UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Membangun Inovasi untuk Kemanusiaan diusia UNG yang ke 58 Tahun
Published
5 years agoon
UNG – Sedikit menakwilkan Sejarah berdirinya Kampus yang saat ini dijuluki sebagai Kampus Kerakyatan, Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.
Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004. (Wikipedia)
Sejak Bulan September 2019 Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT terpilih dan dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo.
Diusia UNG yang ke 58 Tahun dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. UNG tidak hanya berinovasi, tetapi telah banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat, contoh kecil program kerja yang telah dibuat UNG yakni penerangan di dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kab. Gorontalo, wilayah yang tidak sama sekali tersentuh oleh Listrik, dan masih banyak kebijakan lainnya.
Sebagai pimpinan kampus Pak Rektor telah banyak memberikan kontirbusi positif. Terlebih pada kondisi pandemi Covid 19. Kebijakan yang dibuat tentu semata-mata untuk Masyarakat, lebih Khusus pada masyarakat UNG tercinta.
Kebijakan dan Program kerja ini meliputi pembentukan Crisis Center UNG, terlibat Aktif dalam Menyusun kebijakan Untuk Pemerintah daerah Gorontalo dalam penangan Covid 19, mencanangkan desa Pancasila, Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, sampai Pemerintah daerah Maluku Utara.
Hal Ini dilakukan antara lain membahas tentang mahasiswa yang berada di daerah tersebut yang menimbah ilmu di Kampus Kerakyatan UNG, dan masih banyak lagi giat dari UNG untuk meningkatkan Citra UNG yang Unggul dan Berdaya saing.
Jika dijabarkan program kerja selama 2 tahun capaian UNG dibawa kepemimpinan Bapak Dr. Eduart Wolok, ST, MT. tentu akan banyak dan memenuhi halaman tulisan ini.
Bagi saya Bapak Rektor Bukan hanya sekedar Pimpinan Kampus, beliau pun sering memebrikan nasehat dan masukan ibarat seorang Ayah, terkadang jika ada masukan dan aspirasi dari kawan-kawan Mahasiswa didalam Kampus, Respon beliau sangat cepat dan meberikan solusi, tanpa harus menghadap dan melakukan rapat, sekalipun ditengah-tengah kesibukan dan agenda kerja yang begitu padat, hal ini terbukti, sampai dengan saat ini masih aktif berkomunikasi melalui via telephon, Whatsapp dan media sosial lainnya.
Diakhir tulisan ini, saya ingin menyapaikan besar harapan bahwa untuk UNG terus Berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata Kepada masyarakat dan Negara sebagaimana maksud dari Tri Dharma Perguruan tinggi.
Selamat Dies Natalis yang ke 58 Untuk kampus tercinta, dan Terima kasih Untuk Bapak Rektor UNG Atas Ide, Gagasan dan Inovasinya.
You may like
-
Benteng Budaya Antikorupsi! Pascasarjana UNG Gelar Kuliah Umum Mitigasi Korupsi
-
Cetak Sejarah Baru! Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Ajang Peksiminas 2026
-
Hadirkan Dampak Nyata! UNG Terjunkan 1.108 Mahasiswa di Program UNG Mengajar Batch 10
-
Siap Harumkan Daerah! 27 Mahasiswa UNG Berlaga di Peksiminas XVIII 2026
-
Bantu Ibu Hamil Rileks, KKN UNG Ciptakan Aromaterapi Jeruk Nipis di Desa Tolotio
-
Cetak Sejarah Baru! UNG Resmi Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana
Advertorial
Benteng Budaya Antikorupsi! Pascasarjana UNG Gelar Kuliah Umum Mitigasi Korupsi
Published
11 hours agoon
09/09/2026
UNG – Membangun institusi pendidikan yang bersih dan berintegritas tidak cukup sekadar mengandalkan penerapan regulasi dan sistem formal. Kesadaran untuk mencegah praktik korupsi perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan akademik, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional masa depan.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui pelaksanaan kuliah umum bertema “Penguatan Integritas melalui Mitigasi Korupsi dalam Mewujudkan Tata Kelola Institusi Pendidikan yang Bersih, Transparan, dan Berintegritas”. Agenda ini berlangsung di Aula Rektorat UNG pada Senin (7/9/2026).
Kuliah umum tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa Program Pascasarjana UNG dengan menghadirkan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, S.H., M.H., sebagai pemateri utama.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi konkret dari kerja sama yang terjalin antara UNG dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, terutama dalam memperkuat pemahaman terkait integritas, pencegahan korupsi, serta pentingnya penerapan tata kelola yang baik (good governance) di lingkungan perguruan tinggi.
Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, M.P., mengungkapkan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari rangkaian awal proses pembelajaran bagi mahasiswa Pascasarjana. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai moral yang wajib dijunjung selama masa studi.
“Ini menjadi bagian dari proses awal perkuliahan di lingkungan Pascasarjana, dengan tujuan memberikan penguatan dan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran,” ungkap Prof. Mahludin.
Ia menilai, pembentukan karakter akademik tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, melainkan harus dibarengi dengan integritas, rasa tanggung jawab, dan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai kejujuran.
Di sisi lain, Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Hidayat Koniyo, menilai tema yang diusung sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini.
Ia menegaskan bahwa pembekalan wawasan mengenai pencegahan korupsi sangat krusial bagi mahasiswa, agar mereka memiliki fondasi etika yang kokoh saat menjalani kehidupan akademik maupun ketika nantinya berkiprah di dunia profesional.
“Kuliah umum ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa. Terlebih tema yang diangkat sangat strategis dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi, sekaligus sebagai langkah mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” jelas Hidayat.
Melalui agenda ini, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak sekadar memahami korupsi dari aspek hukum semata, tetapi juga mampu mengenali berbagai bentuk risiko serta potensi penyimpangan dalam pengelolaan lembaga.
Sinergi berkelanjutan bersama Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui kegiatan edukatif ini menjadi langkah nyata kampus dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus memperkokoh budaya antikorupsi di lingkungan UNG.
Advertorial
Cetak Sejarah Baru! Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Ajang Peksiminas 2026
Published
1 day agoon
08/09/2026
UNG – Aktivitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) selama ini identik dengan jadwal akademik yang padat, tumpukan buku tebal, praktikum laboratorium, hingga berbagai tuntutan kompetensi kesehatan. Namun, pandangan bahwa calon dokter hanya berkutat di dunia medis terbukti tidak sepenuhnya benar.
Di balik keseriusan menimba ilmu kedokteran, tersimpan bakat seni luar biasa yang siap menggebrak panggung nasional. Hal tersebut dibuktikan oleh tiga mahasiswa FK UNG yang berhasil tampil sebagai yang terbaik di tingkat universitas, sekaligus mengamankan tiket mewakili UNG pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.
Ketiga mahasiswa bertalenta tersebut adalah Alya Zulfah Halada, Sania Wahyuniar Baderan, dan Fatimah Daniyah. Mereka akan berlaga pada tiga tangkai lomba berbeda, yakni penulisan puisi, monolog, serta seni lukis. Keikutsertaan ini mencatatkan rekor tersendiri bagi FK UNG, karena untuk kali pertama dalam sejarah berhasil mengirimkan wakilnya ke ajang Peksiminas.
Capaian ini terasa makin istimewa lantaran Fakultas Kedokteran tergolong sebagai salah satu fakultas yang relatif baru di lingkungan UNG. Kendati demikian, usia fakultas tidak membatasi ruang gerak para mahasiswa untuk menorehkan prestasi gemilang di luar bidang akademik.
Pencapaian pada Peksiminas ini membuktikan bahwa penguasaan soft skill, kreativitas, dan ekspresi seni dapat tumbuh berdampingan secara selaras dengan kompetensi medis yang mereka tekuni.
Lolosnya tiga mahasiswa kedokteran tersebut bahkan memberikan kejutan manis bagi Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, mahasiswa kedokteran selama ini kerap dicitrakan dengan karakter akademik yang kaku dan serius, tetapi ajang ini membuktikan adanya dimensi talenta lain yang patut diacungi jempol.
“Ini sebuah kejutan. Selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran dikenal sebagai orang yang serius dan kutubuku. Namun faktanya, mereka mampu bersaing ketat di tingkat universitas hingga berhasil mewakili UNG di tingkat nasional,” ungkap Prof. Eduart.
Prof. Eduart mengaku bangga melihat mahasiswa UNG, khususnya dari Fakultas Kedokteran, yang mampu menyeimbangkan potensi diri antara sains dan seni hingga membuahkan prestasi nyata.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa modern tidak hanya dituntut unggul dalam capaian akademik, tetapi juga perlu mengasah berbagai talenta pendukung untuk memperkuat karakter dan daya saing.
“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki soft skill yang mumpuni dan mampu berprestasi tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga di bidang seni,” tambahnya.
Rektor UNG menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga mahasiswa FK yang telah berhasil melewati seleksi ketat di tingkat universitas. Ia berharap kesempatan tampil pada Peksiminas XVIII di Universitas Jember dapat dimaksimalkan untuk menimba pengalaman berharga sekaligus mempersembahkan piala terbaik bagi almamater UNG.
Advertorial
Hadirkan Dampak Nyata! UNG Terjunkan 1.108 Mahasiswa di Program UNG Mengajar Batch 10
Published
2 days agoon
07/09/2026
UNG – Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menerjunkan 1.108 mahasiswa dalam program UNG Mengajar Batch 10. Para peserta yang berasal dari 18 program studi kependidikan di lingkungan UNG tersebut bakal mengabdi di tiga wilayah di Provinsi Gorontalo.
Ketiga wilayah sasaran program meliputi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango. Selama kurang lebih empat bulan, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah mitra, sekaligus membawa semangat pengabdian demi menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan daerah.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan program UNG Mengajar terus mengalami transformasi seiring dinamisnya arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi.
Menurut Elya, program UNG Mengajar yang sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kini kian dipacu untuk mengusung semangat Kampus Berdampak.
“Artinya, kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk belajar di lapangan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat,” ujar Prof. Elya.
Melalui program ini, para mahasiswa kependidikan memperoleh ruang luas untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta kompetensi yang ditimba di bangku kuliah secara langsung. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat berbagai aspek pembelajaran, khususnya pengembangan literasi, numerasi, hingga pembentukan karakter peserta didik.
Lebih dari sekadar pengalaman mengajar, UNG Mengajar turut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami dinamika riil dunia pendidikan di lapangan. Mereka dituntut peka membaca kebutuhan sekolah, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta melahirkan gagasan dan pendekatan pembelajaran yang relevan.
Mewakili Rektor UNG, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menegaskan bahwa keterlibatan ribuan mahasiswa ini merupakan wujud kontribusi konkret kampus kerakyatan tersebut terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gorontalo.
Ia berpesan agar para mahasiswa tak sekadar menjalankan aktivitas rutin yang ada di sekolah, melainkan harus mampu memberi nilai tambah melalui gagasan dan inovasi segar.
“Kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk menggantikan peran guru yang ada di sekolah. Mahasiswa harus hadir membawa inovasi, sistem, serta pendekatan baru yang dimiliki untuk memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran,” tegas Prof. Amir.
Pesan mendalam tersebut menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan UNG Mengajar Batch 10. Sebagai calon pendidik masa depan, para mahasiswa diharapkan mampu menjadikan sekolah mitra sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Merujuk UU Nomor 11 Tahun 2010, Adhan Dambea Evaluasi SK Cagar Budaya Kantor Pos
Benteng Budaya Antikorupsi! Pascasarjana UNG Gelar Kuliah Umum Mitigasi Korupsi
Soroti Kejanggalan Dokumen TACB, Wali Kota Gorontalo Pertanyakan Penetapan Cagar Budaya
Cetak Sejarah Baru! Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Ajang Peksiminas 2026
Jangan Baper! Jubir Gerindra Gorontalo Minta Warga Sikapi Beda Pilihan Politik Secara Dewasa
Salurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
Tampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
Salurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
Berani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
Polemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Gorontalo2 weeks agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo1 week agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Ruang Literasi2 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
Gorontalo2 weeks agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
Advertorial3 months agoTembus Jurnal SINTA 2: Mahasiswa BK UNG Alwi Hasan Temukan Solusi Atasi Academic Burnout
-
Gorontalo3 months agoTolak Sekat Birokrasi Kaku: Strategi Sudaryono Cairkan Suasana Lewat Musik dan Kuliner Lokal
