News
Gara-gara Musik Keras, Pria Paruh Baya di Limboto Tewas Dicekik
Published
7 years agoon
LIMBOTO-Tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Rumah Sakit M.M. Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (18/2/2020) berinisial MZ alias Zain (35), sudah ditahan Kepolisian Polres Gorontalo. MZ di tahan hanya beberapa saat setelah peristiwa nahas itu berlangsung.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Muh. Kukuh Islami saat konferensi pers mengungkapkan, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan korban Sukardi Pou (50) meninggal dunia sebenarnya dipicu masalah sepele. Pertikaian keduanya diawali saat tersangka memutar musik dibentor miliknya, dengan suara keras pada Selasa (19/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita di pintu gerbang RS Dunda. Korban yang tak terima dengan perbuatan tersangka kemudian datang menegur.
Perbuatan korban inilah yang diduga menjadi sumber petaka bagi dirinya. Karena sambil menegur, korban yang saat itu telah disulut emosi juga turut melayangkan pukulan ke bagian wajah tersangka.
“Kita pe saudara ada sakit di dalam ngoni cuma bahibur disitu, kasih kacili itu musik,” ujar Kasat menirukan keterangan sejumlah saksi tentang kronologi kejadian.
Peringatan yang disertai pukulan dari korban membuat tersangka MZ jatuh. Soekirman Ismail, salah satu saksi yang kebetulan ada dilokasi kejadian, datang melerai. Namun korban yang masih emosi tetap ingin memukul.
Sementara itu tersangka yang habis kena tinju berniat untuk membalas. Dirinya langsung mengambil sangkur yang diselipkan di punggung belakang, dan mengejar korban.
“Pada saat dikejar tersebut korban terjatuh dan ketika akan bangun tersangka langsung memeluknya dari batas bahu hingga leher secara berhadapan dan mengancing leher korban dengan tangan kiri yang berdurasi sekitar 5 menit,” ujar Kasat.
Dilanjutkan kasat reskrim, dengan posisi tetap mencekik leher korban menggunakan tangan kanan, tangan tersangka yang satunya tetap memegang Sangkur yang masih tersarung. Artodahu, saksi lainnya, yang melihat sangkur tersebut merampas dari tangan tersangka. Sementara Soekirman Ismail dengan cepat melerai keduanya dengan cara mendorong tersangka sehingga rangkulan dan kancingan tangan di leher korban terlepas.
Nahasnya, saat terlepas dari rangkulan, korban yang saat itu berada di atas trotoar, terengah-engah seperti tersendat pernapasan dan tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke ruang UGD RSUD MM Dunda dan dilakukan perawatan medis. Namun setelah beberapa saat, oleh dokter, dinyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Menurut Kukuh Islami, tersangka MZ dikenai pasal 338 subs pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951. Jenazah korban juga telah dilakukankan VER luar dan dalam oleh dokter Foreksik RSU Bumi Panua Pohuwato.
You may like
-
Semarak Budaya Hulondalo Youth Culture Festival 2026 di SMAN 1 Telaga: Kolaborasi Kemenbud RI dan Elnino Mohi Hadirkan Seni Tradisi hingga Bedah Film Dokumenter
-
Menjaga Tanggomo Agar Tak Lekang: Ikhtiar Kemenbud RI dan Elnino Mohi Menyapa Sekolah lewat program Semarak Budaya 2026
-
Bayar Tagihan Tapi Air Mati! Warga Pohuwato Keluhkan Pelayanan PDAM
-
Polemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Tanggapi Pernyataan Jasin Mohammad, Ketua OC Tegaskan Muprov Kadin Gorontalo Ditunda Murni Karena Arahan Pusat, Bukan Masalah Finansial
-
Kuliah Gratis Sampai Lulus: UNG Buka Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Unggul 2026
Daerah
Semarak Budaya Hulondalo Youth Culture Festival 2026 di SMAN 1 Telaga: Kolaborasi Kemenbud RI dan Elnino Mohi Hadirkan Seni Tradisi hingga Bedah Film Dokumenter
Published
5 hours agoon
05/11/2026
KABUPATEN GORONTALO – Rangkaian program kebudayaan bertajuk “Hulondalo Youth Culture Festival 2026” sukses diselenggarakan dengan penuh kemeriahan di Aula SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu (1/11/2026). Perhelatan akbar ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Anggota Komisi X DPR RI daerah pemilihan Gorontalo, Elnino M. Husein Mohi.
Festival ini dirancang sebagai ruang apresiasi dan edukasi inklusif bagi generasi muda di lingkungan satuan pendidikan. Sebanyak 100-an peserta yang terdiri atas siswa dan para guru SMAN 1 Telaga larut dalam berbagai suguhan budaya yang komprehensif, mencakup pertunjukan seni tradisi, pameran wastra kriya, ragam gastronomi pusaka daerah, hingga forum bedah film dokumenter kebudayaan.
Sejak pagi hari, suasana panggung utama diwarnai oleh lantunan magis seni tutur lisan Tanggomo yang sarat pesan moral dan sejarah lokal, dilanjutkan dengan gerak gemulai penari adat berbusana tradisional Gorontalo. Di sisi lain aula, peserta disuguhi eksebisi tenun sulam Karawo yang memperlihatkan kerumitan, ketelitian, serta nilai filosofis di balik sehelai kain khas Gorontalo.
Keistimewaan festival kian terasa dengan adanya etalase kuliner tradisional Gorontalo. Para peserta dan tamu undangan disajikan aneka ragam panganan warisan leluhur, mulai dari kelezatan kuah jagung rempah Binthe Biluhuta, gurihnya Ilabulo, hingga legitnya kue tradisional khas Gorontalo seperti Tiliaya dan Popolulu.
Anggota Komisi X DPR RI, Elnino M. Husein Mohi, dalam sambutan resminya yang dibacakan oleh Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, N. Syamsu Panna, S.Kom, menegaskan pentingnya menancapkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal di tengah gempuran tren global.
“Kegiatan Hulondalo Youth Culture Festival ini dihadirkan tidak lain dan tidak bukan untuk terus menggali, memupuk, serta memperteguh rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan daerah kita sendiri. Anak-anak muda Gorontalo harus berdiri dengan kepala tegak, bangga akan tutur Tanggomo, bangga memakai sulam Karawo, dan mencintai warisan rasa leluhurnya. Kemajuan zaman dan teknologi tidak boleh membuat kita terasing dari akar sejarah bumi pertiwi,” tegas N. Syamsu Panna saat membacakan penggalan pidato sambutan Elnino.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Roni R. Mamu, S.Pd, yang hadir langsung menyaksikan antusiasme para siswa. Menurutnya, menghadirkan ekosistem kebudayaan ke ruang kelas adalah langkah konkret penguatan karakter bangsa.
“Kami menyambut luar biasa sinergi nyata antara Kementerian Kebudayaan dan Bapak Elnino di Komisi X DPR RI. Membawa pementasan tradisi, kriya Karawo, kuliner lokal, hingga sinema ke sekolah membuktikan bahwa nilai luhur Gorontalo sangat fleksibel dan relevan bagi generasi masa kini. Ini adalah wadah edukasi kontekstual yang sangat memperkaya wawasan budi pekerti peserta didik,” ujar Roni R. Mamu.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik terpilihnya SMAN 1 Telaga sebagai pusat penyelenggaraan festival budaya ini. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Telaga, Ayus Nusi, dalam keterangannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya.
“Kehadiran festival ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga dan berbeda bagi anak-anak kami. Mereka tidak sekadar membaca teori di buku, melainkan menyaksikan langsung pertunjukan sastra Tanggomo, melihat proses kain Karawo, hingga mencicipi kuliner pusaka daerahnya. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut agar anak-anak muda kita memiliki benteng karakter yang kokoh,” kata Ayus Nusi.
Salah satu agenda utama yang menyedot perhatian besar para peserta adalah sesi penayangan dan bedah film dokumenter kebudayaan. Melalui forum diskusi interaktif ini, para siswa dan guru diajak membedah sudut pandang sinematografi, teknik riset budaya, serta bagaimana media audio-visual dapat digunakan sebagai instrumen modern untuk mendokumentasikan kearifan lokal agar tetap lestari dan komunikatif bagi khalayak luas.
Rangkaian kegiatan Hulondalo Youth Culture Festival 2026 diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pengisi acara, sesi tanya-jawab interaktif, serta foto bersama antara seluruh pemangku kepentingan kebudayaan bersama guru dan siswa SMAN 1 Telaga.
News
Sebelas Hari Tanpa Kejelasan! Ayah Santriwati Korban Tenggelam Pertanyakan Tanggung Jawab Ponpes Hubulo
Published
1 day agoon
04/11/2026
News – Hari kesebelas pasca-tragedi maut yang merenggut nyawa putrinya, Dr. Dolot Alhasni Bakung, S.H., M.H., yang juga merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), masih menyisakan duka mendalam bercampur tanda tanya besar. Hingga kini, pihak Pondok Pesantren Hubulo belum memberikan penjelasan transparan terkait insiden yang menimpa anak kandungnya.
Kisah kelam tersebut bermula sebelas hari lalu di tengah kesibukan harian. Sebuah panggilan telepon mendadak datang dari sang istri yang mengabarkan bahwa putri mereka, ANB (13), telah berada di Rumah Sakit Toto Kabila.
Tanpa buang waktu, Dolot bergegas menuju rumah sakit. Namun, setibanya di sana, ia mendapati putrinya yang tercatat sebagai santriwati kelas 7 Pondok Pesantren Hubulo tersebut sudah terbujur kaku tak bernyawa. Pada hari itu juga, jenazah almarhumah langsung dibawa ke kampung halaman keluarga di Desa Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, untuk dimakamkan.
“Pagi itu anak saya masih sehat. Siangnya saya menerima kabar ia sudah tiada. Hari itu juga kami memakamkannya. Semua terjadi dalam satu hari,” kenang Dolot dengan nada berat.
Mengenang Sosok ANB yang Bercita-Cita Jadi Dokter
Kehadiran ANB di Pondok Pesantren Hubulo dilandasi niat mulia untuk mengikuti jejak sang kakak sekaligus memperdalam ilmu agama agar tumbuh menjadi anak yang salehah. Berbeda dengan santri baru pada umumnya yang kerap menangis atau mengalami penurunan berat badan akibat rindu rumah, ANB justru menunjukkan adaptasi yang luar biasa.
“Anak-anak lain menangis, berat badannya turun. Anak saya malah tersenyum. Berat badannya justru naik,” tutur Dolot mengenang.
Di kediaman keluarga, almarhumah dikenal sebagai sosok yang ceria, aktif, mandiri dalam menyelesaikan masalah, serta gemar bercerita setiap kali pulang berlibur. Kegemarannya memelihara kucing turut mewarnai hari-harinya di pondok. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, ANB bahkan telah menghafal sekitar 20 surat Al-Qur’an dan tengah bersiap menyetorkan sisa hafalannya sebelum liburan tiba.
Di balik keceriaannya, almarhumah menyimpan cita-cita luhur untuk menjadi seorang dokter agar dapat merawat orang sakit, termasuk kedua orang tua serta kakek dan neneknya. Ia juga dikenal memiliki kepedulian tinggi, ikhlas berbagi, dan rajin bersedekah meski dalam jumlah kecil.
Ketika masa kepulangan tiba, meski banyak teman seangkatannya memilih pulang lebih awal, ANB memilih bertahan di pesantren demi menunggu sang kakak agar mereka bisa pulang bersama ke rumah. “Alasannya, ia ingin berkumpul bersama keluarga,” tambah Dolot.
Tragedi di Sungai dan Bungkamnya Pihak Pesantren
Almarhumah ANB mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (23/10/2026) setelah mengalami insiden tenggelam di aliran sungai kawasan Wisata Botumotolioluwo, Desa Longalo, Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga, kegiatan luar ruangan tersebut melibatkan 51 santriwati, namun ironisnya hanya dikawal oleh satu orang pendamping dari pihak pesantren di hari libur tersebut.
Meski pihak pesantren sempat datang bersilaturahim pada hari kedelapan pasca-kejadian, kunjungan tersebut dinilai hampa tanpa ada penjelasan substansial. Hingga hari kesebelas, manajemen Ponpes Hubulo memilih bungkam dan tidak memberikan kejelasan mengenai kronologi pasti yang menyebabkan nyawa korban melayang.
“Sampai hari ini, hari ke-11, pihak Hubulo tidak ada niat untuk memberi penjelasan. Mereka hanya datang bersilaturahim. Tidak ada yang menjelaskan apa yang terjadi. Tidak ada yang menjelaskan dugaan kelalaian yang menurut kami menyebabkan anak saya meninggal. Seolah-olah ada yang ditutupi pihak pondok,” tegas Dolot.
Sebagai orang tua, ia mengaku menitipkan putrinya di lembaga pendidikan berbasis boarding school dengan penuh keyakinan dan kepercayaan penuh terhadap sistem pengasuhan pesantren. Namun, buah hati yang dilepas dalam keadaan sehat kini pulang tinggal nama.
Tempuh Jalur Hukum dan Desak Kemenag Bertindak
Hilangnya transparansi dari pihak pengelola membulatkan tekad keluarga untuk menempuh langkah hukum. Didampingi tim kuasa hukumnya, keluarga resmi melaporkan dugaan tindak pidana kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Polres Bone Bolango pada 30 Oktober 2026. Laporan tersebut telah teregistrasi dengan nomor STTLP/152/X/2026/SPKT-RES BONBOL.
“Saya dan keluarga akan menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian pihak Hubulo yang menyebabkan kematian anak saya. Ini bukan soal dendam. Ini soal tanggung jawab,” tandasnya.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Yudin Yunus, S.H., M.H., mendesak Kementerian Agama agar tidak bersikap pasif. Mengingat institusi pesantren berada di bawah pembinaan langsung instansi kementerian, Kantor Kemenag Kabupaten Bone Bolango dan Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo diminta proaktif mengawal kasus ini secara tuntas.
“Kami berharap pihak Kemenag dan pihak lainnya bisa proaktif mengawal permasalahan ini. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, baik di Hubulo maupun di tempat lain,” ujar Yudin, seraya menekankan bahwa permintaan keluarga untuk mendapatkan kejelasan adalah hak yang sangat wajar.
Bagi Dr. Dolot, perjuangan panjang ini bukan lagi sekadar perkara hukum formal. Ia sadar putrinya tak akan bisa kembali, namun ia bertekad memastikan tidak ada lagi orang tua lain yang harus menerima panggilan duka serupa di masa mendatang.
“Anak saya sudah pergi. Saya tidak bisa mengubah itu. Tapi saya bisa memastikan anak-anak lain di pesantren mana pun lebih terjaga. Itu yang kami perjuangkan,” pungkasnya.
Gorontalo
Gunakan Alat Berat dan Tromol! Maraknya Aktivitas PETI di Hutan DAM Hulawa Pohuwato Tuai Sorotan
Published
1 day agoon
04/11/2026
Gorontalo – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dipadukan dengan pengolahan material menggunakan mesin tromol diduga semakin merajalela di kawasan Hutan DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Berdasarkan informasi komprehensif yang dihimpun pada Senin (02/11/2026), kegiatan yang diduga melibatkan armada alat berat jenis ekskavator untuk pengerukan lahan serta pengolahan hasil tambang melalui sistem tromol tersebut dilaporkan masih terus beroperasi aktif di kawasan hutan setempat.
Informasi di lapangan menyebutkan, seorang figur berinisial AI alias Ibura diduga kuat berperan sebagai penanggung jawab usaha sekaligus pengawas lapangan aktivitas PETI. Sementara itu, untuk pengawasan operasional pengolahan mesin tromol diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial Sandi. Adapun sosok yang diduga sebagai pemilik lokasi tambang tersebut disinyalir berinisial Aba Oni.
Maraknya dugaan penambangan dan pengolahan emas tanpa izin di area sensitif Hutan DAM ini memicu sorotan tajam publik terhadap efektivitas pengawasan kawasan hutan serta komitmen penegakan hukum dari aparat berwenang di wilayah Kabupaten Pohuwato.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas penambangan yang diduga kuat ilegal tersebut dilaporkan masih terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda penghentian operasional.
Kondisi ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak mengingat lokasi pengerukan berada tepat di dalam kawasan hutan yang rentan mengalami kerusakan ekologis. Kendati demikian, status perizinan, legalitas operasional, hingga pembuktian kebenaran atas dugaan keterlibatan nama-nama tersebut masih memerlukan proses verifikasi dan investigasi mendalam dari pihak berwenang.
Media menegaskan bahwa penyebutan nama maupun inisial dalam rilis berita ini masih sebatas dugaan berlandaskan informasi awal yang dihimpun di lapangan. Hingga saat ini, belum ada keterangan atau konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum (APH) mengenai status hukum maupun keterlibatan pihak-pihak yang dimaksud.
Upaya konfirmasi lanjutan kepada jajaran terkait—termasuk pihak penegak hukum dan nama-nama yang terseret dalam informasi tersebut—terus dilakukan guna memastikan kebenaran atas dugaan praktik PETI dan pengolahan tromol di Hutan DAM Desa Hulawa. Pihak redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait sesuai dengan kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.
Semarak Budaya Hulondalo Youth Culture Festival 2026 di SMAN 1 Telaga: Kolaborasi Kemenbud RI dan Elnino Mohi Hadirkan Seni Tradisi hingga Bedah Film Dokumenter
Berakar pada Pasal 33 UUD 1945! Partai Gerindra Tegaskan Komitmen Wujudkan Indonesia Mandiri dan Makmur
Akselerasi Pembangunan Pesisir! FKTP UNG dan DKP Gorontalo Siapkan 24 Lokasi KNMP 2027
Sebelas Hari Tanpa Kejelasan! Ayah Santriwati Korban Tenggelam Pertanyakan Tanggung Jawab Ponpes Hubulo
Gunakan Alat Berat dan Tromol! Maraknya Aktivitas PETI di Hutan DAM Hulawa Pohuwato Tuai Sorotan
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Sejajar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional! S1 Kesmas dan D3 Farmasi UNG Raih Akreditasi Unggul
Selangkah Pun Tak Mundur! Wali Kota Adhan Dambea Tegaskan Siap Hadapi Proses Hukum Polda Gorontalo
Siap Pasang Badan Hingga ke Presiden, Adhan Dambea Minta Penambang Bawa Bukti Akurat Soal Pemerasan
Lautan Massa Seruduk Mapolda! Ribuan Warga dan ASN Desak Hentikan Kriminalisasi Adhan Dambea
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo2 months agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
kabupaten boalemo2 months agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Daerah1 month agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo2 months agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
Gorontalo2 months agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Ruang Literasi4 weeks agoMenjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
-
Daerah1 month agoMuda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
