimana ada dugaan pungutan uang denda yang berkisar Rp. 600.000 sampai dengan Rp. 7.200.000 serta pemutusan Meteran listrik.</p>
<p>&#8220;Hal ini tentu menjadi tanda tanya dikalangan masyarakat Awam!, pasalnya Petugas P2TL memberikan keterangan bahwa masyarakat yang dikenakan denda itu, terdapat magnet yang berwarna merah di dalam meteran listrik,&#8221; Jelas Aldi.</p>
<p>Ia mengatakan hal ini sungguh tidak rasional, dimana sesuai penjelasan masyarakat yang memberikan aduan kepada dirinya bahwa mereka dari awal pemasangan sampai dengan di cabutnya Meteran tersebut tidak pernah mengotak-atik atau samapai membongkar meteran tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebab bagi saya hal ini tidak mungkin dilakukan oleh Masyarakat tersebut, dimana Masyarakat yang bersangkutan tidak mempunyai keahlian untuk membongkar pasang Meteran, yang tentunya ini akan membahayakan keselamatan diri,&#8221; Imbuh Aldi.</p>
<p>&#8220;Bagi saya Hal yang paling Rancu dan menguatkan kejanggalan yang dilakukan oleh Oknum P2TL ini yakni meminta Besaran Uang Rp. 7.200.000 sebagai Denda masalah tersbut, parahnya, Oknum P2TL ini memberikan tarif Nego (bisa turun harga) dan cicilan sebagai bentuk kooperatif mereka,&#8221; Ungkapnya lagi.</p>
<p>&#8220;Yang paling sangat disayangkan transaksi ini dilakukan dilapangan atau 86 di tempat, jika tidak membayar maka konsekuensi nya meteran akan langsung diputuskan,&#8221; Kata Aldi.</p>
<p>Terakhir Aldi mengharapkan perhatian dari pemerintah setempat dan aparat penegak hukum utuk dapat menyelesaikan kasus ini, sebab saat ini masyarakat sudah sangat susah dengan kondisi pandemi ini.</p>
<p>&#8220;Belum lagi jika dirumah mereka sudah tidak memiliki aliran listrik, lengkap sudah penderita yang dirasakan oleh masyarakat,&#8221; Ujarnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/">Aldy Ibura Minta Pimpinan PLN Pecat Oknum (P2TL) Yang Melakukan Pungli</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/">Aldy Ibura Minta Pimpinan PLN Pecat Oknum (P2TL) Yang Melakukan Pungli</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/aldy-ibura-minta-pimpinan-pln-pecat-oknum-p2tl-yang-melakukan-pungli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
