Connect with us

Advertorial

Ekonomi Kerakyatan Nyata: Bupati Saipul Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih

Published

on

Pohuwato – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara virtual dari KDKMP Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Sabtu (16/05/2026).

Prosesi peresmian operasionalisasi ribuan KDKMP tersebut dilakukan secara simbolis oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, langsung dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirene.

Di lokasi virtual, Bupati Saipul didampingi oleh Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Dandim 1313 Pohuwato Letkol Arm. Fiat Suwandana, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, serta Kadis Perindagkop dan UKM Ibrahim Kiraman. Turut hadir pula Camat Randangan Saharudin Saleh, Camat Wanggarasi Elan I. Mohi, Tenaga Ahli Bupati, jajaran unsur Muspika, serta para kepala desa se-Kecamatan Randangan.

Usai agenda peresmian, Bupati Saipul menyatakan apresiasi mendalam dan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat dalam mewujudkan Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan. Langkah strategis ini dinilai memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan ekonomi desa melalui penyediaan fasilitas berupa gudang serta alat produksi yang dikelola mandiri oleh masyarakat setempat.

Bupati Saipul mengungkapkan bahwa KDKMP Desa Manunggal Karya merupakan salah satu dari 7 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Pohuwato yang kini telah siap beroperasi secara penuh. Ia berharap capaian ini dapat memotivasi desa-desa lain di Bumi Panua untuk segera bergerak, terutama dalam mengatasi kendala penyediaan lahan.

“Kami selaku pemerintah daerah akan terus mendorong dan mendukung penuh program ini. Kebijakan Bapak Presiden Prabowo ini merupakan implementasi nyata dari Pasal 33 UUD 1945, di mana beliau konsisten mendorong terciptanya ekonomi kerakyatan di Indonesia,” jelas Saipul.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih ini menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa. Pasalnya, dalam kurun waktu hanya tujuh bulan, pemerintah mampu merampungkan pembangunan fisik gedung, infrastruktur gudang, sistem manajerial, ketersediaan barang, hingga kesiapan logistik dan petugasnya.

“Saya kira ini adalah prestasi sekaligus kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. Pada Agustus mendatang, kita menargetkan 30 ribu KDKMP sudah siap,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo optimis kehadiran KDKMP akan menggenjot perputaran ekonomi di tingkat tapak. Terlebih, program ini terintegrasi dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti menghidupkan ekonomi desa melalui peredaran uang yang mencapai Rp900 juta per bulan atau setara dengan Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.

“Kita harapkan pertumbuhan ekonomi di setiap desa dan kelurahan menjadi nyata. Kita tidak akan lagi tergantung pada pihak luar karena kita memiliki kekuatan mandiri,” imbuh Kepala Negara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melaporkan bahwa setelah sukses meresmikan kelembagaan 80.000 KDKMP di Klaten, Jawa Tengah, kini Presiden RI melangkah ke tahap peresmian operasionalisasi unit.

“Yang Bapak Presiden resmikan hari ini adalah instrumen keadilan ekonomi Bangsa Indonesia. Semangat ini sejalan dengan konstitusi kita, Pasal 33 UUD 1945,” terang Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, program ini merupakan wujud ekonomi konstitusional di mana negara hadir memastikan rakyat menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat utama pembangunan. Hingga saat ini, sebanyak 9.294 koperasi telah rampung dibangun dan 1.061 di antaranya siap beroperasi penuh. Pemerintah mematok target 30.000 unit lebih KDKMP selesai dibangun dan beroperasi sebelum 16 Agustus mendatang.

“Guna memastikan koperasi berjalan profesional, pemerintah tengah melakukan rekrutmen 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 manajer untuk Koperasi Nelayan Merah Putih. Mereka akan menjadi motor penggerak, mengawasi distribusi pangan, dan memastikan sirkulasi ekonomi sepenuhnya kembali ke masyarakat desa,” pungkas Menko Pangan.

Advertorial

Tak Bisa Ngaji Tetap Sekolah: Ini Solusi Humanis Wali Kota Adhan Dambea untuk Calon Siswa SMP

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat fondasi pendidikan keagamaan bagi generasi muda. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026, setiap calon siswa yang akan melangkah ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diwajibkan mengantongi sertifikat belajar mengaji.

Kebijakan regulatif ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diakselerasi sejak masa kepemimpinan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Pasangan kepala daerah ini menaruh atensi besar terhadap pembentukan karakter berbasis teologis bagi anak-anak sejak usia dini.

Bagi Wali Kota Adhan, orientasi dunia pendidikan tidak boleh melulu terjebak pada penguasaan pengetahuan umum dan kemampuan akademik semata. Anak-anak dinilai krusial dibekali pemahaman agama yang inklusif sebagai rem dan pondasi moral dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Oleh karena itu, di samping mendongkrak mutu pendidikan formal, Pemkot Gorontalo berupaya memastikan seluruh siswa Muslim memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an secara fasih sebelum memasuki gerbang SMP.

Ketegasan instruksi tersebut kembali dikukuhkan melalui surat pemberitahuan resmi yang diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Kota Gorontalo tertanggal 10 Juni 2026. Surat edaran ini ditujukan langsung kepada para lurah, pimpinan TPA/TPQ, serta orang tua santri di seluruh penjuru Kota Gorontalo.

Kendati bersifat wajib, pemerintah daerah tetap memberikan solusi humanis bagi calon siswa yang belum memiliki sertifikat resmi atau belum bisa mengaji. Mereka dipastikan tetap bisa mendaftar dan tidak akan kehilangan hak bersekolah, dengan syarat orang tua atau wali wajib membuat surat pernyataan tertulis. Surat tersebut berisi kesediaan untuk membimbing dan memastikan anak mengikuti kelas pembelajaran mengaji intensif di TPA atau TPQ terdekat.

Kebijakan adaptif ini merefleksikan keseriusan Wali Kota Adhan dan Wawali Indra Gobel terhadap internalisasi nilai-nilai religius, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kota Serambi Madinah.

Melalui penetrasi kebijakan ini, Pemkot Gorontalo optimistis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keagungan akhlak, ketangguhan karakter, serta pemahaman spiritual yang kuat untuk membentengi diri dari tantangan zaman di masa depan.

Continue Reading

Advertorial

Nyaris Setengah Miliar: Omzet Pedagang Street Food Jilid II Gorontalo Meledak dalam 3 Hari

Published

on

Kota Gorontalo – Penyelenggaraan Street Food Jilid II yang berpusat di sepanjang kawasan Rumah Adat Dulohupa hingga SMP Negeri 7 Kota Gorontalo sukses mendongkrak perekonomian para pelaku UMKM lokal. Hanya dalam kurun waktu tiga hari pelaksanaan, total omzet yang diraup pedagang sukses meroket hingga nyaris menyentuh angka setengah miliar rupiah.

Berdasarkan data resmi rekapitulasi dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, akumulasi pendapatan para pedagang hingga hari ketiga mencatatkan angka fantastis, yakni sebesar Rp495.897.752.

“Hingga hari ketiga pelaksanaan, perputaran uang dan pendapatan total para pelaku UMKM sudah berada di angka Rp495 juta lebih,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, Rabu (10/06/2026) malam.

Muttakin menjelaskan, capaian pada paruh pertama ini melesat lebih tinggi sebesar Rp43.084.252 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada gelaran Street Food Jilid I, yang saat itu membukukan omzet Rp452.813.500.

“Apabila pada malam ketiga cuaca bersahabat dan tidak diguyur hujan, saya sangat optimistis jumlah transaksi riil para pelaku UMKM kita sudah melampaui setengah miliar rupiah,” tandas Muttakin.

Anomali positif ini terbilang menarik mengingat rentang spasial atau lokasi pelaksanaan Street Food Jilid II kali ini dirancang jauh lebih ringkas. Jika pada jilid pertama area lapak pedagang membentang sepanjang 2 kilometer, pada jilid kedua ini panjang rute dipangkas menjadi hanya sekitar 407 meter demi kenyamanan aksesibilitas pengunjung.

Meskipun areanya lebih padat, animo pelaku usaha justru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada hari pertama pembukaan Street Food Jilid II, tercatat sebanyak 249 UMKM langsung berpartisipasi aktif. Angka ini lebih tinggi dibandingkan hari pertama jilid sebelumnya yang hanya diikuti oleh 216 UMKM.

Secara berkala, jumlah pelapak yang mengirimkan rekapitulasi harian tercatat dinamis. Pada hari kedua terdapat 240 UMKM, hari ketiga sebanyak 229 UMKM, dan pada hari keempat menyisakan 113 UMKM yang menyetorkan laporan penjualan. Dari seluruh rangkaian agenda, hari pertama menjadi ladang perputaran uang terbesar dengan sumbangan omzet mencapai Rp222.320.352, melampaui pembukaan jilid pertama yang berada di kisaran Rp139 juta.

Secara administratif, total pelaku usaha yang mendaftarkan diri pada Street Food Jilid II mencapai 307 UMKM, dengan 282 UMKM di antaranya tercatat aktif menggelar lapak dagangan di lapangan sepanjang pelaksanaan kegiatan.

Tingginya angka transaksi di area yang lebih ringkas ini membuktikan bahwa strategi pemadatan zonasi efektif memicu konsentrasi massa. Kesuksesan ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa event Street Food bentukan pemerintah daerah telah bertransformasi menjadi pasar stimulus yang mandiri dan wadah promosi yang efektif bagi produk lokal Kota Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Tembus Jurnal SINTA 2: Mahasiswa BK UNG Alwi Hasan Temukan Solusi Atasi Academic Burnout

Published

on

UNG – Tekanan akademik yang tinggi, tumpukan tugas, hingga kejenuhan akut (academic burnout) kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan mental mahasiswa di Indonesia. Merespons realitas tersebut, Moh. Alwi Hasan, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), sukses melahirkan inovasi mitigasi klinis yang berhasil menembus jurnal ilmiah bereputasi nasional.

Alwi berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan (JPBPP) Volume 6 Nomor 8 Tahun 2026. Jurnal bereputasi tersebut diterbitkan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dan telah terindeks SINTA 2.

Dalam naskah ilmiah berjudul “From Academic Pressure to Preventive Self-Help: Development of Academic Burnout Mitigation Guide for Students”, Alwi merancang sebuah buku panduan taktis berbasis self-help. Media preventif ini didesain khusus untuk membantu mahasiswa mengenali gejala kejenuhan sejak dini, mengelola stresor perkuliahan, serta menerapkan strategi pemulihan psikologis secara mandiri demi menjaga keberhasilan studi.

Karya inovatif ini dinilai menjadi jawaban strategis di tengah melonjaknya kasus gangguan kecemasan mahasiswa pascapandemi. Menariknya, ini bukan kali pertama Alwi menembus jurnal nasional. Sebelumnya, ia telah mempublikasikan riset bertajuk “Inclusive-Counsel: Website-Based Inclusive Guidance and Counseling Service Design for Students with Special Needs” pada Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Undiksha (JIBK) yang terindeks SINTA 3.

Menembus dua jurnal bereputasi nasional dalam satu rekam jejak akademik merupakan capaian langka untuk selevel mahasiswa program sarjana (S1). Keberhasilan Alwi ini tidak lepas dari bimbingan intensif dua dosen setianya, yakni Dr. Tuti Wantu, M.Pd., Kons., dan Permata Sari, S.Pd., M.Pd. Selain itu, manajemen Jurusan BK FIP UNG turut andil dalam memberikan dukungan finansial serta fasilitas ekosistem riset yang kondusif.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas capaian prestisius ini. Menurutnya, keberhasilan publikasi di SINTA 2 ini menjadi pembuktian bahwa mutu riset mahasiswa UNG mampu bersanding dan berkontribusi langsung pada perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.

Prof. Arwildayanto menegaskan bahwa birokrasi fakultas akan terus melipatgandakan dukungan terhadap budaya riset, inovasi, dan pembiayaan publikasi ilmiah guna mendongkrak daya saing lulusan di dunia kerja.

“Dari ruang penelitian FIP UNG, Moh. Alwi Hasan membuktikan secara empiris bahwa mahasiswa bukan lagi sekadar konsumen ilmu pengetahuan. Mereka telah bertransformasi menjadi produsen solusi bagi tantangan riil dunia pendidikan masa kini,” ujar Prof. Arwildayanto, Kamis (11/06/2026).

Bagi akademisi maupun mahasiswa yang ingin mendalami metode mitigasi kejenuhan akademik tersebut, artikel penelitian Alwi kini sudah dapat diakses dan diunduh secara resmi melalui laman web https://journal3.um.ac.id/index.php/fip/article/view/8141.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler