<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga pangan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/harga-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/harga-pangan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 07:51:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>harga pangan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/harga-pangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</title>
		<link>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:25:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isu viral]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan sapi]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi berita]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30287</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan. Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. \"Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,\" jelasnya. Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan. Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging. \"Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,\" papar Dadan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari. \"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,\" ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil. \"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,\" tutupnya. Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan.</p>
<p>Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.</p>
<p>&#8220;Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan.</p>
<p>Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging.</p>
<p>&#8220;Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,&#8221; papar Dadan.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar.</p>
<p>Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari.</p>
<p>&#8220;Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil.</p>
<p>&#8220;Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Harga Pangan dan Rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa Menjelang Ramadan</title>
		<link>https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan</link>
					<comments>https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 09:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[HARGA REMPAH REMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[Marisa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[WIWIN MOHA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=21336</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/">Kenaikan Harga Pangan dan Rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa Menjelang Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/">Kenaikan Harga Pangan dan Rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa Menjelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO - Pasar Tradisional Marisa, yang menjadi pusat perdagangan di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, kini menjadi saksi dari kenaikan yang signifikan pada sejumlah harga pangan dan rempah-rempah. Wiwin Moha (23), seorang pedagang rempah-rempah di pasar tersebut, secara langsung mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut terjadi menjelang bulan Ramadan. Menurut Wiwin, sejumlah komoditas pangan seperti cabe rawit, lada, tomat, minyak goreng, kemiri, telur, tepung terigu, bawang putih, beras, dan ayam kampung mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5 ribu rupiah. Namun, yang paling mencolok adalah harga cabe rawit yang melonjak dari Rp. 25.000 perliter menjadi Rp. 65.000 perliter. \"Saat ini, banyak harga pangan yang mengalami peningkatan, rata-rata naik di kisaran 5 ribu rupiah. Namun, yang paling tinggi adalah harga cabe rawit yang naik hingga Rp. 65.000 dari harga sebelumnya 25.000 per liter,\" ungkap Wiwin kepada awak media pada Sabtu (09/03/2024). Suleman Israfil (45), seorang pedagang cabe di pasar yang sama, juga menyampaikan hal yang serupa. Ia mengaku bahwa tidak hanya harga beras yang naik, tetapi harga cabe rawit juga mengalami kenaikan yang signifikan. Menurutnya, kenaikan harga cabe rawit disebabkan oleh kurangnya stok di Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo. \"Peningkatan harga cabe rawit ini dipicu oleh kelangkaan stok di wilayah Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo. Saya bahkan memperkirakan bahwa harga cabe kemungkinan akan naik kembali pertengahan Ramadan nanti,\" ujarnya. Respon terhadap kenaikan harga pangan dan rempah-rempah ini juga datang dari para pembeli di Pasar Tradisional Marisa. Marina Jau (49), salah satu pembeli, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. \"Sebagian besar harga pangan dan beras naik. Semoga kenaikan ini tidak berlangsung hingga menjelang lebaran, karena itu bisa memberatkan masyarakat,\" harapnya. Apalagi, lanjut Marina, kenaikan harga pangan yang terjadi menjelang Ramadan menjadi perhatian serius, terutama mengingat bulan puasa biasanya diisi dengan kebutuhan yang lebih tinggi. Untuk itu, Marina berharap agar Pemerintah Pohuwato dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menjaga stabilitas harga pangan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang. Berikut adalah daftar harga beberapa bahan pangan di Kabupaten Pohuwato: Cabe Rawit: naik Rp. 65.000 dari harga Rp. 25.000 per kilogram Tomat: naik Rp. 15.000 dari harga Rp. 10.000 per kilogram Minyak Goreng: naik Rp. 30.000 dari harga Rp. 25.000 per liter Bawang Merah: turun harga, dari Rp. 40.000 menjadi Rp. 35.000 per kilogram Bawang Putih: turun harga, dari Rp. 35.000 menjadi Rp. 30.000 per kilogram Kemiri: naik Rp. 50.000 dari harga Rp. 45.000 per kilogram Garam: harga masih sama, Rp. 5.000 per bungkus Lada: naik Rp. 100.000 dari harga Rp. 95.000 per kilogram Telur: naik harga Rp. 65.000 dari harga Rp. 50.000 per bak Ayam kampung: naik harga Rp. 130.000 per ekor dari Rp. 110.000.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO &#8211; Pasar Tradisional Marisa, yang menjadi pusat perdagangan di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, kini menjadi saksi dari kenaikan yang signifikan pada sejumlah harga pangan dan rempah-rempah. Wiwin Moha (23), seorang pedagang rempah-rempah di pasar tersebut, secara langsung mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut terjadi menjelang bulan Ramadan.</p>
<p>Menurut Wiwin, sejumlah komoditas pangan seperti cabe rawit, lada, tomat, minyak goreng, kemiri, telur, tepung terigu, bawang putih, beras, dan ayam kampung mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5 ribu rupiah. Namun, yang paling mencolok adalah harga cabe rawit yang melonjak dari Rp. 25.000 perliter menjadi Rp. 65.000 perliter.</p>
<p>&#8220;Saat ini, banyak harga pangan yang mengalami peningkatan, rata-rata naik di kisaran 5 ribu rupiah. Namun, yang paling tinggi adalah harga cabe rawit yang naik hingga Rp. 65.000 dari harga sebelumnya 25.000 per liter,&#8221; ungkap Wiwin kepada awak media pada Sabtu (09/03/2024).</p>
<p>Suleman Israfil (45), seorang pedagang cabe di pasar yang sama, juga menyampaikan hal yang serupa. Ia mengaku bahwa tidak hanya harga beras yang naik, tetapi harga cabe rawit juga mengalami kenaikan yang signifikan. Menurutnya, kenaikan harga cabe rawit disebabkan oleh kurangnya stok di Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Peningkatan harga cabe rawit ini dipicu oleh kelangkaan stok di wilayah Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo. Saya bahkan memperkirakan bahwa harga cabe kemungkinan akan naik kembali pertengahan Ramadan nanti,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Respon terhadap kenaikan harga pangan dan rempah-rempah ini juga datang dari para pembeli di Pasar Tradisional Marisa. Marina Jau (49), salah satu pembeli, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar harga pangan dan beras naik. Semoga kenaikan ini tidak berlangsung hingga menjelang lebaran, karena itu bisa memberatkan masyarakat,&#8221; harapnya.</p>
<p>Apalagi, lanjut Marina, kenaikan harga pangan yang terjadi menjelang Ramadan menjadi perhatian serius, terutama mengingat bulan puasa biasanya diisi dengan kebutuhan yang lebih tinggi.</p>
<p>Untuk itu, Marina berharap agar Pemerintah Pohuwato dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menjaga stabilitas harga pangan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.</p>
<p>Berikut adalah daftar harga beberapa bahan pangan di Kabupaten Pohuwato:</p>
<ul>
<li>Cabe Rawit: naik Rp. 65.000 dari harga Rp. 25.000 per kilogram</li>
<li>Tomat: naik Rp. 15.000 dari harga Rp. 10.000 per kilogram</li>
<li>Minyak Goreng: naik Rp. 30.000 dari harga Rp. 25.000 per liter</li>
<li>Bawang Merah: turun harga, dari Rp. 40.000 menjadi Rp. 35.000 per kilogram</li>
<li>Bawang Putih: turun harga, dari Rp. 35.000 menjadi Rp. 30.000 per kilogram</li>
<li>Kemiri: naik Rp. 50.000 dari harga Rp. 45.000 per kilogram</li>
<li>Garam: harga masih sama, Rp. 5.000 per bungkus</li>
<li>Lada: naik Rp. 100.000 dari harga Rp. 95.000 per kilogram</li>
<li>Telur: naik harga Rp. 65.000 dari harga Rp. 50.000 per bak</li>
<li>Ayam kampung: naik harga Rp. 130.000 per ekor dari Rp. 110.000.</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/">Kenaikan Harga Pangan dan Rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa Menjelang Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/">Kenaikan Harga Pangan dan Rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa Menjelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kenaikan-harga-pangan-dan-rempah-rempah-di-pasar-tradisional-marisa-menjelang-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Pangan Di Kota Gorontalo Masih Relatif Stabil</title>
		<link>https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil</link>
					<comments>https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 02:01:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKDA ISMAIL MAJID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=19067</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/">Harga Pangan Di Kota Gorontalo Masih Relatif Stabil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/">Harga Pangan Di Kota Gorontalo Masih Relatif Stabil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KOTA GORONTALO - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, melakukan pemantauan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional pada Kamis, 16 November 2023. Bersama Tim Pemerintah Kota Gorontalo, termasuk Asisten Perekonomian, Dinas Perdagangan, dan Kepala Bagian Perekonomian, Ismail Madjid menyambangi Pasar Bugis, Pasar Sentral Kota Gorontalo, serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) cabang Gorontalo. Dalam pantauannya, Ismail Madjid menyatakan bahwa harga bahan pangan masih relatif stabil. Meskipun pangan, khususnya beras, telah menjadi sektor yang mengalami goncangan serius dalam beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau panjang, namun harga beras dan cabe di pasar-pasar yang mereka datangi masih bertahan tanpa perubahan yang signifikan. \"Di pasar-pasar itu, kami menemukan bahwa harga beras dan cabe masih bertahan belum banyak bergeser dibanding sebelumnya,\" ungkap Ismail Madjid. Dijelaskan bahwa musim kemarau panjang sejak bulan Agustus lalu telah menyebabkan kenaikan drastis harga bahan pangan di pasaran. Terkait hal ini, Pemerintah Kota Gorontalo telah mengambil langkah antisipatif dengan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyediakan cadangan beras dengan harga subsidi. \"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog, alhamdulillah suplai beras tetap dilancarkan untuk membantu masyarakat,” terang Ismail Madjid. Sekda Kota Gorontalo juga menyampaikan bahwa bersama Bulog dan pihak lain seperti Bank Indonesia (BI), mereka akan menggelar pasar murah dan subsidi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak oleh musim kemarau panjang. “Insya Allah upaya ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat,\" tambah Ismail Madjid, mencerminkan komitmen pemerintah setempat untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dan memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>KOTA GORONTALO &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, melakukan pemantauan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional pada Kamis, 16 November 2023. Bersama Tim Pemerintah Kota Gorontalo, termasuk Asisten Perekonomian, Dinas Perdagangan, dan Kepala Bagian Perekonomian, Ismail Madjid menyambangi Pasar Bugis, Pasar Sentral Kota Gorontalo, serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) cabang Gorontalo.</p>
<p>Dalam pantauannya, Ismail Madjid menyatakan bahwa harga bahan pangan masih relatif stabil. Meskipun pangan, khususnya beras, telah menjadi sektor yang mengalami goncangan serius dalam beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau panjang, namun harga beras dan cabe di pasar-pasar yang mereka datangi masih bertahan tanpa perubahan yang signifikan.</p>
<p>&#8220;Di pasar-pasar itu, kami menemukan bahwa harga beras dan cabe masih bertahan belum banyak bergeser dibanding sebelumnya,&#8221; ungkap Ismail Madjid.</p>
<p>Dijelaskan bahwa musim kemarau panjang sejak bulan Agustus lalu telah menyebabkan kenaikan drastis harga bahan pangan di pasaran. Terkait hal ini, Pemerintah Kota Gorontalo telah mengambil langkah antisipatif dengan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyediakan cadangan beras dengan harga subsidi.</p>
<p>&#8220;Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog, alhamdulillah suplai beras tetap dilancarkan untuk membantu masyarakat,” terang Ismail Madjid.</p>
<p>Sekda Kota Gorontalo juga menyampaikan bahwa bersama Bulog dan pihak lain seperti Bank Indonesia (BI), mereka akan menggelar pasar murah dan subsidi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak oleh musim kemarau panjang.</p>
<p>“Insya Allah upaya ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat,&#8221; tambah Ismail Madjid, mencerminkan komitmen pemerintah setempat untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dan memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/">Harga Pangan Di Kota Gorontalo Masih Relatif Stabil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/">Harga Pangan Di Kota Gorontalo Masih Relatif Stabil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/harga-pangan-di-kota-gorontalo-masih-relatif-stabil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantau Harga Pangan, Sekda Ismail Jumpai Ada Kenaikan di Beberapa Komoditi</title>
		<link>https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi</link>
					<comments>https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2022 17:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pokok]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ismail madjid]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda kota gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=16240</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/">Pantau Harga Pangan, Sekda Ismail Jumpai Ada Kenaikan di Beberapa Komoditi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/">Pantau Harga Pangan, Sekda Ismail Jumpai Ada Kenaikan di Beberapa Komoditi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KOTA GORONTALO - Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen menjamin ketersediaan bahan pokok dan akan mengendalikan harganya. Hal ini diungkapkan Sekda Ismail Madjid usai melakukan monitoring ke pasar Moodu dalam rangka menjaga pasokan dan stabilisasi harga pangan serta menghadapi hari besar keagamaan, (5/12/2022). Dalam pantauan yang dilakukan, Ismail Madjid menemukan ada beberapa produk bahan pokok yang mengalami kenaikan harga diantaranya, harga tomat yang mencapai 16 ribu rupiah yang sebelumnya hanya 10 ribu rupiah. \"Beras juga mengalami kenaikan harga yang awalnya hanya Rp 520 ribu, kini sudah mencapai Rp 600 ribu per 50 kilogram. Kemudian cabai juga kini sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram yang awalnya harganya hanya Rp 35 ribu,\" kata Ismail Madjid. Tak hanya itu, Ismail juga menemukan harga ikan mengalami kenaikan harga yang awalnya hanya Rp 30 ribu per kilogram, kini berkisar 40 ribu per kilogram. Katanya, hampir semua jenis ikan yang dijual mengalami kenaikan harga. \"Tapi, beberapa komoditas lainnya, masih dalam kondisi relatif sama atau tidak mengalami kenaikan harga. Seperti minyak kelapa, kita akan berupaya untuk semua komoditas bisa stabil dan harganya tidak memberatkan masyarakat Kota Gorontalo,\" ujarnya. Ismail menambahkan, untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru di setiap siklus ada kecenderungan kenaikan harga Karena kebutuhan di hari besar keagamaan juga mengalami kenaikan yang berpengaruh terhadap harga komoditas. \"Pemerintah Kota Gorontalo untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan akan terus mengendalikan harganya,\" Ujarnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>KOTA GORONTALO &#8211; Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen menjamin ketersediaan bahan pokok dan akan mengendalikan harganya. Hal ini diungkapkan Sekda Ismail Madjid usai melakukan monitoring ke pasar Moodu dalam rangka menjaga pasokan dan stabilisasi harga pangan serta menghadapi hari besar keagamaan, (5/12/2022).</p>
<p>Dalam pantauan yang dilakukan, Ismail Madjid menemukan ada beberapa produk bahan pokok yang mengalami kenaikan harga diantaranya, harga tomat yang mencapai 16 ribu rupiah yang sebelumnya hanya 10 ribu rupiah.</p>
<p>&#8220;Beras juga mengalami kenaikan harga yang awalnya hanya Rp 520 ribu, kini sudah mencapai Rp 600 ribu per 50 kilogram. Kemudian cabai juga kini sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram yang awalnya harganya hanya Rp 35 ribu,&#8221; kata Ismail Madjid.</p>
<p>Tak hanya itu, Ismail juga menemukan harga ikan mengalami kenaikan harga yang awalnya hanya Rp 30 ribu per kilogram, kini berkisar 40 ribu per kilogram. Katanya, hampir semua jenis ikan yang dijual mengalami kenaikan harga.</p>
<p>&#8220;Tapi, beberapa komoditas lainnya, masih dalam kondisi relatif sama atau tidak mengalami kenaikan harga. Seperti minyak kelapa, kita akan berupaya untuk semua komoditas bisa stabil dan harganya tidak memberatkan masyarakat Kota Gorontalo,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ismail menambahkan, untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru di setiap siklus ada kecenderungan kenaikan harga Karena kebutuhan di hari besar keagamaan juga mengalami kenaikan yang berpengaruh terhadap harga komoditas.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kota Gorontalo untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan akan terus mengendalikan harganya,&#8221; Ujarnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/">Pantau Harga Pangan, Sekda Ismail Jumpai Ada Kenaikan di Beberapa Komoditi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/">Pantau Harga Pangan, Sekda Ismail Jumpai Ada Kenaikan di Beberapa Komoditi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pantau-harga-pangan-sekda-ismail-jumpai-ada-kenaikan-di-beberapa-komoditi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
