Connect with us

kabupaten pohuwato

Bupati Pohuwato Rayakan Tradisi Pasang Lampu Secara Sederhana

Published

on

Foro HUMAS

POHUWATO – Tradisi masyarakat Gorontalo pada tiga malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri biasanya ditandai dengan pemasangan lampu-lampu botol di halaman rumah-rumah warga maupun dibahu jalan. Tak terkecuali di kediaman rumah dinas beberapa penjabat Kabupaten Pohuwato.

Pelaksanaan Tumbilotohe atau malam pasang lampu di kediaman Rudis Bupati Saipul Mbuinga dilakukan secara sederhana tanpa ada perayaan sama sekali seperti tahun-tahun sebelumnya, hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kerumunan.

Khusus di kediaman Bupati Pohuwato lampu mulai dipasang usai shalat maghrib, dihadiri Kepala Kemenag Pohuwato, dan beberapa tokoh adat Pohuwato, (8/5/2021).

Menurut Bupati ini merupakan hal pertama baginya melakukan tradisi tumbilotohe di rumah dinas Bupati setelah dirinya dilantik beberapa waktu lalu, Ia juga menyayangkan situasi yang masih pandemi sehingga pelaksanaan ini dilaksanakan secara sederhana.

“Saya akui kemeriahan festival ditiadakan akibat masih adanya pandemi covid-19, sehingga untuk menghindari kerumunan maka instruksi dari pemerintah pusat menjadi acuan bagi kita di daerah,” Ungkap Bupati.

Saipul juga mengatakan, berbagai kegiatan tidak bisa dilaksanakan akibat menghindari wabah virus corona.

“Sekali lagi kiranya ini menjadi perhatian bersama dalam rangka sama-sama menjaga kesehatan masing-masing,” Terangnya.

Advertorial

Menutup Safari Ramadan, Pemda Pohuwato Pilih Paguat dan Dengilo sebagai Tujuan Terakhir

Published

on

Pohuwato – Wilayah timur Kabupaten Pohuwato menjadi penutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Pohuwato tahun ini. Tiga tim safari pemerintah daerah pada malam tersebut menyebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo, sebagai bagian dari agenda silaturahmi pemerintah dengan masyarakat di bulan suci.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, di hadapan jemaah Masjid Besar Baiturrahman Kecamatan Paguat, Sabtu (28/02/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen menjaga kedekatan dan komunikasi, terutama di momen Ramadan.

Wabup Iwan menjelaskan, Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo menjadi wilayah terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian Safari Ramadan Pemda Pohuwato. Kegiatan ini telah dimulai sejak Senin sebelumnya, dengan mengawali kunjungan dari wilayah barat, yakni Popayato serumpun, kemudian berlanjut ke kecamatan lainnya hingga berakhir di wilayah timur.

“Kami sangat berterima kasih karena jemaah hadir dan menyambut tim safari pemda. Safari ini untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, dan menjadi agenda tahunan di bulan suci Ramadan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tiga tim safari masing-masing dipimpin oleh bupati, wakil bupati, dan sekda. Namun, karena Bupati Pohuwato tengah mengikuti kegiatan di tingkat Provinsi Gorontalo, mandat untuk memimpin safari Ramadan di Paguat pun dilimpahkan kepadanya.

“Alhamdulillah malam ini kita semua bisa berada di Masjid Besar Kecamatan Paguat dalam rangkaian salat isya dan tarawih berjemaah,” ujarnya di hadapan jemaah.

Lebih lanjut, Wabup Iwan menyampaikan bahwa umat Muslim saat ini telah memasuki malam kesebelas Ramadan, yang berarti telah melewati 10 hari pertama dan memasuki 10 hari kedua. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap waktu di bulan suci untuk memperbanyak amal ibadah.

“Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk meraih keberkahan dan pahala dengan memperbanyak ibadah. Ramadan hanya datang sekali dalam setahun, dan tidak ada jaminan kita bisa bertemu lagi tahun depan karena ajal tidak ada yang tahu. Maka waktu yang ada benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk terus berdoa agar diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan, sehingga dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan pada tahun-tahun mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Iwan turut menyerahkan paket Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pohuwato kepada masyarakat, serta voucer infak untuk masjid setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di kecamatan tersebut.

“Kami harap bantuan ini bisa membantu di bulan Ramadan. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari keikhlasan bapak dan ibu sebagai penerima. Kami juga berharap ke depan bantuan serupa bisa terus bertambah,” tutupnya.

Continue Reading

Advertorial

Waktu Kian Mepet, Bupati Saipul Minta Tenggat Program Cetak Sawah Ditinjau Ulang

Published

on

Pohuwato – Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Cetak Sawah di Kabupaten Pohuwato kembali digelar sebagai upaya mengejar target perluasan areal persawahan, dan tahun ini dilaksanakan di Hotel Aston Kota Gorontalo, Sabtu (28/02/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, yang menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah provinsi dan TNI terhadap program ketahanan pangan di daerah.

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi, turut hadir mengikuti rakor. Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga hadir, antara lain Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Dandim 1313 Pohuwato Letkol Arm. Fiat Suwandana, S.Sos, Kepala Dinas Pertanian Provinsi, serta perwakilan instansi lain yang terlibat dalam pelaksanaan program cetak sawah.

Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai hal terkait percepatan program, terutama menyangkut tenggat waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat untuk pelaksanaan cetak sawah di Pohuwato. Sejumlah kendala teknis dan nonteknis di lapangan diakui menjadi tantangan yang berpotensi menghambat pencapaian target, sehingga diperlukan langkah korektif dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Bupati Saipul menjelaskan, jajaran TNI yang dikomandoi Pangdam XIII/Merdeka terus berupaya maksimal agar program percetakan sawah di Pohuwato dapat mencapai sasaran. Menurutnya, sinergi dan kebersamaan seluruh pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini di lapangan.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, sembari melakukan konsultasi intensif dengan kementerian terkait di tingkat pusat. Hal ini dinilai penting mengingat dinamika dan kondisi di lapangan kerap menghadirkan tantangan baru yang harus diselesaikan secara bersama-sama, baik dari sisi regulasi, teknis pelaksanaan, maupun dukungan anggaran.

Bupati Pohuwato menegaskan agar Kepala Dinas Pertanian Pohuwato terus melakukan koordinasi secara intens dengan jajaran TNI serta Dinas Pertanian Provinsi. Ia berharap, melalui komunikasi yang terarah dan kerja sama yang solid, program percetakan sawah dapat berjalan lebih efektif dan pada akhirnya memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan di Pohuwato.

“Insyaallah atas perhatian gubernur dapat teratasi, karena melihat bahwa waktu yang terus berjalan kiranya ini bisa menjadi perhatian. Target sampai Maret nanti tentunya ini perlu untuk ditinjau kembali, karena hampir dapat dipastikan dengan kondisi yang berkembang dalam diskusi, dengan target waktu tersebut kemungkinan capaiannya tidak bisa tercapai,” terang Bupati Saipul.

Ia juga meminta agar Gubernur Gorontalo dapat mengonsultasikan kondisi tersebut kepada menteri terkait, khususnya terkait kemungkinan penyesuaian atau perpanjangan waktu pelaksanaan program. “Yang penting target 5 ribu sekian hektare dapat kita capai dengan baik. Kita semua akan berusaha untuk itu,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Langkah Berani Pohuwato: MoU Daur Ulang Plastik dan Konservasi Bentang Alam Resmi Diteken

Published

on

Pohuwato – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato bersama Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia resmi menandatangani Naskah Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato, Kamis (26/02/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Pohuwato yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Iskandar Datau dan Direktur Eksekutif Burung Indonesia, Dian Agista, yang berlangsung di Kantor B’Maleo Burung Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato dan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia terkait Program Daur Ulang Sampah Plastik di Kabupaten Pohuwato.

PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato, Sumitro Monoarfa, bersama perwakilan Program Gorontalo Burung Indonesia, Marahalim Siagian, sebagai wujud penguatan kolaborasi pada level implementasi program.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Pengadilan Negeri Marisa, Wakapolres Pohuwato, perwakilan Kejaksaan Negeri Pohuwato, Staf Ahli Bupati Amrin Umar, Kepala Bappeda Rustam Melleng, Kepala KPH Unit III Pohuwato, Sekretaris Bappeda Jumadi Giono, Kabag Pemerintahan Anugerah Wenas, Tenaga Ahli Bupati Edo Sijaya, Kepala Desa Marisa Utara Ilham Langago, tokoh masyarakat perempuan Zulfiana Mbuinga, serta perwakilan LSM, insan pers, dan masyarakat setempat.

Mengawali sambutannya, Sekda Pohuwato Iskandar Datau menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena harus memenuhi undangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Iskandar menjelaskan, melalui MoU ini kedua pihak sepakat memperkuat kemitraan dalam pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato, khususnya di kawasan strategis seperti bentang alam Popayato–Paguat yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi penting.

“Penandatanganan ini adalah perpanjangan dari perjanjian sebelumnya. Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada Perhimpunan Burung Indonesia atas hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2009,” ujar Iskandar.

Menurutnya, pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Pohuwato diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga mampu menekan deforestasi, menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki tata kelola komoditas dan tata guna lahan, serta mendorong perbaikan kualitas lingkungan secara menyeluruh.pohuwato.

Iskandar menegaskan, penandatanganan MoU untuk ketiga kalinya ini menjadi bukti komitmen kuat Burung Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato. “Ini menunjukkan bahwa Burung Indonesia memiliki komitmen kuat bersama pemerintah dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato. Insyaallah, melalui kerja sama ini pembangunan Pohuwato yang berkelanjutan dapat terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Burung Indonesia, Dian Agista, menyampaikan bahwa di seluruh lokasi program, Burung Indonesia memilih pendekatan sebagai mitra strategis pemerintah karena pada akhirnya pemerintah adalah pengambil kebijakan utama.

“Dengan demikian, program-program kami dapat diselaraskan dengan agenda konservasi keanekaragaman hayati serta agenda pembangunan dan pengembangan masyarakat,” ungkap Dian.

Sebelumnya, perwakilan Program Gorontalo Burung Indonesia, Marahalim Siagian, menjelaskan bahwa bentang alam Popayato–Paguat merupakan kawasan strategis dengan nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting, menjadi penyangga kehidupan masyarakat, sumber air, ruang produksi pertanian, sekaligus habitat keanekaragaman hayati.

Menurut Marahalim, kawasan tersebut juga menghadapi berbagai tantangan seperti degradasi lahan, tekanan pemanfaatan sumber daya alam, serta kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga memerlukan pengelolaan yang terencana dan kolaboratif.

Melalui kerja sama ini, diharapkan pengelolaan bentang alam dan program lingkungan di Kabupaten Pohuwato dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler