Gorontalo
Dari Mengabdi untuk Sesama hingga Meraih Gelar Magister: Lima Relawan Goroba Tuntaskan Studi S2
Published
2 months agoon
GORONTALO — Kabar membanggakan datang dari Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba). Sebanyak lima relawan penerima program Beasiswa Goroba Peduli Pendidikan berhasil menuntaskan pendidikan strata dua (S2) dan resmi menyandang gelar Magister setelah mengikuti prosesi wisuda di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBMT Surabaya.
Kelima penerima beasiswa tersebut adalah Muhlis Pateda, Rezkiyah Anastasya Hulungo, Sofyan Rauf, Sartika Ente, dan Adiputra Wijaya Katili.
Kelulusan kelima relawan ini menjadi wujud nyata komitmen Goroba dalam membuka akses pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kapasitas para relawan yang selama ini aktif turun ke lapangan dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.
Program Goroba Peduli Pendidikan merupakan salah satu pilar utama pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan oleh Yayasan Gorontalo Baik Indonesia. Melalui program ini, Goroba tidak hanya memberikan ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, tetapi juga mendorong penguatan potensi diri lewat pendidikan formal, pelatihan skill teknis (hard skill), kemampuan interpesonal (soft skill), hingga penyaluran beasiswa.
Founder Yayasan Gorontalo Baik Indonesia, Ririn Afitri Tatu, menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya sekaligus investasi jangka panjang organisasi terhadap para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk masyarakat.
“Kelima wisudawan ini merupakan penerima program Beasiswa Goroba Peduli Pendidikan. Program ini khusus kami hadirkan bagi para relawan yang selama ini telah banyak mencurahkan tenaga, pikiran, dan kontribusi nyatanya dalam berbagai aksi kebaikan di Goroba,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, Goroba memegang teguh prinsip bahwa mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memperjuangkan masa depannya.
“Prinsipnya sederhana: mereka yang selama ini sibuk menolong orang lain juga perlu diberikan kesempatan untuk menolong dirinya sendiri, salah satunya melalui jalur pendidikan. Kami ingin para relawan tidak hanya matang dalam pengabdian, tetapi juga bertumbuh secara pribadi, akademik, dan profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas akademik ini diharapkan dapat berbanding lurus dengan perluasan jangkauan serta dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas di masa depan.
“Berbuat baik kepada sesama bukan berarti harus mengorbankan mimpi pribadi. Justru ketika relawan semakin berilmu, berdaya, dan memiliki kapasitas yang matang, kami percaya manfaat yang mereka kembalikan kepada masyarakat akan jauh lebih besar,” lanjut Ririn.
Langkah ini sejalan dengan fungsi pemberdayaan (empowering) yang terus diusung Goroba, yaitu memaksimalkan potensi relawan agar mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu penerima beasiswa, Rezkiyah Anastasya Hulungo, mengungkapkan rasa syukur dan harunya dapat menyelesaikan studi S2 berkat dukungan penuh dari Goroba.
“Kami sangat bersyukur akhirnya bisa menuntaskan studi ini. Kesempatan dari Goroba sangat berarti bagi kami. Di tengah padatnya aktivitas pengabdian, kami tetap diberi ruang dan fasilitas untuk belajar serta mengembangkan diri,” tutur Rezkiyah.
Ia mengakui bahwa menempuh studi lanjut sembari menjalankan tugas kemanusiaan bukanlah hal yang mudah. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi justru memperkaya pengalaman dan menguatkan tekad mereka hingga meraih gelar Magister.
“Perjuangan panjang ini akhirnya terbayar tuntas. Ada banyak proses, pengorbanan waktu, dan tenaga yang kami lalui. Kami berharap ilmu yang diperoleh membawa keberkahan dan dapat diamalkan untuk membantu masyarakat serta memperkuat kontribusi kami ke depan,” ungkapnya.
Rezkiyah juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada Yayasan Gorontalo Baik Indonesia atas kepercayaan dan kesempatan berharga yang telah diberikan.
“Gelar ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu. Semoga kebaikan yang kami terima bisa kami balas dengan terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Capaian kelima relawan ini kian memperkuat visi Goroba untuk terus menempatkan relawan sebagai bagian vital dari ekosistem kebaikan yang harus terus diberdayakan.
Sebagai organisasi sosial, Goroba secara konsisten menjalin kolaborasi dan membangun jejaring kebaikan agar mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Ririn berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi relawan lainnya untuk terus berani bermimpi tinggi.
“Hari ini mereka membuktikan bahwa mengabdi untuk sesama dan mengejar cita-cita akademik dapat berjalan berdampingan. Semoga gelar ini menjadi pintu pembuka bagi lebih banyak karya dan kebermanfaatan. Kami ingin setiap relawan Goroba percaya, saat mereka membantu orang lain bertumbuh, mereka juga berhak untuk ikut bertumbuh,” pungkas Ririn.
Untuk diketahui, Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba) dengan slogan “Satu Hati Berbuat Baik” merupakan organisasi sosial yang dirintis sejak 2017 dan resmi berbadan hukum pada 2020. Goroba fokus pada pendampingan pasien medis, bantuan nonmedis, pendidikan, serta pemberdayaan relawan. Hingga tahun 2026, Goroba tercatat memiliki lebih dari 500 relawan aktif dan telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 4.000 penerima manfaat.
You may like
-
Ukir Sejarah Baru Olahraga Nasional! Gorontalo Dipercaya Selenggarakan Babak Kualifikasi PON 2027
-
Abaikan Papan Peringatan dan Tiket Masuk, Pengasuh Ponpes Hubulo Diduga Lalai Saat Dampingi Santriwati
-
Wujudkan Kepedulian Nyata untuk Pelajar! Yayasan Anny Rahman Peduli Salurkan Perlengkapan Sekolah di Bone Bolango
-
Tegas Tolak Penyerobotan Lahan! Warga Puncak Jaya Minta Perlindungan Wilayah Adat Bugu
-
Dukung Pengelolaan Sumber Daya Ikan Berkelanjutan, FKTP UNG Gandeng KKP RI dalam Pendataan Pendaratan Ikan
-
Pacu Target Sebelum Jatuh Tempo! Realisasi PBB-P2 Kota Gorontalo Tembus 79,5 Persen
Gorontalo
Ukir Sejarah Baru Olahraga Nasional! Gorontalo Dipercaya Selenggarakan Babak Kualifikasi PON 2027
Published
5 hours agoon
02/11/2026
Gorontalo – Penantian panjang selama hampir dua dekade akhirnya berbuah manis. Provinsi Gorontalo secara resmi mendapat kepercayaan nasional untuk menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) 2027 untuk cabang olahraga (cabor) petanque.
Capaian ini menjadi momentum bersejarah yang tidak hanya membanggakan bagi insan olahraga di daerah, tetapi juga membuka peluang emas bagi Gorontalo untuk membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu poros kekuatan olahraga petanque di Indonesia.
Penetapan Gorontalo sebagai penyelenggara ajang kualifikasi nasional tersebut tertuang secara resmi melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) Nomor 15-SK/FOPI/2026. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri kerinduan masyarakat olahraga Gorontalo yang telah menantikan kesempatan menjadi tuan rumah kualifikasi tingkat nasional selama hampir 20 tahun.
Bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) FOPI Gorontalo, kepercayaan berskala nasional ini bukan sekadar agenda rutin penyelenggaraan pertandingan. Lebih dari itu, penetapan ini merupakan bentuk pengakuan atas perjalanan panjang, kerja keras, serta komitmen berkelanjutan dalam membangun dan mengakar-kuatkan cabor petanque di Provinsi Gorontalo.
Ketua Pengprov FOPI Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, menyambut momentum krusial ini sebagai pijakan besar untuk mengakselerasi kemajuan olahraga petanque sekaligus memperkokoh posisi Gorontalo dalam peta persaingan olahraga nasional.
Di bawah kepemimpinannya, pengembangan petanque di Gorontalo tidak hanya difokuskan pada sukses teknis penyelenggaraan kompetisi, melainkan menyasar pembenahan pembinaan atlet usia dini, peningkatan mutu sumber daya manusia (wasit dan pelatih), penguatan kelembagaan organisasi, hingga perluasan akses bagi generasi muda untuk menekuni cabor ini.
“Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang terarah dan terstruktur, fasilitas yang memadai, serta sinergi lintas pihak agar atlet daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Cecy.
BK PON 2027: Mengusung Dwi Target Success
Menjadi tuan rumah BK PON 2027 merupakan kesempatan strategis bagi Gorontalo untuk memperlihatkan kesiapan infrastruktur dan tata kelola event olahraga berskala nasional. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan kontingen dari berbagai provinsi diproyeksikan memberikan dampak positif bagi ekosistem olahraga serta perekonomian daerah.
Di sisi lain, momentum bertanding di hadapan publik sendiri harus dimanfaatkan secara optimal oleh para atlet petanque Gorontalo untuk merebut tiket berlaga di ajang utama PON 2028 mendatang. Gorontalo mengusung ambisi ganda, yakni sukses sebagai penyelenggara (success in hosting) sekaligus sukses mengukir prestasi (success in achievement).
Kepercayaan ini diharapkan menjadi titik tolak percepatan pembinaan olahraga petanque di Bumi Hulonthalo. Dengan kepemimpinan yang terarah, konsistensi pembinaan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Gorontalo siap menyambut kedatangan delegasi terbaik dari seluruh Indonesia.
Setelah menanti hampir 20 tahun, kesempatan emas itu kini telah hadir. Gorontalo siap menjadi tuan rumah, siap berprestasi, dan siap mencatatkan tinta emas baru dalam sejarah olahraga petanque Indonesia.
Gorontalo
Abaikan Papan Peringatan dan Tiket Masuk, Pengasuh Ponpes Hubulo Diduga Lalai Saat Dampingi Santriwati
Published
1 day agoon
01/11/2026
Gorontalo – Rombongan Pondok Pesantren (Ponpes) Hubulo yang memboyong puluhan santriwati ke kawasan Wisata Botu Motoli’oluwo, Desa Longalo, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (23/10/2026), menjadi sorotan publik. Pihak rombongan diduga masuk kawasan tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pengelola maupun menyelesaikan kewajiban pembayaran tiket masuk.
Keterangan tertulis tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Botu Motoli’oluwo, Moh. Nikswanto Suleman, saat dimintai penjelasan oleh tim pengacara keluarga korban terkait insiden tragis tenggelamnya seorang santriwati berinisial ANB (13).
Menurut penjelasan Nikswanto, kawasan destinasi wisata memang terbuka untuk kunjungan setiap hari. Kendati demikian, khusus untuk kunjungan pada hari kerja (weekday), terutama bagi pengunjung skala rombongan atau kelompok, pengelola sangat mengharapkan adanya konfirmasi dan koordinasi terlebih dahulu agar alur kedatangan dapat terpantau dan diatur sesuai standar pengamanan.
“Pada saat kejadian, pos pintu masuk sedang tidak dijaga oleh petugas. Rombongan Pesantren Hubulo tersebut masuk ke kawasan wisata tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dan tidak melakukan pembayaran tiket masuk,” tegas Nikswanto.
Ia merinci bahwa pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu), petugas penjaga pos disiagakan secara rutin di pintu utama. Sementara pada hari kerja biasa, setiap rombongan pengunjung yang akan datang diwajibkan menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu melalui kontak yang tersedia.
Nikswanto menambahkan bahwa pengelola telah memasang papan pemberitahuan tertulis berukuran jelas di akses pintu masuk utama. Papan tersebut secara tegas menginstruksikan pengunjung untuk tidak memasuki kawasan destinasi apabila pos dalam keadaan kosong atau tidak dijaga oleh petugas.
“Papan pemberitahuan tersebut juga mencantumkan nomor kontak resmi untuk koordinasi, khususnya bagi rombongan pengunjung yang berjumlah lebih dari empat orang,” terangnya.
Namun, berdasarkan kronologi di lapangan, saat rombongan Ponpes Hubulo tiba di lokasi, pos pintu masuk tengah kosong lantaran para petugas sedang melaksanakan ibadah salat Jumat. Rombongan tersebut disinyalir tetap menerobos masuk ke area wisata tanpa melakukan koordinasi via kontak darurat maupun membayar retribusi tiket masuk.
Kondisi ini memicu pertanyaan krusial mengenai tingkat kepatuhan dan tanggung jawab pihak pengasuh pesantren terhadap regulasi keselamatan kunjungan yang telah ditetapkan oleh pengelola wisata. Terlebih lagi, kegiatan outdoor tersebut melibatkan puluhan anak di bawah umur yang membutuhkan tingkat pengawasan ekstra ketat terhadap keselamatan jiwa.
Keterangan dari Ketua Pokdarwis ini menjadi salah satu premis penting yang kini tengah didalami guna mengungkap secara terang benderang peristiwa meninggalnya ANB. Sebelumnya, keluarga korban telah resmi melayangkan laporan polisi terhadap pimpinan Ponpes Hubulo ke Polres Bone Bolango atas dugaan kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Bone Bolango
Wujudkan Kepedulian Nyata untuk Pelajar! Yayasan Anny Rahman Peduli Salurkan Perlengkapan Sekolah di Bone Bolango
Published
2 days agoon
01/11/2026
BONBOL – Komitmen nyata dalam memajukan sektor pendidikan di daerah kembali ditunjukkan oleh Yayasan Anny Rahman Peduli. Lembaga filantropi ini secara resmi menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 10 siswa kelas 3 hingga kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Negeri Tapa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat, 11 September 2026.
Bantuan yang diserahkan berupa satu paket lengkap perlengkapan belajar, mulai dari kemeja atau blus, celana atau rok, sepatu, topi, buku tulis, pensil, hingga berbagai alat penunjang sekolah lainnya. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban finansial orang tua sekaligus mendongkrak motivasi serta semangat anak-anak dalam menimba ilmu di sekolah.
Ketua Yayasan Anny Rahman Peduli, Ariany Rahman, mengungkapkan bahwa kepedulian mendalam terhadap dunia pendidikan anak menjadi fondasi utama didirikannya yayasan ini, khususnya di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
“Pendidikan anak di Bone Bolango masih perlu mendapat perhatian lebih. Kami ingin memastikan anak-anak bisa berangkat ke sekolah dengan perlengkapan yang layak, tanpa orang tua harus terlalu terbebani,” ujar Ariany.
Ia menegaskan bahwa aksi sosial penyaluran perlengkapan sekolah tersebut baru merupakan langkah awal dari rangkaian program jangka panjang yang akan digulirkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kawal Usulan PIP Melalui Jalur Aspirasi
Selain membagikan paket perlengkapan sekolah secara langsung, Ariany Rahman bersama jajaran pengurus yayasan juga tengah aktif mengawal dan memperjuangkan pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi para pelajar di Bone Bolango. Program ini didorong melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI, Elnino M. Husein Mohi.
Inisiatif pendataan ini mematok target sasaran sebanyak 500 siswa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bone Bolango, dengan titik fokus awal difokuskan di Kecamatan Tapa dan Kecamatan Bulango Selatan. Hingga saat ini, tercatat sekitar 350 siswa telah dinyatakan memenuhi kriteria persyaratan untuk diusulkan sebagai calon penerima manfaat.
Usulan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyaluran diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 sampai Desil 4 merujuk pada data valid Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran, jadi yang kami utamakan adalah anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan, sesuai data desil dari BPS. Insya Allah, kalau tidak ada kendala,” jelas Ariany.
Langkah strategis yang ditempuh Yayasan Anny Rahman Peduli ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Anggota DPR RI, Elnino M. Husein Mohi.
“Saya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Yayasan Anny Rahman Peduli melalui Ibu Ariany Rahman dan saya akan ikut membantu Ibu Anny yang sedang memperjuangkan pendidikan yang lebih baik untuk masyarakat Bone Bolango,” tutur Elnino.
Ke depan, Yayasan Anny Rahman Peduli berkomitmen untuk memperluas cakupan bantuan sosial dan pendidikan ke berbagai sekolah lainnya di Kabupaten Bone Bolango. Langkah ini berlandaskan pada prinsip dasar bahwa setiap anak memiliki hak mutlak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Ukir Sejarah Baru Olahraga Nasional! Gorontalo Dipercaya Selenggarakan Babak Kualifikasi PON 2027
Abaikan Papan Peringatan dan Tiket Masuk, Pengasuh Ponpes Hubulo Diduga Lalai Saat Dampingi Santriwati
Menjaga Tanggomo Agar Tak Lekang: Ikhtiar Kemenbud RI dan Elnino Mohi Menyapa Sekolah lewat program Semarak Budaya 2026
Wujudkan Kepedulian Nyata untuk Pelajar! Yayasan Anny Rahman Peduli Salurkan Perlengkapan Sekolah di Bone Bolango
Menyingkap Tabir Hegemoni: Manuver MSCI, Kecemasan Singapura, dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Sejajar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional! S1 Kesmas dan D3 Farmasi UNG Raih Akreditasi Unggul
Capai Rp30 Juta per Ekskavator! Dugaan Atensi PETI Hutan Taluditi Diseret Nama Oknum
Kembali Makan Korban! BEM Nusantara Pertanyakan Dugaan Pembukaan Police Line di PETI Tibor 18
Seragam Bukan Tameng! Usut Tuntas Dugaan Uang Pengamanan PETI di Pohuwato
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo2 months agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
kabupaten boalemo2 months agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Daerah1 month agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo2 months agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
Gorontalo2 months agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Ruang Literasi4 weeks agoMenjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
-
Daerah1 month agoMuda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo