Connect with us

Advertorial

Kawal Wilayah Perbatasan! Bupati Saipul dan Dandim 1313 Cek Lahan Batalyon 50 Hektare di Popayato

Published

on

Pohuwato – Upaya penguatan pertahanan wilayah dan akselerasi pembangunan di kawasan perbatasan terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato. Selasa (5/5/2026), Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 1313/Pohuwato, Letkol Arm. Fiat Suwandana, S.Sos., meninjau langsung lahan yang disiapkan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kecamatan Popayato Barat.

Peninjauan tersebut turut didampingi oleh Anggota DPRD Pohuwato Rizal Pasuma, Camat Popayato Barat Marjan K. Bula, Camat Popayato Zulkifli Buludawa, Camat Popayato Timur Arifin, S.Pd., Tenaga Ahli Bupati, serta mantan anggota DPRD Pohuwato, Sudarmono Sompah dan Ihwan Khan. Hadir pula jajaran kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Lahan seluas 50 hektare yang dialokasikan oleh Pemkab Pohuwato tersebut diketahui berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Secara geografis, lokasinya membentang di dua desa, yakni Desa Dudewulo dan Desa Butungale.

Dalam tinjauannya, Bupati Saipul menilai lokasi tersebut sangat strategis, baik dari segi aksesibilitas maupun tata ruang wilayah. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga menjadikannya titik krusial untuk pertahanan daerah perbatasan.

Guna memastikan kelancaran proyek, Bupati menginstruksikan jajarannya agar segera merampungkan proses administrasi lahan. Ia menekankan pentingnya penataan batas wilayah yang jelas agar tidak memicu konflik agraria di kemudian hari.

“Pembangunan ini harus kita dukung bersama. Saya minta seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat, bersinergi menjaga situasi agar tetap kondusif,” tegas Saipul.

Ia juga berharap kehadiran Yonif TP tidak hanya berfungsi sebagai tameng pertahanan keamanan, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect (dampak ganda) bagi masyarakat. “Kami berharap pembangunan batalyon ini akan membuka peluang baru, baik dari sisi penyediaan lapangan pekerjaan maupun peningkatan infrastruktur di Popayato Barat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dandim 1313/Pohuwato, Letkol Arm. Fiat Suwandana, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh dari Pemkab Pohuwato. Menurutnya, konsep Yonif Teritorial Pembangunan ini sangat unik dan berbeda dari batalyon infanteri reguler.

“Selain menjaga stabilitas keamanan, batalyon ini nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti sektor pertanian, peternakan, pembangunan konstruksi, hingga pelayanan kesehatan,” jelas Letkol Fiat.

Dandim merinci, struktur Yonif TP umumnya terdiri dari 7 hingga 9 kompi. Komposisi ini mencakup kompi markas, kompi senapan, serta sejumlah kompi khusus lintas sektoral (kompi pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan).

Melalui struktur multifungsi tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan rakyat diharapkan mampu mempercepat roda pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ujung barat Pohuwato.

Advertorial

Sempat Terhenti Sementara! Pemkot Gorontalo Lanjutkan Pengerjaan Jalan Zainal Umar Sidiki

Published

on

Kota Gorontalo – Sempat terhenti sementara, pengerjaan peningkatan infrastruktur Jalan Zainal Umar Sidiki (ZUS)—atau yang akrab disapa Jalan Palma—resmi dilanjutkan kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo pada Rabu (23/09/2026).

Kelanjutan pengerjaan fisik ini dilakukan sehari setelah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, memberikan kepastian bahwa proyek akan segera berjalan pascapenyelesaian saluran air bersih di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Selasa (23/9/2026), pengerjaan peningkatan jalan telah memasuki tahap penghamparan Lapis Pondasi Agregat (LPA) Kelas A. Proses penghamparan fisik ini dimulai dari kawasan Terminal Tipe A Dungingi.

Langkah ini diambil setelah aktivitas proyek sempat dihentikan guna menunggu perbaikan jaringan pipa air bersih yang juga berada di bawah kewenangan Dinas PUPR Kota Gorontalo.

“Karena menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus), makanya jadi tanggung jawab kita di Dinas PUPR,” terang Meidy usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) di BLY, Senin (22/9/2026).

Meidy menjelaskan bahwa pengerjaan utilitas bawah tanah harus dirampungkan terlebih dahulu agar konstruksi badan jalan yang telah diperbaiki tidak rusak akibat dibongkar ulang di kemudian hari.

“Kita harus menunggu proyek itu selesai, baru kita lanjutkan pengerjaan perbaikan jalan. Biar jalan yang sudah diperbaiki tidak dirusak lagi untuk perbaikan saluran air bersih itu,” tegasnya.

Di lokasi proyek, titik pengerjaan lanjutan tidak dimulai dari lokasi sebelumnya, melainkan dialihkan ke kawasan Terminal Tipe A Dungingi.

Pelaksana lapangan, Bambang Mooduto, mengonfirmasi bahwa penyesuaian titik awal dilakukan karena lokasi sebelumnya masih memerlukan penyelesaian struktur talud.

“Di sana (lokasi sebelumnya) kita masih menunggu penyelesaian pekerjaan talud. Sudah mau selesai juga itu,” ungkap Bambang saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (23/9/2026).

Bambang menegaskan, proses penghamparan LPA Kelas A ditargetkan tuntas pada hari yang sama. Setelah tahap penghamparan selesai, pengerjaan akan langsung disambung dengan pemadatan material sebagai persiapan awal jelang pengaspalan.

“Kita upayakan selesai hari ini dan dilanjutkan pemadatan untuk pengaspalan. Soal pengaspalan, kita menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut,” pungkas Bambang.

Sebagai informasi, Jalan Zainal Umar Sidiki merupakan satu dari tiga ruas jalan utama yang menjadi prioritas agenda peningkatan infrastruktur Pemkot Gorontalo sepanjang tahun 2026. Selain Jalan ZUS, Pemkot Gorontalo juga tengah memacu perbaikan Jalan Taman Buah dan Jalan Pangeran Hidayat II, yang didanai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Continue Reading

Advertorial

Tembus Kancah Nasional! Kelurahan Moodu Gorontalo Lolos Seleksi Administrasi Kemendagri 2026

Published

on

Kota Gorontalo – Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, mengukir capaian membanggakan dalam ajang Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Kelurahan tersebut dinyatakan resmi lolos seleksi administrasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa.

Kepastian kelolosan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nomor 100.3/5311/BPD tentang Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Atas raihan tersebut, Kelurahan Moodu berhak melangkah ke tahapan krusial berikutnya, yakni pemaparan materi dan wawancara di tingkat pusat.

Kelurahan Moodu menjadi salah satu dari 22 kelurahan di seluruh Indonesia yang berhasil lolos pada tahapan seleksi administrasi kategori kelurahan. Secara keseluruhan, Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri meloloskan 45 desa dan kelurahan berprestasi di tingkat nasional, yang terdiri atas 23 desa dan 22 kelurahan.

Adapun proses evaluasi dan penilaian administrasi tersebut mencakup empat kriteria utama tata kelola wilayah, yaitu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, keberhasilan program pembangunan, penataan kewilayahan, serta tingkat pemberdayaan masyarakat.

Kini, jajaran Pemerintah Kelurahan Moodu beserta masyarakat setempat tengah mematangkan berbagai persiapan guna menghadapi tahapan pemaparan dan wawancara di tingkat nasional.

Kelolosan pada tahap seleksi administrasi ini menegaskan bahwa perjuangan Moodu dalam ajang Desa dan Kelurahan Berprestasi 2026 masih berlanjut. Capaian ini sekaligus membawa nama harum Kota Gorontalo khususnya, serta Provinsi Gorontalo secara umum, di panggung nasional.

Continue Reading

Advertorial

Sambut Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Bahas Draf MoU Pengembangan SDM

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus berupaya memperluas jejaring kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah guna memperkuat peran dan kontribusi perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan resmi delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) ke Gedung Rektorat UNG pada Senin (21/9/2026).

Pertemuan tatap muka tersebut menjadi langkah awal yang krusial untuk mematangkan rencana kemitraan resmi antara kedua belah pihak. Diskusi berfokus pada pembahasan substansi draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sekaligus mematangkan berbagai aspek teknis persiapan agenda penandatanganan dokumen kerja sama.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa koordinasi langsung ini sangat penting untuk menyelaraskan poin-poin kesepahaman sebelum dokumen diputuskan final.

“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto, Senin (21/9/2026).

Menurut Harto, penyelarasan substansi draf menjadi prioritas utama agar hubungan kerja sama yang dibangun memiliki arah, batas kewenangan, serta ruang lingkup yang jelas. Dengan demikian, program-program kolaborasi dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak optimal bagi kedua belah pihak.

Proses pembahasan draf tersebut dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kebutuhan, target strategis, serta kepentingan masing-masing instansi.

“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga, sekaligus membuka ruang penguatan kolaborasi yang lebih luas di masa depan,” imbuhnya.

Bagi pihak UNG, menjalin kemitraan dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat merupakan bagian integral dari strategi institusi dalam memperluas jangkauan Tri Dharma Perguruan Tinggi—khususnya pada bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi terbangunnya sinergi yang konkret dan berkelanjutan antara UNG dan KemenP2MI dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler