<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penyu Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/penyu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/penyu/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2021 04:15:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Penyu Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/penyu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komunitas Gerakan Untuk Bumi Edukasi Warga Pesisir</title>
		<link>https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir</link>
					<comments>https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 04:02:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan untuk bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan langka]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tuturuga]]></category>
		<category><![CDATA[Warga pesisir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=8259</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORUT &#8211; Tekan angka perburuan liar penyu, komunitas GERAKAN UNTUK BUMI yang bergerak di bidang lingkungan melakukan Edukasi kepada Masyarakat Gorontalo Utara tepatnya di Kecamatan Gentuma Raya, hal ini di anggap penting mengingat keberadaan hewan ini mulai langka. Menurut undang-undang konservasi No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/">Komunitas Gerakan Untuk Bumi Edukasi Warga Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/">Komunitas Gerakan Untuk Bumi Edukasi Warga Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORUT - Tekan angka perburuan liar penyu, komunitas GERAKAN UNTUK BUMI yang bergerak di bidang lingkungan melakukan Edukasi kepada Masyarakat Gorontalo Utara tepatnya di Kecamatan Gentuma Raya, hal ini di anggap penting mengingat keberadaan hewan ini mulai langka. Menurut undang-undang konservasi No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Diketahui siklus penyu bertelur 2 hingga 4 tahun sekali, kemudian penyu mendatangi pantai untuk meletakkan telurnya, penyu menyukai pantai yang tidak bertebing melainkan berpasir dan tidak bersampah. Saat ini habitat bertelur penyu telah terjamah tangan-tangan manusia, banyak warga yang mengambil telur dan dagingnya untuk dikonsumsi, sehingga untuk mengurangi hal itu diperlukan kesadaran bersama untuk melestarikan hewan yang bercangkang keras. Selanjutnya, ada enam jenis Keberadaan penyu di Indonesia, Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus) dan Penyu tempayan (Caretta caretta). Selain itu, komunitas GERAKAN UNTUK BUMI juga berfokus pada sampah plastik serta melakukan edukasi pada masyarakat pesisir pantai serta pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai ciptaan Tuhan YME.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORUT &#8211; Tekan angka perburuan liar penyu, komunitas GERAKAN UNTUK BUMI yang bergerak di bidang lingkungan melakukan Edukasi kepada Masyarakat Gorontalo Utara tepatnya di Kecamatan Gentuma Raya, hal ini di anggap penting mengingat keberadaan hewan ini mulai langka.</p>
<p>Menurut undang-undang konservasi No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.</p>
<p>Diketahui siklus penyu bertelur 2 hingga 4 tahun sekali, kemudian penyu mendatangi pantai untuk meletakkan telurnya, penyu menyukai pantai yang tidak bertebing melainkan berpasir dan tidak bersampah.</p>
<p>Saat ini habitat bertelur penyu telah terjamah tangan-tangan manusia, banyak warga yang mengambil telur dan dagingnya untuk dikonsumsi, sehingga untuk mengurangi hal itu diperlukan kesadaran bersama untuk melestarikan hewan yang bercangkang keras.</p>
<p>Selanjutnya, ada enam jenis Keberadaan penyu di Indonesia, Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus) dan Penyu tempayan (Caretta caretta).</p>
<p>Selain itu, komunitas GERAKAN UNTUK BUMI juga berfokus pada sampah plastik serta melakukan edukasi pada masyarakat pesisir pantai serta pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai ciptaan Tuhan YME.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/">Komunitas Gerakan Untuk Bumi Edukasi Warga Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/">Komunitas Gerakan Untuk Bumi Edukasi Warga Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/komunitas-gerakan-untuk-bumi-edukasi-warga-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
