Connect with us

News

Sempat Lari Ke Bitung, Satu Pelaku Pembunuhan di Mongolato Dibekuk Polisi

Published

on

RW. salah satu pelaku yang diduga melakukan pembunuhan di Desa Mongolato pada 13/08/2019 lalu,(foto istimewa)

LIMBOTO, – Tim Ops Polres Gorontalo berhasil membekuk RW, salah satu terduga pelaku pembunuhan terhadap Reykel Hanafi alias Ikel, yang terjadi di kompleks Halte depan SMAN 1 Telaga Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu.

RW diamankan di tempat persembunyiannya di Kelurahan Candi, Kecamatan Bitung Tengah, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu 01/09/2019.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Kukuh Islami S.I.K. saat dikonfirmasi melalui telepon mengungkapkan, tersangka RW diduga terlibat bersama-sama telah melakukan pembunuhan terhadap Reykel Hanafi di Desa Mongolato beberapa waktu yang lalu.

“Tersangka diduga ikut terlibat melakukan pembunuhan terhadap korban Reykel Hanafi,”ujar Kasat, Selasa 03/09/2019.

Kukuh Islami menututurkan, usai melakukan pembunuhan RW bersembunyi di Base Camp anak Punk di Jalan Tengah Kelurahan Limba Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Pada pukul 13.00  RL bersama tersangka JP pergi ke rumah temannya Buang yang berada di Kecamatan Suwawa Kabupaten  Bonebolango.

“Pada pukul 21.00 RL berpindah tempat persembunyiannya ke rumah temanannya Angky yang yang tak jauh dari Polres Bonebolango. Selanjutnya pukul 01.00, Rabu 14/08/2019 dini hari, RW dan JP dijemput oleh orang tua JP untuk dibawa ke Manado,”tutur Kukuh Islami.

“Sampai di Manado, pukul 18.30 RW melanjutkan perjalanan menuju Kota Bitung dan bersembunyi di Kelurahan Candi dengan rencana akan melarikan diri kembali ke Kota Ternate Maluku Utara, hingga akhirnya ditangkap oleh Tim Opsnal Polres Bitung dan kemudian diserahkan ke Tim Opsnal Polres Gorontalo,”sambung Kukuh Islami.

Saat ini RL ditahan disel Polres Gorontalo guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari tujuh diduga pelaku, enam diantara sudah berhasil diamankan. Sementara Satu peluku masih dalam proses pencarian oleh tim Polres Gorontalo.

News

Penampakan Tumpukan Uang Penyerahan ke Negara 11,4 Triliun, Bak Tembok Tinggi Saat Prabowo Berpidato

Published

on

Jakarta – Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jumat (10/4/2026). Tumpukan uang tunai pecahan Rp 100 ribu disusun rapi bak tembok bata setinggi tiga meter, menjadi latar panggung penyerahan dana ke negara.

Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Mengutip pemberitaan media Liputan6, Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menyerahkan aset raksasa itu kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Pada hari ini sebagai wujud transparansi kinerja kepada publik, kami akan menyerahkan uang total sebesar Rp 11.420.104.815.858 ke kas negara,” tegas Burhanuddin mengonfirmasi angka pastinya.

Uang jumbo Rp 11,4 triliun ini bersumber dari denda administratif kehutanan Rp 7,23 triliun, PNBP korupsi Rp 1,96 triliun, berbagai setoran pajak termasuk PT Agrinas Palma Nusantara lebih dari Rp 1 triliun, serta denda lingkungan hidup Rp 1,14 triliun. Tak sekadar uang, Satgas PKH turut mengamankan 5,88 juta hektar lahan sawit dan 10.257 hektar kawasan tambang.

Presiden Prabowo merespons positif capaian ini. “Terima kasih kepada saudara-saudara yang bekerja dalam Satgas PKH ini. Penghargaan saya yang sangat tinggi atas pengorbanan saudara,” tuturnya.

Continue Reading

News

Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar

Published

on

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menyatakan siap “mencium lutut” Dedi jika mampu membangun jalan di Kalbar dengan APBD Rp 6 triliun. Polemik ini dipicu viralnya perbandingan infrastruktur jalan Jabar dan Kalbar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan tak pernah berniat pamer. “Mohon maaf, pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ungkapnya melalui video, Sabtu (11/4/2026).

Alih-alih adu argumen, Dedi justru berterima kasih atas tantangan tersebut. Ia memaklumi sulitnya membangun infrastruktur di wilayah seluas Kalbar dengan APBD terbatas. “Kami memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri, apalagi dengan keterbatasan fiskal di wilayah seluas Kalimantan Barat,” paparnya. Hal ini sejalan dengan catatan CNBC Indonesia terkait tingginya disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Secara terbuka, Dedi meminta maaf jika pembangunan di Jabar menyinggung daerah lain. Ia berharap pemerataan fiskal ke depan lebih baik agar dana bagi hasil mengalir proporsional ke daerah. Menutup pernyataannya, Dedi mengirim salam hangat dan mendoakan Wagub serta seluruh warga Kalbar agar selalu sehat dan bahagia.

Continue Reading

News

Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri

Published

on

Mantan bintang film dewasa keturunan Lebanon-Amerika, Mia Khalifa, tak kuasa menahan kesedihan melihat tanah kelahirannya, Lebanon, dibombardir. Melalui unggahan videonya, ia mengungkapkan keputusasaan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Sambil berkaca-kaca, Mia mengecam keras intensitas serangan mematikan yang menghancurkan berbagai fasilitas publik. “160 serangan udara dalam 10 menit terhadap bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, infrastruktur sipil, dan pemakaman dengan prosesi pemakaman di tengah gencatan senjata,” ungkapnya dengan nada bergetar.

Sebagai warga negara Amerika Serikat, ia merasa amat terpukul menyadari bahwa kontribusi pajaknya secara tidak langsung turut mendanai kehancuran tanah leluhurnya. “Saya tidak tahu bagaimana harus menerima kenyataan bahwa uang pajak saya melakukan ini pada tanah air saya,” ucapnya pilu.

Lebih lanjut, Mia merasa situasi dunia saat ini sangat tidak masuk akal dan distopis. Ia menyoroti ironi di mana umat manusia berlomba-lomba mengirimkan orang ke bulan, namun pada saat yang sama masih saling mengebom dan menghancurkan satu sama lain di bumi.

Laporan dari media internasional Reuters dan Al Jazeera mengonfirmasi bahwa militer Israel secara masif terus mengintensifkan serangan udara melintasi wilayah Lebanon. Eskalasi mematikan ini tidak hanya meruntuhkan infrastruktur penting, namun juga telah merenggut ratusan nyawa warga sipil yang tak berdosa dan memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi dalam ketakutan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler